
Irwan tidak bisa berkata-kata saat ibunya benar-benar lepas tangan untuk masalah rumah tangganya,memohon pun rasanya tidak ada gunanya karena ibunya memang orang yang sangat disiplin.
"Pulanglah Irwan kalau kamu masih berharap dengan istrimu berjuanglah.Aku memang berharap kalian selamanya tapi kalau Raisa sudah tidak punya perasaan lagi sudah kecewa ibu bisa apa." Ucapnya lalu pergi meninggalkan Irwan di ruangannya.
Walaupun Salma terlihat acuh sebenarnya jauh di lubuk hatinya dia sangat berharap Raisa menerima anaknya kembali dan mereka hidup bahagia seperti dulu lagi.
Sementara itu di rumah sakit Raisa sudah mengurus semua biaya administrasi agar dia segera bisa di operasi biar bagaimana pun dia tidak tega melihat kedua orang tuanya yang berharap mereka tetap bisa kembali seperti dulu lagi walaupun sebenarnya itu tidak mungkin bagi Raisa.
Dua jam kemudian Naila dibawa ke ruang operasi Raisa menunggu di luar karena dia menjadi penanggung jawab untuk Naila.Sementara ibunya menjaga papanya yang belom pulih sama sekali tapi sudah lumayan dari yang kemarin-kemarin.
Walaupun Raisa masih menyimpan dendam yang sangat dalam terhadap adiknya tapi jauh di lubuk hatinya dia sangat takut,dia takut sesuatu yang buruk terjadi kepada Naila.
Lima jam kemudian dokter keluar dari ruangan operasi Raisa segera berlari menghampiri dokter dan bertanya tentang keadaan adiknya.
"Bagaimana dengan pasien dokter apa dia selamat?" Tanya Raisa dengan wajah yang sangat khawatir.
"Selamat ya Bu operasi adik anda berjalan lancar walaupun tadi ada sedikit kendala tapi semuanya baik-baik saja sebentar lagi dia akan di pindahkan ke ruangan pemulihan." Ucap Dokter dengan senyum yang sangat indah.
Raisa menghela napas lega,akhirnya wanita yang sudah merusak rumah tangganya kembali sehat,dia tidak berharap apa pun kepada wanita itu tapi setidaknya sebagai manusia yang masih punya agama dia sudah melakukan apa yang di ajarkan ustad selama ini.
__ADS_1
Sementara itu Irwan di rumah orang tuanya tidak melakukan apa pun dia terlihat sangat frustasi dan beberapa kali terdengar dia menghela napas berat membuat Salma tidak tega juga.
"Irwan bukannya sekarang jadwal operasi untuk istri kedua mu,mari kita ke rumah sakit katanya Raisa masih disana aku mau bertemu dengannya." Ucap Salma.Secerca harapan tiba-tiba datang di hati Irwan dia sudah menduga ibunya pasti akan iba dengannya dan jauh di dalam hatinya jika memang Raisa masih menerimanya dia akan bertobat dan tidak akan pernah melakukan kejahatan seperti itu.
Mereka segera meninggalkan toko menuju rumah sakit Salma menghubungi Raisa untuk menanyakan posisinya ternyata Raisa dan kedua orang tuanya sedang menjenguk Naila yang sudah selesai melakukan operasi.
Saat mereka sampai di ruangan dimana Naila di rawat kedua orang tuanya sudah berada disana Lukman yang duduk di kursi roda hannya bisa menunduk malu sepanjang di sana.
Naila terlihat menangis meminta ampun kepada kedua orang tuanya dan juga kakaknya yang sedang di sana wajahnya terlihat penuh penyesalan atas sikapnya selama ini.
" Aku minta maaf kepada kalian semua atas sikap ku selama ini ternyata Tuhan begitu cepat memberikan teguran terhadap ku,terutama kepada kamu kakak aku minta maaf hu...hu...aku memang wanita yang tidak pantas mendapat kata maaf dari kalian." Ucapnya sambil terus sesenggukan.
Naila menarik tangan Raisa lalu menatapnya dengan tatapan penuh belas kasihan wajahnya yang pucat.
"Aku tau kak,aku tidak pantas untuk di maafkan tapi sebelum aku pamit kepada kalian semua aku ingin Kaka memaafkan aku dan aku mohon kembalilah kepada suami mu kak." Ucapnya kembali.
Raisa tidak bergeming sama sekali mendengar ucapan Adiknya luka yang ada di hatinya benar-benar tidak bisa di obatinya secepat mungkin.
"Aku akan menjadi TKW setelah aku pulih,aku akan menebus semua dosa-dosa ku di luar negri aku harap kalian semua memaafkan semua kesalahan ku terlebih kepada kaka Raisa dan kedua orang tuaku begitu juga dengan Tante Salma." Ucapnya sekali lagi sambil menyeka air mata yang membasahi wajahnya.
__ADS_1
" Baguslah kamu memang harus belajar ibu dan bapak mendukung mu jika kamu ingin pergi menjadi TKW semoga suatu saat kakakmu masih mau menerima mu kembali." Ucap Deden dengan wajah datar.
Dia sama sekali tidak peduli dengan sikap Naila mungkin karena Naila sudah terlalu banyak dosa mereka.
Setelah mengucapkan kata-katanya Deden membawa suaminya kembali ke ruangannya melihat itu Naila kembali menangis tapi dia tidak bisa berkata-kata.
Setelah kedua orang tuanya keluar Salma juga menarik Raisa keluar dan Irwan mengikuti langkah mereka pergi meninggalkan Naila.
" Sayang bagaimana perasaan mu? apa kamu masih kecewa?" Tanya Mertuanya Raisa tersenyum kecil mendengar ucapan mertuanya.
"Tidak akan mudah bagiku untuk memaafkan mereka Bu,butuh waktu bagiku untuk menyembuhkan luka di hati ini."Jawab Raisa tiba-tiba dia memeluk ibu mertuanya dan meneteskan air matanya.
"Ibu mengerti sayang ibu tidak memaksamu,harapan ibu kepada mu bukalah kembali hatimu untuk Irwan ibu tidak mau kamu pergi dengan pria lain dan aku rasa Irwan juga sudah menyesali semua perbuatannya."Ucap Salma sambil menepuk pundak menantu yang sudah di anggapnya seperti anak sendiri.
"Raisa aku meminta maaf untuk semua kesalahan ku,aku akan berubah dan aku berjanji semua ini tidak akan terjadi lagi aku mohon maafkan aku." Ucapnya dengan wajah menunduk malu.
"Maafkan aku mas untuk saat ini aku belum bisa memaafkan semua perbuatan mu,berikan aku waktu untuk menyembuhkan luka yang kamu gores dalam hati ini." Jawab Raisa.Irwan menunduk semakin dalam lalu mengangguk dia menghargai keputusan istrinya itu dan dia sadar semua itu karena kesalahannya.
Inilah akhir dari kisah mereka dimana Raisa dan Irwan memutuskan untuk pisah rumah untuk beberapa waktu sampai Raisa benar-benar menerimanya kembali dan Salma sangat menghargai keputusan itu dan meminta Irwan tinggal bersamanya untuk waktu yang lama.
__ADS_1
๐บ๐บ๐บ Tamat๐บ๐บ๐บ
Terima kasih untuk semua reader yang sudah mengikuti kisah ini semoga kalian semua bahagia. I love semuanya.