Adikku Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku

Adikku Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku
bab 52 ~ Aku sangat menyesal ~


__ADS_3

Salma menoleh kepada Irwan saat dia mengucapkan kata-kata yang menurut Salma sangat menjijikkan.Menurutnya siapa pun layak menjadi anak kalau memang dia pantas menjadi anak sendiri dengan sikap yang baik dan sopan.


" Apa kamu bilang,tidak mungkin aku lebih mencintai Raisa dari pada kamu? percaya diri sekali kamu,kalau memang Raisa pantas memangnya ada yang salah,aku jauh lebih menghargai dia dari pada kamu yang tidak mau mendengar nasihat ibu,aku sangat kecewa dengan sikap mu yang sidang melukai hati ibu jadi pergi dari rumah ini sekali pun kamu disini sampai setahun ini keputusan ku tetap bulat aku tidak akan memberikan hartaku sepeser pun untuk anak penghianat seperti mu,enak sekali kamu membiayai wanita ****** itu dengan hartaku." Jawab Salma membuat Irwan benar-benar kehabisan akal.


"Ibu tidak tau saja kalau Raisa menginginkan hartamu,coba kalau ibu sakit aku yakin seratus persen dia tidak akan mau mengurus mu,ibu tidak tau saja kalau dia juga wanita licik dan kotor." Ucap Irwan saat ibunya hendak pergi meninggakan dirinya.


"Benarkah ibu mau lihat, aku tau Raisa itu bukan wanita seperti itu dia menantu yang tulus bukan seperti selingkuhan mu itu,kamu membuang berlian yang indah hannya demi batu kerikil jadi nikmati lah penderitaan mu,aku akan menunggu penyesalan mu itu kelak." Ucap Salma lalu pergi begitu saja dari hadapan anaknya.


Irwan menggaruk kepalanya yang tidak gatal,dia sangat frustasi atas sikap ibunya yang benar-benar mengacuhkannya saat ini.


Irwan kembali ke kamarnya setelah ibunya lagi-lagi menolak mengabulkan permintaannya saat ini dia sudah sangat bosan di rumah terus dia ingin ke klub nanti malam karena sudah lama tidak pernah mengunjungi tempat itu tapi dia mengurungkan niatnya karena dia sama sekali tidak punya uang pegangan lagi dan bahkan untuk membeli minyak untuk mobilnya saja pun dia sudah tidak ada lagi.


"Bodoh sekali memang diriku,seharusnya dari awal aku tau resiko apa yang harus aku terima jika aku berani melawan kata-kata ibuku."Ucapnya.Sekarang dia mulai menyesal karena selain ibunya yang sudah menjauh darinya Raisa juga sudah berani mengancamnya untuk cerai.


Karena begitu frustasi tidak bisa melakukan apa pun saat ini akhirnya dia terlelap dalam tidurnya hingga akhirnya dia mengorok dan saat itu ibunya melewati kamarnya saat itu.


Naila terbangun dari tidurnya saat dia mendengar suara mobil yang memasuki halaman rumah,dia segera bangun dari duduknya dan menunggu Raisa masuk.Raisa membawa banyak belanjaan di tangannya saat dia masuk ke dalam rumah dan saat dia sampai di ruang tamu dia sangat kaget melihat adiknya yang sudah duduk di ruang tamu dengan wajah masam.

__ADS_1


Dia sudah memakai wig mungkin dia malu dengan rambut nya yang sudah plontos.Raisa juga bingung saat melihat Naila padahal mereka sudah tidak ada urusan lagi untuk saat ini.


"Untuk apa lagi kamu datang ke rumah ini,kamu tau sekarang ini aku lebih baik melihat kotoran dari pada melihat wajah mu yang menjijikkan itu,pergi kamu dan jangan datang kerumah ini lagi,aku tidak menyambut mu di rumah ini." Ucap Raisa dengan wajah datar.


"Jangan terlalu percaya diri,aku tidak ingin datang ke rumah mu ini,aku hannya ingin tanya dimana mas Irwan apa kamu menggodanya lagi?"


"Hahaha....Kamu pikir aku ini wanita apaan yang mau menerima lelaki sampah murahan seperti itu,kamu pikir aku sudi menampung sisa dari wanita sampah seperti mu,cari saja sendiri jangan kamu datang ke rumah ini hannya untuk mencari pria murahan itu aku tidak sudi menerimanya di rumah ini." Ucap Raisa dengan kata-kata yang cukup kejam dan menyakitkan.


"Jangan banyak bacot,kamu juga mungkin sudah gatal makanya menggodanya lagi!! sekali lagi aku tanya dimana mas Irwan?"


"Dasar tolol jangan sampai aku marah dan menganiaya mu lagi kalau kamu tidak menjaga mulut busuk mu itu berbicara." Ucap Raisa membuat Naila ketakutan dan segera duduk dan tidak berani lagi beradu mulut dengan kakaknya.


"Aahh...Sekarang aku tau,dia pasti sedang di rumah ibunya,lebih baik aku pergi kesana tidak mungkin wanita itu berani kasar kepadaku karena ada cucunya di dalam tubuhku." Ucapnya lalu pergi dengan berjalan kaki meninggalkan rumah kakaknya.


Raisa tertawa puas dalam hati saat melihat adiknya tidak berani melawannya lagi,sesekali memang harus memberikan pelajaran kepada orang yang tidak tau diri.


Naila berjalan sampai ke ujung jalan sambil menunggu taksi pesanannya menuju rumah orang tua Irwan,karena hanya itu harapannya satu-satunya untuk saat ini.Dia kesal sekali saat Irwan yang lagi-lagi mengabaikan dirinya disaat genting seperti ini.

__ADS_1


Sesampainya di toko halaman mertuanya dia langsung turun setelah memberikan ongkosnya.Dia sebenarnya takut untuk bertemu dengan Salma ibu mertuanya karena dari awal hubungan mereka tidak ada bagusnya sampai hari ini juga.


Sesampainya di dalam toko beberapa pegawai menyambutnya mereka mengira kalau dirinya seorang pelanggan yang ingin belanja.


"Maaf aku tidak ingin belanja aku hannya ingin mencari mas Irwan apa dia datang kemari?" Tanya Naila tanpa ragu-ragu.Tentu saja para pegawai heran karena yang mereka tau Raisa.Mereka semakin heran saat melihat perut Naila yang sedikit membuncit.


Para pegawai saling memandang tapi mereka tidak tau apa-apa dan mereka juga tau kalau Irwan sudah tinggal bersama ibunya dari beberapa hari kemarin.


"Memangnya anda siapa,bukan kah istrinya pak Irwan itu ibu Raisa dan kamu siapa lagi?" tanya seorang pegawai berusaha kepo agar nanti ada bahan gosip untuk mereka di sela-sela kesibukan mereka.


"Aku tidak perlu menjawab aku siapa yang aku tanya apa mas Irwan ada disini?" Tanya Naila kembali dengan wajah masam.


"Maaf ada dia di kamarnya mungkin atau di ruang tamu lantai dua." jawab Seorang pegawai kembali dan saat itu ruangan bosnya terbuka mereka semua pergi meninggalkan tempat itu.


"Siapa ini?" Salma datang menghampiri Naila yang berdiri di ruang toko dengan wajah sedikit pucat mungkin dia ketakutan melihat kehadiran Salma.


"Besar juga nyali mu pelakor datang ke rumah ini,kenapa kamu sampai datang kerumah ini merendahkan harga diri mu,apa kamu sedang mencari Irwan,tenang saja dia sedang di rumah ini untuk memohon kepadaku tapi sayang aku tidak akan mengabulkan permintaanya." Ucap Salma dengan ekspresi merendahkan.

__ADS_1


🌺🌺🌺bersambung 🌺🌺🌺


__ADS_2