
Irwan tidak berani komentar apa pun atas sikap kedua mertuanya yang mengutuk sikap Naila selama ini terhadap mereka.Dia memang sadar kalau Naila sangat jauh bedanya terhadap istrinya Raisa.
Sedangkan Raisa disaat orang taunya sakit keras dia tetap membantu mereka sekali pun rasa sakit di hatinya belum juga sembuh.
"Bu...Pak aku pamit dulu,aku mau menemui orang tua ku dulu agar Naila bisa segera di operasi,dan aku sudah katakan kepada Naila kalau dia sudah sembuh maka hubungan kami juga akan berakhir." Ucapnya sambil menatap Raisa yang tidak terpengaruh dengan kata-katanya.
"Bagus lah nak Irwan,bercerai darinya jauh lebih baik walau pada akhirnya kedua putriku mungkin tidak ada yang bisa menemani ku sampai tua nanti." Jawab Deden.Irwan tersenyum hambar mendengar ucapan mertuanya.
Sementara itu Naila di ruangannya sedang mengerang kesakitan,ini pertama kali dia merasakan sakit yang luar biasa di sekitar perutnya,dia sampai menangis menahan rasa sakit yang luar biasa hingga beberapa tenaga medis yang kebetulan lewat melihatnya,karena mendengar erangan dari kamarnya.
"Ibu....Bapak maafkan aku..Sakit.....Sakit....Ampuni dosaku kakak...Aku salah..." Naila terus mengerang wajahnya semakin pucat dan keringat dingin membasahi tubuhnya.
"Sabar Bu,kami akan memberikan obat untukmu,dimana keluarga mu kenapa sampai saat ini kamu belum juga di operasi." Ucap seorang dokter Naila hannya mengangguk akhirnya seorang perawat menyuntikkan obat untuk menghilangkan rasa nyeri di tubuhnya baru Naila merasa lebih baik.
Dokter dan perawat meninggalkan dirinya di ruangan itu,Naila terus menunggu kedatangan keluarganya baik itu Irwan kakaknya atau ibunya tapi sudah dari tadi pagi belom ada yang datang menjenguknya satu pun.
Disaat seperti ini Naila baru sadar ternyata berbuat baik kepada keluarga itu sangat perlu karena tidak selamanya posisi kita sehat seperti sedia kala.Sekarang dia menyesal atas semua sikapnya terhadap orang tuanya,dia sudah durhaka kepada kedua orang tuanya.
"Maafkan aku ibu,bapak...Aku memang pantas menerima hukuman ini aku sangat jahat,kejam dan tidak punya peri kemanusiaan kalian pantas menghukum ku." Ucapnya dalam hati dan tidak terasa air mata membasahi wajahnya mengingat semua kejahatannya terlebih kepada kakaknya.
Beberapa bulan yang lalu dia dengan kejamnya,merebut Abang iparnya hannya hannya karena dia sudah lama menaruh hati diam-diam kepada Irwan dan dia juga sangat iri kepada kakaknya yang mendapat suami yang memiliki pangkat tinggi dan juga mertua baik hati.
__ADS_1
Dia dengan sengaja menggoda Irwan bahkan memberikan kesuciannya terhadap Abang iparnya dia sadar kalau Raisa pasti merasakan sakit yang luar biasa.
Pada saat dia sedang merenungkan semua perbuatan buruknya,tiba-tiba pintu ruangannya terbuka dan ternyata Raisa datang menemuinya.Naila cukup kaget melihat kedatangan kakaknya saat itu dia langsung berusaha keras untuk bangun walau tubuhnya sangat lemah lalu turun dari atas ranjang dia membuka infus yang ada di tangannya.
Saat dia sampai di hadapan Raisa,dia segera berlutut di hadapan Raisa dan memohon ampun untuk semua kesalahannya yang dia sengaja terhadap kakaknya.
Raisa cukup kaget melihat Naila berlutut di hadapannya tapi dia tidak mau bergeming dia membiarkan Naila menangis sambil berlutut.
"Maafkan aku kakak, aku tau aku banyak salah aku sangat jahat,aku bahkan tidak pantas berdiri di hadapan mu untuk meminta maaf aku mohon sekali maafkan aku dan kembali lah kepada bang Irwan." Ucapnya sambil terus menangis.
Sekali pun mungkin Raisa memaafkannya untuk kembali kepada suaminya mungkin dia harus berfikir lagi karena dia sudah terlanjur sakit dan kecewa atas sikap Irwan selama ini.
"Aku pergi dulu Naila,semoga kamu cepat sembuh dan kamu bisa merenungkan semua kesalahan mu,Tuhan langsung menegur mu,ingat tidak ada di dunia ini perbuatan jahat yang tidak ada hukumannya hannya tinggal menunggu waktu yang tepat saja sama seperti kamu." Ucap Raisa lalu dia keluar dari ruangan itu.
Setelah keluar dari ruangan adiknya,Raisa pergi ke bagian administrasi lalu membayar semua biaya operasi Naila,beberapa Minggu ini dia menghabiskan cukup banyak uang untuk biaya rumah sakit orang tua dan adiknya.
Beruntung Naila memilki mertua yang sangat baik,dia memberikan kartu tanpa limit yang bisa di pakai Raisa kapan pun dia membutuhkannya.
setelah melunasi semua pembayarannya Raisa masih berdiri tidak jauh dari ruangan Naila dan benar saja para dokter dan perawat segera membawa Naila ke ruang operasi dan tidak ada satu pun dari mereka yang mau menemui Naila.
****
__ADS_1
Irwan baru saja sampai di toko ibunya,hari ini toko ibunya cukup ramai,para pelanggan banyak sekali belanja pakaian mungkin karena hari ini tanggal muda hingga banyak orang belanja pakaian.
Irwan lansung masuk menemui ibunya ke ruangannya yang ternyata dia sedang mewawancarai satu pegawai baru.Untung saja dia sampai di ruangan itu saat ibunya juga sudah selesai dan kariawan itu sudah keluar.
"Ada apa lagi kaku kemari?" Tanya Salma tanpa basa-basi dan wajannya cukup serius.
"Ibu aku minta maaf karena sudah membuat mu kecewa,Bu bisakah aku minta tolong Bu,sekali ini saja Bu kalau nanti aku mengecewakan ibu lagi ibu benar-benar membuang ku aku tidak masalah." Ucap Irwan.Salma menatap wajah putranya dalam-dalam dia tau kalau untuk saat ini Irwan sangat frustasi penampilannya sangat memprihatinkan, wajahnya yang tidak ada semangat dan rambut tipis tumbuh di sekitar wajahnya dan rambutnya sudah mulai memanjang,sesuatu yang tidak pernah terjadi selama ini.
Irwan biasanya sangat menjaga penampilannya,dia selalu tampan kemana pun, dia tidak pernah seperti sekarang ini hancur berantakan.
"Ada apa lagi,apa ini tentang istrimu yang kedua,kamu yang memilih hidupmu seperti sekarang dan yang ibu lihat kamu tidak bahagia sama sekali rasakan lah aku tidak bisa membantu apa pun untukmu." Ucap Salma acuh.
"Ibu...Aku sudah bercerai dengan Naila,aku mohon ibu nasihati Raisa agar mau kembali kepadaku,aku tidak mau cerai darinya,apa yang terjadi aku akan mempertahankan rumah tangga ku,dan yang aku liat seorang pria sedang mendekati dirinya."
"Bagus itu,dia masih muda dan juga cantik wajar saja seorang pria tertarik dengannya." Ucap Salma berusaha untuk memanasi hati Irwan.
"Ibu..."
" Berjuang lah sendirian,aku tidak bisa membantu mu lagi siapa yang tau isi hatimu yang busuk itu mungkin saja kamu bertahan dengannya karena ibu sudah memberikan semua warisan ibu untuknya." Jawab Salma membuat Irwan semakin tidak berani bicara lagi.
🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺
__ADS_1