Adikku Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku

Adikku Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku
Bab 50 ~ Kalian orang tua yang jahat ~


__ADS_3

Deden juga ikut duduk di sopa membelakangi pintu kamar Raisa hingga mereka tidak sadar kalau Raisa sudah berdiri di belakang mereka.


"Itu semua gara-gara bapak,andai saja bapak tidak memberikan ijin Irwan untuk menikahi Naila kita tidak akan seperti ini,Naila itu bukan manusia pak,kalau dia manusia tidak akan mungkin dia tega merampas kebahagian kakaknya sendiri,sekarang kita juga imbasnya." Ucap Deden dengan wajah datar.


"Apa maksud ucapan kalian,jadi selama ini kalian sudah menikahkan Naila di belakang ku? aku tidak bisa percaya ini tega sekali kalian melakukan ini kepada ku,orang tua macam apa yang menikahkan anaknya kepada satu orang dimana hati nurani kalian sebagai orang tua,kalian jahat pergi dari rumah ini aku tidak ingin melihat kalian lagi." Ucap Raisa lalu dia kembali ke kamarnya dan mengunci pintu dari dalam.


Deden berlari mengejar Raisa tapi sayang belum sampai di pintu kamar Raisa,dia sudah tidak bisa masuk lagi karena Raisa mengunci dari dalam.


"Raisa maafkan ibu nak,ibu terpaksa melakukan ini..Aku mohon ampuni semua kesalahan ibu,,kalau dengan bersujud di kakimu kamu baru mau memaafkan ibu aku akan melakukannya...Aku mohon maafkan ibu..Semua ini terpaksa ibu lakukan..." Deden menangis dari luar dan untungnya Raisa bisa mendengar tangisan ibunya.


"Pergi... Dari rumah ku..Kalau kalian sayang kepada ku tidak mungkin kalian tega menikahkan Naila dengan mas Irwan disaat keadaan ku sedang hamil jahaaaaattt...Sekali keluarga ku Ada dosa apa aku sama kalian hingga kalian tega melakukan ini semua kepada ku...Hu...Hu...Hu...Aku tidak menyangka kalian tega seperti ini kepada ku."Ucap Raisa sambil menagis sesenggukan menyesali takdirnya yang begitu kejam kepadanya.


Deden terus menangis di depan pintu kamar Raisa,apa yang di katakan oleh Raisa semuanya benar mereka memang orang tua yang sangat jahat,hannya karena ancaman Naila kemarin mereka dengan gelap mata menikahkan Irwan dengan Naila.


Semua ini sebenarnya bukan hannya kesalahannya karena dari awal dia tidak pernah menyetujui pernikahan Naila dan Irwan tapi Lukman suaminya membiarkan dan menyetujuinya.


Deden beranjak dari tempat duduknya lalu kembali ke ruang tamu dan menghampiri suaminya yang sedang duduk sopa seakan tidak peduli dengan perasan Raisa.


"Puas kamu pak....Puas...Kamu sudah puas sekarang,ini semua gara-gara kamu...Coba Katakan kepada ibu bagaimana kamu menyelesaikan ini kamu terlalu membela Naila lihat bagaimana sikap anak itu setelah mereka menikah kita malah dibuang." Deden membentak suaminya karena dia sudah tidak tahan lagi melihat sikap suaminya yang seakan acuh dengan masalah itu.


"Terus aku harus ngomong apa...Aku menyetujuinya karena aku takut dia nekat bunuh diri aku tidak tau kalau akhirhya semuanya serumit ini." Jawab Lukman.Dia pergi ke belakang karena dia pusing dengan keributan istrinya.

__ADS_1


Lukman ke belakang untuk melihat makanan,dari pagi mereka tidak makan sama sekali,karena uang simpanan mereka sudah benar-benar habis sementara Irwan dan Naila tidak pernah mau mengangkat panggilan dari mereka.


Deden ikutan makan di dapur,untungnya di meja makan masih ada sisa makanan tadi siang jadi mereka tidak perlu memasak lagi.


"Pak habis ini kita ke rumah Naila,kita harus mengingatkan dia,tidak peduli dia mau bunuh dirinya kek mau kemana kek ibu tidak peduli, sedih sekali rasanya saat Raisa begitu marah sama kita sementara dia enak-enakan di rumah." Ucap Deden dengan wajah emosi.


"Ya...Kita harus meminta uang kepada Irwan, mereka berdua seakan melupakan kita bahkan panggilan kita saja selalu di abaikan mereka." Ucap Lukman juga.


Setelah selesai makan dan membereskan meja makan,mereka berdua beranjak dari tempat duduk lalu pergi dari dapur, di ruang tamu Rara sedang menggendong Amora yang cengeng dari tadi pagi.


"Nak dimana Raisa?" Tanya Deden menghampiri Rara yang berdiri sambil mengayunkan Amora.


"Dia sedang istrahat tante..."


"Tidak tante dia cukup baik."


"Tolong jaga anakku dengan baik ya. Dan juga cucuku yang malang ini,katakan kepada Raisa aku minta maaf atas kesalahan yang kami lakukan." Ucap Deden dengan mata yang mulai memerah menahan air mata.


Rara sadar kalau wanita itu sangat terluka terlihat dari wajahnya yang sedih dan bahkan matanya terlihat berkaca-kaca,Rara hannya bisa mengangguk dan mengantar mereka sampai ke pintu.


Setelah kedua orang tuanya pergi dari rumahnya Raisa keluar dari dalam kamar,tadi dia sengaja menyuruh Rara berbohong kalau ibunya menanyakan keadaanya.

__ADS_1


Raisa duduk di sopa merenungi nasibnya yang sangat buruk,kedua orang tuanya ternyata tidak kalah jahat dari Naila,dari awal dia memang sudah curiga tapi dia mencoba untuk tidak berpikiran buruk tentang kedua orang tuanya.


Sementara itu Deden dan Lukman,baru saja sampai di rumah yang di tempati putri keduanya,ini yang kedua kalinya mereka mengunjungi Naila ke rumahnya dan mereka juga tau kalau Naila sedang hamil.


Naila membuka pintu setelah beberapa kali mereka mengetuk pintu,melihat ibunya yang datang Naila memasang wajah masam,tanpa mempersilahkan masuk dia langsung meninggalkan ibu dan bapaknya yang masih berdiri di depan pintu.


"Naila kenapa kamu tidak mengangkat panggilan telepon dari kami? kamu sengaja ya?" Tanya Deden langsung tanpa basa-basi sedikit pun Deden tidak ada rasa simpatik atau sayang lagi kepada anak keduanya yang begitu angkuh setelah menikah dengan Irwan.


"Memangnya ada apa? kalian mau meminta uang dari mas Irwan,kalian masih muda apa kalian tidak bisa kerja? kalian tidak malu selalu meminta-minta kepada suami ku,aku yang malu memiliki orang tua mental pengemis seperti ini." Ucap Naila jutek.


Deden bagai di sambar petir mendengar ucapan Naila,dia tidak menyangka kalau Naila akan setega itu menuduh mereka sebagai pengemis.Begitu juga dengan Lukman,harga dirinya sebagai seorang lelaki seperti di injak-injak Naila.


"Naila....Kamu keterlaluan sekali hannya karena aku memberikan kamu muka selama ini kamu menjadi tidak ada etika seperti itu terhadap orang tua mu dasar binatang kamu," Maki Lukman wajahnya memerah menahan amarah dihatinya.


Lukman memegangi jantungnya yang tiba-tiba berdebar begitu cepat,keringat dingin tiba-tiba bercucuran di keningnya dan wajahnya tiba-tiba pucat dan kedua kakinya gemetaran tidak tahan lagi menahan beban tubuhnya.


"Bapak ada apa dengan mu,kenapa kamu tiba-tiba pucat." Deden membawa suaminya ke sopa lalu dia berlari ke belakang dan mengambil air minum lalu dia berikan kepada suaminya.Naila sama sekali tidak peduli dia malah pergi meninggalkan kedua orang tuanya di ruang tamu sementara itu ibunya sangat panik melihat suaminya yang semakin pucat.


"Naila tolong bapak Naila,bapak sedang sakit kamu jangan acuh kepada bapak." Deden berteriak memanggil Naila yang sama sekali tidak peduli dengan mereka.


Deden bingung,karena tidak tau harus kemana,akhirhya dia ke apotik yang tidak jauh dari rumah itu lalu membelikan obat jantung,untung dia masih ada uang lima puluh ribu lagi hingga dia bisa membeli obat untuk suaminya.

__ADS_1


🌺🌺🌺Bersambung 🌺🌺🌺


__ADS_2