Adikku Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku

Adikku Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku
Bab 43 ~ Harus kuat ~


__ADS_3

Deden ingin masuk ke dalam kamar Raisa dan menemaninya,bagaimana pun juga dia sangat sedih menutupi semua kebohongan mereka tapi dia juga tidak tau harus bagaimana menyikapi semua kejadian ini dia tidak ingin kehilangan satupun diantara kedua putrinya.


"Raisa kalau kaku mengingkan sesuatu ibu ada di ruang tamu." Ucap Deden masih mencoba untuk berbicara untuk Raisa.


Raisa menutup tubuhnya dengan selimut seakan dia memang tidak mau berbicara kepada ibunya,Deden juga merasa tidak enak tapi semuanya sudah terlanjur dia hannya berharap Naila secepatnya sadar dan mau mengakhiri hubungannya dengan Irwan suami kakaknya.


Deden meninggalkan kamar Raisa lalu dia ke belakang menemui Naila yang masih disana dengan Irwan.


"Biar ibu saja yang membereskan piring-piring itu." Ucap Deden lalu mengambil semua piring kotor dan mengantarnya ke tempat cucian,doa sengaja menemui Irwan dan Naila dan membicarakan hubungan Naila dan Irwan.


"Nak irwan dan kamu Naila bisa tidak ibu minta tolong kepadamu tolong lah kalian akhiri hubungan ini,aku tidak tega harus menutupi ini semua dari Raisa aku sangat kasihan sama dia sampai kapan kita semua harus membohonginya." Ucap Deden.Seketika Naila menoleh kearahnya dan menatapnya dengan sinis seakan dia tidak terima dengan ucapan ibunya.


"Ibu....Kamu ngomong apa sih,ibu macam kamu bu tega menyuruh anak mu untuk bercerai ibu mau di usia ku yang masih muda ini harus janda kamu ibu macam apa hah.." Naila membentak ibunya dengan kasar bahkan matanya melotot ke arah ibunya dia tidak menyangka kalau ibunya datang hannya untuk membuatnya badmood.


"Sudah....Sudah...Ibu lebih baik pergi ke depan kembali!!"


" Tidak mas aku harus menyelesaikan masalah ini,maksud ibu apa menyuruh kami untuk mengakhiri hubungan ini,ibu lebih membela Raisa ibu kasihan dengan Raisa tapi tidak kasihan dengan aku,ibu tau betapa aku menciantai mas Irwan,ibu tau aku tidak bisa hidup tanpa mas Irwan kalau ibu mau menyuruh aku cerai aku tidak akan pernah bercerai dengannya kalau ibu mau suruh Raisa untuk menceraikan mas Irwan." Ucap Naila dia terlihat sangat marah wajahnya memerah menahan amarah dan bahkan dadanya naik turun memendam emosi.


Deden tidak berkutik sama sekali,jantungnya langsung berdebar hebat saat Naila hampir menyerangnya dia cukup jantungan melihat anak keduanya itu.

__ADS_1


Deden berlari dari dapur dan menghampiri suaminya yang sedang duduk di ruang tamu.Dia menangis sesenggukan hingga suaminya yang asik menonton menoleh ke arahnya.


"Kenapa menangis ada apa?" Tanya suaminya yang memang kurang peduli dengan masalah kedua anaknya dan bahkan dia seperti mendukung kelakuan Naila karena dia sebagai seorang bapak sama sekali dia tidak mau melarang Naila atau memperingati Naila.


"Hu...hu....hu..Itu pa..Entah kenapa makin kesini sikap Naila semakin tidak sopan dia hampir menyerangnya hannya karena aku menyuruhnya untuk mengakhiri hubungannya dengan irwan.Aku tidak tau kenapa Naila sekarang semakin jahat," Ucap Deden terus menagis.Lukman mengecilkan volume televisi lalu menatap Deden.


"Untuk apa kamu peduli urusan anak,kamu terlalu heboh kalau dia mencintai Irwan dan Irwan juga mencintainya apa yang salah tidak ada sama salah hannya mereka perlu menjaga hubungan mereka agar Raisa tidak curiga itu saja." Ucap Lukman.


"Ibu dengar apa kata bapak jangan terlalu mengurusi hubungan kami,lagian dari pada mas Irwan mencari wanita lain apa nga lebih baik sama aku saja Raisa tidak bisa melayaninya dengan baik." Ucap Naila yang tiba-tiba sudah datang ke ruang tamu bersama Irwan lalu mereka duduk di hadapan ibunya.


Deden menarik napas panjang dia merasa bingung dengan sikap suaminya yang aneh menurutnya dia heran kenapa suaminya mendukung hubungan anak dan menantunya.Pada saat mereka berbincang Rara sang baby sitter lewat dari hadapan mereka,saat itu Irwan dan Rara saling menatap Rara segera pergi karena tidak mau mengurusi hubungan keluarga itu tapi otaknya merasa aneh dengan sikap Irwan dan Naila apalagi saat itu keduanya duduk bersampingan dengan jarak yang tidak ada sama sekali.


"Bukan kah mereka berdua Abang dan adik ipar dan itu bukan kah kedua orang tua itu orang tua ibu Raisa ada aneh?" Ucapnya dalam hati.


Rara membuat susu untuk Raisa yang sedang bangun saat itu,dia dan Raisa memang sengaja tidur bersama itu atas permintaan Raisa karena dia tidak mau tidur bersama Irwan.


" Rara itu minuman untuk siapa?"


"Ibu Raisa pak."

__ADS_1


"Dia masih bangun?"


"Baru bangun pak." Jawab Rara dan saat itu Irwan beranjak dari tempat duduknya dan mulai menjauhi Naila dia takut tiba-tiba Raisa keluar dari dalam kamarnya.


Melihat itu Rara semakin bingung,pikirannya semakin bercabang memikirkan sesuatu yang terjadi di keluarga itu.


"Aku rasa mereka sedang menutupi rahasia besar dari ibu Raisa,tapi ya sudah lah itu bukan urusan ku." Ucap Rara lalu dia segera pergi meninggalkan mereka semua.


"Mas kamu dapat dari mana sih Abby sitter kayak dia,aku tidak suka sepertinya dia bukan orang yang baik." Ucapnya dengan wajah masam karena Rara kemarin mengacuhkan dirinya,dan itu juga bukan alasan yang jelas dia hannya iri saja karena Irwan sengaja membayar orang untuk melayani Raisa.


"Aku ambil dari yayasan,kenapa sudahlah untuk apa mengurusi orang yang tidak penting." Jawab Irwan.


Sejak kehadiran Naila di rumahnya Irwan kembali melupakan istrinya dia menyerahkan tanggung jawabnya kepada Rara.Dia memang lelaki yang tidak teguh pendiriannya baru saja kemarin dia berjanji ingin melupakan Naila dan memulai kehidupan yang jujur bersama Raisa tapi sekarang hati dan pikirannya kembali berubah lagi setelah Naila memberikan goyangan hot di atas ranjangnya tadi sore.


" Mas kapan kamu akan membelikan rumah untukku,berapa kali aku bilang kalau aku tidak mau tinggal disini lagi aku mau kamu belikan aku rumah juga sama kayak Raisa." Ucap Naila dengan wajah manja.


"Benar itu nak Irwan kalau kamu berani menikahi dua wanita itu artinya kamu harus adil kepada mereka berdua,jangan pilih kasih aku tidak suka salah satu anakku ada yang tidak bahagia bersama mu." Ucap Lukman sok tegas di hadapan Irwan dan Naila.


Deden membelalakkan mata atas permintaan suaminya,dia tidak habis pikir kenapa suaminya sangat mendukung hubungan Naila dan Irwan sekarang dia jadi ragu atas cinta suaminya kepada kedua anak perempuannya.

__ADS_1


" Kamu ini apa-apaan sih pa..Kenapa kamu bisa mendukung hubungan Irwan dan Naila apa kamu tidak memikirkan perasaan Raisa kelak kalau tau hubungan mereka berdua atau kamu tidak menciantai Raisa sebagai anak pertama mu?ada salah apa Raisa kepada bapak hingga bapak tega melakukan ini kepada Raisa hah...Katakan pa aku tidak habis pikir jalan pikiran bapak." Ucap Deden.


🌺🌺🌺 Bersambung 🌺🌺🌺


__ADS_2