
Irwan menghela napas lega saat ibunya percaya untuk semua kebohongannya,sangat berbeda dengan Raisa yang terlihat angkuh dan tidak peduli sama sekali.Irwan setidaknya bisa bernapas lega saat ini karena ibunya sudah percaya dengan semua kebohongan yang dia karang dia tidak tau kalau semua kebohongannya akan menghancurkan hidupnya ke depannya.
Irwan melupakan pepatah yang mengatakan kalau kebohongan hannya menyelamatkan sementara dan akan menghancurkan selamanya,dia melupakan itu semua.
"Kalau saja kamu mengangkat panggilan ku kemarin mungkin kami tidak begitu emosi kepda mu tapi kamu malah mengabaikan panggilan ku,aku sangat marah dan kesal kepadamu." Ucap Salma mempercayai semua ucapan Irwan.
Sementara itu Naila baru saja sampai di koridor rumah sakit,dari tadi pagi dia menghubungi Irwan tapi panggilannya malah tidak diangkat sepertinya nomornya sudah di blokir oleh suaminya.Tidak sabar diabaikan seperti itu akhirnya Naila dengan nekat mengunjungi rumah sakit walaupun sebenarnya dia malas bertemu kakaknya yang dianggapnya sebagai musuh.
Naila dengan penuh percaya diri menemui Irwan di rumah sakit seandainya bukan karena Irwan memblokir nomornya mungkin dia juga tidak sudi datang ke rumah sakit menemui Raisa.
Dari jauh Naila sudah melihat kedua orang tuanya yang duduk di ruang tunggu,dia tersenyum kecil melihat kedua orang tuanya yang di perlakukan tidak sopan oleh Raisa menurutnya.
Deden dan Lukman sangat kaget melihat Naila sudah ada di hadapan mereka,Deden langsung beranjak dari tempat duduknya lalu menarik Naila ke sudut ruangan.
"Untuk apa kamu datang kemari,apa kamu ingin menambah masalah disini?" Tanya Deden dengan wajah kesal.
"Tentu saja aku kau menjemput suami ku yang tidak mau mengangkat panggilan ku dari tadi,memangnya kenapa? ibu keberatan kalau aku menjemput suamiku,ingat ya Bu kalian sudah merestui kami itu artinya kami sudah resmi menjadi suami istri." Ucap Naila dengan wajah yang tidak tau malu sama sekali.
"Dasar anak gila,bagaimana bisa kamu bersikap tidak punya perasaan seperti ini,kamu tau kalau Raisa baru saja melahirkan kalau sampai dia tau kalian selingkuh dia bisa mati kamu harus tau itu." Ucap Deden dengan mata melotot ke arahnya.
"Hmm...Sepertinya itu sangat baik Bu...Kalau Raisa mati aku bisa menjadi istri resmi mas Irwan aku tidak perlu sembunyi untuk semua hal.
__ADS_1
"Plak....Dasar anak kurang ajar menyesal aku pernah melahirkan anak sepertimu,kamu pikir dengan merebut kebahagian kakakmu kamu akan menikmati hidup mu tidak Naila...Suatu saat kamu akan menyesali semua perbuatan mu."
"Terus...Terus saja ibu menyumpahi ku,sampai ibu puas..Iya aku tidak bahagia nanti,aku akan menderita ibu puas." Naila memekik hingga beberapa orang melihat ke arah mereka dan seorang perawat menegur mereka karena sudah membuat keributan di lingkungan rumah sakit.
"Ibu tolong suaranya di jaga disini pasien ingin kedamaian."
" Iya berisik banget sih kamu,kami juga ingin pergi." Ucap Naila lalu dia pergi dari tempat itu meninggalkan ibunya yang masih berdiri sambil mengelus jantungnya yang sangat lemah saat ini.
Lukman menghampiri Deden istrinya,lalu membantu Deden membawanya duduk ke kursi ruang tunggu.
"Entah dosa apa yang aku lakukan hingga memiliki anak yang begitu durhaka terhadap keluarga,"Ucap Deden lalu duduk di kursi.
Naila membuka pintu,seketika semua orang yang ada di ruangan itu menoleh kearahnya,sejenak dia hampir salah tingkah tapi dia kembali mengigat kalau wanita yang sedang melahirkan itu adalah kakaknya jadi tidak ada alasan baginya untuk salah tingkah.
Irwan yang melihat kehadiran Naila ke rumah sakit membuatnya tersentak,dia tidak menyangka kalau Naila senekat itu datang ke rumah sakit bahkan menemui kakaknya yang dari awal tidak menyukainya.
"Kakak....Apa kabar dimana keponakan ku kak,sepertinya kakak cukup sehat yah..."Ucap Naila pura-pura dan penuh basa-basi.Irwan yang ada di ruangan itu benar-benar gelisah dia takut Raisa kembali gila atas kedatangan adiknya.
"Untuk apa kamu datang ke rumah sakit membuang waktu mu? apa kamu sedang merindikan seseorang hingga kamu datang ke ruangan ini?" Ucap Raisa dengan nada rendah tapi cukup menusuk ke dalam hati Irwan suaminya.
"Kakak...Ini ngomong apa sih,memangnya ada yang salah saat aku datang menjenguk mu dan ingin melihat keponakan ku?" Ucap Naila dia masih berpura-pura santai tapi sayang Raisa sangat tidak menyambut kedatanganya.
__ADS_1
Pada saat itu Lukman dan Deden juga masuk ke dalam ruangan memenuhi ruangan itu,mereka persis seperti orang kampung yang datang menjenguk orang sakit selalu banyak dan memenuhi ruangan.
"Aku tidak menyambutnya di ruangan ini tolong keluar."
"Kakak...Kamu tega mengusir aku dari ruangan ini hannya karena kesalahpahaman di hati kakak,kamu menuduh ku sesuatu yang tidak bisa kakak buktikan."
"Keluar....." Raisa histeris sambil menatap Naira dengan penuh kemarahan hingga Salma berlari menghampiri Naila lalu mendorongnya keluar dari ruangan itu.
"Untuk apa kamu datang ke ruangan ini kalau hannya mencari keributan,kamu sadarkan kalau Raisa tidak menyukaimu tapi kenapa kamu memaksa diri untuk menemuinya." Ucap Salma mendorong dengan kasar keluar dari ruangan itu.
Naila cukup kaget diperlakukan tidak sopan seperti itu,dia tidak menyangka kalau Raisa begitu membencinya hingga dia benar-benar membuatnya tidak punya harga diri kali ini.
Naila menjauh dari tempat itu pergi ke sudut ruangan paling ujung, disana dia duduk sambil membayangkan hinaan yang dilakukan oleh Raisa kepadanya.
"aku akan membuatmu benar-benar sakit Raisa,kamu akan menerima rasa sakit yang dalam atas perbuatan mu ini,sekarang kamu masih bisa tertawa melihatku diperlakukan tidak hormat suatu saat kamu akan menerima balasan dari ku." Ucap Naila dalam hati wajahnya penuh dengan kebencian yang luar biasa.
Naila duduk disana menunggu Irwan keluar dari ruangan istrinya,Naila tidak berani bertingkah aneh disana karena Salma sedang menunggu menantunya.Lama sekali Naila menunggu Irwan keluar dari ruangan itu dia hampir saja tertidur kalau saja seorang pasien melewatinya dan berbicara persis di hadapannya.
"Lama yang dilakukan mas Irwan di dalam sana apa dia sedang membujuk dan merayu Raisa,itu yang membuat Raisa besar kepala hingga merasa dirinya paling hebat." Ucapnya dalam hati.
🌺🌺🌺Bersambung 🌺🌺🌺
__ADS_1