Adikku Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku

Adikku Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku
Bab 56 ~ Penderitaan ~


__ADS_3

Irwan hannya diam saat Raisa berbicara tentang rumah dan semua harta orang tuanya,inilah resiko yang harus dia terima saat dia berani melawan semua aturan yang sudah di buat ibunya dan sebelumnya juga ibunya sudah bilang kalau dia tidak akan memberikan harta sepeser pun kalau dia berani selingkuh dengan wanita lain.


"Mas...Kamu jangan hannya diam dong,kamu terlalu banyak mengalah kepada Raisa,makanya dia semena mena,kalau kamu tidak mendapat apa pun dari harta ibu mu terus apa gunanya kamu jadi anaknya?" Ucap Naila.Dia berdiri sambil melotot ke arah suaminya yang tidak berani berkutik.


Irwan menatap Naila dengan tatapan yang sulit di artikan,tidak sabar melihat sikap Naila dia langsung menarik tangan Irwan dan membawanya keluar dari rumah itu.


"Mas....Aku tidak mau keluar dari rumah ini,kamu harus bisa merebut rumah ini,bagaimana bisa kita hannya tinggal di rumah kumuh seperti rumah kita sementara Naila tinggal di rumah mewah aku tidak mau pergi." Naila menghempaskan tangan Irwan lalu kembali masuk ke dalam rumah dan pergi menaiki anak tangga menuju kamar suaminya.


Saat Naila sudah naik ke atas Raisa menahan Irwan di bawah,dia sangat kenal dengan sikap Naila yang selalu ingin menang sendiri dan menguasai semua harta orang tuanya.


" Kenapa sikap mu semakin lama semakin menjijikkan, apa kamu tidak bisa bersikap tegas kepada wanita itu,sampai kapan kalian harus menganggu hidupku kamu tau aku sangat jijik kepada mu dan kalian berdua memang mahluk yang sangat menjijikkan." Tanya Raisa yang berkacak pinggang di ruang tamu sambil menatap Irwan dengan tatapan sinis.


"Aaarngg ...Aku tidak tau kalian berdua membuat kepalaku hampir pecah yang satu ingin ini itu,yang satu lagi ingin begini...Aku juga pusing lama-lama kepalaku bisa pusing dan adikmu itu juga sangat membuatku frustasi." Ucap Irwan.


Irwan duduk di ruang tamu,saat ini kepalanya hampir pecah memikirkan semua masalahnya belum masalah kartunya,serta harta orang tuanya yang tidak bisa dia dapatkan lagi begitu juga masalah Raisa yang selalu memaksa untuk bercerai dan juga masalah Naila yang paling membuatnya pusing.


*****


Deden keluar dari rumah orang kaya yang ada di komplek perumahan yang tidak jauh dari rumahnya.Sejak Naila mengusir mereka dari rumahnya Deden kembali ke rumahnya dan mencari pekerjaan untuknya.


Hari ini dia sudah dua Minggu bekerja di rumah keluarga Baskoro,seorang pemilik toko yang cukup terkenal di kota ini.Deden terpaksa

__ADS_1


menjadi buruh cuci di rumah itu untuk melanjutkan hidupnya dan juga membiayai suaminya yang menderita sakit jantung akibat perbuatan Naila yang memaki mereka dengan kata-kata yang cukup pedas.


Hari ini setelah selesai melakukan semua pekerjaannya dia kembali ke rumahnya,sejak dia bekerja dia tidak berani lagi meninggalkan suaminya sendirian di rumah lama-lama.


Saat dia melewati warung tetangganya gerombolan ibu-ibu menatapnya dengan tatapan yang aneh sejak dia bekerja banyak tetangga yang kepo dengan mereka,karena sudah lama Deden dan suaminya tidak bekerja mereka hannya di rumah dan menunggu kiriman dari anaknya Raisa.


"Bu...Deden baru pulang kerja ya?" Tanya Imah,yang kebetulan sedang berkumpul dengan beberapa tetangga lainnya.Deden mengangguk sambil tersenyum kepada mereka semua.


"Iya Bu,baru pulang kerja,maaf ya aku harus pulang suamiku sedang sakit!!"


"Tunggu sebentar Bu,memangnya sudah kemana menantu mu yang kaya itu,bukannya menantu mu setiap bulan mengirim uang untuk biaya hidup kalian?"Tanya Imah semakin kepo.


" Tidak papa kok Bu,namanya manusia kadang kan bisa lupa aku hannya ingin kerja saja." Jawab Deden lalu pergi begitu saja dari sana dia tidak ingin semua tetangga semakin kepo dengannya.


Deden sangat panik dan ketakutan,dia tidak tau harus bagaimana saat ini,ingin menghubungi Raisa dia sangat ketakutan akhirnya dia pergi ke rumah tetangga yang memiliki mobil dan meminta tolong kepada mereka untuk di antar ke rumah sakit.


Untung saja tetangganya sangat baik mau menolong mereka,lalu mengantar Deden dan suaminya ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit Lukman lansung di bawa ke IGD lalu mulai diperiksa,Deden terus mendampingi suaminya keringat dingin bercucuran di wajahnya dia tidak memiliki kartu jaminan kesehatan dan dia juga tidak memiliki uang yang cukup banyak kalau suaminya sampai terkena penyakit serius.


Setelah suaminya selesai di periksa mereka membawanya ke ruangan untuk di rawat secara intensif dan mungkin harus di operasi karena dia memiliki penyakit yang cukup serius.Seorang dokter membawanya ke ruangannya untuk di tanyain masalah perawatan suaminya.

__ADS_1


"Selamat sore dengan ibu siapa saya bicara?" Tanya sang dokter dengan nada yang sangat lembut.


"Saya Deden Bu dokter." Jawab Deden senang nada gemetaran dia sangat takut untuk mendengar hasil pemeriksaan suaminya.


"Begini Bu Deden,berhubung bapak Lukman mengalami ke bocoran jantung kita harus segera melakukan tindakan operasi,kita tidak boleh membiarkan ini semakin lama karena bisa berakibat fatal kepada bapak Lukman."Tubuh Deden yang sudah gemetaran dari tadi akhirnya hampir jatuh pingsan.


"Be_berapa kira-kira biaya untuk operasi suami saya Bu?" Tanya Deden dengan nada yang gemetaran.


"Sekitaran dua puluh lima juta untuk kelas tiga ya Bu,tolong ibu segera selesaikan administrasi nya agar bapak Lukman segera di operasi." Ucap Dokter muda itu lalu segera menyuruh Deden keluar dari raungannya.


Deden keluar dari ruangan dokter menuju ruangan suaminya,sesampainya disana dia melihat suaminya yang berbaring lemah dengan tubuh yang semakin kurus membuatnya sangat ketakutan.


"Bapak kata dokter kamu harus segera operasi tapi kita tidak punya uang dua puluh lima juta,andai saja pa..Nak Irwan tidak menikah dengan Naila mungkin nasib kita tidak seburuk ini" Ucap Deden dengan air mata yang sudah tidak bisa di tahan lagi.


Deden menangis sesenggukan,mereka seakan mendapat karma atas apa yang mereka lakukan terhadap kedua anaknya dimana mereka menikahkan Naila disaat Raisa sedang hamil.


"Ini semua salah bapak,sekarang ibu juga menderita hannya karena kesalahan bapak,dan anak itu entah sampai kapan dia mendapat karma atas sikap jahatnya itu." Ucap Lukman dengan wajah lemahnya.


Awalnya dia mengira kalau dia memberi ijin Irwan untuk menikahi kedua putrinya nasib mereka semakin mulus nyatanya semakin buruk dan bahkan lebih buruk dari bayangannya.


"Bapak,aku akan menemui Raisa,aku akan meminta maaf kepadanya dan memberi tahu keadaan bapak kepadanya,kalau dia tetap marah dan tidak mau membantu kita,ya sudah yang penting aku akan mencoba dulu." Ucap Deden lalu dia meninggalkan suaminya.

__ADS_1


🌺🌺🌺bersambung 🌺🌺🌺


__ADS_2