
Deden menatap suaminya dengan tatapan tidak suka,bagaimana bisa seorang bapak menerima anaknya di permainkan oleh seorang pria dia sangat tidak suka akan hal itu.
" Terus harus bagaimana lagi,Naila sudah cinta mati dan nak Irwan orang yang mampu dan dia mampu untuk membiayai walau dua istri kalau Raisa wanita soleha dia harus ikhlas suaminya menikah lagi dan itu tidak ada yang salah Bu..Dari pada mereka terus melakukan zina itu jauh lebih buruk kalau suatu saat semua ini memang harus terbongkar biar bapak yang bicara kepada Raisa."Ucap Lukman membuat Naila semakin besar kepala karena selalu mendapat pembelaan dari bapaknya sendiri.
"Sudahlah susah bicara sama bapak aku curiga kalau bapak juga punya istri lain diluar sana." Tuduh Deden membuat Lukman tertawa lepas.
"Hahahaha...Kamu ada-ada saja Bu,punya satu istri saja bapak tidak mampu apalagi kalau punya istri dua sekarang saja, untuk biaya sehari-hari saja kita harus dibiayai oleh nak Irwan." Ucap Lukman.
Deden tidak peduli dengan kata-kata suaminya dia pergi meninggalkan mereka bertiga menuju kamar Raisa,saat itu Raisa sedang duduk di atas ranjang sambil minum susu dan bayinya juga sedang dan sampingnya.
" Raisa apa kamu sudah makan?" Tanya Deden basa basi padahal dia tau sendiri kalau Raisa sudah makan dari tadi sore.
Raisa mengabaikan ucapan ibunya,dia malah tidur dan memeluk putri kecilnya yang sangat imut.Raisa membuat sendiri nama putrinya tanpa berunding dengan suaminya.
Baginya percuma saja dia bertanya kepada suaminya,karena dari sikap suaminya dia sudah tau suaminya tidak terlalu bahagia dah semua kata-kata dan sikap baiknya beberapa hari kemarin hannya menutupi semua kebohongannya.
"Bibi...Siapa tamu yang ada di luar?" Tanya Raisa disaat ibunya sudah keluar dari ruangannya mungkin ibunya merasa sakit hati saat Raisa mengabaikannya.
" Adik ibu dan orang tua ibu juga ada disana dan pak Irwan mereka sedang duduk di ruang tamu." Jawab Rara jujur dia tidak ingin menutupi apa pun dari Raisa.
__ADS_1
Malam semakin larut semua orang sudah tidur di kamar masing-masing,sebelumnya Raisa masih berpikir kalau Irwan akan datang ke kamar menemuinya dan juga Amora putrinya nyatanya sampai tengah malam pria yang katanya suaminya itu tidak datang sama sekali.
Tepat jam dua dini hari,Rara terbangun dari tidurnya saat mendengar Amora menangis kecil,Raisa tidak mendengar tangisnya Amora mungkin karena dia cukup lelah seharian ini mengurus Amora yang di bantu oleh Rara.
Setelah memberikan Amora susu,Rara keluar dari kamar menuju dapur karena air minum habis ruang tamu yang cukup gelap membuatnya sedikit gemetaran.
Saat dia berada di bawah tangga dia menoleh ke atas lampu kamar majikannya cukup terang membuatnya penasaran.Rara mengabaiakan itu dia langsung ke dapur dan mengambil air lalu minum setelah itu dia kembali melewati bawah tangga,dia cukup kaget mendengar seperti orang kesakitan.
Rara sudah mencoba untuk mengabaikan suara itu tapi dia takut entah sesuatu yang buruk terjadi di kamar majikannya hingga akhirhya dia nekat menaiki anak tangga sambil membawa stik billiar yang kebetulan tidak jauh darinya tadi.
Semakin dekat ke lantai atas dia mendengar suara yang mendesah bukan ketakutan membuatnya semakin penasaran akhirnya dia semakin nekat lalu dia berjalan menuju kamar majikannya.
Rara segera masuk ke dalam kamar dan tidur dia tidak menyangka kalau majikannya memiliki masalah yang cukup rumit dan dia sangat jijik melihat Naila.
"Perempuan sampah tega sekali dia menyakiti kakaknya, apa benar mereka itu keluarga sungguhan atau jangan-jangan ibu Raisa itu hannya orang lain yang kebetulan mereka rawat dari kecil kalau memang ibu Raisa itu darah daging mereka,masak iya orang tua tega menyakiti anak sendiri? aahh sudah lah bodoh amatlah aku juga pusing mikirin itu,aku kesini mau jadi baby sitter bukan untuk mengurusi urusan mereka." Ucapnya lalu dia kemabli tidur.
Keesokan harinya semua orang bangun pagi, Raisa dari pagi juga sudah bangun dan menyusui Amora yang meminta minum pagi-pagi sekali dia bersyukur karena bayi kecilnya itu tidak rewel sedikit pun.
Sementara itu Irwan ingin siap-siap berangkat ke kantor karena masa cutinya sudah selesai.Setelah selesai sarapan di layani oleh pelayan yang sudah datang dari pagi irwan langsung keluar dari rumah menuju mobilnya.
__ADS_1
Pada saat dia ingin masuk ke dalam mobil tiba-tiba Naila keluar dari belakang rumah dan membuka pintu mobil dan masuk kedalam mobil.
" Aku mau ke kantor kamu mau kemana?" Irwan berdiri di samping pintu mobilnya seraya menatap Naila yang cukup seksi pagi ini.
"Aku ikut mas,hari ini kita harus mencari rumah untuk tempat tinggal ku,aku tidak nyaman tinggal di rumah mu." Ucap Naila dengan tatapan menggoda ke arah Irwan.
Irwan lansung masuk ke dalam mobil,dia tidak menolak lagi permintaan Naila karena mertuanya juga sudah menasehatinya tadi malam.Mobil lansung keluar dari halaman rumahnya setelah pintu pagar terbuka lebar.
Irwan tidak menyadari kalau Raisa melihat semua kejadian pagi ini, dia berdiri di depan jendela.Dia hannya menghela napas berat dan tidak tau harus bagaimana lagi.
" Kasihan sekali nanti anakku,kalau aku bercerai dengan mas Irwan itu artinya anakku tidak akan merasakan kasih sayang papanya,biarlah semoga suatu saat Naila merasakan apa yang aku rasakan dia dengan sengaja menghancurkan rumah tangga ku itu artinya dia akan merasakan rasa sakit itu." Ucapnya dalam hati.
Raisa seakan sudah pasrah,dia sudah tidak menangis lagi karena dia sudah cukup lelah menangisi pria yang plin-plan selama ini.
Raisa keluar dari dalam kamar,sudah lama dia tidak mengelilinginya rumahnya rasanya dia cukup rindu akan semua rumahnya.Pada saat dia keluar dari dalam kamar matanya langsung tertuju dengan gambaran pernikahannya yang terpampang besar di ruang tamunya.
"Bibi....Turun kan gambar itu dari dinding, rasanya itu tidak cocok kalau berada disitu." Ucap Raisa Marni menatap aneh kepada majikannya tapi karena itu perintah akhirhya dia hannya bisa diam dan menurutinya saja.
Marni menurunkan gambar pernikahan majikannya walaupun dia bingung atas perintah majikannya dia hannya menurutinya saja lalu membuangnya ke gudang seperti perintah Raisa.Deden dan lukman yang baru saja pulang dari pasar memarahi Marni saat membawa bingkai poto itu ke gudang.
__ADS_1
🌺🌺🌺bersambung 🌺🌺🌺