( S3 ) Benih Tahta Kekasih Vampirku

( S3 ) Benih Tahta Kekasih Vampirku
Book 3-11: ( F-B) (21+) Kehangatan pagi di dalam Hotel.


__ADS_3

Book 3-11


Selama Hampir musim semi itu, Fritz menghabiskan waktu di Osaka dengan menginap di Hotel mewah dengan ruangan kamar VIP.


Setiap kali mereka keluar dari hotel, suasana bersenang-senang kembali mereka rasakan di tempat-tempat yang menjadi wisata lokal di wilayah Osaka.


Fritz selalu membelikan apapun yang di inginkan oleh Canaria ketika dirinya menginginkan sesuatu.


Bahkan makanan apapun seperti yang dulu pernah Canaria dan Fritz cicipi, semuanya kembali di rasakan oleh Canaria, namun dalam jumlah yang jauh lebih banyak dari ketika dirinya belum hamil anak dari Fritz.


Fritz menghabiskan waktu bersama Canaria di Osaka dengan penuh kebahagaan dan senyuman yang selalu hadir di wajah Canaria, walau dirinya lagi-lagi harus lebih banyak istirahat setelah pulang ke Hotel setelah berjalan-jalan dan berkuliner ria.


Sampai ketika di pertengahan bulan musim semi, tepatnya di pagi hari yang cerah dengan gordeng di kamarnya di tutup rapat tanpa ada celah cahaya matahari masuk.


Terdengar suara ringisan dari Canaria yang tengah terduduk melipat kedua kakinya kebelakang di atas tempat tidur dengan Fritz berada di belakang Canaria berada.


"Hahh,,, Hah,,, Hah,,, Ahhh..." Suara ringisan lembut Canaria terdengar.


Wajah Fritz berada di atas pundak kiri Canaria dengan terlihat keringat di dahinya dan Fritz memeluk Canaria dari belakang sambil bermain serta mengelus perutnya yang besar itu.


"Buah hati kita pasti akan cantik dan tampan setelah lahir nanti, Sayang. Ahhh... Canaria. Much..." Fritz mencium pipi kiri Canaria yang dimana wajahnya sudah kelelahan dengan keringat membasahi dahi serta rambut coklat bergelombang panjang miliknya.


"I-Iyah... Sayang... Ahhh... Shhh... Seakan jalan lahir mereka terbuka karena kehangatan ini, Fritz... Ahhh.." Canaria mengerang dan mencengkram seprai yang ada di kedua tangannya sebagai tumpuan tubuhnya agar tidak terjatuh.


Fritz kemudian memegang pinggang Canaria dan mencengkramnya, "Keluarkan saja suaramu, Sayang... AHhh... Ruangan ini kedap suara, aku merasakan dirimu terus keluar setelah perama kali bermain."


Canaria memejamkan kedua matanya sesaat dan merasakan sebuah kenikmatan setiap milik Fritz terus menghangatkan dalam dirinya secara dalam.


Tetesan kenikmatan cinta mereka membasahi sebuah handuk tebal berwarna putih di bawah lulut Canaria yang ada di atas tempat tidur.


"Be-Belum selesai kah? Ahhh.. Ahhh..." Tanya Canaria sambil melirk ke arah belakang kirinya dengan ekspresi penuh buaian kenikmatan ketika permainan itu terjadi.


Fritz mengambil momen itu untuk memeluk Canaria dari belakang kembali sampai tubuhnya sedikit menegak ke arah tubuh Fritz yang ada di belakang punggung Canaria dan Fritz memegang leher Canaria dan mencium liar bibirnya ketika menengok ke arah belakang kirinya.


"Muchh.. Muchh.. Ada apa Sayang.. Muchhh... Ahh.." Kata Fritz.


Tumpuan Canaria menjadi di kedua pahanya dengan Fritz memeluk tubuhnya dari belakang sampai tubuhnya sedikit menegak dan memperlihatkan perut buncit besarnya yang tidak tertutup sehelain pakaian apapun dan Canaria tapakan telapak tangan kanannya di bagian bawah perutnya yang besar itu di saat ciuman dan kehangatan itu terjadi.

__ADS_1


"Muchh.. A-Aku ingin... Ahh... Pi.. Pi..." Terbatah Canaria.


Belum selesai menuntaskan perkataanya itu, Fritz merasakan sesuatu yang hangat beberapa kali dan dirinya tau Canaria tidak bisa lagi menahan ingin buang air kecilnya, karena dengan perutnya yang besar itu tentu dirinya memang lebih sering ke kamar mandi setiap beberapa menit atau jam sekali, tergantung kegiatan yang membuat perutnya menekan-nekan area tempat menapung air seninya berada.


Semakin basah karena hal itu terjadi, namun Fritz tidak mengehentikannya dan membuatnya lebih bergairah.


"Keluarkan saja, Sayang, tidak perlu kau tahan, kau tidak perlu khawatir, Ahhh... hangat sekali." Kata Fritz mengguseli tubuh Canaria dan memeluk sekaligus memijat dada Canaria dengan kedua tangannya.


Canaria tidak bisa menahan itu untuk tidak keluar dan setiap Fritz memasukan lebih dalam,, kehangatan itu keluar seperti selang air yang di tekan di ujungnya sampai Canaria bisa melihat air itu menyembur dari bawahnya.


"Hyaaahhh... Hummmpp...."


Canaria tidak bisa lagi mengendalikan kenikmatannya itu yang menjadi luar biasa dan begitu hangat walau jauh lebih basah dari biasanya.


Fritz mempercepat permainannya sampai dirinya mencengkram kuat pinggang Canaria, "AKAN AKU SELESAIKAN, AAHHHKK...."


Canaria pasarah dan sekilas dirinya melirik ke arah belakang kanan sambil mencengkram satu lengan Fritz yang tengah memegang pinggangnya itu dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya menapak di perut bawah Canaria yang dimana dirinya merasakan tempat bayinya berada tersentuh dan seperti akan keluar karena jalan lahirnya terbuka karena permainan itu.


"Fritz.... Ahhh... Ahhh..."


"Canaria... Ahkk..."


Canaria mencoba meluruskan kakinya dan langsung bersandar kelelahan di tubuh Fritz.


"Fritz... Hahhh.. Hah.. Hah..."


Fritz menahan tubuh Canaria dan memeluknya ketika dirinya tengah bersandar dan duduk di pangkuan Fritz yanga ada di belakang tubuhnya.


"Aku tidak pernah bosan dengan apa yang selalu aku dapatkan ketika kehangatan itu terjadi, Canaria."


Fritz menyeka wajah Canaria dari keringat yang membasahi wajahnya sampai rambut-rambut bergelombangnya menempel di beberapa bagian wajahnya.


Fritz memeluk Canaria yang tengah istirhat di depan tubuhnya yang masih tanpa busana itu.


Ciuman di kening samping Canaria, pipi dan bibir selalu di berikan oleh Fritz, tidak peduli wajahnya masih penuh keringat, karena sosok yang ia cintai Fritz itu benar-benar membuatnya puas walau membuatnya kelelahan, apalagi dengan perut yang sedang hamil besarnya itu.


Tatapan Canaria sayu lemah sambil menapakan kedua tangannya di perutnya yang besar itu dan sesekali ada gerakan lembut dari dalamnya yang cukup singkat.

__ADS_1


"Kau memang laki-laki kuat, Fritz." Tersenyum lemah Canaria.


"Maaf kalau aku membuatmu sampai selemah ini, Sayang. Bayi kita tidak apa bukan?" Tanya lembut Fritz kepada Canaria.


"Tidak apa-apa, hanya saja aku seperti akan melahirkan mereka di saat hal itu terjadi, karena aku merasa perutku naik dan turun serta jalan lahir yang pastinya terbuka karena juga hal itu, tapi seperti yang aku rasakan kalau memang rahimku ini kuat dan aman selama tidak terlalu lebih dalam lagi dan memaksanya." Tersenyum Canaria dan melirik lemah ke arah kanan atas untuk melihat wajah tampan suaminya yang juga berkeringat karena kehangatan itu, dimana sudah hampir 3 jam berlalu dengan posisi berbeda dan beberapa kali keluar kehangatan itu di dalam dirinya Fritz dengan juga cara yang berbeda dan tempat berbeda beberapa kali.


Fritz mengelus perut Canaria dan menggenggam erat kedua tangannya dan mereka saling berpegangan di atas perut besar Canaria itu, "Mereka adalah bayiku yang pastinya kuat, begitu juga yang tengah mengandung mereka ini, Much..." Fritz mencium bibir Canaria dengan lembut.


Canaria tersenyum tipis sambil menatap wajah Fritz yang sedang memeprhatikan perut besarnya itu di atas kanan kepala Canaria berada, "Iyah, aku merasakan memang mereka pasti akan jadi anak yang kuat, seperti Papahnya yang tampan dan selalu bisa membuat Mamahnya terbaring lemas setelah bermain kehangatan bersama buah hatinya yang masih ada di dalam perut Mamahnya."


Fritz tersenyum lebar dan perlahan menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur sambil memeluk Canaria hingga mereka berdua tertidur menyamping ke arah kiri sambil Fritz memeluk Canaria dari belakang.


"Sekarang kau istirahat saja, Sayang. Setelah kemarin kau banyak berjalan, beberapa hari ini kita akan istirahat di Hotel ini menikmati keindahan musim semi yang hadir, setelah itu kita akan ke akuarium seperti sebelumnya yang aku janjikan dan melihat pertunjukan lumba-lumbanya yang juga sebelumnya kita tidak bisa lihat karena musim dingin." Kata Fritz dengan penuh pelukan hangat pada tubuh Canaria yang ada di depannya itu.


Fritz mencium pundak kanan Canaria dan lehernya secara lembut dan Canaria memejamkan kedua matanya untuk istirahat setelah kehangatan itu terjadi.


Kemudian Fritz membangunkan tubuhnya dan melepaskan pelukannya itu dari tubuh Canaria, "Aku akan membersihkan semuanya dan juga bagian bawah dirimu, Sayang, tetap lah berbaring, aku akan mengambil handuk dan tisu basah." Kata Fritz yang beranjak dari tempat tidur itu dan menuju ke arah kamar mandi kamar meeah tersebut.


Canaria menterlentangan tubuhnya dan menekuk kedua kakinya seperti layaknya posisii ingin bersalin dan menunggu Fritz datang untuk membersihkan bagian tubuhnya.


Fritz tidak merasa jijik atau sejenisnya, dimana selalu melakukannya dengan senyuman dan bahkan terkadang di saat itu dirinya sempat-sempatnya menggoda Canaria.


"Aku seperti bisa melihat kepala buah hati kita, Sayang." Goda Fritz sambil memegang kedua lutut Canaria yang tengah melekukan kakinya.


"Tidak mungkin kau bisa melihatnya, Sayang. Kalau kau melihatnya, pasti aku sekarang merasakan kesakitan dan tidak merasakan kenikmatan seperti ini." Jawab Canaria dengan senyuman manis di bibirnya dan dirinya menumpuk bantal di bawah kepalanya untuk melihat Fritz di balik perutnya yang besar itu.


"Hehehehe... Aku tidak sabar melihat mereka hadir dalam kehangatan yang mungil itu miliku, Canaria." Goda Fritz sambil menaruh handuk yang menjadi alas di atas tempat tidur sebelumnya yang sudah banyak noda cinta di atasnya.


"Mungil, mungil, bayiku juga akan mungil nantinya." Tersenyum Malu Canaria ketika Fritz mengatakan kembali miliknya mungil.


"Akan aku masukan lagi yah, Sayang." Kata Fritz yang mendekatkan tubuhnya ke bagian bawah Canaria.


Canaria langsung merapatkan kedua kakinya dan sedikit teriak, "Kyaaah, sudah selesai, Fritz. Aku sudah kelelahan. Kalau kau lakukan lagi, bisa-bisa aku melahirkan di saat itu juga."


"Hehehe, Aku hanya bercanda, Mamah Muda."


Bagi Fritz, semua bagian tubuh Canaria adalah miliknya, dari atas sampai bawah, tidak peduli apapun selama Canaria berharga dirinya pun rela untuk membersihkan tubuhnya tanpa ragu.

__ADS_1


Canaria merasa berterima kasih karena memang saat itu dirinya cukup kelelahan dan perutnya yang besar itu juga membuatnya sulit untuk bangun, kalau pun berdiri, dirinya pasti akan lemas menggerakan kedua kakinya.



__ADS_2