
Book 3
Fritz kemudian membantu mengganti pakaian Canaria seperti sebelumnya dan juga tentu membersihkan apa yang sudah ia lakukan di dalam ruang ganti tersebut dengan sejenak juga mandi bersama dengan Canaria, dimana ada sebuah kamar mandi di dalam ruang ganti itu.
Masih menggunakan kekuatannya untuk menutupi beberapa kamera pengintai yang ada di dalam ruangan itu, Fritz benar-benar menikmati kesenangan itu yang sudah ia rencanakan dan tidak ia rencanakan dengan hubungan itu.
Fritz juga menikmati saat dirinya membantu Istrinya untuk memakai gaunnya kembali sambil menggodanya dengan perutnya yang besar itu.
Sampai mereka berdua pun selesai dengan berganti pakaian dan Fritz memindahkan pakaian renang yang tadi di gunakan oleh Canaria dan dirinya, dimana sudah ternodai ****** ***** mereka.
Tentu itu tidak masalah, karena nanti Fritz juga akan membersihkannya dan waktu menginapnya juga bisa di bilang seminggu lebih seebelum pulang ke Kyoto kembali.
Canaria menggandeng kembali lengan kiri Fritz dengan wajah menyeringai bahagia setelah bermain dengan lumba-lumba berpasangan itu dan juga di berikan kehangatan oleh suaminya itu dalam situasi yang tidak biasa.
Rambut mereka berdua masih sedikit basah, namun perlahan itu akan mengering, karena mereka berdua tengah berada di luar ruangan.
Mereka berdua pun keluar dari ruang ganti itu dengan menyeringai bahagia dan Instruktur perempuan itu menghampiri Fritz dan Canaria sambil mengucapkan "Arigatou." Kepada mereka, karena tanpa sepengetahuan Canaria, Fritz benar-benar membayar lebih untuk rencanannya itu dan bahkan mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk membantu akuarium tersebut sebagai tanda terima kasih.
Tentu kalau Fritz bilang kepada Canaria, dirinya tidak akan setuju mengeluarkan uang banyak untuknya saja, itu menjadi rahasia dirinya dan para pekerja atau termasuk pengelola Akuarium itu.
Kemudian Fritz dan Canaria keluar dari kolam renang itu dan menuju ke lorong lainnya sambil di antar oleh pekerja sebelumnya untuk di arahkan keluar dengan rute para pekerja.
Sampai tiba dimana Canaria dan Fritz di tempat souvenir beraneka macam benda dengan bentuk hewan laut yang lucu-lucu dan menggemaskan di dalam akuarium tersebut.
Fritz dan Canaria masuk dengan beberapa pengunjung yang juga sedang membeli sesuatu.
Ketika itu lah Fritz mengambil sebuah boneka lumba-lumba besar berwarna biru dan merah dari kasir perempuan yang menjaga toko tersebut sesuai pesanannya jauh-jauh hari dengan ukuran besar.
"Sayang, aku memberikan ini untukmu sebagai hadiah." Kata Fritz yang membawa dua buah boneka lumba-lumba yang besar di kedua sisi tangannya yang ia dekap di pinggangnya.
"Fritz..." Canaria terkejut dan itu juga menajdi tontonan para pengunjung yang ada di dalam toko tersebut.
Canaria mengambil boneka lumba-lumba berwarna biru besar itu dengan ukurannya hampir sama seperti lumba-lumba yang tadi bermain dengan dirinya bersama Fritz.
__ADS_1
Bentuknya sedikit melengkung dan cocok untuk Canaria yang bisa memeluknya jika dalam posisi terbaring.
Canaria memeluk boneka lembut itu dan semakin berbunga-bunga hatinya kepada Fritz, suami tampannya itu.
Namun saat itu Canaria membeli aksesoris lainnya yang ia inginkan, seperti lampu kaca dengan ukiran lumba-lumba yang bisa menampak ketika di nyalakan.
Fritz tidak perlu membayar lagi apa yang ia beli, karena penjaga toko itu kalau Fritz sudah menyumbang banyak untuk kelangsungan Akuarium itu tanpa sepengetahua dari Canaria.
Lalu mereka keluar dari toko souvenri tersebut sambil jadi pusat perhatian dengan masing-masing membawa dua buah boneka besar lumba-lumba berwarna merah untuk Fritz dan biru untuk Canaria.
Kemudian mereka duduk di sebuah tempat yang tersedia yang dimana di kelilingi toko dalam akuarium tersebut, dimana ada penjual Ice Cream tempat mereka duduk berdua.
Canaria menyandarkan kepalanya di lengan kiri Fritz sambil memeluk lumba-lumba besar itu dengan wajah menyeringai penuh bahagia dalam satu hari itu.
"Terima Kasih untuk semua ini, Fritz. Aku benar-benar tidak bisa mengungkapkan lagi kebahagian diriku kepada dirimu sebagai seorang suami yang sangat begitu perhatian kepadaku yang lemah ini." Kata Canaria dengan tulus dari hatinya yang paling dalam.
"Selain darahmu yang sepesial karena sifat dan tingkahmu, kau adalah sosok yang benar-benar aku butuhkan ketika berada di dunia manusia, dimana sudah cukup lama aku melewati banyak hal dengan umurku yang panjang ini, hanya kepada dirimu lah aku sampai sejauh ini, Canaria." Kata Fritz merangkul tubuh Canaria hingga dirinya menjadi bersandar di dada kiri Fritz.
"Aku juga tidak menyangka dengan hampir semua yang aku inginkan semuanya hampir terwujud oleh dirimu, Fritz. Hanya tinggal satu saja, dimana kau pasti tau apa itu." Kata Canaria sejenak memejamkan kedua matanya dan mendengar detak jantung Fritz.
Canaria membuka matanya dan mengelus sejenak perutnya yang besar itu, "Kau benar, Sayang. Aku ingin menjadi ibu yang baik untuk mereka berdua, yang akan memberikan mereka kasih sayang dan cinta, seperti diriku dengan dirimu dan dirimu ke diriku."
"Aku juga tentunya akan menjadi Ayah yang baik untuk mereka berdua, nantinya dirimu bisa menggendong salah satu dari mereka dan aku bisa menggendong buah hati kita satu lagi agar tidak saling bertengkar untuk siapa yang ingin menggendongnya." Kata Fritz mengelus lengan kiri Canaria yang terbuka itu, karena tengah memakai gaun tanpa lengan.
"Iyah, kita berdua akan saling menggendong mereka, aku tidak sabar menggendong tubuh mereka yang kecil dan mungil itu." Kata Canaria sejenak membayangkan imajinasi yang indah itu dimana dirinya menggendong buah hati mereka dengan senyuman bahagia Fritz sendiri dan tentu dirinya di dalam kediaman rumahnya itu..
Fritz memeluk Canaria dengan penuh kelembutan sambil membayangkan itu juga dengan imajinasi dirinya.
Kemudian Canaria tertunduk malu dan membahas masalah sebelumnya, "Kau tau, Fritz. Sejujurnya aku malu ketika kita melakukan itu dalam ruang ganti, andai saja dirimu manusia biasa, mungkin aku akan melarangmu untuk melakukannya di tempat itu, karena aku melihat kalau ada kelelawar di dalam ruangan itu yang seakan menutupi sesuatu."
Fritz menyeringai, "Tentu saja aku jika manusia pun tidak akan melakukannya di tempat seperti itu, Canaria. Karena aku memang menutupi kamera di dalam ruangan itu dengan kelelawar dari kekuatanku agar hanya kita saja yang tau apa yang terjadi di dalam itu." Kata Fritz kembali mencium kepala Canaria.
Canaria mendangakan kepalanya untuk melihat wajah tampan Fritz dia atas kepalanya."Kau benar-benar nakal, Sayang."
__ADS_1
"Sepertinya aku benar-benar tercandu dengan tubuhmu itu, Canaria. Dimana mungkin darah sepesialmu membuatku jadi seakan ingin merasakan lagi dan lagi, dimana kenikmatan itu membuatku seperti obat penenang agar Bipolarku semakin lama tidak muncul ke permukaan, karena dalam kehangatan itu, walau sudah banyak pose yang kita mainkan, seakan aku tidak pernah bosan untuk bermain, walau sekarang di dalam perutmu ada buah hati hasil dari cinta kita juga." Kata Canaria menunduk dan melihat wajah memerah dari Canaria yang malu.
Canaria meraih setelan jas Fritz dengan tangan kanannya dan menariknya dengan lembut sambil menatap wajah tampan Fritz dengan malu-malu. "Tetapi jangan lagi posisi dimana aku di gendong dirimu saling berhadapan, Fritz. Selain aku tidak bisa menapakan kedua kakiku yang menjadi tumpuan, aku seperti merasakan perutku turun dan jalan lahir mereka terbuka karena milikmu itu sampai dalam menyentuhnya."
Fritz mengelus pipi kiri Canaria dengan wajah menyeringai bahagia, "Maaf yah, karena kau memakai pakaian renang mini itu, aku jadi lebih bersemangat walau sebentar, tetapi aku yakin mereka aman di dalam, karena aku tau siapa yang menjaga dan siapa yang menjadi dasar benih mereka yang kuat itu." Kata Fritz menatap lembut wajah Canaria yang cantik itu sambil mengelus rambutnya dengan tangan kirinya.
Canaria kemudian kembali menyampingkan wajahnya dan perlahan menutup matanya untuk mendengarkan detak jantung Fritz yang sedang mengelus kepalanya itu yang mulai kering setelah berenang.
"Iyah, mereka pasti akan jadi anak-anak yang kuat seperti Papah dan Mamahnya, walau Papahnya terkadang membuat Mamahnya sedikit harus protes dalam hubungan hangat itu untuk melindungi kalian di dalam perut." Tersenyum Canaria sejenak mengingat di dalam ingatannya itu dengan mata terpejam saat hubungan hangat itu beberapa kali terjadi dan terkadang Canaria juga protes untuk sesuatu agar bayi dalam kandungannya tidak terlalu terganggu atau tidak nyaman ketika dalam hubungan itu.
"Tetapi aku selalu menuruti dirimu, Sayang. Kalau kau menyuruhku istirahat di saat-saat puncaknya, aku selalu menurutinya, aku juga tidak ingin terjadi sesuatu kepada mereka di dalam perutmu." Kata Fritz yang juga malu ketika mengingat kejadian lucu dalam hubungan itu.
"Iyah, aku tau itu. Kau adalah suami yang begitu penyayang kepadaku dan buah hati dalam perutku ini, walau sayangmu itu terkadang berlebihan, aku lah yang sebagai rem dirimu yang memiliki kekuatan lebih dari manusia atau laki-laki pada umumnya, Fritz. Karena jujur, kau benar-benar sangat kuat dan aku sampai sekarang selalu berakhir dengan kelelahan di sertai keringat, walau sebelum hamil dan sesudah hamil berbeda, kau itu benar-benar memuaskanku dalam artinya semuanya." Kata Canaria membuka perlahan kedua matanya dan sangat jujur mengatakan kalau memang dirinya sangat terpuaskan memiliki Fritz sebagai pendamping hidupnya yang sebelumnya hampa itu.
"Kau jauh lebih memuaskan diriku, Canaria. Bahkan lebih, dimana aku hanya bisa memberimu benih yang sekarang tumbuh dan sisanya kau yang merasakan banyak hal dalam kehamilanmu itu, bahkan dalam posisi tidur yang tidak nyaman serta juga dalam hubungan itu, kau sungguh perempuan yang begitu sabar dengan seperti yang kau tau, aku tidak bisa merasakan apa yang kau rasakan, tetapi hanya memberimu apa yang coba kau butuhkan, dimana aku tidak tau rasanya harus mengandung dan sisi lainya tidak enak dengan hal tersebut." Fritz memeluk lebih erat tubuh Canaria yang tengah memeluk lumba-lumba berwarna biru itu, dimana dirinya sangat-sangat sayang kepada istrinya itu, dimana ketidak nyamanan dalam masa kehamilan besarnya itu tidak bisa di rasakan olehnya.
Fritz hanya mengetahui luarnya dan tidak dalamnya, seperti yang di alami oleh Canaria dengan kehamilan besarnya itu, di tambah dirinya yang darahnya terus terhisap selama kehamilan itu karena janin dalam tubuhnya.
Canaria kembali mendangakan kepalanya dengan senyum manis di bibirnya, "Aku sesungguhnya senang dengan apa yang selalu kau berikan, Sayang. Walau memang kau tidak merasakannya, tetapi kau bisa melihat mimik wajahku yang selau tersenyum saat diriku benar-benar senang karena dirimu yang memberi kasih sayang dan dukungan ketika aku harus mengandung buah hati kita yang cukup lama ini dengan perut yang juga besar, berbeda dari manusia lainnya, karena selama diriku terikat pernikahan dan melalui semuanya bersama dirimu hingga sekarang, ekpsresiku ini sebuah kejujuran yang tidak pernah aku sembunyikan, Fritz. Aku tidak pernah murung ketika bersama dirimu dan itu fakta yang aku rasakan." Kata Canaria yang memang dirinya jujur.
Fritz akhirnya memahami itu dan memang ekpsresi Canaria jujur apa yang dirinya rasakan, seperti yang sekarang ia rasakan.
Pandangan mereka berdua saling menatap mesra dan Fritz perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Canaria untuk memberikan ciuman kasih sayang di bibirnya secara singkat di tempat itu yang terlihat tidak banyak pengunjung lalu lalang di hadapan mereka.
Perlahan bibir Fritz mulai mendekati Bibir mungil Canaria dan sebuah cahaya terang itu hadir dimana menjadi penutup kisah Fritz dengan lumba-lumba sebelumnya.
Fritz melihat Riami begitu senang memeluk boneka kecil lumba-lumba berwarna biru cerah itu ketika di dudukan di depan kastilnya dengan alas karpet kecil berwarna merah muda berbentuk bulat yang di berikan oleh Aurora untuk Riami duduk.
Tetesa air mata tiba-tiba jatuh di kedua mata Fritz mengingat kenangan berharga itu dengan hewan tersebut, dimana dirinya sedikit tersenyum dengan kesedihan yang amat dalam karena perkataan dari Canaria pada akhirnya tidak bisa terwujud karena dirinya telah tiada.
Fritz berdiri dan langsung masuk ke dalam kastilnya dengan perasaan sedih, dimana terlihat oleh ketiga pengasuh dan tamu yang datang, Hanjiro, Prof, Munakata dan Fragetuel.
Kenangan itu benar-benar membuatnya terhenyuh dalam melihat kenyataan dirinya tiada, dimana anak-anaknya sekarang tumbuh sehat dan penuh keceriaan, seperti janjinya sebelum Canaria tiada.
__ADS_1