![[Not] A Perfect Marriage](https://asset.asean.biz.id/-not--a-perfect-marriage.webp)
Malam yang terasa sangat panjang bagi Tahta akhirnya terlewati juga. Pria yang sudah mengenakan setelan baju kerjanya itu bergegas menuju ruang makan. Ibu dan ayahnya pasti sudah berada di sana sekarang. Dengan langkah lebar pria itu menuruni anak tangga sambil melongokkan kepala ke arah meja makan. Benar saja, kedua orangtuanya sudah bersiap di kursi masing-masing.
"Selamat pagi, Ayah, Ibu," sapa Tahta mengambil tempat duduk tepat di hadapan Laras.
"Hmm," sahut Laras tanpa menatap putranya.
Sementara Zain, dia masih sibuk dengan ponselnya membaca berita tentang perkembangan bisnis hari ini.
"Ibu, apa aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Tahta yang nampak ragu.
Laras mengangguk perlahan sambil memoles selai kacang ke roti tawar miliknya.
"Kenapa Ibu bersikap seperti itu pada Bella?"
Aktivis Laras terhenti saat mendengar pertanyaan putranya. "Aku tidak menyukai gadis itu dan aku tidak merestui hubungan kalian," jawab Laras dingin.
Deg!
Rasa tak percaya bergelayut di hati Tahta. Pria itu menatap nanar ke arah wanita yang juga terlihat mencoba untuk baik-baik saja tersebut.
Laras sebenarnya tidak setega itu untuk merusak kebahagiaan putranya. Namun dia juga tidak mungkin diam saja saat sudah mengetahui kenyataan. Dia tidak mau putranya lebih hancur lagi di masa yang akan datang.
"Tapi kenapa, Bu?" Tahta sedikit meninggikan intonasi suaranya.
Laras menarik napas panjang sambil memejamkan mata dan menghembuskan perlahan. "Jika ibu bilang dia berselingkuh dengan pria lain apa kau akan percaya?" mengangkat kepala dan menatap tajam ke arah Tahta.
Tahta terhenyak. Kedua alisnya terangkat tinggi dan rahang pria itu membeku. Perlahan tapi pasti dia berusaha mengontrol diri. Diliriknya Zain yang terlihat tidak peduli dengan situasi yang sedang terjadi. Senyum sumir muncul di wajah tampannya.
"Tidak mungkin. Dia sangat mencintaiku. Ibu pasti salah lihat. Kami bahkan selalu berkirim pesan dan telepon setiap saat," jawab Tahta dengan percaya diri.
Aku sangat mengenal Cinta. Kami sudah bersama bertahun-tahun dan tidak pernah sekalipun dia mengecewakanku. Aku yakin ini hanya kesalahpahaman saja, batin Tahta.
Senyum miring tercetak jelas si bibir Laras. Wanita paruh baya itu kembali menundukkan kepalanya dan melanjutkan aktivitas memoleskan selai.
__ADS_1
"Aku sudah tahu kau tidak akan percaya, jadi percuma saja dijelaskan. Satu yang pasti, aku tidak akan pernah menyetujui hubunganmu dengannya. Tinggalkan dia jika kau masih menganggapku sebagai ibu."
Tahta mengarahkan pandangannya pada Zain. Berharap pria paruh baya itu mau membantu untuk membujuk ibunya.
"Tidak perlu meminta persetujuan atau pembelaan ayahmu. Ini semua keputusanku yang sudah disetujui olehnya," ucapnya lagi sambil melirik tajam Tahta yang sedang melirik Zain.
"Tidak. Aku akan buktikan pada ibu bahwa Bella bukan wanita seperti itu. Aku siap menunggu sampai ibu merestui hubungan kami," pungkas Tahta dan beranjak pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Laras menggenggam erat gagang pisau kecil ditangannya. Hati wanita itu sudah sangat bergemuruh. Dia seolah ingin menancapkan pisau di tangannya itu pada Bella saat ini juga.
Aku tidak akan membiarkan putraku menderita hanya untuk wanita j*l*ng sepertimu.
Sementara wanita yang sedang diperjuangkan oleh Tahta terlihat asyik menikmati secangkir coklat panas. Dia duduk dengan angkuh di sebuah cafe. Menatap jalanan kota Kuala Lumpur dengan sesekali melirik ke arah pintu. Matanya melirik pojok kanan atas ponselnya. Di sama terlihat angka 8.30. Bella mendengus kesal dan menaruh cangkirnya dengan kasar.
"Haloo, Bebi. Maaf aku sedikit terlambat," ucap seorang pria yang langsung duduk dihadapannya.
Tangan kekar pria berkulit putih itu meraih kedua tangan Bella. Membelai lembut jari-jari lentiknya dan mengecup satu persatu.
Bella mulai luluh, tatapannya tajamnya perlahan meredup.
"Ada apa, Bebi? Sepertinya kau sangat rindu padaku hingga mencariku sepagi ini."
Bella berdecih.
"Bimo, sebaiknya kita jangan bertemu untuk beberapa hari kedepan," ucap Bella menarik kedua tangannya dari genggaman pria itu.
Bimo, seorang dokter muda yang juga merupakan kekasih rahasia Bella itu mengerutkan dahi. Di balik kacamata berbentuk persegi itu ada sorot mata penuh tanya.
"Kenapa?"
"Pagi ini Tahta menghubungiku ... dia bilang ibunya menuduhku berselingkuh darinya," jawab Bella dengan menatap ragu pada Bimo.
__ADS_1
Dari sorot mata wanita seksi berbalut dress dengan bahu terbuka, nampak jelas sebuah kekhawatiran. Dia takut pria di hadapannya itu akan marah.
"Hebat sekali ibu, b*j*ngan itu." Senyum licik muncul di sudut bibir Bimo.
"Aku mohon bekerjasama lah denganku kali ini," pinta Bella penuh harap.
"Apa kau lebih mencintai dia dibanding aku, Bebi?"
Bimo menatap sinis pada Bella saat wanita itu hanya membisu hingga beberapa saat. Dia membuang napas kasar dan membuat Bella yang terbengong kembali sadar.
"Ya ... terserah mau mu saja. Sekarang bisa kita pergi dari sini? Untuk hari ini saja." Kembali pria itu menciumi tangan Bella dan kali ini ciuman itu menjalar ke lengannya.
Bella menelan salivanya dengan susah payah. Dia berusaha menarik tangan yang terasa geli karena bulu-bulu halus di sekitar bibir Bimo. Dia mengangguk perlahan dengan binar bening di matanya. Sepertinya wanita itu juga sedang mendamba. Pipi mulus itu nampak sedikit memerah hingga ke bagian telinganya.
Bimo menarik lembut tangan Bella dan memeluk pinggang wanita itu dengan mesra. Mereka berdua dengan santainya masuk ke dalam mobil sambil sesekali Bimo melayangkan ciuman-ciuman lembut ke pipi dan puncak kepala wanitanya.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata sedang menatapnya dari kejauhan. Tangannya menggenggam erat kemudi mobil yang dipegangnya, dengan rahang yang semakin mengetat.
...Bersambung .......
...****************...
Halo, teman-teman.
Apa kabar kalian hari ini? Sehat kan?
Sehatlah ... jangan sakit-sakit.
Terima kasih banyak sudah menunggu update Bang Tahta. Maaf jika updatenya sedikit lama karena selain aku harus nyari waktu luang buat bisa ngetik, riview platform juga semakin lama.
Tolong terus dukung novel ini dengan cara Like, komentar, dan beri vote kalian juga ya, Kakak-kakak.
See you soon. Jangan lupa jaga selalu kesehatan. I love you. :)
__ADS_1