
Raisa sedikit kaget saat melihat Irwan sudah duduk santai di ruang tamu,sebelumnya dia memang sudah melihat mobilnya tapi rasa kaget itu tetap ada.Untuk saat ini dia sudah tidak ada lagi perasan untuk suaminya itu, dia bahkan tidak sudi lagi memiliki suami seperti Irwan,pria yang melupakan anak istri demi wanita lain.
"Ada tamu rupanya,Susi kenapa kamu tidak membuatkan teh untuk orang ini,kalau ada tamu datang ke rumah ini kamu harus membuat teh untuknya." Ucap Raisa dengan nada tenang.Irwan cukup kaget melihat perubahan Raisa baik dari penampilannya dan juga tutur katanya juga.
"Apa maksud ucapan mu Raisa,apa kamu bilang tamu,siapa tamu di rumah ini,kamu lupa kalau rumah ini rumah ku,kamu jangan keterlaluan." Ucap Irwan,dia lupa tujuan utamanya datang ke rumah itu untuk mengajak Raisa menemui ibunya dan mengatakan kalau hubungan mereka baik-baik saja tapi saat melihat perubahan Raisa Irwan melupakan itu.
" Hahaha...Rumah mu,kalau kamu tau ini rumah mu kenapa kamu tidak pulang kesini itu artinya ini bukan rumah mu satu lagi ada urusan apa kamu datang kemari?" Tanya Raisa.Irwan menelan aslinya yang cukup mencekik dirinya.
Semua kebohongan yang sebelumnya sudah dikarang oleh Irwan hilang seketika saat melihat Raisa yang sudah banyak berubah, sekarang dia tidak tau harus bicara apa karena mustahil baginya kalau Raisa percaya lagi kepadanya kalau dia berbicara tentang tugas atau atau apa pun itu tentang pekerjaan.
"Baiklah kalau tidak ada yang penting aku ingin masuk ke kamar dan disebelah sana adalah pintu keluar untuk rumah ini."Ucap Raisa menunjuk ke arah pintu.Irwan kembali menelan saliva nya.
"Raisa tinggu...Aku ingin bicara?" Raisa yang sudah berdiri dan hampir pergi kembali menoleh ke arah Irwan.Dia tidak menyangka cinta yang begitu dalam diantara mereka berdua dulu hilang begitu saja.
"Ada apa? apa masih ada yang perlu kita bahas,saya rasa tidak ada lagi."Ucap Raisa dia ingin pergi dari ruang tamu tapi Irwan benar-benar menahannya.
"Kenapa hubungan kita menjadi seperti ini? kenapa kamu berubah dingin kepadaku? selama beberapa Minggu ini aku tidak pulang bukan karena aku tidak mau pulang tapi aku sedang sibuk_
"Sampai kapan kamu terus menggali kebohongan mu itu,tidak bosan kah kamu terus berbohong aku saja yang hannya mendengar merasa muak dengan semua kebohongan mu itu." Ucap Raisa dia sesikit emosi dan hampir saja dia marah tapi dia kembali mengingat tidak ada gunanya lagi dia melanjutkan hubungan yang sudah tidak sehat ini.Dia memotong ucapan pria yang pernah dia cintai dengan tulus.
Irwan terdiam mendengar kata-kata Raisa,dia merasa bingung saat Raisa menuduhnya berbohong,tiba-tiba dia takut kalau Raisa mengetahui semua rahasianya.
__ADS_1
"Aku berbohong apa...Aku tidak pernah merasa membohongi mu,Raisa aku bekerja keras demi kamu dan juga demi anak kita to_
"Aku minta maaf,aku tidak punya waktu untuk mendengar semua kebohongan mu yang tidak ada gunanya untukku." Ucap Raisa lalu pergi begitu saja dari hadapan Irwan.
Irwan menggaruk kepalanya yang gatal,dia bingung bagaimana caranya dia menemui ibunya.Akhirnya dia meninggalkan rumah Raisa dan pergi menuju rumah ibunya,baginya percuma dia memohon kepada Raisa pada akhirnya wanita itu mungkin hanya akan merendahkan dirinya.
Irwan membawa mobilnya menuju rumah ibunya setelah Raisa tidak membiarkan dia bicara kebohongannya yang sudah sangat menjijikkan bagi Raisa.
" Kok bisa cantik sekarang Raisa,sekarang Naila malah kalah dari Raisa,bagaimana caranya ya..Raisa bisa kembali menerimaku lagi."Ucapnya dalam hati dia mencoba untuk mencari akal untuk mendekati Raisa lagi.
Mobilnya masuk ke halaman toko ibunya,entah kenapa jantungnya berdebar hebat saat ingin menemui ibunya,sementara dia tidak tau kalau Raisa diam-diam mengikutinya dari belakangnya.
"Ibu....Bu..." Irwan memanggil ibunya kebelakang karena saat itu ibunya sedang tidak ada di ruangannya dan ternyata ibunya sedang makan di ruang belakang.Irwan mencoba pura-pura tidak terjadi sesuatu dia mendekati ibunya dan menyodorkan tangannya untuk mencium tangan ibunya.
"Ibu ada apa Bu..Aku datang karena kau merindukan ibu,kenapa ibu kasar kepadaku,apa Raisa mengatakan sesuatu kepada ibu?"
"Kenapa harus selingkuh....?"
"Maksud Ibu?"
"Kenapa harus selingkuh..Apa kurangnya Raisa?
__ADS_1
"Ada apa sih bu..Selingkuh siapa yang selingkuh?"
"Brang ..... " Salma membanting piring tempat makannya padahal dia belom menghabiskan makanannya dan tapi melihat Irwan datang selera makannya langsung hilang begitu saja.
Nyali Irwan lansung menciut saat melihat kemarahan ibunya,dia tidak menyangka ibunya begitu marah kepadanya dan dia sangat bingung dari mana ibunya tau kalau dia selingkuh.
"Dan kenapa harus si ****** itu yang menjadi selingkuhan mu,kalau kamu tidak meninggalkan dia maka mulai hari ini kamu bukan anakku lagi." Ancam Salma,kemarahan yang sudah di pendam nya beberapa Minggu ini langsung dia lampiaskan begitu saja.
Wajahnya memerah dan dadanya naik turun,menahan semua amarah di hatinya dan saat itu Raisa menghampiri mereka dan membanting satu amplop di depannya.
"Mas ini gugatan cerai dariku,tolong tanda tangani,aku mau kita bercerai dan kamu harus membayar bulanan untuk susu dan kebutuhan untuk Amora." Belum hilang rasa takutnya karena kemarahan ibunya tiba-tiba saja Raisa kembali datang membuatnya sangat kaget.
"Kegilaan apa yang kalian lakukan kepada ku,bagaimana bisa kalian menodong ku dengan banyak tuduhan yang aneh dan kamu Raisa kamu tidak punya alasan untuk meminta cerai kepadaku." Ucapnya.
"Dasar anak kurang ajar kamu,beraninya kamu datang setelah kamu melakukan penghianatan yang cukup menyakitkan,dan sekarang kamu mau mencoba untuk mengelak,kamu datang untuk meminta aku memulihkan kartu mu,jangan mimpi pergilah dari hidup kami,kalau aku berani membuang suamiku dulu maka aku juga berani membuang mu karena tidak menghargai pernikahan dan istri mu.Bagaimana bisa kamu tega membohongi kami semua apalagi aku ibumu,sekarang kamu bukan siapa-siapa dalam hidupku." Ucap Salma.
Seluruh tubuh Irwan gemetaran mendengar sumpah serapah ibunya dia ingin pergi dari sana menunggu suana sedikit tenang dia tau ibunya hannya emosi dan kecewa kepadanya.
"Bagaimana bisa ibu tidak percaya kepada anak sendiri,aku tidak selingkuh?untuk apa aku selingkuh disaat istriku sangat cantik dan kamu Raisa aku tidak mau menceraikan kamu karena aku tidak mau anakku memiliki keluarga broken home_..
"Plak...." Salma melayangkan pukulan keras ke wajahnya,hingga sudut bibir Irwan mengeluarkan darah segar.
__ADS_1
"Dasar laki-laki munafik kamu,benar-benar menjijikan."Ucap Salma dengan tatapan mata yang cukup tajam.
🌺🌺🌺 Bersambung 🌺🌺🌺