Akhir Cinta Yang bersandingkah ?

Akhir Cinta Yang bersandingkah ?
Mantannya Ajudanku


__ADS_3

'Saat itu dia memang Milikmu, tapi nanti dan seterusnya akulah yang mendampinginya'


"Bye!" Ucap Erzo sambil memberikan Kissbye


"Bye!"


Gadis itu masuk sambil tersenyum senyum sendiri.


"Ngapain senyum senyum terus Kak? Lah tadi merajuk!" Ucapnya


Ucapan Qia membuat sang Kakak menjadi heran.


"Eh...barusan ngomong apa?"


Qia menatap ke langit langit dinding rumahnya.


"Itu Kak,katak terbang!" Ucapnya antusias


"Kayanya bukanlah!"


"Iya,Kakak tuh salah denger! Periksa ke dokter THT sana!"


______________________________________


Erzo meletakan sepatu PDL nya di rak sepatu.


"Masak apa Jok?" Tanya Erzo pada salah satu Ajudan tampannya


"Siap, Masak Tongseng Kambing Ndan" jawabnya sopan


"Santai saja kalau disini Jok,kita kan masih ada hubungan Darah!. Dimana Kasino?" Tanya Erzo


"Iya Bang,cuma kaku aja. Situ Perwira sini Tamtama. Kasino lagi nyuci baju dibelakang" jawabnya dengan nada seperti keluarga


"Yeh siapa suruh masuk Tamtama?" Ucap nya balik


"Abisnya 2 kali Tes Akmil,2 Tes Bintara gagal. Sekali daftar Tamtama lulus"


"Yeh nasib mu Aja" bercanda Erzo


Joko melanjutkan masakannya. Ketika sudah matang ia menaruhnya di piring.


"Kasino!" Panggil Erzo


Kasino berlari dengan sikat baju ditangan kirinya sedangkan tangan kanannya membawa kaos loreng Erzo.


"Siap Ndan!"


"Udah taruh dulu! Kamu cuci tangan kita makan bareng bareng" ucap Erzo


Entah kenapa melihat orang orang yang berpangkat lebih rendah darinya membuat Erzo tak sanggup untuk bertindak selayaknya berpangkat tinggi.


Tapi memang sih pangkat Erzo tinggi.


Ia Danton,makanya Erzo memiliki 2 Ajudan.


"Siap!" Ucap Kasino


Erzo mengambil nasi dan lauk pauk. Dari depan Erzo melihat kedua Ajudannya memilih untuk makan di dapur.


"Eh siapa yang suruh kalian makan disana?! Kemari!" Tegas nya


"Siap" ucap Joko dan Kasino kompak


"Nah gitu, kalau di Mess kita santai aja. Kalau kata orang Jawa itu wes sante ae" ucap Erzo sambil meniru logat kekasihnya


"Siap!"


Mereka makan bersama di Mess.


Erzo jadi ingat kejadian tadi siang. Dimana ia menyuruh Shasa untuk mengitari lapangan Kodam 10 kali tetapi tidak sampai.


Erzo jadi sering ke Kodam deh,jika di pikir pikir.


Kenapa? Karena ia sering ke rumah kekasih nya Hahahay.


Erzo mengeluarkan Handphone nya.


"Bagaimana menurut kalian?"


Erzo memberikan Handphone nya pada Ajudannya.


Kasino seperti terkejut.


Deg...


Mantan nya.


"Cantik" ucap Joko


"Ca...cantik" ucapnya gugup

__ADS_1


Kenapa dunia ini begitu sempit? Hati Kasino sedikit ngilu melihat Erzo menciumnya. Wajahnya seperti ini memakan hal apa saja yang ada di depannya.


"Ada apa?" Tanya Erzo pada Kasino


"Siap,tidak ada apa apa Ndan" ucapnya hampir keselek daging Tongseng buatan Joko


"Kamu ini Jok,kalau masak dipotong lebih kecil dong!"


"Ah ah iya deh,tadi itu buru buru udah lapar!"


Itulah interaksi mereka melalui tatapan mata layaknya melakukan Telepati.


Kedua Ajudan nya melihat aneh Danton yang ada di depan matanya. Ya Erzo seperti tentara kesetanan karena mencium cium Handphone nya sendiri.


"Cepat cepatlah lulus Dek,cepat Jadi Kowad! Biar Abang bisa nanam benih dan menghasilkan Bibit bibit unggul penerus generasi bangsa yang terbaik!" Ucapnya sambil berkhayal


Untung Dantonnya kalau bukan,mungkin sudah dimasukkan ke Balong dengan para Ajudannya.


"Dek Fira,ternyata benar Ucapan mu. Kau ingin mencari yang lebih baik dari ku. Bahkan kau memacari Dantonku sendiri. Menyesal aku memutuskanmu" Ucapnya sedih dalam hati


Makan sudah selesai,Joko dan Kasino menyingkirkan piring piring kotor ke belakang.


"Pot,kenapa wajahmu sedih begitu?" Tanya Joko pada Lettingannya itu


"Iya,Ternyata yang tadi itu Adik Fira" ucap Kasino lemas


"Kau kenal dengannya?" Tanyanya dan kembali di angguki kepala dengan Kasino


"Adik Fira mantanku. Menyesal aku memilih cewek murahan dan meninggalkan nya"


"Sudahlah Pot,penyesalan selalu berada dibelakang. Kalau didepan namanya pendaftaran!" Ucap Joko pada pria di sampingnya itu


"Iya"


"Kita nikmati aja jadi Ajudannya mantan mu pot! Siapa tau dengan jadinya Ajudan kita bisa berkhayal menjadi Danton juga hehehe" ucap Joko


Kasino meletakan piring cuciannya dengan kasar.


"ADA APA DIBELAKANG?" Teriak nya dari kamar


"Kamu Pot!"


______________________________________


"Ada apa si Mak? Masih pagi juga disuruh bangun!"


"Iya,sana olahraga!"


"Noh orangnya ada diluar nungguin ngajak olahraga! " Bentak Ginka


Seketika Shasa terbangun dan langsung mengganti pakaiannya.


Ia keluar.


"H...Hy!" Sapa Shasa yang masih sedikit ngantuk


"Ganggu tidurnya ya Dek?" Tanya nya tak enak


"Ah ngak kok,tadi emang udah bangun" bohong nya


"Oh udah sholat subuh?"


Deg


"Ah...lagi Istimewa Bang"


"Oh gitu ya,lari yuk Dek!"


"Kemana Bang?"


"Ke Pelaminan ahay!" Goda Erzo ,Shasa memukul pelan bahu sang kekasih


"Ih Abang,kan Shasa belum jadi Kowad"


"Hehehe iya deh,Abang tungguin kok!"


"Ahay so sweet nya pacarku"


"Ekhemmm" suara sang Bapak sambil membenarkan sarungnya


"Adiknya Shasa masih banyak! Tolong bantu masuk Tentara ya Nak Erzo"


Erzo mengangguk


"Iya Pak,akan saya bantu sebisa saya. Kan adik Shasa adiknya saya juga"


"Bagus,saya izin kan kamu menikahi anak perempuan saya yang cantik"


"Pak,pangkat Bang Erzo lebih tinggi dari Bapak loh!" Ucap Qia ambil menguap dari dalam


"Setinggi pangkatnya tidak akan berani melawan pangkat orang tua dari wanita yang akan dia nikahi. Benar tidak Nak Erzo?"ucapnya melembut tetapi terkesan tegas

__ADS_1


"I...iya benar Pak"


"Bagus! Kamu menantu Idaman saya!"


"Siap!"


"Jangan bawa anak saya jauh jauh ya Nak Erzo!"


"Ba...baik Pak" ucap Erzo gugup


"Ppfft"


*


*


*


*


*


"Abang gak marah Bapak ngomong begitu?" Tanya Shasa sambil berlari


"Mana marah. sama mertua ,menantu harus menghormati mertua"


"Iya Bang,jangan diambil hati ya... Bapak cuma gak mau anaknya nikah sama orang yang salah"


Erzo menatap Shasa sayang.


"Iya Dek,Abang ngerti kok"


"Bang sebulan lagi Adek mau ikut kejuaraan" ucap shasa mulai serius


"Abang pasti kasih Adek Support. Bila perlu satu Batalyon Abang bawa buat jadi Supporter Adek pas tarung" ucap nya sambil menunjukan gigi ginsulnya yang Manis


Jangan salahkan jika Shasa disebut sebagai cewek berani.


"Boleh,Bawa satu Batalyon Abang ya. Adek tunggu"


*


*


*


Erzo sambil berlari,sambil menggenggam tangan kekasihnya ini . Cincin pemberian nya sekali Shasa pakai.


Sayang sekali tangan mulus itu harus kapalan karena banyaknya Push up posisi tinju . Tapi hal tersebut tidak mengurangi kecantikan nya.


Shasa malah terlihat sangat sangat dengan adanya kapalan ditangan nya.


Erzo mengajak Shasa makan di warung Mie Ayam.


Saat makan wajah Erzo terlihat panik.


"Ada apa Bang?" Tanya nya curiga


Akankah Erzo mengatakan jika ia tidak membawa dompet?


"Ngak apa apa Dek,cepet makan sana!"


Erzo mengeluarkan Handphone nya.


Ia mengirim pesan singkat untuk Kasino agar membawakan dompet nya di atas Kaporlap.


Tak lama ia mendapatkan balasan dari Kasino.


"Kok makanmu lama Dek? Mau Abang suap?"


Seketika Shasa meletakan sendok dan garpunya.


"Ngak Bang,Aku cuma mikir kok Abang Bule bisa jadi Tentara ya?"


"Adik kan udah dari awal Abang bilang. Abinya Abang itu Tentara."


"Lah terus?" Tanya nya tak mau kalah.


"Gak apa apa sih hehehe" Erzo bingung mau menjelaskan bagaimana


Erzo setengah keturunan Indonesia,setengahnya lagi keturunan Arab murni.


Tak lama Kasino datang dengan pakaian PDL lengkapnya.


Ia memberi hormat pada Erzo dan menyerahkan dompet Erzo. Kasino terkejut melihat Shasa.


Shasa memandang Kasino biasa saja. Siapa suruh untuk melepas berlian demi seonggok sampah?. Hihihi


Penyesalan di wajah Kasino sangat terlihat jelas.


Sang mantan terlihat berhasil move on dari nya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2