Adikku Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku

Adikku Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku
Bab 39 ~ Jalani saja mas ~


__ADS_3

Irwan menelan saliva nya saat mendengar cerita ibunya,benar apa yang dikatakan oleh ibunya kalau dia melamar polisi agar bisa menjadi pelindung untuk ibunya yang selalu ingin di ganggu oleh papanya dulu.


Dia masih ingat bagaimana jahatnya papanya dulu ingin mengambil toko ibunya bahkan dia masih ingat saat papanya memukuli ibunya yang tidak mau keluar dari tokonya dan itu juga yang membuat dia bertekad untuk menjadi polisi agar papanya takut kepada mereka.


Seketika Irwan merasa sangat bersalah,karena telah menjadi bagian dari papanya yang mengkhianati ibunya dulu dia sangat membenci Istri muda papanya dan berjanji akan membunuh wanita itu dan sekarang dia malah mengikuti jejak papanya.


"Mas Irwan kenapa kamu diam,aku lihat dari tadi sejak kamu masuk kamu selalu diam dan wajahmu selalu pucat apa kamu sakit?" Tanya Raisa mengagetkan Irwan dari lamunan masa lalunya.


" A_ti_tidak aku tidak sakit hannya teringat saja dengan papa apa dia masih hidup atau sudah mati tiba-tiba aku merindukan dia,biar bagaimana pun dia itu papaku pria yang mengajariku dengan sabar menaiki sepeda sampai aku bisa,dia juga pria yang mengajariku naik sepeda motor sampai aku pintar."Ucap Irwan dengan gugup, dia berusaha mengalihkan pembicaraan mereka.


Salma tersentak mendengar ucapan putranya setelah sekian lama baru kali ini Irwan mengingat tentang papanya padahal dia ingat Irwan dulu sangat membenci papanya.


"Serius kamu merindukan papamu,tidak salah itu Irwan bukannya dulu kamu sangat benci kepada papa mu?" Tanya ibunya dia membelalakkan matanya seakan tidak percaya kata-kata Irwan.


"Sudah lah jangan dibahas lagi kapan aku bisa mengambil bayi cantik kami,aku ingin cepat membawa dia ke rumah kami,dan satu lagi aku sudah memesan baby sitter dari yayasan kasih bunda,semoga nanti Raisa cepat pulih." Ucap Irwan memberi tahu.


Seandainya Irwan tidak menghianatinya,mungkin dialah wanita yang paling bahagia di dunia,sekilas Irwan adalah pria yang sangat sempurna tapi di balik kesempurnaannya itu dia memiliki sikap buruk dan munafik.

__ADS_1


"Benarkah,baguslah mungkin dua hari lagi Raisa dan bayinya sudah bisa pulang,Raisa harus bisa bahagia dan kembali mengurus diri." Ucap Salma.Naila yang masih ada di ruangan itu sangat cemburu saat Irwan memberikan pelayanan terbaik untuk kakaknya hatinya sudah sangat panas menahan rasa cemburu yang luar biasa.


"Naila ini ada baju kotor milik Raisa,kamu antar ke bawah di sana ada orang yang menerima jasa mencuci pakaian kotor." Salma mengambil bungkusan kotor yang ada di kolong tempat tidur Raisa dan meletakkan persis di hadapan Naila.


Mau tidak mau Naila harus menjalaninya,dia harus menerima di jadikan babu untuk kakaknya karena dia malas kembali ke rumah orang tuanya tanpa Irwan sementara dirinya sangat mengingkan Irwan di sampingnya selalu.


"Baik Tante." Jawab Irwan lalu pergi dari ruangan itu menuju lantai bawah.Irwan menghela napas lega saat Naila sudah meninggalkan tempat itu,rasanya dadanya sangat sesak saat dia berada di ruangan yang sama dengan Raisa dan juga Naila.


Setelah hari itu Naila memaksa dirinya untuk menikahinya rasa cinta yang pernah ada di hatinya hilang begitu saja,bahkan dia memblokir nomor Naila dari ponselnya karena tidak ingin ada hubungan lagi di antara mereka, dia tidak menyangka kalau Naila begitu nekat menemui Raisa walau sejak awal tidak pernah ada lagi kecocokan di antara mereka.


Irwan juga sangat kecewa kepada kedua mertuanya yang telah memberikan restu kepada Naila,seandainya saja Naila mau semuanya di ganti dengan uang dia tidak akan begitu ketakutan dan selalu gelisah kalau kebetulan mereka bersama seperti sekarang ini.


Setelah selesai mandi Raisa kembali ke tempat tidurnya,tubuhnya terlihat kurus dan wajahnya pucat mata panda nya juga sangat hitam mungkin dia selalu begadang untuk memikirkan masalah rumah tangganya.


Setelah berbaring di atas tempat tidur di temani oleh Irwan mata Raisa keliling seakan mencari sesuatu Irwan mengerti akan hal itu.


"Kamu tidak usah mencari ibu,aku akan menjaga mu,ibu pulang untuk istrahat."Ucap Irwan membuat perasan Raisa kembali tidak enak apalagi sekarang Naila sedang bersama mereka.

__ADS_1


" Aku lebih nyaman di jaga oleh ibu,kamu saja yang pulang dan antar kembali ibu kemari kamu kan tau ibu disini tidak begadang dia bisa tidur dengan nyaman disini." Ucap Raisa dia takut nanti malam kejadian beberapa bulan yang lalu terjadi lagi.


Irwan menatap istrinya kalau bisa jujur dia sangat menyesal pernah jatuh ke tangan Naila yang licik dan kurang ajar,dia tidak tau bagaimana menyelesaikan masalah mereka kalau sampai Raisa tau atas perselingkuhannya dengan Naila dan bahkan dia sudah menikahinya secara siri.


Irwan beberapa kali menarik napas berat,dia tidak tau bagaimana menjalani hidup jika tidak bersama Raisa yang sudah menemaninya beberapa tahun ini.


" Mas ada apa kamu menarik napas berat sudah jalani saja, sepintar apa pun orang menutupi kebohongan pasti suatu saat akan ketahuan."Ucap Raisa dengan senyuman yang dipaksakan.


" Mas ambilkan aku buah,aku ingin makan buah." Ucap Raisa kesempatan menyuruh suaminya dia malas dengan keadaan mereka yang semakin hari semakin canggung.


Irwan mengambil buah dari kulkas lalu menyuapi Raisa sudah kenyang Raisa menolak untuk suapan terakhir karena dia juga sudah mulai mengantuk.


"Mas mau mau tidur." Ucap Raisa, Irwan ingin membantunya untuk merebahkan tubuhnya tapi Raisa menolak dia langsung tidur sendiri.


Pada saat dia hampir terlelap tiba-tiba dia mendengar pintu di dorong dari luar dan saat itu dia mendengar suara adiknya yang menanyakan tentang mertuanya.


" Mas ibumu dimana?"

__ADS_1


"Sedang ke bawah ada yang mau dibelinya." Jawab Irwan berbohong.Mendegar percakapan mereka Raisa memasang telinga dia ingin tau apa yang di bahas manusia-manusia munafik itu.


🌺🌺🌺Bersambung 🌺🌺🌺


__ADS_2