
Dua Minggu kemudian keadaan Raisa semakin sehat,dia sudah bisa berjalan dengan bebas dan merawat Amora dengan telaten walaupun masih dibantu oleh baby sitter nya Naira.
Sejak kepergian Irwan pada waktu pagi itu sampai hari ini Irwan tidak pernah kembali lagi ke rumah itu walaupun hannya melihat bayi kecil mereka.Raisa sudah pasrah dan tidak mengharapkan kehadiran suaminya itu lagi hanya satu dia bingung untuk membiayai kebutuhan bayi mereka yang sudah menipis.
Karena tidak ingin kelaparan Raisa menitipkan bayinya kepada Rara lalu dia pergi menemui ibu mertuanya untuk meminta uang karena dia hannya memiliki sedikit uang dan sudah pasti uangnya tidak cukup untuk membeli kebutuhan anaknya.
Untung saja mertuanya orang yang cukup berada dan juga sangat baik kepadanya hingga dia tidak perlu kesusahan seperti sekarang ini.
"Sayang kamu datang ke toko ibu untuk apa? terus Amora kemana dan kenapa kamu hanya naik ojek kemana memangnya suami mu,ini sudah sore sudah pasti dia sudah pulang ke rumah?"
Raisa masuk ke dalam toko dan mengabaikan semua pertanyaan yang di lontarkan mertuanya dia ingin mereka berbicara di ruangan mertuanya saja.Dan mertuanya juga mengikutinya masuk ke dalam lalu duduk di ruangannya.
"Bu....Berikan aku uang,susu untuk Amora akan segera habis bahkan untuk malam saja dia sudah tidak punya lagi sudah dua Minggu dia tidak pulang,mungkin dia sudah bahagia dengan selingkuhannya bu." Ucap Raisa memulai obrolan dia tidak ingin lagi menutupi semuanya dari ibu mertuanya.
"Apa maksud mu? Irwan selingkuh dan sudah dua Minggu ini dia tidak kembali ke rumah mu? dasar anak kurang ajar ternyata dia mengikuti sikap binatang bapaknya,aku tidak akan memaafkan anak itu.Sudah kamu cerai saja dari pria macam itu,tidak ada gunanya bertahan kepada pria seperti itu karena sekali dia berani melakukan itu maka selamanya dia akan melakukan itu." Ucap Salma dengan wajah penuh kemarahan. Dia beranjak dari tempat duduknya lalu pergi menuju meja kerjanya dan membuka laci.
__ADS_1
Setelah itu dia kembali menutup laci dan menghampiri Raisa yang sedang duduk di tempatnya.
"Ini kartu milik ibu kamu bisa memakai uang yang ada di dalam untuk semua kebutuhan rumah mu dan juga untuk membayar semua pelayan di rumah mu,kamu tidak perlu sungkan untuk memakai uang itu.Mulai besok aku aku akan memblokir semua kartu milik Irwan karena selama ini dia hidup mewah karena ibu kalau hannya gajinya separuh bulan mungkin sudah habis dan satu lagi aku akan membalikan nama toko ini atas nama Amora karena semua hartaku aku wariskan untuk cucuku." Ucap Salma.Dia memang wanita yang sangat tegas Raisa beruntung memilikinya.
Raisa menghela napas lega,ternyata hidupnya akan tetap berjalan dengan baik sekali pun dia bercerai dengan suaminya yang sudah pergi meninggakan dirinya dan putri mereka.
Raisa beranjak dari tempat duduknya lalu menghampiri ibu mertuanya dan memeluknya dengan erat dia sangat bersyukur memiliki mertua sebaik salma,mungkin di dunia ini hanya dia yang memiliki mertua sebaik dan seadil mertuanya.
"Ibu...Terima kasih karena sudah menjadi ibu yang baik untukku,jangan pernah meninggalkan kami Bu,sekali pun pernikahan kami tidak bisa seperti yang ibu inginkan."Ucap Raisa dia menagis bukan karena dia sedih tapi karena dia sangat terharu dengan sikap mertuanya.
"Aku sudah menganggap mu seperti anak sendiri,bahkan sekali pun kamu bercerai dengan Irwan aku lebih memilih hidup bersama mu dari bersama anak tidak tau diri itu.Aku membesarkan dan merawatnya dengan tulus bahkan mengajarinya kelak tidak meniru sikap ayahnya ternyata dia malah menirunya juga." Ucap Salma penuh penyesalan.
Salma sudah menyesal memasukkan dia ke polisi ,mungkin karena dia kaya hingga ada wanita yang mau kepada pria yang sudah beristri.
"Raisa kamu pulang sekarang,ini kunci mobil,mulai sekarang mobil itu milik mu kamu harus bisa menjadi wanita tegar dan kuat jangan mau menjadi wanita lemah yang mau direndahkan pria rendahan seperti anak ibu,dan aku juga minta maaf karena ibu tidak bisa mengajari Irwan menjadi suami dan papa yang baik untuk Amora." Ucap Salma lalu meletakkan kunci mobilnya yang paling mewah untuk Raisa.
__ADS_1
Raisa akhirnya pamit dari rumah mertuanya,dia pulang dengan buru-buru takut kalau Amora sampai menangis.Sementara itu Salma mengambil semua berkas penting miliknya besok dia ingin menganti semua nama yang ada di sertifikat itu.
"Aku curiga kepada adiknya Raisa,aku yakin wanita ****** itulah yang menggoda Irwan aku ingin melihat Irwan sampai dimana kamu mampu menikmati hidup tanpa uang dariku." Ucapnya dengan tatapan kosong.Tiba-tiba saja dia jijik kepada putra tunggalnya itu karena sikapnya mengingatkan masa lalu yang begitu menyedihkan.
Keesokan harinya Salma menitipkan tokonya kepada para pegawainya dia pergi ke kantor polisi ,dia ingin mencari tau wanita mana yang sudah membuat anaknya hilang ingatan.
Pagi-pagi sekali dia sudah mangkal tidak jauh dari kantor polisi,dia seperti mata-mata dia memakai kaca mata hitam dan topi bahkan dia sengaja merental mobil agar Irwan tidak curiga kepadanya kalau sampai dia melihat mobilnya di sekitaran kantornya.
Benar saja tidak lama kemudian dia sudah melihat mobil Irwan memasuki gerbang kantor polisi,dia melihat irwan membawa wanita di dalam mobilnya tapi dia tidak bisa melhat pasti siapa wanita itu.
Salma menunggu diluar dengan sabar,dia sama sekali tidak mau menghubungi nomor Irwan karena dia sudah melihat jelas kalau putranya memang selingkuh dan Raisa tidak berbohong sama sekali.
Setelah menunggu sekian lama mobil putranya kembali keluar dari halaman kantor polisi mungkin Irwan hannya absen aja setelah selesai absen dia kembali pulang.
🌺🌺🌺bersambung 🌺🌺🌺
__ADS_1