
Jangan lupa vote ya Guys....
Shasa menyusun rapi berkas berkas yang akan ia bawa. Shasa melihat perut nya sudah tidak ada bekas luka. Ini juga menggunakan bantuan dokter kulit.
Hari ini ia akan mendaftarkan diri ke Ajen tentu pasti di temani sang Ayah Dn Kekasihnya.
Tubuh Shasa pun sudah tidak sekurus dulu. Sekarang tubuhnya berisi tinggi badan ny bertambah. Ingat ya Shasa tidak mengonsumsi susu atau apapun untuk meninggikan badan.
Wajar saja ia tinggi karena Ayah dan Ibunya pun tinggi tinggi. Dengan berat badan 60 kg dan tinggi 174 cm. Cukup ideal jadi bukan tipe GLPro (genjot langsung protol Kwkwkw) postur tubuh yang bagus untuk seorang Atlet.
Shasa merapikan Kemeja putihnya. Ketika ada bulu kucing yang menempel di celana hitamnya yang panjang Shasa segera menepuknya.
"Ini belum Tesnya kok! Semangat Sha kamu pasti lulus!" Ucap nya menyemangati dirinya sendiri
Kemudian Shasa kembali memasang sepatu hitamnya. Rambutnya yang sudah memanjang saat itu sudah kembali ia potong pendek.
Untung saja Erzo itu pria yang tinggi. Jadi Shasa tidak perlu malu jika berjalan dengan sang pacar.
Bukan apa,tetapi karena terlihat watidaw ketika yang perempuan lebih tinggi daripada laki laki.
"Sudah siap semua berkas berkasnya Kak?" Tanya Ginka
"Gak tau Mak,coba lihat dulu..." ucap anak itu pelan
Ginka mengambil berkas berkas yang diperlukan itu.
"Hmm...ada yang kurang Kak!"
"Apa Mak?" Tanyanya bingung
"Kamu pake jalur Atlet kok gak di bawa medali sama piagamnya?"
Shasa menepuk jidatnya lupa.
"Oh iya,ntar ku Ambil dulu."
Tak lama kemudian Shasa keluar dengan membawa 8 medali dan 8 piagam.
Ginka mengambil dan memasangkan di leher Shasa.
"Pake aja begitu Sha!"
Shasa melongo tak percaya
"Nanti aja Mak kalau udah sampai. Bawa kaya gini lewat jalan kaya orang mau pamer aja."
Ginka hanya tertawa ternyata anaknya ini tidak bodoh juga ya.
"Sana cepet udah ditunggui Bapak sama Erzo tuh di luar" ucap Ginka
"Mak Bapak sama Bang Erzo ikut gak apa apa kah?"
"Gak apa apalah,kan cuma nemeni kamu aja!"
"Iya tau,tapi kalau dibilang yang gak enggak gimana? Bapak sama Bang Erzo kan bukan orang Ajen"
"Udah Bismillah aja fokus doa biar tulus aja!"
"Iya Mak, doain lulus ya..." ucap Shasa sambil berpamitan mencium tangan ibunya
Qia datang menghampiri Shasa,ia mencium tangan Shasa.
__ADS_1
"Good luck Kak! Nanti kalau Kakak lulus duluan aku yang jadi tentaranya" ucap Qia
"Kok bisa?"
"Kan Kakak pendidikan 4 tahun aku cuma beberapa bulan aja Blwwwee. Aku Udah selesai pelantikan hehehe"
"Iya iya,doain Kakakmu lulus ya. Nanti pas Kakak di lantik kamu hadiri pake Kebaya kaya impian kamu. Siapa tau ada yang nyantol" Shasa memberikan keras di kata kata tersebut.
"Iya adalah Kak... tapi aku berharap kaya Kakak dengan Bang Erzo. Aku udah pacaran dengan Hang Redy"
Shasa melongo tak percaya,pagi buta buta begini diberikan kabar yang abstrak.
"Gak tau Kakak mau bilang seneng atau sedih,tapi yang penting kamu bahagia ya... ingat jangan macam macam,ciuman aja!"
"Ya Kakak ngelarang Adeknya tapi boleh ciuman ya sama aja!"
Shasa hanya tertawa ia memanggil adik adiknya untuk datang. Mereka bergilir untuk mencium tangan Kakak tertua mereka.
"Doain ya semoga lulus"
"Amin" ucap mereka kompak
"Cepet sana udah ditunggu tuh!"
"Iya iya"
Shasa keluar,disana sudah ada Erzo dan Bapaknya. Shasa melihat mobil yang berbeda dari biasanya.
"Mobil siapa itu Pak?" Tanya Shasa
Sang BapakĀ itu tertawa. Shasa sudah mengerti. Ini pasti mobil Dandimnya
Hari ini ada Dandim datang kah?.
"Iya Pak" jawab Erzo lembut.
Mereka bertiga masuk ke dalam mobil.
"Erzo Bapak tanya sekali lagi! Apa kamu bisa menerima anak saya apa adanya? Walaupun dia itu malas kerja rumah?" Tanya nya to the point
Erzo mengangguk tanpa ragu
"Saya siap menerima anak Bapak,apapun kondisinya."
"Bagus! Saya pegang janji kamu! Jika menyakiti anak saya jangan salah kan nanti ada Telegram Tentara Indonesia tentang Lettingan kamu dibunuh sama Tamtama seperti saya!" Ucap nya tenang namun terkena ke batin
"Bapak!" Ucap Shasa yang sedari tadi hanya diam saja
"Gak apa Sha,wajar orang tua mau yang terbaik untuk anaknya."
"Nanti Dandim Bapak nunggu di Bandara. Kalian berdua turun di Ajen ya. Erzo tolong awasi Shasa ya!"
"Siap Pak!"
Mobil berhenti Shasa berpamitan dan meminta doa restu ke orang tuanya.
Mobil sudah pergi. Erzo mengelus punggung Shasa.
"Udah jangan grogi gitu Dek,santai saya kamu sudah pasti lulus"
Shasa tersenyum
__ADS_1
"Tapi Bang,jika banyak anaknya Jendral atau petinggi lain bagaimana? Bagaiamana jika aku kalah dengan mereka?"
"Abang yakin Adek pasti lulus kok. Body nya Adik loh errrgghhj"
"Kenapa?"
"Montoqqq" Shasa langsung memukul Erzo dengan tas yang ia bawa.
"Ngomong lagi gitu! Tak copot sepatuku"
"Becanda kok Dek!" Wajah Erzo kembali menjadi Tegas.
Shasa jarang melihat Erzo seperti ini karena biasanya yang Shasa lihat Erzo itu periang baik,dan cerewet.
Tapi Shasa baru tau sisi Tentaranya Erzo. Begitu gagah dan wibawa.
Erzo berjalan sambil menggandeng tangan Shasa.
Erzo menggandeng tangan Shasa dan berjalan melewati wanita berpakaian hitam putih tersebut.
Ada dari mereka yang mengetahui dan iri. Shasa juga sedih karena Teman teman yang sepantaran dengannya sudah berada di Bandung, Di Pusdikkowad.
Shasa kaget saat Erzo membawanya masuk padahal belum ada satu dari mereka yang masuk.
Shasa melepas tangannya.
"Bang kita kan!"
"Ikutin saya" ucap Erzo tegas.
Sesampai di sebuah ruangan. Shasa tak melihat ruangan tersebut.
"Oh ini yang Atlet rekomendasi dari Kasdam ya?" Ucap pria paruh baya menggunakan seragam loreng kebanggaannya
"Ya itu anaknya Kasdam yang Letda. Tapi kulihat cewek itu pantas jadi Kowad. Sudah lah Atlet kan berprestasi. Ini sih tidak pake rekomendasi sudah pasti lulus."
"Ijin Pak!" Ucap Erzo sambil memberikan hormat
Sungguh mati, Shasa jadi bingung dengan semua ini kenapa Erzo tidak pergi ke tempat pendaftaran Administrasi dulu? Kenapa langsung masuk ke sini?.
"Ya, ini yah pesertanya?" Tanya pria itu
"Siap" jawab Erzo
Pria pria disampingnya pada berbisik.
"Ini anak nya Perwakilan Kodim kan? Kok bisa di rekomendasikan sama Kasdam?"
"Bang,mungkin mereka itu kekasih anaknya kali hihihi"
Percakapan mereka begitu pelan. Shasa juga melihat Kowad cantik yang sedang menulis nulis di kertas.
Bukan menulis sih mungkin mencatat sesuatu yang berbau pendaftaran.
"Kalau ditanya apa apa jawab Siap yah Dek!" Bisik Erzo pelan
"Siap" ucap Shasa yang masih agak kaku
"Nah gitu biasakan Dek"
"Siap"
__ADS_1
Bersambung