Adikku Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku

Adikku Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku
Bab 48 ~ Ada apa sih bu ~


__ADS_3

Irwan sudah tidak tahan lagi menghadapi kemarahan ibunya,dia segera keluar dari sana meninggalkan Raisa dan ibunya.Dia memilih pergi dari pada ibu nanti ibunya semakin marah dan emosi.


"Raisa Aku tidak akan mau bercerai dari kamu ingat itu.Bu aku akan datang besok menemui ibu,aku tau sekarang ibu masih marah kepadaku." Ucapnya lalu pergi begitu saja.Sebelum dia pergi meninggalkan Raisa dan ibunya dia mengambil surat cerai yang ada di meja lalu dia merobeknya di hadapan ibu dan istrinya.


"Dasar anak kurang ajar,bapak sama anak sama saja,aku tidak sudi memiliki anak sepeti mu." Salma memekik keras hingga para pegawainya mendengar suaranya itu.


"Sudah lah Bu..Sabar nanti darah tinggi ibu malah kumat aku sudah tidak sakit lagi Bu,aku hanya meminta ibu terus mencintaiku dan juga Amora." Ucap Raisa dia memijat pundak mertuanya sambil membujuk agar tidak marah lagi.


Irwan keluar dari toko dan kembali ke rumah istri keduanya, dia sangat kesal dan emosi karena gagal membujuk ibunya untuk memberikan kartu lain kepadanya.


Irwan duduk di sopa sederhana milik istrinya, sebelumya dia belum membelikan perabotan apa pun di rumah itu,karena dia baru saja membelikan rumah,dia mengira semua berjalan dengan lancar dan ternyata semuanya hanya sementara.


"Bagaimana mas kamu mendapat kartu baru dari ibu." Tanya Naila sambil meletakkan segelas kopi di hadapan suaminya.


"Dapat apaan,hari ini aku apes banget ibu beberapa kali memukulku dan Raisa malah menggugat cerai aku,pokoknya aku sangat frustasi." Mendengar ucapan suaminya Naila sangat bahagia karena dia pikir dia sukses menguasia pria itu.


"Bagus dong mas,dan akhirnya kita bisa menikah secara resmi,lagian aku juga akan melahirkan dan memberikan kamu anak." Ucap Naila dengan wajah mimik bahagia dia belum paham sampai disini masalah Irwan dan semua harta warisan ibunya nanti.

__ADS_1


"Otak mu memang tidak nyambung sama sekali,kalau Raisa meminta cerai kepadaku dan aku menyetujuinya maka semua harta ibuku dan semua tokonya akan menjadi milik Raisa." Ucap Irwan emosi.


Naila tidak terima sama sekali,dia tidak mau kalau semua harta milik suaminya menjadi milik kakaknya.


Keesokan harinya disaat Irwan pergi ke kantor,Naila buru-buru keluar dari rumah setelah memesan taksi online,dia ingin menemui Raisa.Sesampainya di luar pagar rumah Raisa dia segera menendang pintu pagar hingga suaranya terdengar berisik.


Raisa sangat kaget, dia keluar dari rumah bersama dua pelayannya dan juga Rara yang kebetulan baru keluar dari kamar mandi.


"Raisa buka pintunya....Cepat buka."Naila berteriak dari luar hingga Raisa sadar kalau pelakor jahanam itu sudah menemuinya.


"Raisa keluar kamu!!" Naila sudah berdiri di ruang tamu menunggu Raisa keluar dari kamarnya dan saat itu pintu kamar terbuka dan Raisa keluar dari kamar matanya langsung tertuju ke perut Naila yang sudah membesar.


Sekarang Raisa sadar kalau antara dia dan suaminya benar-benar tidak bisa lagi bersatu melihat perut Raisa yang membuncit dia yakin kalau Naila sudah hamil juga.


"Ada apa kamu ******, berteriak di rumah orang,apa aku terlalu baik hingga kamu semakin tidak menjaga sikap mu?"


"Oohh...Ternyata sekarang kamu sudah berani ya, bagus....Kamu sudah berani melawanku? sebelum aku marah aku ingin kamu mengembalikan semua milik mas Irwan,enak sekali kamu ingin menguasia semua harta warisan mas Irwan." Ucap Naila dia mendekati Raisa,Raisa sengaja menjaga jarak tadi bukan karena dia takut tapi karena dia benar-benar jijik melihat adiknya.

__ADS_1


Dia tidak bisa membayangkan mereka berdua meributkan satu pria,dan Raisa tidak menyangka kalau Naila akan merebut suaminya dan bahkan dia sampai hamil seperti itu.


"Hahaha ternyata kamu kesini hannya untuk meminta harta warisan ibu mertuaku,Naila kamu sudah mendapatkan mas Irwan aku sudah mengikhlaskan dia untukmu,sekarang kamu meminta hartanya juta jangan mimpi kamu...."Ucap Raisa dengan wajah menahan emosi.


Rasanya dia ingin menjambak rambut adiknya untuk memberikan adiknya pelajaran,tapi dia merasa itu tidak ada gunanya itu hannya mengotori tangannya saja karena orang jahat akan hancur dengan sendirinya.


"Apa kamu bilang ikhlas hahaha...Jangan terlalu percaya diri kamu,mas Irwan tidak mencintai kamu lagi,sudah jelas mas Irwan tidak menyukai kamu,karena kamu tidak tahu cara membahagiakan lelaki jadi wajarlah kalau mas Irwan selingkuh kepada ku.Coba kita tanya sekarang siapa yang di pilih mas Irwan atau aku sudah jelas mas Irwan memilihku." Ucapnya dengan senyuman yang sangat di benci oleh Raisa.


Raisa sudah tidak tahan lagi,bukan karena dia tidak terima saat Naila merebut Irwan darinya tapi karena dia tidak terima pelakunya adiknya sendiri.


"Plak....Plak..Plak...Ini pukulan untuk kamu agar kamu sadar untuk semua sikap buruk mu itu,kenapa kamu bangga menjadi seorang ******,kenapa harus suamiku yang kamu rebut apa kamu tidak bisa lagi mencari pria lain di luar sana,atau kamu tidak laku lagi kepada pria yang masih lajang." Raisa menumpahkan semua amarah yang sudah dia pendam selama ini, dia menarik rambut Naila dengan kasar lalu memukul kepala raisa ke dinding hingga mengeluarkan darah.


Naila mengerang kesakitan, dia tidak mampu lagi untuk menahan rasa sakit di kepalanya dia beberapa kali ingin membalas pukulan kakaknya tapi dia gagal sama sekali karena Raisa berhasil menguasai dirinya.


" Aku sudah lama menunggu kesempatan ini,dan ternyata kamu datang sendiri kesini kamu pikir aku diam selama ini karena lemah tidak...Aku hannya menunggu waktu yang tepat." Ucap Raisa.


🌺🌺🌺bersambung 🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2