
Irwan terus berusaha membujuk Raisa agar memaafkan kesalahannya,dia memasang wajah memelas agar Raisa menerima kata maaf darinya tapi sayang Raisa sudah sangat mengenali suaminya hingga semua yang dia katakan dari tadi hannya di anggapnya seperti angin lalu.
"Raisa apa kamu tega membiarkan suami mu terus memohon seperti itu bisakah kamu memberikan dia kesempatan untuk memperbaiki sikapnya,lagian dia tidak bisa menemanimu juga karena tugasnya itulah resiko sebagai istri polisi sayang."Salma menasehati Raisa yang sudah tidak mempercayai suaminya.
Sebenarnya Raisa sudah tidak sudi lagi memaafkan suaminya tapi melihat mertuanya yang sudah memohon kepadanya dengan besar hati dia menerima maaf dari pria yang statusnya masih suaminya.
"Aku akan menerimanya lagi Bu...Tapi jika suatu saat ibu tau semua tentang mas Irwan aku harap ibu tidak memaksaku lagi,aku menerimanya bukan semata-mata karena aku mencintainya tapi karena aku sudah menganggap ibu sebagai ibu kandung ku." Ucap Raisa.Dia berusaha untuk menenangkan dan mengelus dadanya untuk lebih lapang dada menerima kata maaf darinya.
Irwan langsung memeluk istrinya untuk saat ini dia bisa selamat dari permintaan cerai dari istrinya.
"Randi kamu bisa kembali sekarang,kamu bisa naik taksi untuk kembali ke rumah mu." Ucap Irwan dengan wajah penuh bahagia.Hari ini dia bisa lolos dari semua kebohongan yang sudah dia mulai dia tidak tau kalau Naila masih menunggunya di ruang tunggu rumah sakit.
Irwan berusaha terus mendekati Raisa mengambil hatinya dia ingin memperbaiki semua kesalahan yang dia lakukan tapi sayang yang namanya wanita kalau sudah di sakiti dia bisa bersikap baik-baik saja walau dalam hatinya sangat kecewa dan terluka,dia hannya tidak ingin melihat ibu mertuanya kecewa,padahal selama ini mertuanya begitu baik dan perhatian untuknya .
"Sayang aku mau keluar membeli makanan apa kamu ada titipan?" Tanya Irwan penuh perhatian.
"Tidak aku tidak membutuhkan apa pun saat ini,aku hannya ingin tenang dan jangan banyak di ganggu." Jawab Raisa ketus membuat Irwan salah tingkah lalu dia menelan saliva nya lalu keluar dari ruangan istrinya.
Irwan berjalan meninggalkan ruangan itu, dia tidak melihat kedua mertuanya di luar ruangan,dia mengelilingi tempat itu tapi dia tidak melihat apa pun.
__ADS_1
"Sudah lah mungkin mereka sudah makan." Ucapnya lalu pergi dari sana.Sementara itu Naila yang sudah sangat bosan menunggu Irwan keluar dari ruangan itu hannya bisa bermain media sosial sambil memamerkan gambar dirinya yang mengenakan barang-barang branded.
Banyak sekali sahabatnya waktu dulu yang merendahkannya dulu sekarang malah berbalik memuji dirinya dan bertanya dia kerja dimana tapi tidak satu pun yang dia balas.
Pada saat dia asik bermain ponsel dari kejauhan dia sudah melihat Irwan meninggalkan ruangan kakaknya dia langsung mematikan ponselnya dan berlari meninggakan tempat itu dan mengejar Irwan yang sudah semakin jauh darinya.
" Mas....Mas Irwan..." Naila mengejarnya pria yang sudah resmi menjadi istrinya lalu memegangi pergelangan tangan Irwan dan menariknya.
"Mas apa maksudnya kamu memblokir panggilan ku? mas apa kamu ingin aku membongkar semua rahasia ini? kamu berulang-ulang membuatku tidak berharga di depan keluargamu, aku lelah mas." Ucap Naila dengan wajah pura-pura sedih.Irwan tersenyum kecut dan menatap Naila dengan tatapan merendahkan seakan dirinya wanita paling hina di dunia ini.
"Kamu baru tau kalau kamu itu wanita yang tidak berharga,sekali pun kamu membongkar rahasia ini mungkin kita hannya sama-sama hancur,dan kamu tidak akan mendapat apa pun dari ku,kamu yang memaksa untuk tetap bersama ku.Kalau saja kamu punya harga diri mungkin kamu tidak akan tega merebut kebahagian kakak mu sendiri." Ucap Irwan lalu pergi begitu saja meninggalkan Naila di tempat itu.
Naila tersadar kalau Irwan sudah hilang dari pandangannya dia berlari mengejar Irwan yang sudah sangat jauh untungnya dia bisa menemukan Irwan yang kebetulan mau memasuki supermarket yang ada di sekitar Rumah sakit.
"Mas berikan aku uang aku ingin mencari kontarakan untukku tidak mungkin aku tetap tinggal bersama keluargamu sementara kamu sudah tau sendiri kalau orang tua mu sangat tidak menyukai aku." Ucap Naila mencegat Irwan yang mengambil keranjang untuk belanja.
Irwan menarik napas panjang,entah sejak kapan dia harus membiayai hidup wanita murah itu sudah cukup banyak uangnya di ambil perempuan itu.
Irwan dengan berat hati membuka dompetnya lalu mengambil beberapa lembar pecahan seratus ribu rupiah lalu dia kasih kepada Naila.
__ADS_1
"Mas ini tidak cukup aku harus mengambil tuaku yang cukup bagus bagaimana bisa aku seorang istri siri seorang polisi harus tinggal di kontarakan kumuh." Ucap Naila.
"Aku tidak peduli kamu mau dimana pun aku tidak mau tau intinya sekarang kamu pergi dari hadapan ku karena aku sangat muak melihat mu." Ucap Irwan ketus lalu dia pergi setelah mengambil keranjang.
Naila hannya diam saat melihat Irwan pergi belanja,saat dia mau keluar dari pintu dari jauh dia melihat Salma mertuanya juga belanja disana.
"Bagus wanita itu sedang belanja ini saatnya aku pergi Menemui Raisa dan menanyakan apa yang dia tau tentang aku." Ucapnya dalam hati lalu pergi meninggalkan supermarket dengan terburu-buru.
Naila terus berlari mempercepat langkahnya dia ingin tau semua yang diketahui oleh kakaknya dia sama sekali tidak ingin mau tau bagaimana keadaan kakaknya itu nantinya.
Sementara itu Irwan belanja mengelilingi semua tempat yang ada di gedung supermarket itu,dia mengambil semua makanan yang disukai istrinya.Sejak kehadiran Naila memang hubungan mereka sudah sangat jauh,Irwan sadar kalau dirinya sangat banyak mengecewakan wanita itu hannya satu yang dia harapkan semoga hubungannya dengan istrinya tidak di ganggu oleh Naila lagi dia sangat berharap akan hal itu.
Naila menarik napas panjang mencoba menenangkan hatinya,dia terpaksa melakukan ini agar masa depannya bisa lebih baik karena dia berpikir tidak akan mungkin ada pria lain yang mau menikahinya kelak karena dia sudah kehilangan mahkotanya.
Naila membuka pintu ruangan Raisa dan kebetulan Raisa sedang bermain ponsel entah apa yang dia lakukan di ponselnya itu.Raisa cukup kaget melihat kehadiran adiknya setelah dia mengusirnya tadi pagi dia takut kalau sampai adiknya melakukan sesuatu yang buruk untuknya.
"Selamat sore kakak,ada apa wajahmu terlihat panik apa kamu sedang ketakutan saat ini?"
🌺🌺🌺bersambung 🌺🌺🌺
__ADS_1