Adikku Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku

Adikku Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku
40 ~ Kebohongan ~


__ADS_3

Naila berjalan menuju lemari pendingin lalu mengambil minuman, dia memendam rasa kesal di hatinya dari saat pertama kali dia mengunjungi kakaknya.Naila meneguk minuman botol yang ada di tangannya sampai benar-benar habis.


"Mas....Kapan Raisa keluar dari rumah sakit?kamu sudah terlalu lama bersamanya ingat mas kamu harus bisa adil..Eh tidak kamu harus lebih perhatian kepadaku." Ucap Naila dengan tidak tau malunya.Irwan menatap Naila dengan tatapan sinis rasanya ingin sekali dia meludahi wajah adik iparnya yang begitu terobsesi kepadanya.


Sementara itu Raisa berusaha untuk mendengar semua obrolan mereka dia ingin tau sejauh mana lagi hubungan adik dan suaminya itu.


"Kamu bisa tidak membahas itu disini,kamu tidak melihat ada istriku disini,kalau sampai masalah ini semakin rumit aku bisa membuatmu menyesal seumur hidup." Ancam Irwan.


Wajah Naila tampak tidak peduli sama sekali,baginya Raisa bukan sesuatu yang harus dia jaga karena dia lebih menginginkan kebahagiaanya.


"Kamu pikir aku peduli mas, aku juga ingin bahagia dan aku juga untuk di perhatikan dan juga ingin di nomor satukan aku tidak mau kalau aku hannya di anggap simpanan." Jawab Naila penuh percaya diri.


"Lebih baik kamu sekarang pergi dari sini,malam ini aku untuk menjaga Raisa." Ucap Irwan lalu menarik pergelangan tangan Naila dan mendorongnya keluar dari dalam ruangan.


Naila tidak mau keluar dari ruangan itu dia kembali ke ruangan sebelum Irwan mengunci ruangan itu dan duduk di sopa dia menatap kekasihnya dengan tatapan sinis dia tidak terima diperlakukan tidak berharga seperti itu.


" Mas....Maksud kamu apa memperlakukan aku tidak sopan seperti ini,apa kamu mau aku membonagkar kebusukan mu agar kita sama-sama hancur aku tidak meminta berlebihan kepada mu tapi_"Irwan menutup mulut Raisa lalu menariknya keluar dari ruangan itu dan membawanya jauh ke sudut rumah sakit.


"Naila aku ingin kita mengakhiri hubungan ini,aku tidak mau hannya karena hubungan kita yang tidak sehat rumah tanggaku hancur,kamu tau aku tidak pernah berniat menyakiti istriku dan juga ibuku.Kamu bisa meminta apa pun kepada ku asal kamu pergi jauh dariku dan anggap kita tidak pernah ada hubungan apa pun kecuali antara kakak dan adik ipar."Ucap Irwan dengan wajah memelas berharap Naila menerima tawarannya.


Naila tiba-tiba diam memikirkam tawaran Irwan,setelah mempertimbakan tawaran Irwan dia memutuskan untuk menolak tawaran Irwan karean yang dia inginkan bukan hannya hartanya tapi memang dari hatinya yang paling dalam dia menciantai Irwan.


"Aku tidak mau mas,aku tidak membutuhkan apa pun darimu,yang kubutuhkan itu dirimu,dan kasih sayangmu,aku berjanji tidak akan menuntut banyak hal kepadamu,tapi aku mau kamu bisa adil kepada ku,dan satu lagi mas belikan aku rumah dan mobil karena aku tidak mau tinggal bersama kalian karena sekarang aku juga istrimu." Ucap Naila.

__ADS_1


"Mas pikiran kata-kata ku,sekarang aku mau pulang,besok aku kembali kesini dan kamu bisa mencari rumah untukku." Ucap Naila lalu dia segera meninggalkan Irwan dan pergi dari tempat itu menuju hotel yang tidak jauh dari rumah sakit.


Irwan menggaruk kepalanya yang tidak gatal,sekarang dia benar-benar frustasi kalau tidak di turuti dia takut kalau Naila membongkar rahasianya kalau dia menjalaninya dia takut lama-kelamaan Raisa tau hubungan mereka.


" Kenapa wanita gila itu harus hadir di hidupku,bagaimana aku menyelesaikan masalah ini." Ucapnya dalam hati lalu kembali ke ruangan istrinya.


Sementara itu Raisa masih hanyut dalam pikirannya,sejak kehadiran Naila ke ruangannya tadi dia masih kepikiran dengan kata-kata Naila dan tuntutan Naila terhadap suaminya.


"Kebohongan apa lagi yang mereka lakukan di belakang ku,keadilan apa yang ingin di tuntut Naila kepada mas Irwan,mungkinkah mereka....Aahh itu tidak mungkin tidak mungkin Irwan menikah dengan Naila di belakang ku tidak mungkin dia setega itu kepadaku." Ucapnya dalam hati mencoba menenangkan pikirannya.


Walaupun Raisa sudah mempersiapkan hatinya untuk hal yang mungkin terjadi, tapi kalau sampai suaminya diam-diam menikah mungkin dia tidak akan bisa memaafkan suaminya apa pun yang terjadi.


Saat dia sedang memikirkan semua itu itu,tiba-tiba Irwan menyentuh kepalanya dan membuka selimut yang menutupi tubuhnya.


Raisa bangun dan mencoba untuk duduk di atas ranjang,dia menatap wajah lesu suaminya seakan pria itu menutupi masalah besar di hatinya untuk saat ini.


"Mas kenapa wajahmu lesu seperti itu,kamu dari mana?" Raisa pura-pura nanya agar suaminya tidak curiga kepadanya dan yakin kalau dia tadi benar-benar tidur.


Dari pembicaranya tadi dengan adiknya Raisa berfikir kalau Irwan sudah mulai lelah mengahadapi sikap adiknya dia juga tau kalau suaminya tadi mendorong Naila ke luar dari ruangan itu.


" Aku tidak papa aku hannya lelah saja kalau sudah istrahat pasti segar kembali." Jawab Irwan.Raisa hannya diam sebenarnya dia sangat penasaran dengan kata-kata Naila tadi dia ingin tau rahasia apa yang mereka sembunyikan.


"Aku buatkan makanan untukmu?"

__ADS_1


"Tidak usah aku akan ambil sendiri,kamu tidur saja kalau kamu kelelahan." Ucap Raisa.Irwan mengangguk lalu dia pergi ke sopa dan mulai berbaring disana.


Tidak lama kemudian dia mendengar dengkuran suaminya yang artinya suaminya memang kelelahan hingga dia tertidur pulas padahal baru saja tidur.


Raisa menatap wajah tampan suaminya,disaat tidur seperti ini dia seperti bayi yang baru lahir yang tidak punya dosa sama sekali.


Sedih memang kalau di bayangkan,kenapa suaminya begitu tega mengkhianati pernikahan mereka padahal selama ini Irwan sangat baik dan perhatian kepadanya.


Sebelum kehadiran Naila,Irwan begitu perhatian dan menjaganya walaupun sejak kehamilannya semakin membesar suaminya menjadi jarang menyentuhnya mungkin itu yang membuatnya khilaf hingga lupa dengan pernikahan mereka.


Saat Raisa sedang melamun membayangkan masa-masa indah kebersamaan mereka tiba-tiba ponsel suaminya berbunyi yang mengadakan ada sebuah pesan masuk.


" Sayang aku menunggu mu besok,kita harus membeli rumah untukku karena aku tidak mau menjadi babu di rumah mu,satu lagi aku tidak menerima tawaran mu,aku tidak mau meninggalkan kamu karena aku sangat mencintaimu."


Tangan Raisa gemetaran membaca pesan yang dikirim Naila kepada suaminya,dia tidak bisa menahan air matanya hingga akhirnya air matanya menetes di wajahnya.


Raisa mencari pesan-pesan lain di ponsel suaminya dan ternyata suaminya belum menghapus semua pesan-pesannya bersama Naila dari awal mulai hubungan mereka.


Raisa menutup mulutnya saat membaca pesan vulgar dari adiknya bahkan begitu banyak gambar yang dikirim adiknya gambar yang setengah telanjang dan memakai bikini di dalam kamar dan saat itu suaminya menikmati semua kiriman adiknya.


Semakin dia scroll keatas semakin banyak gambar bugil adiknya hingga ada satu video,awalnya Raisa takut untuk membuatnya tapi karena dia begitu penasaran akhirnya dia membukanya.


Raisa membelalakkan matanya saat melihat begitu intimnya suaminya menindih tubuh adiknya mereka sangat menikmati permainan itu dan bahkan dia melihat semua permainan yang begitu menjijikkan baginya.

__ADS_1


🌺🌺🌺bersambung 🌺 🌺🌺


__ADS_2