
"Bangunlah karisma hidup jika tak ingin menjadi budak diri sendiri"
Syafira atau lebih dikenal dengan panggilan Shasa itu,Gadis dari keluarga sederhana yang merupakan anak Sulung dari enam bersaudara.
Jarak umur antara saudara-saudaranya tak jauh berbeda,ia hanya beda 2 tahun dengan sang adik, Anak kedua.
Umurnya Saat ini menginjak usia 15 tahun, Shasa lumayan pintar dalam hal Akademik dan hobby nya adalah Beladiri dan Menulis novel di aplikasi Wadppad.
Syasqia'ty anak kedua,yang memiliki hobby sama seperti Shasa namun tidak dengan menulis. Ia lebih senang mendengarkan musik. Karena baginya musik adalah dunia saat ia merasa penat.
Shasa mengambil Handphone nya di atas Meja dan membuka Aplikasi Wadppad nya. Ia tersenyum melihat hasil karyanya di Vote dan diberi komentar Positif. Ia hobby menulis sejak usianya 11 tahun. Bahkan ia pernah berbohong pada publik tentang usianya. Ia malah sengaja menambahkan usianya agar tak ada yang protes dengan novel novel dewasa nya.
Salah!
Ya itu memang salah
Bahkan ia pernah berpacaran dengan seorang Kopral Tua yang masih lajang berusia 30 tahunan yang belum laku laku untuk menikah. Shasa berpacaran di usia 12 tahunnya.
Walaupun muda,tetapi wajahnya sudah seperti Anak kelas 2 SMA. Dengan tinggi badan 160 cm.
Bongsor? Ya memang begitulah ...
Suara langkah kaki tergesa-gesah menghampirinya.
"Kak Bapak datang! Cepet taruh Hp nya! Nanti Bapak ngomel loh" Ucap Anak 13 tahunan itu
"Nani? Watashi Mou---!" Belum selesai ia mengucapkan kalimat dalam bahasa Jepang nya sang adik sudah berbicara
"Alah Embolah mending sekarang Kakak Pakai sauna terus lari lari"
Shasa tak menghiraukan,ia masih fokus membaca benda kotak yang ada digenggaman tangannya itu.
"Eh serah lah Kak!" Ucapnya kesal bercampur marah pada kakaknya yang malas itu
Derap langkah kaki berat itu,Shasa dengarkan ia sudah berfeeling akan ada yang masuk ke kamarnya.
'Ceklek' Pintu terbuka
Seseorang menggunakan pakaian PDL kebanggaannya .
Pria itu bergeleng kepala kesal.
"Ngapa gak Fisik? Hp terus Hp terus, Kowad itu Fisiknya bagus bagus gak kaya kamu Hp terus!"
Shasa terkejut dan terdiam. Ia meletakan Handphone nya kembali.
Shasa menunduk takut.
"Tuh lihat Adekmu! Udah main Skipping di depan. Kamu malah main Hp teros! Lemak numpuk loh! Lihat tuh lengan sebesar paha Bapak"
Shasa memegang lengannya sendiri,dan mengukurkan. Lengannya jauh lebih kecil dari Paha bapak nya.
"Lari sana!" Ucap nya mengerikan
"Iya Pak"
Shasa keluar dari kamarnya,ia bergegas mengambil saunanya.
Ini masih siang dan tentu saja panas menyengat. Tetapi lebih mudah untuk membakar lemak.
Setelah melakukan pemanasan Shasa mulai lari. Sudah sekitar 30 menit an ia merasa capek dan berhenti berlari.
Ia melewati Kantor Babinsa dan ada beberapa Taja ( Tamtama Remaja) yang sedang bertugas. Mereka dikirim kesini karena Desa ini sedang musim Kebakaran. Bukan musim sih,cuma mereka membakar sedikit dan akhirnya besar. Jadi banyak Aparat yang bertugas memadamkan Api.
"Adek" panggil salah satu dari mereka
__ADS_1
"Mau gak Larinya ditemenin?"
Shasa tak menoleh,ia trauma akan masa lalunya. Yang pacaran hingga akhirnya putus.
Shasa membenarkan topinya dan berlari lagi.
***
Shasa dan Qia memarkirkan motornya di tempat Parkir.
Tarung Derajat
Itulah tulisan yang ada di celana nya pakai.
Mereka berdua adalah salah satu Atlet yang ada di Satlat tersebut (Satlat: Satuan Latihan)
Shasa melepas jaketnya dan memasang sabuk biru dengan Strip 2 di ujung nya.
Shasa dan Qia bangga mengikuti Beladiri itu. Tarung Derajat adalah Beladiri asli Indonesia yang berasal dari daerah Bandung.
Sang Guru Besar, Ahmad Derajat lah penciptanya.
Shasa sangat menggemari anak Sang Guru. Yaitu Teh Darra Mentari Derajat.
Oh iya Shasa sudah ikut beladiri ini sejak berusia 10 tahun. Saat itu ialah yang paling muda.
"Kak semoga kita bisa ikut PON ya..
Amin. Aku mau cepet cepet jadi Kowad" ucap Qia
"Amin Ya Allah... masih lama kamu nya!"
"Gak sabar pengen ikut Tes nya Kak"
"Kak banyak Babang Baja tuh. Aku mau ngantungi satu ah"
(Baja: Bintara Remaja)
Shasa menendang pantat adiknya keras.
"Masih kecil tau!"
"Lah,Kakak dulu malah pacaran sama Kopral! Kopral Supar---" belum selesai berbicara ia sudah menutup mulut adiknya itu
"Gak perlu dilanjutkan! Udah kalau bisa bawa aja Baja nya!" Jawab Shasa kesal
"Yes! Yessssssssssss"
"Paling juga ditolak"
"Box Kang! Teh" ucap Shasa dan Qia
"Box Teh"
"Latihan gabungan ya Kang? Dari mana?" Tanya Shasa sopan
"Kami dari Satlat Den-Kav Teh" jawabnya sopan pula
"Oh gitu ya,kok sabuknya gak dipakai Kang? Kurata berapa?"
"Sabuknya ketinggalan Teh,saya Kurata 3"
"Udah tau mau Latgab malah ketinggalan"
__ADS_1
Batin Shasa mengomel
"Oh gitu ya,yang gak pake baju Latihan (yang punya) atau gak Bersabuk Push Up dulu 25 kali PerKurata!" Ucap nya tegas
Shasa bukan pelatih,tetapi ia juga Senior dan senior dapat menghukum Junior apa bila salah.
"Box" ucap mereka yang tidak menggunakan atau membawa
Sampai di pertengahan mereka menghitung Push Up Shasa bertanya.
"Capek gak Akang Akang?"
"Box Gak teh!" Ucap 70% dari mereka
"Box,gak kuat Teh" ucap 30% nya
"Tambah lagi 25 kali PerKurata!"
"Box!"
Qia tertawa ketika melihat pangeran yang ia idamkan sedang ber Push Up.
"Kenapa kamu ketawa ketawa Qia?"
"Ngak!" Jawabnya cepat
"Akang datang tu loh" ucap salah satu dari mereka
Akang yang dimaksud adalah Pelatih pemegang Satlat.
"Box!" Ucapnya
"BOX!!!"
"Udah buka Belum?" Tanya nya
"Box udah kang"
"Dengan siapa?"
"Kang Anom Kang" jawab Qia
"Oh,udah pemasanasan belum?"
"Udah Kang"
"Lari dulu 10 putaran!"
"Kang Perempuan Kang! Perempuan! Kasih Diskon ya!" Ucap Shasa sambil bercanda
"Emansipasi wanita! Wanita udah sama kaya Pria! Udah cepet lari mau saya Tambahkan?"
Seketika Shasa langsung berlari
"Box,gak usah Kang. Saya lari kok"
Qia menggeleng melihat Kakaknya yang konyol itu.
Shasa berlari sekencang-kencangnya ketika pelatih menyuruhnya Untuk Sprint.
'Bruk'
Shasa menambrak seseorang,saking berlari dengan kencang ia sampai menabrak orang.
"Maaf Kang" Ucap nya menyesal
__ADS_1
"Tidak apa apa Teh" jawab nya