
'Saat saya berhenti peduli, itu saatnya kamu mulai khawatir'
Shasa dan Erzo terkejut melihat ramainya para Taja di depan rumahnya ini.
Ada acara apa? Kenapa Qia terlihat seperti maling yang terciduk?
"SHASA!" Geram sang Bapak
Shasa memandang heran pada para Prada Prada didepannya ini.
"Bapak Kamu tentara ya Dek?" Tanya Erzo
Shasa mengangguk
"Nama saya Syafira Bang" ucap nya pelan
Erzo berjalan sambil menggandeng tangan Shasa. Entah kenapa Shasa menjadi lupa akan segala hal.
"Cantik banget ya Anak perwakilan" Shasa dapat mendengar bisikan bisikan tersebut
"Dari mana kamu?" Tanya sang bapak garang
"Be...beli pulsa Pak!"
"Siapa Kamu? Kenapa tangan anak saya sampai kamu gandeng seperti itu?" Garang Sertu Sardi
"Izin saya Letda Fierzo Nanda Al-Habsyi dari kesatuan---" Ucap Erzo tegas
"Eh nak Erzo silahkan masuk,gak perlu panjang lebar udah malam dingin diluar. Ayo masuk... Mak buat kan kopi untuk Nak Erzo. Makasih ya sudah antar anak Bapak pulang dengan selamat" ucap Bapak nya yang tiba tiba menjadi baik
Sang Bapak memberi kode pada para Taja untuk ikut masuk. Toh sekarang anaknya sudah ketemu.
"Ada apa sih Qia kok ramai?" Bisik Shasa
"Orang buat nyari kita kak,selamat ada Erzo. Bapak gak jadi Marah"
Balasnya bisik
"Wih mantap Kakak bisa dapat Letnan... Gak nyangka" ucap Qia berbinar
"Dapat apaan? Orang gak sengaja ketemu. Lagi pula kamu itu pake ninggalin Kakak segala!"
Shasa menonyor kepala adiknya itu
Erzo duduk lantai.
"Duduk di atas Nak,jangan dibawah dingin" Larang
"Gak apa pak,Tentara kebal dingin kok hehehe" ucap Erzo sopan
"Oh iya, ini diminum dulu Nak" tawar Sardi
Shasa merasakan Atmosfer canggung
"Maaf pak,ada apa ya sampai banyak anggota kerahkan?" Tanya Erzo sopan
"Oh ini Nak,tadi Bapak minta tolong untuk ngangkat Kaporlap yang akan dikirim ke Kodim. Tadi juga ada barang berharga Bapak yang hilang" ucapnya Sopan
"Oh begitu Pak,Apa barangnya sudah ketemu? Kalau belum saya bisa bawa anggota saya untuk membantu Bapak"
"Oh tidak usah repot repot Nak,terima kasih sudah membawa pulang anak perempuan saya" ucap Sardi sambil tertawa
Erzo melirik Shasa. Shasa yang sedang memperhatikan Erzo pun menjadi malu.
"Seharusnya begitu Pak" ucapnya sopan
Kata Erzo melirik dinding
"Shasa Atlet ya Pak?"
"Oh iya,Empat anak saya Atlet semua"
"Wah hebat dong Pak..."
"Alhamdulillah lah Nak"
"Iya Pak,Dek hebat kamu juara 1 PON" ucap Erzo bangga
Shasa yang dipuji pun malu.
Erzo melirik jam tangannya.
__ADS_1
"Pak hari sudah semakin malam,saya izin pamit ya. Terima kasih ,Bapak dan Ibu sampai repot repot sama saya. Saya jadi gak enak" ucap Erzo pamit
"Oh iya Nak"
"Lain kali kesini ya Bang" ucap Qia
"Iya Dek, InsyaAllah" Balasnya
Tanpa diduga,Erzo mencium punggung tangan Orang tua Shasa.
"Loh!"
"Tidak apa apa Pak,kan calon mertua sendiri" jawab Erzo membuat Shasa salah tingkah
DEG
Perasaan apa ini?
"Bang Erzo mirip bule ya" ucap Qia
Erzo tersenyum
"Abi saya Tentara,Umi saya masih orang Arab . Keturunan Al-Habsyi dek" Balasnya sopan
"Kak! Kak! Idaman kakak nih bule bule" bisik Qia
Shasa mengangguk
*
*
*
*
*
Shasa terlihat lesu dengan novel didepannya.
"Ngapa kok merecung Sha?" Tanya sang ibu
"Eh eh dengerin ya Kak,Mak. 'Wanita yang menggunakan celana olahraga dan kaos hitam itu maju mendekati kekasih nya baru pulang tugas. "Pratu Irwan lihat itu kekasihmu datang!" Ujar Lettingan nya. "Iya Rika memang wanita idaman. Aku berjanji akan melamarnya ketika pulang tugas dengan selamat dan sekarang aku pulang dengan selamat" ucapnya dengan senyuman tak lepas dari bibirnya . Pria itu menghampiri wanita itu,di peluknya wanita itu dengan sayang. "Abang Adek rindu" tangis wanita itu "Abang juga rindu dengan Adik" wanita berambut pendek itu turun dari gendongan sang kekasih ,sang kekasih mengeluarkan bunga dan Cincin dari saku nya. "Abang Adek udah jadi Kowad!" Ucap wanita itu senang.. JDERRR bumi bagaikan terbelah,para manusia berlari panik kesana kemari. "Kau kau! Bilang apa Dek?" Lirihnya tak percaya . "Adek lulus Bang!" Ucapnya sekali lagi dengan nada tak yakin. Pria itu gontai jatuh di tanah. Ia memberikan kotak cincin itu pada wanita didepan nya "anggap saja ini kenang kenangan dariku" ucapnya ia pergi begitu saja dengan menyakitkan .... kasihan amat nasib Pratu Hadi nya ya ck"
"Ceritanya sedih Amat!"
"Mereka bisa nikah kok,kalau salah satunya ngundurkan diri!" Ucap sang Ibu
"Kok Mamak tau?"
"Mamak dulu seperti itu Nak, Bapakmu Tamtama dan Ibumu Bintara" ucapnya lirih
"Mamak dulu Kowad?" Tanya kedua anak gadisnya tak percaya
Sang ibu mengangguk
"Udah ya Mamak mau nyuci dulu"
"Sha ada temen mu datang!" Ucap sang Bapak
"Siapa?Mawar,Mausy kah?"Tanya Shasa
"Bukan! Yang semalam ngantarin kamu" jawab nya senang
"Cepet sana kak! Datang sana"
Dengan cepat Shasa mengganti baju nya dengan baju yang lebih bagus . Ia mengolesi bedak tipis di mukanya dan tint tipis
"Udah cantik belum?"Tanya nya pada Qia
"Udah,sana cepet!"
Shasa keluar,ia melihat ke empat adiknya berjejer rapi dihadapan Erzo. Erzo membacakan cerita militer dengan khidmat. Hingga akhirnya ia mengeluarkan uang seratusan ,empat lembar dari dompet nya.
Ia membagikan uang itu pada adik adiknya
"Bang! Jangan!" Teriaknya
"Gak apa Dek! Abang udah gajian kok"
Shasa merasa tak enak,sang adik pun mengucapkan terima kasih.
__ADS_1
"Husss husss sana pergi!" Ucap Qia pada adiknya
"Kak!"
"Udah ikut Kakak yuk,ke Kafe wi-fi an"
"Yeeeeee"
Mereka berlima pergi.
"Maaf ya bang,rumahku ribut."
Malunya
"Udah gak apa, malah bagus tau ribut. Lah Abang anak tunggal sepi"
"Oh hmm,mau minum apa bang?" Tanya nya
Duh bodoh sekali Shasa
"Udah deh,udah dibuatkan Ibu Teh ini" jawab nya
"Oh maaf gak lihat"
Canggung . 20 menit tak ada percakapan hingga akhirnya Erzo berbicara.
"Dek ada waktu gak?"
"Ada bang" jawabnya cepat
"Abang udah beli tiket Bioskop 2 nih. Nonton bareng ya" Ucap nya malu,pipi Erzo memerah
"Assalamualaikum ,Shasa..."
"Waalaikumsalam" jawab mereka berdua kompak
Erzo menggenggam tangan Shasa.
"Sha jalan yuk" ucap Mausy
"Bang,maaf aku mau menemani temanku pergi" ucap nya tak enak
"Loh Dek?"
"Mausy!" Mausy mengulurkan tangannya pada Erzo
Erzo membalasnya "Calon suami Shasa" ucap nya terang terangan
Shasa berfikir. Erzo ini punya malu tidak sih? Atau urat malunya susah diputus?
"Kalian mau pergi kah?" Tanya Mausy dan hanya Erzo yang mengangguk
"Iya kami mau ke Bioskop" jawab nya dingin
"Yaudah,kita pergi bareng Aja"jawab Mausy
"Maaf tiketnya hanya ada dua"
"Abang!"
"Saya bisa beli kok" jawab Mausy
"Ini tiket terakhir nya pada waktu ini. Jadi gak ada lagi" Ucap nya tegas.
"Oh ya udah,Sha aku pulang dulu ya!" Ucap Mausy kesal
"Ma...Mausyyy!" Shasa berniat mengejar Mausy tetapi Erzo menarik tangannya
"Jangan dek! Wanita jaman sekarang memang harus di kerasin biar ngerti"
"Tapi Bang!"
"Aku suka sama Kamu Dek!" Jujur Erzo membuat Shasa bagaikan tersambar petir
DEG
Bersambung
Gimana coba cerita nya?
Seru gak? Hehehe
__ADS_1