
Jangan lupa vote Guys!
2 bulan kemudian
'Krieeet'
'Ceklek'
Mausy terkejut melihat Adnan berada si depan nya.
"Dari mana kamu? Bau alkohol seperti itu?"
Mausy meringis ngeri melihat Papinya berbicara tegas.
'Brak' Adnan membanting guci kecil di sebelahnya hingga pecah.
"Kamu mau jadi pelacur? Iya Pelacur? Seperti Mami mu?!" Bentak Adnan keras
Mausy marah ketika Mami nya disebut sebagai pelacur.
"Mami bukan pelacur!" Bentaknya tak terima
"Bukan pelacur? Apa yang dilakukan nya berdua di kamar dengan tubuh telanjang? ketika Papi pergi?"
"Papi yang salah! Karena Papi tentara Papi ngak bisa membagi waktu untuk kami saat itu!" Marahnya berani
'Plak!' Adnan khilaf menampar anak bungsunya itu.
"Papi mati matian bekerja untuk kalian! Tapi apa yang dilakukan Mami kamu? Mami kamu selingkuh! Nasib baik Arip dengan Elsa ku bawa saat itu, mereka ku didik menjadi Prajurit bangsa yang berani. Seharusnya saat itu Papi juga membawa kamu! Karena apa ? Didikan Mami kamu terlalu bebas untuk kamu!" Marahnya
Mausy berkacak pinggang
"Tentara Tentara Tentara terus di otak Papi! Mas Arip meninggal karena tugas Papi! Hiks! Andaikan dia bukan tentara mungkin sampai sekarang masih hidup. Dan Mbak Elsa? Mbak Elsa jadi berubah sama aku Papi! Dia dulu begitu menyayangiku! Tapi sekarang? Mbak Elsa lebih sering bersama dengan Lettingan nya. Lalu menikah,dan lebih mengacuhkan ku."
'Brak!'
Adnan menggebrak meja begitu keras,hingga membuat Mausy terkejut.
"Arip mati sahid! Dia rela berkorban demi negaranya! Sampai mati seseorang yang mati sahid tetap akan dihormati dan dikenang! Lihat dirimu yang seperti ini? Seperti pecandu narkoba badan mu kurus,badan mu bergetar! Besok akan Papi bawa kau untuk Tes! Dan Elsa? Dia anak kebanggan Papi,setelah Arip. Elsa penurut! Lihat apa yang ia dapatkan? Raka! Wanita baik baik akan
Mendapatkan Pria baik baik.!"
"Aku tidak menggunakan Narkoba Papi! Aku tidak mau di rehabilitasi! Raka itu brengsek Papi! Lihat saja kembarannya terkena HIB AIDS. Pasti Raka juga!"
Deg...
Adnan tau ada yang ganjil dengan anaknya. Ia tetap akan membawa anaknya Ke rumah sakit besok.
Ia tidak akan segan menolong anaknya jika ternyata benar Mausy positif menggunakan narkoba.
"Elsa dan Raka sudah pernah tes dan hasilnya Negatif!"
SKAK
"Papi terlalu membela mereka!"
"Saya Papi kalian! Saya yang terbaik buat anak anak saya! Lihat sahabatmu, Syafira! Enam bersaudara,walaupun anak Tamtama bisa membanggakan kedua orang tuanya. Kamu contoh dia! Lihat dia mendapatkan pria sebaik Erzo! Karena apa ? Karena dia anak baik baik yang mementingkan kepentingan bersama!"
Adnan memegang dadanya yang begitu sesak. Mausy benci kenapa nama Syafira selalu saja disebut? Kenapa tidak ada yang membicarakan namanya dengan hal yang baik?.
"Cih!" Decihnya tak senang
Adnan pergi dari tempat,ia tidak mau sesak nafasnya kambuh lagi dan lebih parahnya lagi ia akan terkena serangan jantung.
"Syafira Syafira Syafira Terus! Kalau gak Syafira selalu Elsa! Mami selingkuh itu kesalahan Papi sendiri! Papi gak punya waktu buat kami. Alasannya jadi Tentara itu sibuk! Sesibuk apa sih? Elsa bukan Kakakku,dan Shasa bukan Sahabatku!" Marahnya sambil melipat tangannya di dada.
__ADS_1
Sesak membuncah dadanya.
'Drap Drap Drap'
Elsa turun, Mausy tak mengira Elsa menginap di sini.
"Mbak ngak nyangka loh Dek!ternyata kamu itu anak yang begini!" Ucap nya marah
"Kenapa?" Tanya Mausy sambil mengambil tempat biasa ia menghisap sabu sabu.
Tak ada yang bisa ia tutupi sekarang. Biarlah semua tau. Itu lebih bagus,daripada Mausy harus berpura pura lagi.
"BUANG ITU!!!" bentak Elsa marah karena adik kesayangannya menghisap benda laknat itu.
Dengan santainya Mausy tetap menghisap benda tersebut. Ia hanya memandang acuh kakak yang benar benar menyayanginya itu.
"Gak mau!" Santainya menjawab
Elsa maju lalu merebut tabung bulat kecil itu. Di tamparnya adik kesayangannya itu walaupun tak tega.
Mausy memegang pipinya yang terasa sakit itu.
"Kenapa? Kamu gak menyangka Mbak bisa menampar kamu? Kamu tau gak? Mbak itu sayang banget sama kamu! Hiks! Tapi inikah balasan jasmi untuk kita semua? Kamu harus tau Dek,jadi Tentara itu bukan hal yang mudah! Beban tugas berada dipundak kami! Mas Arip juga Ikhlas kehilangan nyawa demi Indonesia!" Elsa menangis di depan Mausy
Hati Mausy merasa sakit mendengar penuturan Elsa.
"Baik Dek! Baik kalau kamu tidak menganggap saya sebagai Kakak kamu, toh Adik Adikku juga masih banyak! Bukan cuma kamu doang. Masih banyak Adik adik yang menghargaiku walau bukan adik kandung!" Ucap Elsa sambil mengelap air matanya. Ia menarik tasnya dan pergi keluar.
Walaupun tengah malam Elsa tetap nekat pergi. Ia terlanjur marah pada Mausy. Padahal niatnya tadi adalah memberikan hadiah untuk ulangtahunnya besok.
Namun siapa sangka perkelahian malah terjadi? Mausy ketahuan menggunakan narkoba!.
*
*
*
Keluarga Shasa mendengar bahwa Mausy tertangkap dan sedang menjalankan Rehabilitasi.
Shasa juga tak menyangka Mausy menggunakan obat obatan terlarang itu. Selama ini dugaannya benar! Shasa tak tega bertanya karena Mausy adalah sahabatnya.
Pasti Mausy memiliki alasan menggunakan benda benda laknat itu. Tapi sejak kapan? Mereka berdua selalu sekelas dari SD hingga SMA.
"Sudah kutebak!" Gumam Erzo membuat Shasa menoleh.
"Tebak apa Bang?" Tanya Shasa
"Enggak kok Dek. Maksudku sudah kutebang pohon di belakang rumah mu"
Shasa terkejut
"Pohon yang besar itu Bang?" Erzo mengangguk
"Itukan ada rumah rumahan nya Bang! Kenapa di tebang?"
Eh Erzo salah berbicara,padahal ia tidak menebangnya.
"Tenang Dek,nanti Abang dirikan lagi!"
"Ish... aneh aneh Abang nih! Mana bisa disambung lagi lah!"
"Bisa kok!"
"Gak Bisa!"
__ADS_1
"Bisa!"
"Nope!"
"Can!"
"Nope!"
"Dekimasita"
"Lah apa coba artinya?"
Erzo menggeleng
"Ngak tau,Pissss" jawabnya sambil menunjukan kedua jari tangannya.
"Ih lebay! Hahahaha"
"Tapi cinta kan?" Goda Erzo
Shasa mengangguk ia
"Cinta lah! Cinta banget malah"
Jawab Shasa tanpa malu malu
"Sini cium dulu!" Ucap Erzo sambil menunjuk pipinya
"Boleh, di bibir ya Bang!"
Erzo mengangguk cepat.
"Tutup matanya Bang!"
Dengan cepat setelah mendengar instruksi Shasa Erzo menutup matanya.
Shasa memanggil Joko dengan tangan nya. Lalu memberikan kode untuk diam diam.
Joko datang menghampiri mereka berdua.
Awalnya Joko takut tapi karena bujukan Shasa jadi Joko setuju.
Joko memonyongkan bibir tanpa kumisnya.
"Di kecup kecup Bang!" Bisik Shasa pada Joko.
Joko mengikuti perintah Shasa.
Erzo pun membalasnya. Shasa tertawa melihat kedua orang di depannya.
"Buka mata Bang!"
'Plak!' Erzo langsung menampar Joko
"BUAHAAHAHAHAHAHA" lengking Shasa keras
"Pantesan bibirnya kok bau Rokok! Dikira nyium Bidadari eh malah nyium Kambing Bandot!" Ucap Erzo kesal
"Udah Bang nikmati aja lah!"
"Abang masih suka Kamu!"
"Iya iya!"
Bersambung
__ADS_1