![[Not] A Perfect Marriage](https://asset.asean.biz.id/-not--a-perfect-marriage.webp)
Angin musim hujan berhembus menerpa permukaan kota Kuala Lumpur. Walaupun matahari sudah menampakkan dirinya dengan sempurna di langit Malaysia, tetap saja tak terasa menghangatkan tubuh karena cuaca yang begitu dingin setelah semalaman turun hujan. Sebagian besar pohon dan rerumputan yang berbaris rapi di pinggir jalan dan taman, sudah mulai menghijau menunjukkan daun-daun barunya. Orang-orang juga terlihat sibuk berlalu lalang dengan kesibukannya masing-masing. Meskipun berjalan ada banyak aktivitas yang bisa orang-orang itu lakukan. Ada yang sembari mengobrol, bercanda, dan ada pula yang bermain dengan ponselnya, sangat berbahaya.
Jam kecil yang berada di dashboard mobil Cinta menunjukkan pukul enam lewat empat puluh lima menit. Sebentar lagi jam masuk sekolah akan dimulai, Cinta menyaksikan dari kejauhan anak didiknya yang sibuk berlarian dan berlalu lalang secepat yang mereka bisa. Mereka takut jika sampai pintu gerbang ditutup dan harus mendapat hukuman karena mereka yang terlalu santai.
Begitu pun Cinta, wanita yang sudah berada di sekitar tempatnya mengabdikan diri sedari pagi itu juga menyalakan mobilnya. Ya, dia sejak pagi buta sudah melarikan diri dari rumah. Hatinya belum siap untuk bertemu dengan pria yang sudah menggaulinya semalaman. Cinta takut mimpi buruknya akan terjadi, dia hanya berusaha sedikit mengulur waktu.
...----------------...
Tahta bergegas menuruni anak tangga. Pria yang sudah memakai setelan jas hitam dengan dandanan rapi dan rambut hitam berkilau tersebut, mengedarkan pandangannya pada area ruang makan. Sepertinya ada yang sedang dia cari, bola mata hitam itu bergerak menyapu seluruh ruangan. Dahinya berkerut saat tidak menemukannya.
"Di mana dia?"
__ADS_1
Tahta menuju meja makan. Kosong, benda berbentuk persegi yang biasanya tersaji beberapa makanan di atasnya itu terlihat bersih. Pun area dapur, tidak terlihat ada bekas aktivitas di sana.
Apa mungkin dia belum bangun? Apa dia sakit karena aku terlalu kasar? Apa itu sangat menyakitkan? Semua pertanyaan itu berputar-putar di kepala Tahta.
Tahta menatap intens pintu kamar Cinta seolah bisa melihat isi dalam kamar yang tertutup rapat tersebut. Pria itu melangkah mendekati kamar yang biasanya bahkan tidak sekalipun dia lirik. Dengan ragu dan hati-hati, Tahta memutar gagang pintu berwarna putih tersebut. Pintu tersebut mulai terbuka, Tahta mengintip ke dalam dengan hanya kepalanya saja yang dia masukkan. Tidak ada orang. Kamar tersebut kosong membuatnya menjadi semakin kebingungan. Rasa bersalah yang sedari tadi menggelayutinya kini semakin menjadi.
"Apa dia sudah berangkat? Tapi bukankah biasanya dia tidak berangkat sepagi ini?"
Tahta merapikan kembali jasnya sembari melangkah pergi. Sekali lagi dia menatap kursi di ruang makan yang ditempati Cinta setiap harinya. Tidak mendapati keberadaan wanita itu ternyata bisa merubah harinya. Walau biasanya dia tidak begitu peduli dengan keberadaannya dan mengacuhkannya, tapi kini rasanya ada kekosongan dan kehampaan di sekitarnya.
...----------------...
__ADS_1
Ah, sudahlah. Aku akan menjawabnya bila dia menyalahkanku. Bukankah aku sudah berusaha menolak dan memperingatkannya. Jadi aku nggak salah dong. Awas saja sampai nyalahin aku lagi, gerutu Cinta sembari menyiapkan makan malam untuk dirinya.
Wanita yang sudah mengenakan kaos oblong berwarna putih dan celana kain selutut itu, hendak mulai menikmati mie goreng yang barus saja keluar dari wajan. Namun, garpu yang sudah berisi gulungan mie instan berwarna coklat itu terhenti di depan mulut Cinta. Ekor mata berwarna coklat itu terarah pada suara pintu yang dibuka dari luar.
Apa dia sudah pulang? Ini kan baru jam setengah delapan? batin Cinta sembari melirik jam di pojok layar ponselnya. Jantung Cinta sudah serasa hampir meledak. Wanita dengan rona wajah yang semakin memucat tersebut menelan salivanya seolah tengah menelan sebuah batu, saat suara langkah kaki semakin mendekat ke arahnya.
"Ka–Kau sudah pulang?" tanya Cinta menatap sesosok pria bertubuh tinggi dan tegap yang baru muncul dari balik dinding.
...Bersambung .......
...****************...
__ADS_1
Sesuai request Kak Lie Naa, hari ini update dua bab (Kalo review dari Noveltoon nggak molor) Selamat membaca, semoga suka, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, Sayang.
Lope lope sekebon buat kalian. Sehat selalu, yaa Kesayangan.