
Naila tidak peduli sama sekali dengan ucapan mertuanya,dia hannya memikirkan bagaimana caranya agar Irwan segera menemuinya karena dia sudah tidak tahan dua hari tidak bertemu.
"Dimana Irwan Bu suruh dia keluar,apa pun alasannya tidak pantas seorang pria meninggalkan istrinya yang sedang hamil di rumah sendirian."
"Hahahaha....Apa....Tidak pantas kamu bilang pelakor jahanam,terus dulu di saat kamu menggoda Irwan agar terus menemani mu siang malam sementara Raisa sedang hamil anaknya apa itu pantas....Hah...Jangan panggil aku ibu aku tidak sudi memiliki menantu sampah murahan seperti mu,sebelum kamu bicara pikiran dulu apa yang harus kamu bicarakan." Ucap Salma dengan wajah penuh kemarahan.
Tidak sabar melihat mertuanya yang selalu memaki,Naila akhirnya memilih untuk memanggil sendiri suaminya dia ingin masuk ke dalam rumah tapi Salma langsung mencegatnya.
"Mas Irwan...Mas keluar kamu_
"Jangan coba-coba masuk ke dalam rumah ku,atau kamu akan saya laporkan atas tuduhan pencurian,memasuki rumah orang tanpa ijin." Ancam Salma hingga nyali Naila menciut akhirnya dia mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam rumahnya.
"Mas Irwan...Mas keluar kamu jangan sembunyi di rumah ini terus." Suara Naila menggelegar sampai ke dalam rumah hingga akhirnya Irwan yang mendengar suara keributan langsung turun dari lantai dua.
__ADS_1
Irwan menuruni anak tangga,dia cukup kaget melihat keberanian Naila datang menemui ibunya dan hal seperti ini yang membuat irwan semakin jijik dengan sikap Naila karena pada akhirnya nanti ibunya akan semakin membencinya.
"Untuk apa kamu kemari Naila apa kamu gila....Kamu memang sudah gila berani sekali kamu datang menemui ibuku!!"
"Itu karena kamu tidak pernah mau mengangkat ponselmu,kamu ini kenapa sih mas kalau sedang marah pasti panggilan ku selalu di alihkan, kamu itu bukan anak kecil lagi kenapa harus di alihkan kalau ada urusan penting seharusnya kau beri tahu aku,agar aku tidak khawatir." Ucap Naila dengan nada yang cukup tinggi seakan dia menunjukkan kemarahannya.
Salma tertawa kecil seakan merendahkan harga diri Naila yang memang dari awal sudah rendahan kalau dia bukan orang rendahan tidak mungkin dia mau merebut suami kakaknya sendiri.
"Hahaha....Seharusnya kamu harus tau diri menjadi yang kedua,sadar diri itu penting sudah yang kedua tapi tuntutannya melebihi istri pertama cuih....Entah apa yang dilihat Irwan dari wanita seperti mu." Ucapnya.
"Ibu bisa diam tidak...Kena_
"Diam kamu Naila,berani sekali kamu membentak ibuku,pergi kamu dari sini kamu makin dibiarin makin tidak tau diri berani kamu membentak ibuku hari ini juga kamu aku talak....Kamu bukan lagi istriku dan kamu segera pergi dari toko ibuku." Ucap Irwan.
__ADS_1
"Hahaha kamu lupa mas kalau aku sedang hamil kamu tidak bisa menceraikan aku sesuka hatimu,kamu mau lari dari tanggung jawab mu?"Naila mendesis antara kesal dan benci terhadap Irwan yang sudah berani menceraikan dia.
"Pergi dari toko ini,jangan ganggu pengunjung,bawa ****** ini keluar dari rumah ini sekarang!!!" Bentak Salma setelah itu dia juga meninggalkan keduanya di dalam toko.
Beberapa pasang mata pelanggan dan juga pelayan toko melihat keributan mereka,Irwan merasa malu lalu dia menarik tangan Naila untuk keluar dari dalam toko dan membawanya masuk ke dalam toko.
"Bisa tidak kamu biarkan aku hidup tenang kenapa kamu seperti lintah ingin lengket terus denganku,aku benar-benar muak sama kamu tau nga..." Ucapnya saat dia membawa Naila ke dalam mobil dia melotot ke arah Naila dan wajah Naila tidak menunjukkan sedikit rasa takut atau menyesal.
" Seribu kali pun kamu bilang aku menjijikkan mas aku ini tetap istrimu,kamu tidak bisa lepas dariku sampai kapan pun,dan aku minta cepat tanda tangani surat cerai dari Raisa agar kita bisa menikah resmi." Ucap Naila tanpa tau malu sedikit pun.
"Aaarrgggh......Maafkan aku istriku,ini mungkin balasan dari Tuhan karena telah mengkhianati mu akhirnya aku harus mendapat wanita busuk seperti ini." Irwan menutup mata wajahnya sambil memukul stang mobil sungguh menyesali semua yang sudah terjadi.
Naila tampak marah saat mendengar kata-kata Irwan,dia tidak terima saat bibir suaminya menyebut nama wanita lain di depannya.
__ADS_1
🌺🌺🌺bersambung 🌺🌺🌺