Adikku Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku

Adikku Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku
Bab 24 ~ Aku bukan orang bodoh ~


__ADS_3

Raisa keluar dari dalam kamar lalu dia pergi ke taman belakang untuk menenangkan pikirannya,dia tidak mau lagi meladeni keinginan semua orang untuk berantem dengannya.


Raisa menatap bunga-bunga yang indah di taman yang sebelumnya dia sangat rajin untuk merawat semua bunga-bunga itu tapi sekarang sudah tidak seindah dulu karena sudah banyak rumput liar yang tumbuh di antara bunga-bunga indah itu.


Begitu juga kehidupan Raisa saat ini,pernikahan yang sudah dia jalani hampir setahun setengah ini tidak seindah dulu lagi karena hadirnya orang ketiga dalam pernikahan mereka,dan yang paling membuatnya sangat terpuruk adalah saat adiknya melakukan itu dengan sengaja dan bahkan sepertinya dari wajah Naila dia sangat menginginkan suaminya itu.


"Raisa dengarkan aku,kenapa kamu selalu menghindar dariku jangan bilang kalau kamu sedang berpikiran kalau aku sedang selingkuh dengan wanita lain."


Raisa menatap suaminya,pria yang sangat dia cintai selama ini dengan sepenuh hati,sekarang pria itu telah mengotori pernikahan mereka dengan menghadirkan wanita lain di hatinya.


Tidak ada alasan apa pun yang membenarkan adanya orang ketiga dalam pernikahan,dia menghancurkan pernikahan mereka dengan menghadirkan orang lain.


"Aku tidak menuduh mu seperti itu mas,kenapa kamu malah menuduh yang tidak-tidak?"


"Terus apa yang membuatmu seperti ini,jika kamu memang tidak curiga apa pun tentang ku?"


"Aku hannya ingin sendiri untuk saat ini tidak lebih dan kamu juga bebas melakukan apa pun yang membuatmu bahagia." Ucap Raisa.


"Satu hal yang perlu kamu tau mas,walaupun aku hannya lulusan SMA aku masih bisa membedakan kapan kamu berbohong dan kapan kamu jujur,dan saat ini aku juga tau kalau kamu sedang berbohong." Ucap Raisa dengan tatapan nanar.


Irwan menelan ludahnya,dia tidak tau harus bagaimana sekarang ini,dia sangat takut kalau sampai Raisa tau hubungannya dengan Naila,di dalam hatinya dia tidak pernah berpikir untuk cerai dengan istrinya.


"Kalau memang itu keinginan mu aku akan membiarkan kamu untuk menenangkan pikiranmu,entah sejak kapan kamu selalu curiga dengan ku,padahal aku selalu melakukan yang terbaik untuk mu,bahkan aku bekerja keras untukmu juga dan calon baby kita tapi pikiran mu seperti itu." Ucap Irwan dia ingin meninggakan Raisa di belakang.

__ADS_1


"Kamu yakin mas kalau kamu bekerja keras untuk ku dan juga calon baby kita,yang bahkan sampai saat ini kamu belum memberikan aku uang untuk membeli semua perlengkapan calon baby kita ini,sementara untuk orang lain kamu memberikan semua yang dia inginkan aku tau akan hal itu mas,tapi aku akan menunggu sampai kamu dan dia menerima karma dari perbuatan kalian berdua."


"Raisa....Kamu jangan menuduh sembarangan,semenjak kamu hamil pikiran mu memang sangat keterlaluan dan aku sangat muak akan hal itu." Ucap Irwan dengan penuh amarah lalu dia meninggalkan Raisa di taman belakang.


Sakit hati,kecewa tentu saja tapi Raisa tidak mau lagi frustasi hannya memikirkan itu karena efeknya mungkin bayinya akan ikut stres.


Irwan menaiki anak tangga,lalu masuk ke dalam kamarnya,lalu dia merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan perasaan yang sangat marah dan kesal.


"Keterlaluan kamu Raisa,apa salahnya aku bermain-main dengan adikmu,kamu seharusnya bersyukur memiliki suami sepertiku,semua kebutuhan mu terpenuhi dan aku juga memberikan cinta yang dalam untukmu " Ucapnya dalam hati.


Sore berganti dengan malam,hari ini Raisa makan sendiri di meja makan,ibunya sudah kembali tadi sore ke rumahnya karena sudah lama dia tidak memperhatikan suaminya dia takut suaminya tidak makan dengan teratur.


Naila keluar dari dalam kamarnya,tadinya dia juga ingin makan malam tapi saat melihat kakaknya di meja makan dia mengurungkan niatnya dan kembali ke kamarnya.Dia ingin makan kalau kakaknya sudah pergi dari dapur.


Setelah usai makan malam,Raisa keluar dari dapur lalu pergi ke kamarnya yang sudah pindah dari kamar utama.Hannya mereka bertiga yang tinggal di rumah itu karena Marni selalu pulang kalau sudah menjelang malam.Sementara Irwan sudah tertidur dari tadi sore mungkin dia pusing memikirkan istrinya yang sudah mulai menghindarinya bahkan tidak percaya lagi dengannya.


Malam sudah semakin larut,Raisa sudah tertidur sangat pulas di kamarnya sementara Naila belum tidur sama sekali karena dia ingin menunggu tengah malam untuk bisa pergi ke kamar Irwan.


Dia sangat senang saat kakaknya Raisa pindah dari kamar suaminya itu artinya dia bebas melakukan apa pun bersama Irwan kalau malam sudah larut seperti sekarang ini.


Naila membuka pintu kamarnya,lalu mengintip suasana di ruang tamu,melihat semaunya aman dia keluar dari kamarnya lalu pelan-pelan dia menaiki anak tangga menuju kamar pacarnya.Dia mulai membuka pintu kamar Irwan dia sangat senang karena Irwan tidur sendirian dia lansung masuk dan menutup pintu kamar dari dalam saat itu dia langsung memeluk tubuh Irwan lalu menciumi wajah Irwan hingga terbangun.


"Sayang akhirnya kamu datang,jangan emosi lagi sayang aku sangat mencintaimu." Ucap Irwan laku menarik tubuh Naila ke pelukannya untuk mereka tidur bersama.

__ADS_1


Irwan mengira kalau yang tidur di sampingnya adalah Raisa.Naila sangat marah karena Irwan tidak bisa membedakan dirinya dan juga istrinya tapi dia membiarkan Irwan terus memeluknya hingga timbul pikiran jahat di pikirannya.


Naila mulai mengelus area sensitif milik Irwan hingga dia bergidik bahkan sebagai pria normal walaupun dia sedang ngantuk berat area sensitifnya bisa bangun dengan sempurna hingga Naila dengan bebas membuka baju milik Irwan.


"Aku harus hamil mas,aku tidak akan melepaskan kamu lagi,pokoknya aku harus hamil." Ucap Naila dalam hati dia terus menggoyang tubun Irwan dengan semangat Irwan tidak bangun sama sekali tapi dia bisa merasakan kenikmatan yang biasa dia dapatkan dari Naila.


Mereka berdua sama-sama melepaskan kenikmatan,Naila bisa merasakan semburan kenikmatan di rahimnya dia tersenyum puas karena apa yang dia ingin kan dia dapatkan malam ini.


Naila tidur di samping Naila,mereka berdua tidur saling berpelukan,dengan tubuh polos tanpa di tutupi sehelai benang pun.


Keesokan paginya Raisa bangun pagi-pagi sekali, dia olah raga pagi disekitaran rumah,semenjak dia hamil dia selalu rutin untuk jalan-jalan di dalam rumah tapi beberapa Minggu ini dia tidak melakukan itu karena dia tidak bisa menguasai pikirannya.


Sementara itu Irwan membuka matanya saat seseorang menghubungi ponselnya dia,terbangun lalu dia membuka selimutnya dia sangat kaget saat melihat tubuhnya yang polos lalu dia langsung menoleh ke samping ternyata dia tidur bersama Naila dia mengira tadi malam semua itu hannya mimpi ternyata tidak.


"Naila apa yang kamu lakukan di kamar ini kamu memang selalu mencari masalah,kamu terlalu nekat kamu tidak tau kalau Raisa ada di rumah ini?" Irwan cukup kaget saat melihat Naila di sampingnya bahkan dia melompat dari ranjang saat dia menyadari hal itu.


"Raisa kan sudah menolak untuk tidur bersama mu itu artinya aku harus menemanimu." Ucap Naila tidak tau malu.Irwan mendesis,dia sangat marah tapi semuanya sudah terlanjur akhirnya dia memilih masuk ke dalam kamar mandi lalu membersihkan tubuhnya.


Naila juga keluar dari dalam kamar,dia menuruni anak tangga dengan santai tidak menjaga perasaan Raisa sama sekali dan untungnya Raisa tidak melihatnya keluar dari kamar suaminya.


Raisa di bantu oleh Marni menyiapkan sarapan pagi,hari ini dia cukup cantik karena dia merias wajahnya walau hannya tipis.Setelah sarapan tersaji di meja makan,Raisa duduk di bangku untuk melakukan makan malam.


Dari depan Raisa sudah melihat Naila keluar dari kamarnya dengan handuk menutupi kepalanya,Naila sudah semakin nekat memamerkan perselingkuhannya dengan suami kakaknya Naila sepertinya sengaja untuk membuat keributan di rumah itu.

__ADS_1


🌺🌺🌺bersambung 🌺🌺🌺


__ADS_2