Adikku Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku

Adikku Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku
Bab 59 ~ Wanita penyakitan ~


__ADS_3

Irwan menatap Naila dengan tatapan sinis,kehadiran Naila telah membawa banyak masalah dalam hidupnya,dari rumah tangganya yang hancur,ibunya yang membencinya dan juga kehilangan semua harta warisan keluarganya.


Sekarang Irwan harus menyiapkan lima puluh juta untuk biaya operasi Naila,sekarang uang sebesar itu bukan uang yang sedikit untuknya bahkan dia harus meminta kepada ibunya.


"Kamu terkena kanker rahim,dan janin yang kamu kandung harus di buang karena tidak bisa berkembang,dan rahim mu juga harus di buang.Dan sekarang kamu tau aku harus memikirkan uang lima puluh juta untuk biaya operasi mu,setelah operasi hubungan kita sudah tidak ada lagi." Ucapnya.


Naila menangis,badannya gemetaran,dia tidak menyangka secepat itu dia menjadi wanita penyakitan.


"Mas apa kamu tega meninggalkan aku sendirian setelah aku tidak bisa lagi apa-apa? kamu tega membuatku hancur seperti ini,kalau memang kamu mau meninggalkan aku,lebih baik aku tidak usah operasi biarkan aku mati seperti ini." Ucap Naila.


Dia masih mencoba untuk mempertahankan hubungannya dengan Irwan karena memang dia sangat mencintai suami kakaknya itu.


"Kalau memang itu mau kamu,aku bisa apa? dari awal aku tidak pernah berniat serius dengan kamu,lihatlah aku malah menderita karena mempertahankan hubungan yang salah ini jadi semua keputusan ku sudah bulat,kita harus bercerai mau atau tidak." Ucap Irwan lalu dia meninggalkan Naila di ruangannya sambil menangis tersedu-sedu.


Naila sangat terpukul dengan penyakit yang di deritanya,dia tidak menyangka akan mengidap penyakit yang mematikan itu padahal selama ini dia sama sekali tidak pernah mengalami hal-hal yang aneh dan sekarang dia baru sadar mungkin ini hukuman dari Tuhan atas sikapnya selama ini.


Sikap buruk kepada kakaknya,dan juga kepada kedua orang tuanya,dia sudah jahat kepada orang taunya.


"Bapak ibu maafkan aku,ini semua karena dosa ku terhadap kalian hingga aku mengalami sakit parah seperti ini." Ucapnya lalu kembali menangis.


Sementara itu Irwan duduk di ruang tamu,dia ingin pergi menemui ibunya dan meminta uang kepadanya,untuk biaya operasi Naila,dia berharap orang taunya mau membantunya untuk yang terakhir kalinya untuk Naila.


Disaat dia ingin pergi dari tempat itu tiba-tiba dia melihat Raisa bersama pria yang dulu datang ke rumahnya menemui Raisa.

__ADS_1


"Ternyata dia seorang dokter? aku tidak menyangka,sepertinya aku harus mengingatkan pria itu agar menjauhi Naila atau aku akan mempermalukan dirinya." Dia beranjak dari tempat duduknya lalu bergegas menemui Raisa yang semakin pergi jauh dari tempat itu.


"Raisa...."


Raisa menoleh ke arah suara yang memanggilnya dia cukup kaget saat melihat Irwan sudah berdiri di hadapannya.


"Ada apa mas? apa yang kamu lakukan di tempat ini?"


"Kamu kaget? kamu terganggu saat aku memergoki mu bersama pria ini lagi,apa kamu tidak punya rasa malu kamu belom resmi bercerai tapi kamu sudah jalan dengan pria lain bahkan kamu menelantarkan anak di rumah wanita macam apa kamu?" Irwan mulai emosi,dia menatap pria itu dengan tatapan yang sangat sinis.


"Jaga ucapan kamu ya mas,aku disini menjaga bapak dan kebetulan ibu juga kurang sehat makanya aku mengantinya untuk menjaga bapak,kamu jangan keterlaluan."


"Kamu yang keterlaluan,kamu memaksa aku untuk menandatangani surat cerai itu apa karena pria ini,supaya kamu bisa menikah dengannya? kamu keterlaluan sekali." Ucap Irwan tidak bisa mengontrol emosinya.


Raisa meninggalkan Irwan yang masih mengoceh tidak jelas,bukannya pergi Irwan mengikutinya sementara Dimas pergi ke ruangannya.


" Raisa,tunggu memangnya bapak sakit apa disini,aku tau aku salah tapi tolong lah berikan aku kesempatan sekali saja untuk menebus semua kesalahan ku itu please!" Ucapnya sambil terus mengikuti Raisa memasuki ruangan dimana bapaknya di rawat.


Saat mereka sampai di ruangan,Irwan melihat mertua lelakinya dengan tubuh yang sangat kurus dan hitam seakan penyakitnya yang sangat mematikan.


"Pak maafkan aku,aku tidak tau kalau papa sedang sakit keras." Irwan menyalami tangan mertuanya lalu membantunya untuk duduk.Sementara Raisa keluar dari sampai saat ini Raisa masih menjaga jarak kepada kedua orang tuanya walaupun Lukman dan ibunya sudah beberapa kali meminta maaf bahkan sampai bapaknya menangis.


"Tidak papa nak Irwan,kami juga mengerti posisi nak Irwan,aku tau bagaimana sikapmu selama ini,aku hannya tidak menyangka kalau Naila ternyata sangat jahat,awal sakit bapak juga karena dia menghina bapak makanya bapak sampai seperti ini." Ucap Lukman dengan suara lemah.

__ADS_1


Irwan hannya diam,dia ingin memberi tahu keadaan Naila saat ini tapi dia sedikit takut,karena mertuanya belum sembuh.


"Jadi sudah berapa lama bapak disni?"


"sudah hampir seminggu,mungkin dua hari lagi bisa pulang.Keamana anak durhaka itu apa dia tau kalau aku sedang sakit?"


Pada saat itu Deden masuk ke ruangan itu,sementara Raisa sudah duduk di sopa yang ada di ruangan itu sambil memainkan ponselnya.


" Untuk apa bapak menanyakan tentang Naila,aku sudah tidak menganggap lagi sebagai anak,cukup sakit apa yang sudah dibuatnya terhadap kita,jangan sebut lagi nama dia dihadapan ku pak." Ucap Deden dengan suara lemah.


Raisa tidak peduli dengan obrolan mereka semua,dia hannya pokus memainkan ponselnya sesekali dia tersenyum membaca novel komedi yang di bacanya.


"Pak,Bu sebenarnya Naila sedang sakit keras dia juga di rawat di rumah sakit ini,dia menderita penyakit kanker rahim,dia belum bisa melakukan tindakan operasi karena tidak memiliki uang sebanyak lima puluh juta."


"Apa...." Lukman tampak kaget begitu juga dengan Raisa,sebesar apa pun kesalahan Naila,mendengar dia menderita sakit yang begitu parah dia cukup prihatin walau sebenarnya dia tidak ada niat untuk membantunya.


Berbeda dengan Deden ibunya,sedikit pun Deden tampak tidak peduli setelah Irwan memberitahu keadaan Naila,bahkan wajahnya biasa saja.


"Itu semua hukuman atas sikapnya yang buruk selama ini,adik macam apa yang tega menghancurkan rumah tangga kakaknya,bahkan dia juga tega menyakiti perasaan ibu dan bapaknya,jadi biarkan sekali pun dia mati aku tidak peduli lagi dengannya."


Raisa cukup terharu dengan kata-kata ibunya sekarang dia sadar kalau sebenarnya ibunya hannya terpaksa melakukan semua itu kemarin mungkin dibawah ancaman Naila makanya sampai dia mau merestui hubungan mereka.


Berbeda dengan Lukman dia masih ada sedikit belas kasihan terhadap Naila,karena menurutnya sejahat apa pun Naila dia tetaplah darah daging mereka.

__ADS_1


🌺🌺🌺Bersambung 🌺🌺🌺


__ADS_2