
Jangan lupa vote
Revisi
'Bilang pada orangtuamu! Boleh tidak anaknya dijadikan Ibu Persit?'
"Cepet ulek cabenya Kak!" Ucap sang adik
"Jangan pedes pedes Kak" ucap Farel
"Eh ambil nanas di kulkas sana!" Perintah Qia pada Ariel
"Oke!"
"Mamak ulek cabe berapa?" Tanya Shasa pada sang Ibu
"Jangan pedes pedes lah. Kira kira kamu Aja Kak" ucap Ginka
Shasa mengulek Cabe di atas Cobek (ulekan,tumbukan,atau yang lainnya)
Shasa kesal melihat sang Bapak yang hanya duduk sarungan sambil berkipas kipas.
"Ih,Bapak gak ngantorkah?" Tanya perawan itu
"Kamu ya,Bapaknya di rumah gak seneng?"
"Noh Kak lihat,surat antaran Bapak segunung! Kalau di masukkan ke IG Tentara viral. Pasti Tenar" ucap Qia sambil menunjuk motor MegaPro yang penuh dengan karung surat surat
"Oh cop cop lah" ucap Shasa
"Eh gak usah Aneh aneh!" Marah Sardi
"Udah Pak,minum dulu nih" ucap Ginka sambil memberi suaminya Kopi panas
"Mamak masih bisa nembak gak?" Tanya Qia
Ginka menggeleng
"Udah lama banget,mungkin sudah lupa." Jawab Ginka
"Kok bisa lupa sih? Tiap malam aja di tembak sama Bapak!"
Shasa memasukan cabe ke mulut adiknya itu.
"Mulut mu!" Kesal Ginka pada anak nya yang paling cerewet
"Ya benerkan!"
"Sini dek Jambunya,Nanas,Timun,sama mangganya" pinta Shasa
Mereka berdelapan menikmati rujak asam ,manis,pedas yang bercampur menjadi satu itu.
Errzzhh. Author jadi ngiler.🤤🤤🤤😒
'Bremmm'
'Brezssss'
"Kok kaya mobil pejabat ya Kak?" Tunjuk Qia pada mobil mewah di depan nya
Shasa menggidikan bahunya
"Entah,gak ngurus" jawabnya cuek
"Kok berhenti di depan rumah kita sih?" Anehnya
"Mana mungkin,emang Bapakmu Jenderal?"
"Ih bener kok" tak terimanya
Ginka dan Syafei terkejut melihatnya. Dengan cepat Syafei masuk mengganti sarungnya dengan celana hitam panjang.
"Emang siapa yang lamaran?" Bisik Shasa pada Ginka
"Mamak mana tau lah" jawabnya
"Aku kira tadi Tentara Kak" ucap Qia
"Iya"
Ucapan mereka salah, setelah pria Baya itu keluar. Di Belakang nya di susul oleh Erzo.
"Aku gak yakin dengan Ucapan mu Dek!" Ucap Shasa
"Sama,Aku bakal tarik ucapanku Kak"
"Assalamualaikum Wr.B" ucap Riko dengan nada friendly
"Waalaikumsalam,Izin Komandan!" Hormat Sardi
"Udah gak perlu formal formal Pak. Kita kan besanan" ucap Riko sambil terkekeh
Shasa meminta penjelasan pada Erzo. Erzo hanya menunjukan deretan gigi gigi putihnya.
"Siap!"
"Eh Kamu Dek Ginka ya? Serda paling cantik" ucap Riko bercanda
__ADS_1
Ginka menggeleng
"Maaf,saya sudah mengundurkan diri" jawab Ginka
Riko mengangguk paham. Ginka mengundurkan diri agar bisa dinikahi Tamtama.
Syafei menyuruh Riko dan yang lain untuk masuk. Tentu dengan cara yang sopan
"Maaf kalau boleh tau ini ada apa ya Pak?" Tanya Ginka sopan
"Oh ini, tujuan kami kemari karena ingin melakukan pendekatan diri pada keluarga Bapak. Santai saja pak jangan Formal Formal." Ucap Riko menyampaikan niatnya dan mencairkan suasana
Shasa mencuri pandang pada Erzo yang duduk di samping Abinya.
Erzo mendapati Shasa yang mencuri pandang pada nya. Shasa menunduk malu.
Apa apaan ini? Mengapa Erzo merasa dirinya seperti abg yang baru puber?.
*
*
*
*
*
Beberapa hari semenjak Erzo datang membawa orang tuanya kerumah.
Membuat Shasa menjadi lebih pendiam. Ia diam karena merasa deg deg an dari biasa
Ck. Labil.
"Sha" panggil Mausy sambil tersenyum
Shasa melamun sambil menggigit pensil ditangan nya .
"Shasa!"
"Ah iya!" Kagetnya
"Pr fisika dari Bu Rini udah belum?" Tanya Mausy lembut
Shasa mengangguk
"Udah,kenapa?"
"Lihat dong! Punya ku sisa dua lagi"
Bohong nya padahal Mausy belum mengerjakan sama sekali.
"Cepet salin sebelum Bu Rini datang!" Perintah Shasa pada sang sahabat
"Oh iya Makasih ya Shasa . Kamu memang sahabat terbaikku"
Shasa tersenyum. Ia melanjutkan memahami buku pelajaran MTK nya.
"Ini dapatnya dari mana Sha?" Tanya nya
"%$%&&+^*(-%^*\=*&%. Paham gak?"
"Oh iya,Paham kok" Balasnya sambil tersenyum manis
"Kok kamu kurusan ya Sy?" Ucap Shasa sambil melihat cekung di mata Shasa
"Oh iya... aku diet akhir akhir ini" jawabnya sambil menyeka keringat di dahinya
"Diet? Buat apa?" Tanya Shasa heran
"Biar lebih sehat aja"
"Oh...tapi jangan di terusin ya. Kamu udah terlalu kurus" khawatirnya
"Iya Shasa"
"Nanti pulang bareng ya,Aku gak bawa motor"
"Oh maaf Sha,aku nanti langsung pergi. Maaf banget ya" ucapnya menyesal
"Iya,santai aja. Aku jalan aja deh"
______________________________________
Shasa terpaksa pulang berjalan kaki sejauh sekitar 7 km dari rumahnya.
Kuotanya habis,ia tidak bisa memesan ojek online.
"Mausy,Mana mobil jemputan kamu?" Tanya Shasa
"Mungkin Bentar lagi Sha"
Mereka di hampiri cowok berkacamata. Ia berhenti dengan ngos ngosan.
"Ada apa? Danu?" Tanya Shasa
"Sha,kamu di tungguin sama Tentara di depan gerbang!" Ucapnya sambil ngos ngosan
__ADS_1
Shasa berfikir sejenak.
"Oh iya. Makasih ya udah di kasih tau"
"Iya Sha. Cepetan!"
"Ayo Mausy"
"Iya Sha"
Sesampai mereka berdua di depan gerbang.
Pertama yang mereka lihat adalah punggung bidang pria berseragam loreng tersebut.
Di sampingnya ada motor Ninja Kawasaki 250 cc. Awalnya Shasa mengira itu adalah Erzo. Setelah di lihat dari motornya. Itu bukan motor Erzo. Karena motor Erzo adalah Satria F.
Tentara itu membalikan badan.
Erzo? Kok bisa?
Erzo maju ia menggandeng Shasa tanpa melirik Mausy.
"Ayo pulang Dek!" Ucapnya pelan dan lembut
Mausy cemburu...
"Ta...tapi Bang."
"Ayo pulang Dek"
"Mausy gak ada temannya Bang" ucap Shasa tak enak hati
"Nanti juga dijemput kok" ucap Erzo
"Kita pulang bertiga aja ya Bang" ajak Shasa
"Dek,motor nya hanya berkapasitas untuk 2 orang aja"
"Sha,kaya nya ajudan Papi gak jemput deh" ucap Mausy sedih
"Bang,kamu antar Mausy dulu aja" Ucap Shasa
"Dek! Abang masih banyak tugas! Tolong ngerti!"
"Kenapa Abang pake jemput Adek segala?"
"Abang berfirasat gak enak kalau Adek gak Abang jemput" ucap Erzo
Deg...
Apa itu? Mungkin hanya perasaan saja,tidak benar an.
"Gak apa Sha,kamu pulang aja. Aku bisa jalan kaki kok"
Shasa memandang Mausy tak enak. Tidak dengan Erzo .
"Makasih atas pengertian nya ya Mausy" Ucap Erzo tersenyum
"Iya Bang"
Erzo menyalakan motornya,Shasa naik setelah menggunakan helm.
"Kok beberapa hari gak ada kabar Bang?" Tanya Shasa pelan
"Maaf Dek,beberapa hari ini Abang sibuk. Tapi Abang gak ada selingkuh kok"
"Iya Bang,Adek tau. Tapi kamu harus jaga kesehatan ya. Jangan lupa makan! Istirahat yang cukup! Udah itu aja"
"Semoga letihku bisa membahagiakan mu Dek" gumam Erzo pelan
"Apa Bang? Gak kedengaran"
"Ngak Dek"
*
*
*
*
*
"Sudah sampai Tuan puteri ku..."
"Makasih ya Bang. Gara gara aku, Abang jadi kesusahan"
"Ngak kok Dek!"
"Hati hati ya Bang"
"Iya,sampaikan salamku untuk Ibu dan Bapak ya"
Ibu dan Ayah Shasa sedang bercakap cakap
"Ya keinginan Bapak punya besan pejabat udah keturutan ini" ucap Ginka sambil tersenyum
__ADS_1
"Gak apa apa Dek,yang penting mereka berdua sama sama serius. Cuma aku takut,Erzo gak bisa nunggu Shasa jadi Kowad"
Bersambung