Adikku Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku

Adikku Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku
Bab 12 ~ Kebahagian yang penuh dusta ~


__ADS_3

Raisa keluar dari rumahnya hari ini rencananya dia ingin memeriksa kehamilannya,karena sudah hampir tiga bulan ini dia tidak pernah melakukan pemeriksaan.


Saat dia ingin menaiki mobilnya tiba-tiba mobil suaminya sampai di depan rumah,Raisa cukup senang akhirnya dia bisa ke rumah sakit di antar oleh suaminya.


"Mas syukurlah kamu pulang_


"Memangnya kenapa?


"Mas temani aku ke rumah sakit aku ingin periksa kandungan."


"Maaf sayang aku tidak bisa kamu sendiri saja ya,soalnya hari ini sampai tiga hari ke depan aku dinas luar kota,kamu harus bisa maklum sayang." Ucap Irwan.


Raisa menelan saliva ya tiba-tiba moodnya kembali memburuk,entah kenapa perasaanya tiba-tiba tidak enak dan merasa gelisah.


"Kok tiba-tiba mas?


"Iya karena barusan atasan menghubungiku,kalau kamu mau pergi silahkan pergi saja sayang,aku beres-beres dulu." Ucap Irwan lalu dia pergi begitu saja dari hadapan Raisa.


Raisa yang sudah badmood akhirnya kembali masuk ke dalam rumah lalu menghampiri suaminya yang sedang beres-beres di kamarnya.


"Mas apa aku tidak bisa ikut,rasanya tidak ada alasan apa pun untukmu untuk tidak membawaku,kemana pun kamu dinas mas aku masih bisa ikut naik pesawat juga aku masih bisa."Ucap Raisa yang berdiri di depan pintu sambil memandangi suaminya yang sedang sibuk.


"Raisa kamu jangan memancing keributan,kamu ini kenapa sih masak aku ingin dinas di luar kota kamu melarang ku!!"


"Berikan aku nomor atasan mu mas aku ingin bertanya kenapa aku tidak bisa ikut denganmu,aku masih bisa naik pesawat dan juga naik mobil kalau memang perjalanan dinasnya jauh aku bisa mas." Seketika Irwan menghentikan kesibukannya lalu membalikan tubuhnya dan menatap Raisa dengan tatapan yang sangat menakutkan.


"Kamu ini kenapa Raisa,kamu tau pria seperti apa suami mu ini kan,aku tidak suka dikekang dan aku juga tidak suka dicurigai,kamu kenapa curiga lagi....." Irwan membentak Raisa bahkan menendang meja kecil yang ada di hadapannya.


Raisa sangat ketakutan dia bahkan langsung duduk dan memegangi perutnya yang sedikit memulas.Dia tau betul sikap suaminya jika dia gampang emosi dengan sesuatu itu artinya dia menutupi suatu kebohongan.

__ADS_1


Irwan segera berlalu dari dalam kamar sambil menenteng tas nya yang berisi pakaian yang dia bawa,Raisa tidak berani lagi menghalangi suaminya dia hannya menangis sesenggukan didalam kamarnya.


Baru saja Raisa merasakan kebahagian saat Naila adiknya meninggalkan rumahnya,sekarang dia sudah merasakan sakit saat suaminya harus pergi juga.Mungkin karena kelelahan terus menangisi akhirnya Raisa tidur terlelap di dalam kamarnya.


Tidak terasa hari sudah sore,Raisa terbangun saat dia kaget dengan mimpi buruknya sore ini dan saat itu juga asisten rumah tangganya juga ternyata mengetuk pintu kamarnya.


"Masuk..."


"Bu...Orang tua itu sudah menunggu ibu di bawah."


"Ibuku...Hmmm kamu turun duluan aku akan segera menyusul."Ucapnya.Tidak ingin ibunya melihat dirinya habis menangis Raisa lalu pergi ke kamar mandi untuk cuci muka setelah itu dia turun ke lantai bawah disana dia sudah melihat ibunya yang duduk di ruang tamu mereka.


"Ibu...Ada apa ibu kemari? tumben tidak biasanya?" tanya Raisa dia duduk di samping ibunya.


"Tidak papa ibu hannya ingin menemani mu,kenapa kamu terlihat murung?"


"Tidak papa kok Bu,aku hannya kelelahan saja."Jawab Raisa sambil mengelus perutnya yang semakin hari semakin membesar.


"Raisa kamu kenapa diam mana suami mu,belum pulang kerja?"


"Tidak tau lah Bu." Jawab Raisa tanpa semangat membuat ibunya semakin bingung.


"Ibu akan menemani mu sampai Naila kembali kesini ya,ibu minta maaf atas sikap adikmu,ibu merasa aneh dengan sikap adikmu akhir-akhir ini entah apa yang terjadi hingga dia bisa berubah seperti itu." Ucap Deden dengan nada pelan.


"Memangnya kemana Naila Bu?"


"Ibu tidak tau yang jelas tadi pagi dia pergi dari rumah katanya dia mau ke Bandung menemui temannya,Raisa apa kamu memberikan dia uang banyak hingga dia bisa hidup royal seperti ini?" Tanya Deden.


Deg

__ADS_1


Mendengar ucapan ibunya tiba-tiba jantung Raisa berdebar hebat,entah kenapa dia merasa Naila dan suaminya sedang pergi berdua karena kenapa tiba-tiba keduanya pergi bersamaan.


"Raisa kamu kenapa sayang,kenapa wajahmu tiba-tiba pucat..."


"Tidak papa Bu aku pamit sebentar ya bu." Ucap Raisa lalu dia pergi meninggalkan rumah padahal hari sudah mulai malam.


Raisa pergi ke rumah teman,Irwan sahabatnya yang paling dekat dia ingin memastikan keberadaan suaminya itu.Raisa berdiri di depan pintu rumah Anto,dia ragu-ragu untuk mengeruk pintu karena dia takut jawaban pria itu akan membuatnya ketakutan.


Raisa berdamai dengan hatinya dia berusaha untuk menenangkan hatinya,agar Anto tidak curiga dengannya.


Tok....Tok...Tok


lama sekali dia berdiri di depan pintu rumah Anto dan pada akhirnya dia mengetuk pintu dan menunggu Anto keluar dari pintu rumahnya.


Anto juga seorang polisi yang sudah berpangkat perwira dia dan Irwan sama-sama berjuang dan akhirnya mereka berdua sama-sama sukses tapi saat ini Anto belum siap untuk menikah.


"Kenan...Apa yang kamu lakukan disini malam-malam? " Tanya Anto dengan wajah yang sangat kaget.


"Maaf kalau aku sudah mengganggu istirahatmu,bang aku mau bertanya hari ini mas Irwan kerja ya dan dia ada dinas kemana?"


Anto terlihat bingung dengan pertanyaan Kenan,karena hari ini Dimas sedang cuti dan dia tidak tahu dia kemana.


"Memangnya kamu tidak tau kalau Irwan,sedang cuti untuk seminggu ini,tapi aku tidak tau dia kemana?


"Cuti.... Cuti kata mu bang?" Tiba-tiba tubuh Raisa gemetaran hingga dia tiba-tiba hampir jatuh ke tanah seandainya Anto tidak menolongnya saat itu.


Anto membawa Raisa ke dalam rumahnya lalu membiarkan dia duduk diatas sopa,dia jelas-jelas melihat Raisa gemetaran dan bahkan wajahnya pucat.


"Raisa apa yang terjadi,kamu minum dulu air ini?" Anto memberikan segelas air putih dia jelas-jelas melihat tangan Raisa yang gemetaran dan itu artinya Raisa dan Irwan sedang ada masalah.

__ADS_1


Setelah menghabiskan segelas air putih entah kenapa tiba-tiba Raisa tidak sadarkan diri,Anto sangat panik dia segera membawa Raisa ke rumah sakit dia tidak ingin sesuatu terjadi kepada Raisa dan juga bayi yang ada di kandungannya.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2