Adikku Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku

Adikku Orang Ketiga Di Rumah Tanggaku
Bab 46 ~ Pelajaran ~


__ADS_3

Irwan keluar dari kantor polisi lansung menuju jalan raya dan membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi.Salma mengikuti mereka dari belakang untuk beberapa saat dia masih bisa mengikuti mereka tapi semakin lama mobil itu semakin melaju cepat hingga Salma kehilangan jejak.


Salma tidak terlalu kesal,intinya dia sudah tau kalau wanita yang di samping anaknya itu adalah adik menantunya.


" Dugaan ku benar,Irwan selingkuh dengan perempuan ****** itu,aku tidak akan memaafkan kamu Irwan kamu lelaki jahat yang tidak punya perasaan,kamu menyakiti Raisa sama saja kamu menyakitiku." Ucapnya dalam hati.Salma pergi menuju bank terdekat lalu memblokir semua kata sandi ATM yang dia berikan kepada Irwan untuk tambahan kebutuhannya.


"Untung saja aku tidak membuatkan buku tabungan atas nama Irwan,apa yang kamu banggakan dengan gaji polisi mu yang tidak seberapa itu,aku mau lihat dulu bagaimana kamu nanti menemui ku." Ucapnya dalam hati.


Sementara itu Irwan dan Naila baru saja masuk ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan kandungan.Ternyata selama dua Minggu tidak kembali ke rumahnya dan tidak pernah melihat keadaan bayinya itu karena Naila sekarang sedang hamil muda dan dia begitu manja dan selalu meminta perhatian dari suaminya.


"Mas kamu pengennya jenis kelamin anak kita ini apa,pria atau perempuan?" Tanya Naila dengan manjanya.


"Hmm...Kalau aku sih laki-laki atau perempuan itu sama saja bagiku,intinya sehat sampai lahir kamu tidak boleh stres dan harus makan makanan bergizi."Ucap Irwan.Mereka menunggu di ruang tunggu karena pada saat itu begitu banyak antrian orang-orang hamil yang di temani suami masing-masing."


"Dengan pasien atas nama Naila.." Seorang perawat berdiri di depan pintu dan memanggil nama Naila.Irwan dan Naila segera beranjak dari tempat itu dan masuk ke ruangan periksa.Sepanjang pemeriksaan Naila sangat bahagia karena Irwan dengan sabar menunggunya di samping Naila dengan wajah di hiasi senyuman.


Naila begitu bangga akhirnya dia bisa memenangkan hati Abang iparnya dan memiliki seutuhnya.Dia bangga menjadi istri polisi,dan bahkan dengan percaya dirinya dia menjahit pakaian khusus untuk pakaiannya sebagai istri polisi.


Dia begitu bangga bisa merebut Irwan dari kakaknya dan memilikinya sepenuhnya,rasanya dia cukup bangga menjadi seorang wanita yang terpandang.


Saat mereka keluar dari ruang periksa mereka melakukan pembayaran ke bagian kasir,Irwan memberikan kartu pemberian ibunya karena dia sudah tidak punya uang lagi karena dia baru saja mengambil rumah untuk Naila.

__ADS_1


"Maaf pak apa anda punya kartu lain kartu ini tidak bisa dipakai?"


"Apa tidak bisa coba ulangi lagi mungkin kamu salah." Ucap Irwan dengan wajah yang sudah merah padam karena dia cukup malu dengan beberapa orang yang menatapnya.


"Aku sudah mencoba beberapa kali tetap tidak bisa." Jawab wanita itu.Irwan mengambil kartunya yang satu lagi itu tetap kartu pemberian ibunya dia memberikan kartu itu kepada wanita itu.


"Maaf pak ini juga tidak bisa dipakai tolong berikan kartu yang lain atau silahkan bayar cas." Ucap wanita itu dengan wajah yang mulai kesal karena dibelakang mereka sudah lumayan banyak yang mengantri.


"Pak berikan cas saja kalau tidak bisa pakai kartu,kami juga ingin cepat pulang." Ucap seorang wanita dari belakang dengan nada emosi membuat Irwan kesal dan marah dalam hati.


"Silahkan pakai ini." Sekarang dia memberikan kartunya sendiri setelah itu dia menarik tangan Naila dan pergi dari tempat itu karena sudah cukup malu karena beberapa kartunya bermasalah.


"Ada apa sih mas,kenapa bisa gagal semua,aku sampai malu tadi di depan orang-orang." Ucap Naila dengan wajah masam dia melepaskan tangannya dari gengaman Irwan.


"Tanya langsung mas,keterlaluan ibumu melakukan itu kalau dia memblokir semua kartu mu hannya karena kamu tidak kembali ke rumah mu." Jawab Naila.


"Ibuku sangat benci penghianatan,aku harus menemuinya sekarang juga untuk menanyakan masalah kartu ku,aku tidak bisa hidup kalau sampai ibu memblokir semua kartu ku berapa lah gaji ku,itu hannya cukup biaya hidup seminggu." Ucapnya.


Irwan mengantar Naila ke rumahnya setelah itu dia menemui Raisa dengan penuh percaya diri dan tebal muka.Dia mengira Raisa yang sangat mudah di bohongi makanya dia ingin menemui Raisa.


Irwan sampai di depan rumahnya,dia membunyikan klakson mobil,seorang wanita membuka gerbang untuknya.Irwan tidak peduli dengan wanita itu dia langsung membawa mobilnya masuk ke dalam halaman rumahnya yang cukup luas.

__ADS_1


"Maaf pak anda siapa?" Tanya wanita itu,dengan sopan.


"Aku pemilik rumah ini dan majikan mu itu istriku." Jawab Irwan dengan nada kesal.Wanita itu mengangguk lalu membawa Irwan masuk.Saat dia masuk ke dalam rumah dia cukup kaget melihat perubahan bentuk rumahnya,belum genap dia sebulan tidak mengunjungi rumahnya semuanya sudah ganti dan gambar pernikahan mereka sudah hilang dan bahkan gambarnya juga sudah tidak ada menghiasi dinding.


Irwan duduk di ruang tamu dan memandangi gambar imut putrinya yang ada di dinding,ada sedikit rasa bersalah di hatinya karena tidak pernah merawat putrinya sejak lahir dia sibuk dengan Naila dan kehamilan Naila.


Pada saat itu Rara datang dari arah dapur membawa sebotol susu untuk Amora yang baru saja bangun.


"Rara dimana Raisa?" Tanya Irwan dengan nada datar dia merasa tidak di hargai sama sekali dan bahkan Rara acuh dengannya.


"Dia sedang ke salon pak, mungkin sebentar lagi akan kembali." Jawab Rara acuh.Entah kenapa Rara ikutan kesal dengan pria yang ada di depannya,dia merasa Irwan bukan pria baik-baik bagaimana bisa dia selingkuh dengan wanita lain disaat istrinya baru saja melahirkan buah hati mereka dan sedihnya wanita itu adik dari istrinya.


Rara sengaja banyak memberikan nasihat dan semangat kepada Raisa agar lebih mencintai dirinya,bahkan sudah beberapa hari ini Raisa selai keluar untuk menyenangkan diri dan Rara sangat mendukung wanita itu dan menjaga Amora dengan baik.


Tidak lama kemudian mobil Raisa masuk ke halaman rumah,Irwan cukup kaget saat mobil paling mahal milik ibunya malah dia yang membawanya bahkan ibunya tidak pernah memberikan mobil itu kepadanya walau hannya sekedar meminjam.


"Bagus ternyata Raisa sudah mencuci otak ibu hingga dia memberikan mobil mewahnya kepada Raisa,ini tidak bisa dibiarkan."Ucapnya dalam hati.


Raisa keluar dari dalam mobil lalu masuk ke dalam rumah,hari ini dia belanja banyak pakaian untuknya bahkan penampilannya hari ini cukup cantik.


Saat Raisa baru saja masuk ke dalam rumah,Irwan hampir tidak kenal dengan Raisa karena kecantikan Raisa.

__ADS_1


Kulitnya semakin putih,bodynya sudah berubah seperti waktu dia masih gadis di tambah dia memakai bulu mata palsu yang cukup cantik untuknya.Irwan benar-benar terpana melihat kecantikan Raisa hari ini.


🌺🌺🌺 Bersambung 🌺🌺🌺


__ADS_2