Adikku Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku

Adikku Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku
Bab 10 ~ Hubungan yang gelap ~


__ADS_3

Raisa menunggu suaminya di ruang tamu,dia tidak curiga apa pun saat Naila mengatakan suaminya pergi dengan temannya karena sebelumnya memang Irwan sering pergi malam dan pulang pagi bersama teman-temannya.Raisa tidak pernah curiga apa pun karena menurutnya suaminya pergi bersama teman-temannya tidak akan mungkin melakukan hal yang buruk.


Pada saat itu pintu rumah terbuka dan keluarlah Irwan dengan wajah yang sangat berantakan mungkin karena sangat mengantuk dan mata panda nya begitu menyeramkan.


"Kamu sudah pulang mas?" Tanya Raisa dia berjalan menghampiri suaminya lalu mengandeng tangan suaminya dan membawanya ke sopa.


Pada saat itu Naila melewati keduanya,sebenarnya dia keluar dari kamar ingin mencari Irwan untuk meminta uang,karena dia ingin shoping.


"Naila kamu ke belakang sebentar buatkan kopi untuk mas Irwan." Naila dengan langkah gontai pergi menuju dapur,dia terpaksa melakukan itu karena tidak ingin ada keributan lain.


"Mas sepertinya kamu masuk angin,aku ambilkan minyak kayu putih dulu ya." Ucap Raisa,tanpa pikir panjang dia pergi ke kamar mereka dengan langkah yang sudah tidak bisa bebas lagi karena memang perutnya semakin besar.


Dan pada saat itu Naira juga datang dari belakang membawa segelas kopi untuk Irwan.Naira menatap suasana dengan hati-hati melihat suana yang sepi Naira menghampiri Irwan lalu menyentuh dengan halus paha Irwan hingga membuat Irwan merinding.


"Sayang aku mau shoping bagi uang dong."


"Kamu mau shoping sayang?" Tanya Irwan lalu mengambil kartu atm-nya lalu diberikan kepada Naira yang masih duduk di bawahnya.


"Pakai ini,nomor pin nya,dua lima tiga empat tiga,kamu pakai untuk membeli apa yang kamu mau." Ucap Irwan.Naira langsung berdiri lalu mencium bibir Irwan.


"Makasih sayang kamu memang pria yang sangat hebat aku akan semakin mencintai kamu sayang." Ucap Naira lalu segera pergi dari tempat itu karena tidak ingin Raisa curiga kepada mereka.


Naira masuk ke dalam kamarnya,setelah itu dia mandi dan segera siap-siap untuk pergi menghabiskan uang milik pacar gelapnya.


Naira keluar dari dalam kamarnya,hari ini dia cukup cantik dan bahagia dia sangat menikmati kehidupannya yang sekarang.


"Naira kamu mau kemana,cantik sekali kamu?" Tanya Raisa dia sangat heran melihat perubahan adiknya itu bahkan dia bingung dari mana Raisa mendapat uang untuk memenuhi gayanya yang semakin banyak.


"Pacaran lah kak,memangnya kakak mau aku terus menerus di rumah,ogah lah aku juga bosan apalagi melihat wajah kakak yang selalu curiga dan mungkin Minggu depan aku pergi lima hari ke Bandung menemui sahabatku." Ucap Naira dengan nada angkuh.


Setelah mengucapkan kata-katanya,Naira pergi meninggalkan keduanya,Raisa menelan saliva ya dia sangat heran dengan perubahan adiknya semenjak dibawa ke rumah ini.


Irwan hannya tersenyum dalam hati,kalau bukan karena dia sangat mengantuk mungkin dia sudah pergi bersama Naira dan menginap di hotel hari ini tapi berhubung nanti sore ada juga kegiatan di kantornya akhirnya dia mengalah dan istrahat.

__ADS_1


Sementara itu Naira pergi ke sebuah mall,dia jalan-jalan membeli apa pun yang menarik di hatinya.


"Begini rupanya jadi istri orang kaya,aku harus menikmati semua ini." Ucap Naira sambil terus berjalan.


"Naira....Kamu Naira teman kami kan?" Dua orang wanita menyapa Naira.


"Lah kalian Lala dan Nita dari mana kalian?


"Wah....Kamu sudah kaya sekarang Naira,kamu cantik banget dan baju-baju mu bagus dan pastinya itu semua bukan baju murahan memangnya kamu kerja dimana sekarang?" Tanya kedua temannya dengan wajah yang sangat kagum dan penuh keheranan.


"Hmm...Tidak kerja sayang,aku hannya punya pacar kaya raya dan tentunya seorang polisi makanya sekarang aku bisa hidup mewah.Kita duduk di cafe itu yuk aku traktir tidak enak berdiri seperti ini." Ucap Naira sombong lalu mengajak kedua temannya nongkrong di sebuah cafe.


"Benaran Naira kamu punya pacar seorang polisi?keren banget sih hidup kamu bagaimana caranya bisa mendapat pacar seperti itu,dan sepertinya pacar kamu hidupnya royal."Ucap Temannya lagi membuat Naira semakin bangga dengan apa yang dia dapat hari ini.


Mereka menghabiskan banyak waktu untuk mengobrol,Naira terus membanggakan Irwan seakan dia begitu bangga menjadi pacar gelap seorang polisi dia tidak pernah berfikir resiko yang sudah dijalaninya.


"Gaes udah dulu ya aku mau lanjut belanja kebetulan Minggu depan kami mau ke Bali liburan." Ucap Naila pamer.Kedua temannya tampak kagum hannya bisa mengangguk.Naila meninggalkan keduanya dengan penuh keangkuhan dia merasa dirinya paling hebat saat ini.


Naila singgah di salon untuk melakukan perawatan tubuhnya begitu juga rambutnya setelah selesai dia keluar dari dalam salon dengan wajah cantik.


"Naila kamu dari mana,habis belanja kamu,hebat ya kamu....Baru punya pacar sudah bisa hidup semewah ini,ingat Naila di dunia ini tidak ada yang gratis, jika kamu meminta uang kepada pria itu artinya kamu juga harus merelakan tubuh mu untuknya." Ucap Raisa saat dia dan Naila berpapasan.


"Kakak tidak perlu menasehati ku,aku tau mana yang baik dan mana yang tidak baik untukku,urus saja kehidupan kakak dan rumah tangga kakak." Ucapnya.


Raisa menghela napas berat,dia merasa Naila seakan melupakan asalnya dan juga orang tuanya.


"Terserah kamu yang penting kakak sudah menasehati mu." Ucap Raisa.Sementara Naila lansung pergi meninggalkan Raisa yang masih ingin menasehatinya dia sama sekali tidak peduli dengan semua nasehat kakaknya.


"Memangnya kamu siapa atur saja hidup mu."Ucapnya lalu dia menyusun beberapa pakaiannya ke dalam tas lalu keluar dari dalam kamarnya.


Raisa mengerutkan keningnya saat melihat Naila keluar dari dalam kamarnya dengan membawa tas berisi pakaiannya.


"Kamu mau kemana Naila,kenapa kamu membawa baju mu?" Tanya Raisa yang beranjak dari tempat duduknya lalu menghampiri Naila yang melewatinya begitu saja.

__ADS_1


"Aku mau kemana tidak ada urusan mu kepo banget sih sama urusan orang lain." Ucap Naila lalu pergi begitu saja.


Raisa tidak berbicara apa pun lagi malah dia sangat senang kalau Naila meninggalkan rumahnya itu artinya dia tidak perlu khawatir atau apa pun itu.


"Ya sudah kalau kamu memang tidak bisa kakak nasehati semoga kamu senang dengan kehidupan mu itu." Ucap Raisa lalu meninggalkan Naila lalu kembali ke tempatnya.


Naila untuk sementara kembali ke rumah orang tuanya,dia menunggu Irwan untuk dua hari lagi karena tidak mungkin mereka pergi barengan dia takut Raisa kakaknya curiga kepada mereka berdua.


Naila membuka pintu rumah ibunya yang tidak terkunci,rumah orang tuanya yang sangat sepi membuatnya masuk begitu saja.


"Bu....Bu...Bu..


"Siapa itu...."


"Aku Bu Naila,ibu dimana?" Naila pergi ke belakang ternyata ibunya yang sedang bercocok tanam di tanah halaman belakang.


"Naila!! ini Naila kan,kamu Naila cantik sekali kamu nak,dapat uang dari mana kamu untuk membeli semua pakaian mu dan juga merawat kulitmu." Tanya Deden ibunya.


Dia menatap Naila dari atas sampai ke bawah,dia hampir tidak percaya melihat perubahan Putri keduanya itu.


Deden dan Lukman memang diberikan kelebihan yang luar biasa,mereka memiliki dua putri yang begitu cantik dibalik wajah mereka yang sederhana


"Iya Naila lah Bu siapa lagi,aku punya pacar bu dan dia sangat memanjakan Naila dan memberikan apa pun yang Naila inginkan." Ucap Naila tanpa ragu.Deden tersenyum kecil dia sebenarnya bangga kalau Naila memiliki pacar yang hebat tapi dia tidak suka pria itu berlwbihan dia takut kalau Naila salah pergaulan.


"Benarkah Naila kenalin dong sama ibu dan bapak kan kami juga ingin tau seperti apa calon suami dari anak ibu yang cantik ini." Ucap Deden.


Naila terlihat salah tingkah dan tampak sangat gugup,wajahnya tiba-tiba pucat,Deden merasa aneh dengan sikap putrinya.


"Kamu kenapa,bapak dan ibumu ini hanya ingin tau lelaki seperti apa yang mencintaimu."


"Sudahlah Bu,nanti aku akan bawakan dia kesini,dua hari lagi aku ingin pergi ke Bandung,aku ingin menemu teman-teman ku kebetulan kami ada acara di sana." Ucap Naila mengalihkan perhatian ibunya,dia tidak ingin ibunya curiga dengan apa yang sudah dia lakukan.


"Memangnya kakak mu memberimu ijin,ibu tidak mau ya kalian terlibat keributan,ingat nak Irwan sudah baik sama kamu jangan sampai kamu mengecewakan dia."Ucap ibunya membuat perasan Naila tiba-tiba kesal.

__ADS_1


"Aku sudah ijin Bu sama mereka,ibu kenapa sih ibu seakan lebih membela kakak Raisa apa karena dia punya uang banyak dan suaminya baik sama ibu?


💗💗💗 bersambung 💗💗💗


__ADS_2