Adikku Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku

Adikku Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku
Bab 55 ~ Kita sudah cerai ~


__ADS_3

Raisa menoleh ke arah Raisa yang masih berdiri,tidak menyangka kalau Naila dari tadi berdiam diri dalam mobil.


"Pergi kalian dari rumah ini,bawa wanita ini aku tidak mau kalian membuat keributan di rumah ini." Ucap Raisa.


"Tidak Raisa aku sudah menalak dia,kami sudah tidak ada hubungan apa pun dan kami akan bercerai setelah dia melahirkan anak itu.Raisa aku mohon kembali lah kepada ku,maafkan semua kesalahan ku di masa lalu mari kita mulai lembaran baru hubungan kita ini."


"Tidak....Aku tidak mau cerai,aku tidak akan mau bercerai dari kamu mas,Raisa kamu harus melepaskan mas Irwan aku tidak bisa hidup tanpa dia,pokoknya kamu harus bercerai darinya." Naila menjerit seperti orang gila dia tidak bisa menerima saat Irwan mengatakan cerai kepdanya.


Raisa masuk ke dalam rumahnya lalu kembali mengambil salinan surat cerai lalu dia berikan kepada Irwan.


"Maafkan aku mas,apa pun ceritanya aku sudah tidak punya perasaan apa pun kepada mu,jadi tolong tanda tangani surat ini dan kita berakhir baik-baik." Ucap Raisa.Irwan kembali merobek kertas itu lalu dia masuk ke dalam rumahnya lalu menaiki anak tangga dan masuk ke kamarnya.


Di dalam kamarnya dia merenungi semua perbuatannya yang telah membuatnya menyesal seumur hidup,dari awal dia tidak pernah berniat untuk serius dengan Naila tapi entah kenapa adik iparnya begitu terobsesi dengannya.


Raisa dan Naila berdiri di halaman rumah sambil menatap Irwan sampai benar-benar menghilang dari pandangan mereka.


"Raisa kamu pegang omongan mu,jangan pernah menerima dia lagi,kamu harus bercerai darinya." Ancam Naila.


"Aku memang tidak ada perasaan lagi kepadanya,tapi ingat kamu tidak akan bahagia dengan cara mu ini,kamu akan menyesal nantinya.Kamu pikir dengan merebut kebahagian orang lain kamu akan bahagia tidak....Lihat saja karma selalu mengikuti mu." Ucap Raisa lalu pergi ke dalam rumahnya.

__ADS_1


****


Salma selalu memikirkan kata-kata Irwan saat dia mengatakan kalau Raisa tidak akan peduli dengannya saat dia sakit.Dia merasa takut ucapan anaknya benar Raisa akan membuangnya di saat semua hartanya dia serahkan kepada cucunya.


Padahal sekarang semua surat-surat hartanya sedang dalam proses ganti nama dari namanya ke nama cucunya Amora.


"Kenapa tidak aku buktikan saja dengan aku pura-pura sakit."Ucap Salma dalam hati.Akhirnya Salma membuat sandiwara dia pura-pura sakit untuk mengetahui sebesar apa rasa peduli menantu kesayangan kepadanya.


Salma menyuruh salah satu pegawainya untuk menghubunginya dan memberi tahu kalau dia sedang sakit.Benar saja tidak lama kemudian Raisa langsung datang menemuinya ke toko dia pura-pura berbaring lemah di atas ranjang.


"Ibu apa yang terjadi,jangan tinggalkan aku Bu,aku akan membawa kamu ke rumah sakit."Raisa membantu mertuanya untuk duduk dia ingin membawa Salma ke rumah sakit.


"Raisa kamu tidak perlu membawaku ke rumah sakit aku akan sembuh setelah istirahat penuh uhuk...uhuk...uhuk..." Salma pura-pura batuk dia menolak untuk pergi ke rumah sakit.


"Raisa Irwan datang kemari dan memaksa ibu untuk memberikan toko ini untuk mereka bahkan Irwan mengancam ku kalau aku tidak memberikan toko ini maka dia akan membunuh ibu." Salma pura-pura berbohong untuk melihat reaksi Raisa yang sesungguhnya.


"Sudah kasih saja Bu,kalau dia durhaka sama ibu kita tinggal bersama saja kasih saja tokonya kalau tidak rejeki mereka toko ini pun pasti akan hancur juga nanti."Ucap Raisa tanpa berpikir panjang membuat Salma semakin percaya kalau Raisa tidak seburuk yang di katakan oleh Irwan beberapa hari yang lalu.


"Tidak Raisa sampai mati pun ibu akan menjaga toko ini,karena hannya ini harta ibu satu-satunya."

__ADS_1


Melihat kepanikan di wajah Raisa,Salma semakin mengerti kalau ucapan Irwan tidak benar, dia sangat yakin kalau Raisa bukan seperti Naila si ****** yang sudah merebut Irwan dari menantunya.


"Bu...Jangan pernah tinggalkan kami,hannya ibu yang aku dan Amora punya.Sejak aku tau kedua orang tuaku sudah menikahkan Naila dan mas Irwan aku benar-benar kecewa kepada mereka berdua,bahkan sampai saat ini rasa sakit itu masih tersimpan di hatiku." Ucap Raisa lalu memeluk ibu mertuanya yang sudah di anggapnya seperti ibu kandung sendiri.


Salma cukup terharu mendengar ucapan Raisa,dia membalas pelukan Raisa,sekarang dia malah menyesal sudah meragukan kasih sayang menantunya itu.


"Aku tidak akan meninggalkan kalian berdua,apalagi cucuku Amora,maafkan ibu karena sudah gagal mendidik anak ibu menjadi pria yang bertanggung jawab." Ucapnya.


Raisa meninggalkan ibu mertuanya di dalam kamar untuk istrahat,lalu dia kembali ke rumahnya setelah pamit kepada mertuanya.Dia berani meninggalkan mertuanya karena dia melihat mertuanya baik-baik saja dan memang tidak terjadi sesuatu.


Raisa kembali ke rumahnya disana dia melihat pemandangan yang sangat menjijikkan dimana Naila dan Irwan duduk di ruang tamu sambil menonton di temani cemilan di atas meja.


Sebenarnya sudah tidak ada lagi rasa cemburu di hatinya kepada Irwan karena memang Raisa sudah tidak punya perasaan apa pun kepada Irwan tapi melihat keduanya di dalam rumah itu membuatnya kesal dan jijik.


"Ngapain kalian berdua masih di rumah ini,apa kalian berdua sudah tidak punya rasa malu? benar-benar keterlalun kalian berdua." Bentak Raisa yang sudah berdiri di belakang mereka.


Irwan lansung menoleh,dia kelihatan lebih takut di banding Naila yang terlihat tidak suka kepada Raisa.


"Memangnya kamu ada hak apa di rumah ini,bukan kah rumah ini milik mas Irwan seharusnya kamu yang pergi dari rumah ini bukan kami,kamu harus tau diri kalian sudah tidak punya hubungan apa pun lagi." Ucap Naila dengan wajah tenang tanpa menoleh sedikit pun ke wajah kakak nya tatapan lurus ke depan pintu.

__ADS_1


"Cih...Semakin berani saja kamu ya,setelah merebut mas Irwan apa kamu juga ingin merebut rumah ini? sayangnya mas Irwan tidak berhak atas apa pun tentang rumah ini,semua harta ibu sudah di alihkan atas nama Amora anakku,kamu hannya dapat sampah,dan kamu tau gaji mas Irwan yang tidak seberapa juga harus di bagi denganku setelah dia menanda tangani surat cerai nikmati saja suami mu yang polisi ini aku mau lihat bagaimana dia melanjutkan hidup setelah ini." Ucap Raisa.Sebenarnya dia sudah sangat jengkel terhadap Naila tapi dia mencoba untuk lebih tenang karena dia tidak mau lagi menghabiskan energi untuk mengurusi kedua manusia itu.


🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺


__ADS_2