
Raisa tersu menonton video itu,durasinya cukup panjang,dia sangat kaget entah sejak kapan adiknya yang polos berubah menjadi wanita gampangan yang bahkan tidak malu merekam semua permainan mereka dan mengirimnya kembali kepada suaminya.
Dia melihat wajah bahagia suaminya di dalam video, suaminya begitu puas mendapat pelayanan dari adiknya dan wajar saja selama ini suaminya begitu membahagiakan adiknya dengan barang-barang mewah serta uang yang banyak.
Semakin lama tangannya semakin gemetaran dia air matanya juga berjatuhan membaca semua pesan mesra dari adiknya dan balasan mesra dari suaminya juga.Dan bahkan Naila dengan percaya diri membuat gambar profil di whatsapnya dengan gambar mereka berdua.
Tidak tahan lagi melihat semua isi ponsel suaminya Raisa akhirnya menutup ponsel itu lalu dia kembalikan ke tempatnya semula.Dia kembali keranjang lalu duduk disana merenungi nasibnya yang begitu buruk.
Rumah tangga yang selalu dianggapnya sempurna ternyata hannya topeng saja,suami yang dia anggap baik dan sopan ternyata memiliki sikap yang begitu buruk dan menjijikan.Air mata yang sudah penuh akhirnya jatuh juga.
Raisa keluar dari ruangannya lalu berjalan menuju ruang bayi sesampainya di ruang bayi Raisa berdiri di depan pintu sambil menatap bayi kecil mereka yang masih ada di inkubator,semua kenangan buruk itu kembali terngiang di telinganya,bahkan dia melahirkan bayi mereka kurang umur itu karena beban pikirannya yang begitu banyak sekarang perasaanya semakin terluka saat melihat semua pesan busuk suami dan adiknya.
" Malang sekali nasib mu nak,kamu masih sangat kecil tapi pernikahan orang tua mu sudah di ujung tanduk harus kah aku mempertahankan pria yang sudah menyakitiku?" Ucapnya dalam hati.
Setelah puas melihat bayi kecilnya dia kembali ke ruangan setelah perasaanya mulai tenang, dia tidak tau bagaimana menjalani hidup kedepannya yang pasti mungkin dia akan mengikhlaskan suaminya untuk adiknya karena kalau pun di pertahankan mungkin akan ada hati yang terluka di antara mereka.
Raisa mulai makan malam lalu minum obatnya,keadaanya sudah sangat membaik dan bekas operasinya juga sudah kering mungkin karena dia memakai obat yang bagus makanya dia cepat sembuh dan kering.
****
Dua hari kemudian Irwan ibunya dan satu perawat bayaran Irwan bersiap untuk meninggakan membawa Raisa pulang ke rumah mereka,Irwan masih punya beberapa cuti beberapa hari lagi makanya dia masih sibuk mengurus istrinya dengan penuh perhatian walaupun pikirannya masih bercabang saat ini dia belum bisa memutuskan hubungannya dengan Naila karena banyak hal.
__ADS_1
Sesampainya di rumah,Raisa dibawa ke dalam kamarnya yang sebelumnya Rara perawat baru yang sudah berumur terlihat telaten dalam bekerja.
" Rara kamu bertugas untuk mengurus bayi dan istriku,aku tidak segan-segan untuk menuntut yayasan yang mengirim mu kepadaku kalau kamu bekerja tidak sesuai harapan ku." Ucapnya dengan tegas dan Rara juga mengangguk tanda mengerti.
"Siap pak...Aku akan bekerja sesuai harapan bapak!!" Jawab Rara dengan tegas juga.Setelah Raisa istrahat dan bayi mereka juga sudah tidur Irwan meningagakan kamar menuju kamarnya di lantai atas.
"Irwan kamu mau kemana?" Tanya Salma ibunya yang sedang duduk di ruang tamu.Dia datang hari ini ke rumah sakit untuk menjemput menantunya pulang.
"Aku mau ke kamar ma aku mau tidur dan istrahat." Jawab Irwan sambil pergi tanpa menoleh ke arah ibunya yang sedang mengajaknya bicara.
"Irwan...Kamu temani istrimu di kamarnya,apa-apaan maksudmu tidur di kamar atas." Ucap Salma dengan nada yang tinggi karena Irwan terus pergi meningagakan dirinya.
Hari sudah mulai sore Salma masih sibuk dengan kegiatannya menonton berita selebriti hingga dia tidak melihat kedua besannya dan juga Naila sudah masuk ke dalam rumah.
"Bu Salma,jam berapa tadi Raisa sampai di rumah,tadinya kami mau ke rumah sakit tapi karena sudah sore kami memutuskan kesini takutnya sudah pulang dan untungnya kami tidak jadi kesana."Ucap Deden dengan nada lembut dan sopan.
"Siang tadi Bu." Jawab Salma singkat,karena sudah melihat besannya sampai di rumah itu Salma memutuskan untuk kembali ke tokonya karena dia sudah yakin ada yang menjaga menantunya.
"Bu Deden aku pulang dulu ya,aku harus menjaga toko lagi,yang penting hatiku sudah tenang kalau kalian sudah bisa menjaga Raisa disini."
"Kok buru-buru sih bu..."
__ADS_1
"Iya karena kebetulan ada kariawan yang baru masuk jadi aku harus mengurusnya." Ucap Salma lalu dia segera meninggakan rumah.Naila yang sedang berdiri dari tadi jauh di belakang sana akhirnya dia pergi naik ke lantai atas setelah memastikan ibu dari suaminya pergi dari sana.
Dia membuka pintu kamar yang tidak tertutup lalu mengintip dia tersenyum lebar saat melihat Irwan sedang tidur pulas di atas ranjang dengan posisi yang terlentang.
Naila yang sudah sangat merindukan suaminya itu lansung naik ke atas ranjang lalu menindih tubuh Irwan dan menciumi bibir Irwan hingga dia terbangun.
Melihat keadaan Naila yang sudah telanjang setengah badan dan kedua dadanya yang bergantung di atas mulutnya membuatnya tidak berdaya dan langsung bergairah.
Ini hal yang tidak bisa di lupakan Irwan dari adik iparnya itu adalah saat wanita itu begitu hebat di atas ranjang dan memuaskan hasratnya yang selalu menggebu.
"Mas...Ayolah aku sangat menginginkan ini,sudah lama kita tidak melakukannya." Bibir Naila terus bergumam saat-saat dia menikmati hujaman yang diberikan oleh Irwan kepadanya dia terus mendesah bagaikan ular yang kehausan tubuhnya seperti dialiri listrik ribuan volt saat bibir Irwan memainkan kedua dadanya yang begitu keras.
Setelah tiga puluh menit akhirnya mereka berdua mencapai puncak Irwan langsung jatuh dari atas tubuh Naila lalu tidur di samping Naila.
"Mas...Kamu jahat sekali kenapa harus aku yang datang menemui mu,ingat kamu tidak akan mendapat kepuasan seperti ini dari istrimu dia itu wanita yang buta tenang kepuasan wanita berbeda dengan ku yang selalu bisa memuaskan kamu berapa kali pun satu malam." Ucap Naila dengan bangga memuji dirinya yang begitu hina.
" Hmm sudah lah jangan bahas itu,aku sedang tidak ingin membahas Raisa lebih baik sekarang kamu turun kebawah dulu nanti aku menyusul kamu harus pintar menyimpan rahasia ini kalau kamu mencintai aku jadi kamu keluar dulu." Ucap Irwan.
Naila mengenakan pakainya lalu keluar dari dalam kamar,mereka ingin melakukan makan malam jadi terpaksa harus turun ke lantai bawah.
🌺🌺🌺 Bersambung 🌺🌺🌺
__ADS_1