12 MANTAN

12 MANTAN
PART 37 INGIN KUULANG KEMBALI


__ADS_3

Kent PoV


Kelopak mata ini seakan enggan terpejam, terlintas bayangan buruk tentang Nesya menari-nari di pelupuk mataku.


Tiga hari, aku, Fint dan keluarga Nesya menunggu dalam gusar, kami benar-benar takut sesuatu terjadi padanya.


Drt…


Seseorang, teman lamaku di kampus kedokteran, tiba-tiba mengirim pesan, melayangkan sebuah kabar. Manik mataku membelalak terkejut, melihat pesan yang baru saja kubuka.


Katty: I found your girlfriend, come here quickly.


(Aku menemukan pacarmu, cepat kemari)


Detik itu juga, aku melompat dari tempat tidur, meraih tas ranselku, mengepak baju seadanya. Mengambil beberapa barang yang kuperlukan.


Teringat, teringat akan satu hal (Fint), aku butuh dia saat ini. Kupanggil nomor ponselnya, beruntungnya aku, ketika Fint langsung mengangkat telepon, dan menjawab.

__ADS_1


Aku bisa bernapas lega saat pantatku menyentuh bangku penumpang. Pesawat dengan tujuan penerbangan Singapura. Seutas senyum kecil tersungging dari bibirku, menatap Fint yang duduk di sebelahku, kalau bukan karena Fint, tidak mungkin aku bisa mendapatkan tiket pesawat dengan mudah.


Mobil yang kami tumpangi sampai di halaman depan rumah sakit, setelah beberapa menit lalu kami tiba di bandara.


Kami berdua berlarian menuju resepsionis, menanyakan ruangan yang diinformasikan oleh temanku di telepon.


Saat pintu kamar pasien terbuka, mataku sungguh dikejutkan oleh sosok asing yang tengah duduk di sofa. Lengannya penuh tato, batinku terperangah.


Mendadak teringat rekaman CCTV yang kulihat tempo hari bersama Fint di gedung tempat pemotretan. Pria yang menyerang Nesya adalah pria bertopi gelap yang memiliki tato di lengan.


Aku berlari menghantamnya dengan pukulan keras di wajah, alhasil terjadi perkelahian di antara kami.


Fint segera menelepon polisi. Tak  butuh waktu lama, beberapa opsir polisi membawa paksa Reza,  seorang mafia perdagangan wanita, pihak polisi   sudah lama memburunya, terkait banyaknya laporan para gadis yang tiba-tiba menghilang tanpa jejak.


Aku baru tahu kalau Reza salah satu mantan Nesya.


Kupandangi wajah pucat pasi yang tengah berbaring di depan mataku. Transfusi darah, aku baru saja mendonorkan darahku untuknya, beruntung saja golongan darah kami sama. Menurut informasi dari suster yang menangani, Nesya mengalami pendarahan ketika tiba di rumah sakit.

__ADS_1


Satu hal yang sebenarnya tak ingin kukatakan, bahkan jika bisa aku menyembunyikannya seumur hidup.


Entah aku melakukan pilihan yang tepat atau tidak, saat dokter meminta persetujuanku untuk melakukan kuretase janin dalam rahim Nesya. Dan… kabar buruknya: aku menyetujuinya.


Air mataku meleleh perlahan, membasahi kedua pipi, kuusap dengan punggung tanganku, gemetar. Sedih, teramat pedih, aku bisa merasakan betapa sakit yang dirasakan perempuan hebat yang kini tengah berbaring di depanku sekarang.


Hati ini rasanya hancur berkeping-keping, rencana yang sudah kurangkai sejak kami bertemu kembali kini harus terhenti di tengah jalan. Bayangan kebahagian menjalani kehidupan keluarga kecil bersama, harus musnah detik ini juga.


Ingin rasanya aku berteriak pada Tuhan, memintanya tuk memutar waktu kembali, tepat pada saat Tuhan mempertemukan kami tuk pertama kalinya, Santorini, OIA.


Binar mata bahagia terpancar dari kedua mataku ketika mendapati kedua kelopak mata itu terbuka perlahan. Dia memandangku dengan bola matanya yang kurindukan.


Senyum kecilnya menyejukkan hati.


Betapa senang dan lega hatiku melihatnya tersadar dari tidur panjangnya, ketakutan akan kehilangan seolah terobati hanya dengan mendengar suaranya yang merdu terdengar mendayu di telingaku. Kubelai rambutnya dan kukecup keningnya sayang.


Aku hanya takut dia akan benci padaku setelah hari ini, batinku dalam hati kecil.

__ADS_1


🔶🔸🔸😊


Happy weekend. bantu like komen ya, terima kasih


__ADS_2