Adikku Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku

Adikku Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku
Bab 51 ~ Anak durhaka ~


__ADS_3

Deden memasuki apotik lalu menceritakan awal penyakit suaminya dan akhirnya pegawai apotik memberikan dia obat jantung karena itu penyakit seperti itu katanya awal dari sakit jantung.


Deden segera kembali ke rumah Naila setelah mendapat obat dari wanita penjaga toko itu dan segera memberikan obat itu kepada suaminya tidak lama kemudian suaminya mulai tenang dan akhirnya tertidur.


Setelah suaminya tertidur lelap Deden pergi mencari putri keduanya yang ternyata Naila sedang di kamarnya rebahan dan tidak peduli kepada orang tuanya yang hampir mati.


"Naila kamu keterlaluan sekali ya...Gara-gara mulut mu yang busuk itu bapak mu hampir mati kamu masih punya hati nurani atau tidak,bagaimana mungkin sikap mu sekejam ini kepada orang tua mu,ingat Naila kami ini orang tua kandung mu yang melahirkannya kamu...Kenapa_


"Kalau ibu datang ke kamar ini hanya untuk mengomel lebih baik ibu pergi aku pusing mendengar ocehan ibu yang tidak ada manfaatnya." Naila memotong ucapan ibunya yang belum selesai berbicara.


"Naila....Dasar anak durhaka kamu,bisa-bisanya kamu jahat seperti itu kepada orang tua mu,ingat Naila kamu sedang hamil jangan sampai anak mu menjadi anak durhaka seperti mu,sudah cukup kamu itu orang yang tidak berguna..Dan perebut suami kakak mu_


"Kalau ibu tidak bisa diam lebih baik ibu keluar dari rumah ini dan bawa bapak pergi karena aku tidak mau mengurus orang tua benalu seperti kalian,masih sehat saja tapi sudah mengemis kepada anak,kerja sana cari uang banyak kok orang-orang kaya yang mau menerima ibu untuk jadi tukang cuci dari pada harus meminta kepada anak menantu,punya malu dikit Bu..Lama-lama muak lihat orang tua yang taunya cuma minta." Ucap Naila tanpa memikirkan perasaan ibunya yang sudah benar-benar terluka karena ucapan Naila.


"Kamu jahat Naila,kamu durhaka kepada orang tua,baiklah ibu akan pergi dari rumah ini,aku tidak akan menemui kamu lagi,aku pastikan kamu akan menyesal dengan semua perbuatan mu dan juga kata-kata mu." Ucap Deden lalu pergi ke ruang tamu membangunkan suaminya.


Dia menahan air mata yang sudah hampir jatuh di wajahnya sedih sekali rasanya saat anak yang sudah di bela mati-matian ternyata hannya memanfaatkan kita semata,hidup mereka cukup menyedihkan.


"Bapak....Bapak...Bangun..."


"Ada apa....?"

__ADS_1


"Kita pulang pak,Naila sudah mengusir kita nanti bapak istrahat di rumah saja." Ucap Deden mulai terisak hingga membuat Lukman kembali emosi tapi dia tidak menunjukkan sikap marahnya itu lagi.


"Anak kurang ajar itu,dia sedang hamil tapi dia tidak takut anaknya lahir bersikap sama dengan dirinya." Ucap Lukman dia mulai bangun dari tidurnya dan mulai beranjak di bantu oleh istrinya.


Naila sama sekali tidak peduli dengan orang tuanya,dia acuh terhadap kedua orang tuanya yang sudah pergi dari rumahnya.


"Dasar orang tua,apa mereka tidak malu harus minta-minta kepada anak,padahal keduanya masih sehat dan bisa bekerja tapi keenakan minta kepada kami,jangankan untuk ngasi mereka makan untuk hidup kami saja kami sudah mulai susah." Sungutnya lalu menutup tirai jendelanya dan kembali rebahan.


"Sudah dari kemarin suaminya tidak pulang, dia sudah mulai gelisah karena Irwan juga tidak mau mengangkat ponselnya tapi dia tidak yakin kalau suaminya itu masih di rumah kakaknya.


"Kemana sih mas Irwan,apa mungkin dia ke rumah Raisa...Kurang ajar kalau sampai dia disana aku berani bertindak dan memberi pelajaran kepada Raisa.


Tidak ingin lagi kembali ke rumah kakaknya,Naila berniat menghubunginya lewat telepon walaupun dia sebenarnya tergolong orang yang bar-bar mengingat kemarin perlakuan Raisa kepadanya dia cukup takut dan tidak berani lagi untuk menemuinya dalam waktu dekat ini.


"Kurang ajar,aku yakin mas Irwan di rumahnya kenapa dia tidak mau mengangkat panggilan dari ku,apa dia mencoba untuk kembali dan merebut mas Irwan dari ku,jangan coba-coba Raisa mengambil mas Irwan dariku." Ucapnya dengan wajah jahatnya lalu dia mengambil tas kecilnya dan keluar dari rumahnya.


Naila memutuskan untuk pergi ke rumah kakaknya, untuk mencari Irwan,sebenarnya hati kecilnya juga kurang percaya kalau Irwan masih disana mengingat kemarahan Raisa kemarin membuat Irwan juga ketakutan tapi pikiran kotornya yang merasuki dirinya memaksa dirinya pergi kesana juga.


Naila kembali mendatangi rumah Raisa yang pada saat itu tidak terkunci sama sekali,dan suasana juga sepi sekali.


"Dimana majikan mu babu? aku ingin bertemu dengannya suruh dia keluar dari kamar." Ucap Naila kepada Rara yang kebetulan keluar dari kamar setelah semua pekerjaannya keluar.

__ADS_1


Rara mengabaikan pertanyaan yang di lontarkan Naila dia pergi begitu saja seakan tidak ada orang disana.


"Kamu tidak mendengar ucapan ku....Lancang sekali kamu ya..Kamu lupa siapa yang memberi mu gaji di rumah ini,dasar tidak tau diri." Bentak Naila dia sangat emosi saat seorang baby sitter mengabaikan dirinya dia merasa harga dirinya begitu terluka.


"Anda bicara dengan saya..?" Tanya Rara pura-pura tidak tau membuat Naila semakin kesal dan emosi.


"Dasar babi,kamu manusia tidak berguna,dimana Raisa suruh dia keluar dari kamarnya." Naila kembali membentak Rara yang masih berdiri di hadapannya.


"Maaf ibu Raisa sedang pergi arisan bersama ibu-ibu sosialita setelah itu mungkin dia akan kesalon lagi dan juga shoping,hari ini jadwal ibu sangat banyak hingga mungkin malam baru sampai di rumah." Ucap Rara berusaha memanasi hati Naila yang sudah emosi dari kemarin.


Rara langsung pergi setelah mengucapkan kata-katanya dia tidak mau menjadi pelampiasan amarah wanita pelakor itu.Sementara itu Naila merebahkan tubuhnya di atas sopa dengan wajah yang masam.


Dia pergi menaiki anak tangga,tiba-tiba dia ingin mencari sendiri suaminya ke kamarnya dia tadi tidak sempat melihat mobil suaminya di bagasi mobil.


"Jangan-jangan benar kalau mas Irwan sama Raisa pergi bersama,Raisa belom punya mobil terus mobil mas Irwan tidak di halaman depan tadi...Mas Irwan...Aku tidak akan mengampuni kalian berdua." wajahnya semakin emosi saat kamar Irwan juga kosong dia berpikiran yang tidak-tidak untuk saat ini.


Setelah melihat kamar suaminya kosing,dia kembali turun dari lantai atas menuju ruang tamu tidak satu pun pelayan di rumah itu yang peduli dengannya karena sebelum nya Raisa sudah mengajari mereka semua.


Mungkin karena kelelahan akhirnya Raisa ketiduran disopa sambil memegangi ponselnya karena sebelumnya dia menghubungi suaminya tapi Irwan tidak mau mengangkat teleponnya.


Saat ini irwan sedang di rumah orang tuanya sudah dua hari dia disana dan tidur juga disana.Dia bertahan diasana karena dia ingin membujuk ibunya untuk mengembalikan kartu miliknya karena kalau hannya mengharapkan gaji dia tidak bisa hidup tapi sudah dari kemarin ibunya tidak peduli dengannya bahkan untuk bicara pun dia tidak mau.

__ADS_1


"Ibu...Sampai kapan kamu diam kepada ku? bagaimana pun sikap ku Bu...Aku ini tetap anak mu,tidak mungkin kamu lebih mencintai Raisa dari pada aku anak kandung mu."Ucap Irwan membujuk ibunya.Dia sengaja mengabaikan panggilan istri keduanya karena dia tidak mau ibunya semakin marah.


🌺🌺🌺bersambung 🌺🌺🌺


__ADS_2