
Jangan lupa vote ya.
Kalau ada kesalahan mohon koment agar saya bisa membenarkan.
Hari sudah bertambah sore. Shasa keluar dengan senyumannya.
"Nanti Adek Tes Bang!" Adu nya senang tak tertahankan.
Erzo hanya tertawa, Shasa bahkan senang dan tak sabar. Padahal jika dilihat tubuhnya itu memang wajar saja lulus. Karena Shasa memiliki kaki tanpa varises .
Itu urusan nanti pas Pantukir itu tes yang terakhir.
Erzo hanya mengangguk dan menarik tangan Shasa dengan perasaan sayang.
"Lapar? Makan dulu yuk!" Ajak Erzo pada wanita nya
Shasa mengangguk malu.
Mereka hanya berjalan dan sudah bisa mencapai rumah makan yang ada di depannya.
"Mau makan apa Dek? Mie ayam, bakso,atau Kwietiaw?" Tanya Erzo
"Mie ayam Bang! Abang apa?"
"Pak mie ayam nya 2 sama Teh hangatnya 2 ya" ucap Erzo pada Bapak yang penjual itu.
"Siap Den"
Shasa ingin bercerita pada Erzo tentang apa yang ia rasakan tadi.
"Bang tadi ada wanita gemuk dia di suruh untuk pulang."
"Kenapa?" Erzo bertanya karena biasanya tidak seperti itu
"Gimana gak di suruh pulang orang cewek tadi di suruh timbang badan gak mau" jelas Shasa
Erzo mengangguk paham, bagaimanakah mau lulus? Jika di suruh timbang saja tidak mau!.
"Pesanannya Neng,Aden..." ucap pria itu sambil memberikan 2 mangkok mie ayam kepada pembelinya
"Terima kasih Mang" ucap Shasa
*
*
*
*
*
Skip ya Guys
Shasa bersyukur karena ia sudah lulus Tes ke dua kalinya. Dan ia hanya tinggal pendidikan Saja.
"Milih Angkatan Darat saja Bang" jawab Shasa pada pertanyaan Erzo
"Iya lah Dek,masa pacarnya AD,Bapak nya AD Adek milih angkatan lain. Pas Adik milih Angkatan Darat nanti di suruh jalan jauh banget. Abang inget sampai kaki Abang sakit semua kaya kena siram air panas gitu lukanya."
"Oh jauh banget kah? Nih Kaki ku bekas melepuh gara gara lari gak pakai sepatu jadi keras."
"Iya jauh. Bagus itu Dek,jadi udah gak sakit lagi"
"Pendidikan Akmil enak gak sih?"
"Ya enak gak enak Dek. Kami para Taruna lebih banyak main otak,soalnya materi dari pada fisik. Mungkin dengan Bintara masih banyak kan Bintara"
__ADS_1
"Serius?"
"Serius lah... Abang udah ngerasain"
"Hmm aku denger di Akmil ada Makrab ya? Malam Keakraban nah pas malam itu Bang bawa pasangan siapa?" Tanya Shasa
Glek. Erzo menekan ludahnya
"I...iya, pernah Abang sekali gak bawa pasangan sa...sampai dibuat kedinginan." Ucap nya gugup
"Kok gagap gitu sih Bang? Kan cuma sekali,yang lainnya?" Tanya Shasa ia ketawa melihat ekspresi Erzo.
"Ah...ah gak gagap kok Dek! De..dengan ju..junior Abang" jawabnya takut salah bicara
"Oh Junior ya... kenapa gak bawa pacar dari luar? Juniornya cantik gak Bang?" Goda Shasa pada pacarnya itu
"Abang gak pernah pacaran! Baru kali ini Sumpah!. Ya Junior Abang hitam Dek."
Erzo merasa lega menjawabnya
Shasa terkejut,jadi Erzo tidak pernah pacaran? Sama sekali? Berarti Erzo tidak pernah... Hmmm.Hmmm...
Yes yes yes
"Oh gitu ya. Berarti kalau Shasa diajak jadi pasangan pas Makrab sama senior boleh Bang? Gak enak nolak senior!" Goda Shasa
Awalnya Erzo sedikit emosi. Tapi ia mengerti walaupun sedikit kesal mendengarkan penuturan Shasa.
"Iya gak apa Dek! Tapi tetep senior aj Aku." Erzo mengecilkan suaranya di akhir kalimat
"Kagak ikhlas ya Bang?" Godanya
Erzo jadi mengingat kejadiannya saat dulu. Teman seangkatannya itu menandai para Junior yang cantik dan menarik untuk dijadikan pasangan Makrabnya. Tidak seperti dirinya yang asal memilih jika sendiri... Kwkwkw
"Kapan ya Pesiarnya?" Tanya Shasa menggebu gebu
Erzo mengacak rambut pendek Shasa.
"Ih kan penasaran! Nanti kulitku bakalan hitam,jelek,wajahku mungkin bisa bisa jerawatan. Bang Erzo yakin masih nunggu Adek?"
"Yakin! Janji ya... kalau sudah tercapai apa yang kamu impikan kamu Abang ajuin!"
Apa apaan? Kenapa Erzo malah seperti anak kecil?
Shasa mengangguk.
"Tentu! Ikatan Dinas ku Bang ingat!"
Erzo tertawa
"Biar aku sudah 30 tahuan nanti,aku juga masih kuat memuaskanmu!" Ucap Erzo vulgar
Shasa memukuli bahu Erzo
"Apaan sih? Awas nanti kalau Abang nikah sama perempuan lain!"
"Iya Dek! Abang janji"
"Jangan cuma janji saja. Tapi tepati!"
"Iya Sayang! Abang pasti tepati. Jangan terima bila kamu di ajak pacaran dengan senior kamu! Lapor saja nanti ke Bang!"
"Aiya Kapten!" Suara Shasa menirukan film kartun kesukaannya
Erzo memeluk Shasa.
"Bang aku mau jenguk Mausy. Aku khawatir sama dia Bang"
__ADS_1
Deg.
"Kenapa Dek? Dia gak bakal disakiti kok"
"Iya Bang,mungkin ia tersiksa. Bayangi saja jika yang melaporkan hal itu adalah keluarganya sendiri"
Erzo menghela nafas
Sabar
Sabar
"Lebih baik begitu Dek,daripada kita tau dari orang lain. Pak Adnan melakukan hal tersebut karena menyayangi Mausy. Ia mau anaknya tidak kenapa kenapa. Makanya ia melaporkan hal tersebut" jelas Erzo panjang lebar
Tetapi Shasa tetap tidak bisa menerimanya.
"Temeni Adek Bang! Apa Adek berangkat sendiri?"
"Abang temani saja!"
*
*
*
*
*
"Baik terima kasih ya Pak" ucap Shasa pada polisi tersebut
Mausy dibuka kan pintu nya, ia memeluk Shasa .
"Badan kamu anget!"
"Aku gak nyaman disini Sha! Bantu aku! Aku gak mau disini! Tolong hiks"
Racau Mausy sambil menangis
Shasa mengelus rambut warna warni Mausy yang pudar. Shasa juga menangis melihat keadaan Mausy yang seperti ini.
"Jangan menangis Mausy,sabarlah. Ini kesalahan kamu sendiri, kamu disini agar keadaan kamu menjadi lebih baik. Maaf aku tidak bisa mengeluarkan mu... maaf"
Mausy mencakar Shasa dengan kuku tajamnya.
"Awwwhh" ringis Shasa kesakitan
Shasa memegang tangannya yang sakit untuk saja tidak terluka
Erzo bangkit dari duduknya.
"Maaf Shasa,aku benar benar gak sengaja! Maafkan aku!" Mausy meminta maaf
Erzo menarik Shasa untuk berada kebelakang tubuhnya.
"Kamu gak apa Sha?" Tanya Erzo khawatir
Shasa menggeleng tidak apa apa.
"Kamu!" Tunjuk Erzo
"Maaf Bang! Aku benar benar gak sengaja! Maaf!"
Erzo muak melihat wanita ular di depannya ini. Terlalu banyak drama,kenapa Shasa bodoh sekali? Kesal Erzo.
"Sudah kita pulang saja!"
__ADS_1
Bersambung
Siap siap Guys hehehe