
Raisa berusaha untuk tenang dia menutup ponselnya lalu meletakkan ponsel itu di sampingnya lalu menatap wajah Naila dengan tatapan ingin membunuh.Dihatinya dia sangat membenci adiknya rasanya kalau dia sudah pulih ingin sekali dia menghajar adiknya tapi dia mencoba untuk sabar dan membiarkan karma yang bekerja untuknya.
"Kenapa kamu ketakutan,lihat wajahmu pucat apa kamu takut karena sudah berulang-ulang menyakiti perasaan ku dengan mempermalukan aku?" Ucap Naila dengan senyuman sinis.
"Kamu memang sangat hebat Naila,aku tidak pernah menyangka kamu akan tumbuh menjadi wanita yang tidak tau malu dan tidak punya harga diri,padahal dulu kamu begitu baik dan sederhana entah sejak kapan kamu berubah menjadi wanita arongan seperti ini." Ucap Raisa dia membuang mukanya ke arah jendela dia seperti orang yang tidak sudi melihat adiknya itu.
"Hahaha...Jelas karena menjadi orang baik itu tidak ada untungnya,aku hanya ingin bertanya kepadamu,apa yang membuatmu selalu benci kepada ku?" Apa kamu tau rahasia tentang aku?"Tanya Naila dia melihat reaksi Raisa yang biasa saja.
"Aku tau hubungan mu dengan mas Irwan,aku tau semua itu,kamu pikir aku tidak tau...Ingat Naila kamu sudah menggali kuburan mu sendiri,kamu pikir dengan merebut suami ku hidup mu akan bahagia tidak sama sekali.Kalau kamu mau ambil dia silahkan ambil aku tidak peduli sama sekali,aku mau lihat apa kamu akan bahagia setelah menyakiti perasaan ku sedemikian rupa? asal kamu tau kamu akan menyesal nantinya karena kamu akan kehilangan kakak dan juga kehilangan Irwan karena dia tidak mencintai mu." Ucap Raisa dengan sikap yang tengah membuat Naila sedikit ketakutan.
Kata-kata Raisa begitu menusuk hatinya,bahkan dia hampir saja terperdaya atas sikap Raisa yabg begitu tenang dan terlihat tidak ada beban sama sekali disaat dia sudah tau Naila dan suaminya ada hubungan.
"Hahaha...Sudah lah Raisa kamu tidak usah pura-pura kuat,wanita mana di dunia ini yang tidak sakit saat suaminya menciantai wanita lain...Hmm kamu bilang mas Irwan tidak mencintaiku hahaha kamu terlalu percaya diri Raisa,kalau dia mencintai kamu tidak mungkin dia memilih bersama ku saat kamu sedang melahirkan,ups....Maaf aku salah ngomong." Ucap Naila memancing emosinya.
Sebagai seorang wanita normal tentu saja Raisa sangat sakit hati mendengar kata-kata Naila,benar dugaannya kalau malam itu mereka sedang bersama tapi dengan hebatnya Irwan malah berbohong pura-pura tidak ada kesalahan apa pun.
__ADS_1
Emosinya kembali meluap saat Naila terus mencoba membuatnya marah tapi tiba-tiba dia ingat emosi tidak akan menyelesaikan masalah malah akan memperbesar masalahnya.
"Ooohhh...Begitu kah,terus kamu bangga karena kamu bisa merebut Irwan dariku bahkan membuatnya benar-benar cinta kepada mu? hahaha aku harus mengakui kalau kamu menang wanita hebat selamat atas kemenangan mu untuk memenangkan hatinya."Ucap Raisa tetap elegan dan tenang.
Saat keduanya terdiam tiba-tiba pintu terbuka,Irwan tersentak saat melihat Raisa dan Naila di ruangan yang sama entah kenapa wajah Irwan tiba-tiba pucat.Dan pada saat yang bersamaan Salma juga masuk ke dalam sambil membawa barang belanjanya yang begitu banyak.
"Kamu belanja juga banyak sekali belanja mu?terus kamu ngapain disini memangnya kamu dan Raisa sudah baikan?" Tanya Salma dengan tatapan yang tidak suka terhadap Naila.
"aku sudah minta maaf kepada kakak Raisa Tante..Dan Kakak Raisa menerima permintaan maaf dariku,wajar dong ya Tante dia memaafkan aku kita kan sedarah dan kita dibesarkan orang tua dari kecil dan kami waktu kecil selalu berbagi barang yang sama." Ucap Naila seakan menyindir Irwan dan Raisa.
Irwan semakin pucat, dia mengeluarkan banyak belanjaannya lalu mengambil buah kesukaan Raisa dan mencucinya setelah itu dia memberikan buah itu kepada Raisa.
"Mas aku baru saja makan."
"Raisa...Kamu tidak bisa mengabaiakan dan menolak suami mu,kamu tau itu dosa, sepertinya kamu tidak ikhlas untuk memaafkan anak ibu?" Ucap Salma membuat Raisa salah tingkah.
__ADS_1
Rasanya sulit sekali menerima kenyataan,apalagi saat dia mengingat kata-kata Naila tadi yang mengatakan kalau mereka bersama saat malam dimana dia berjuang untuk melahirkan anak mereka.
"Tidak kok ma,Raisa sudah memaafkan mas Irwan tidak mungkin aku tidak memaafkan dia,wanita mana sih ma yang tidak tergila-gila kepada mas Irwan sudah polisi punya pangkat yang tinggi dan dia juga anak semata wayang mama tentu saja semua orang menginginkan dia "Ucap Raisa dengan senyuman yang mengambang di bibirnya.
Irwan yang tidak mengerti arti sindiran istrinya sekilas sangat senang dengan pujian yang di lontarkan Raisa,tapi saat dia melihat wajah Raisa seketika rasa bangga di hatinya hilang begitu saja bahkan dia menunduk karena tidak berani menatap mata Raisa.
"Hahaha kamu bisa saja Irwan memang tampan ikut wajah papanya aku juga sangat bangga memiliki anak sehebat dia,kamu tau tidak saat dulu dia latihan polisi ibu hampir mundur karena tubuhnya kurus kering tapi dia yang memaksa untuk jadi polisi dan tekadnya sangat kuat hingga dia bisa menjadi polisi yang hebat saat ini."Ucap Salma dengan senyum yang cerah.
Raisa tersenyum kecil,harus dia akui kalau apa yang di katakan mertuanya memang benar dia anak yang sangat hebat tapi sayang dibalik sikapnya yang hangat dia memiliki sikap yang buruk dan suka berbohong.
Sementara itu Naila yang mendengar cerita tentang suami sirinya hatinya sangat bangga dan saat itu ingin sekali dia memeluk irwan tapi sayang dia harus memendam dalam hati.
"Raisa kamu tau tidak ibu dulu memaksanya jadi polisi karena ibu ingin ada yang melindungi ibu,apalagi mertua mu laki-laki yang menikah lagi dulu mereka selalu untuk mencelakakan ibu untuk merebut toko yang ibu miliki,setelah mereka tau Irwan sudah jadi polisi mereka tidak berani lagi untuk mengganggu ibu."Ucap Salma menceritakan masa lalu yang kelam yang sudah pernah dia ceritakan kepada Raisa.
"Ibu memang wanita hebat,ibu berani membuang papa yang sudah berani berkhianat."
__ADS_1
"Iya padahal kamu tau papa mertuamu dulu memohon-mohon untuk tidak cerai dengan ku tapi karena aku sangat membenci penghianatan aku menolak dengan keras hingga akhirhya dia pergi jauh sampai beberapa tahun kemudian dia kembali bersama wanita lain dan meminta toko milikku." Ucap Salma.
🌺🌺🌺bersambung 🌺🌺🌺