
Jangan lupa vote ya guys.
5 jam yang lalu
"Sini Sha!" Panggil sang Bapak
Shasa mengangguk dan datang ke arah pria yang masih gagah diusia nya yang mungkin sudah hampir berkepala 5 itu.
"2 ronde lagi kamu Main kan?" Shasa mengangguk
"Kamu tunggu aja diluar,cari udara segar!"
"Kenapa Pak?"
"Udah cari aja sana! ,kalau kamu di sini. Disini ini pengap apalagi kalau sudah tanding tambah lagi" Shasa mengerti ia mengangguk
Shasa melihat Erzo sedang makan tahu gejrot. Shasa melihat bakul es jeruk peras ia berniat membeli karena ia haus.
"Bang,1 ya gak pake es" sebutnya sambil memberikan uang 5000 an
Shasa tau karena ada tulisannya.
"Siap Neng"
Penjual itu mengambil 2 buah jeruk manis berwarna kuning lalu membelahnya menjadi 2 per buah. Di peras nya belahan jeruk tersebut.
Air perasan jeruk di tuangkan ke wajah gelas diberi es batu,dan gula.
"Ini Neng" serahnya
"Makasih ya Bang" ucapnya berterima kasih
"Iya sama sama"
Shasa datang menghampiri Pacar nya itu. Entah mengapa pusing langsung menyambutnya.
Kepala nya sangat pusing,apa ini efek demam panggung? Dirasa tidak! Karena jam terbang nya sudah sering.
Pusing tersebut membuat jalannya berhenti. Minuman yang tadinya di belipun menjadi tumpah.
Rasanya tak kuat tubuh nya menjadi tak seimbang.
'Bruk' pria itu menangkap Shasa
"Kamu gak apa apa Dek?" Tanya Kasino
Shasa menggeleng ,ia melepaskan diri dari mantan nya.
"Eih Nok kamu tak cariin dari tadi rupanya disini toh!" Ucap Joko sembari menepuk bahu temannya itu
"Iya Letnan kita kemana ya?" Baliknya tanya
"Gak tau nanti kita cari lagi. Kamu ini mentang mentang Ade Fira mantan kamu. Jadi seenak kamu ja!" Tuduh Joko
Shasa mencari dimana keberadaan Pacar nya,namun dalam sekejab ia sudah menghilang entah kemana.
"Berusaha Pdkt lagi Jok" ucap Kasino membuat Shasa geli
"Ih amit amit Mas... siapa yang mau pdkt sama Mas. Makanya jangan sia siakan orang yang benar benar peduli" seketika Pusingnya menghilang karena kelakuan konyol Kasino
"Tamat nikah sama Mas aja ya Dek!" Ucap Kasino
"Pot gak usah macem macem deh.nanti singanya bangun kamu di terkam pot!'' Ucap Joko sambil melihat belakang Kasino
"Halah Pot! Bagus kalau singanya bangun. Biar ku tembak dengan laras panjangku. Lalu ku gorok lehernya. Ku kuliti tubuhnya,kumakan dagingnya" Ucap nya berani
"Ekmmm boleh tuh...sekarang singanya udah bangun. Kok gak ditembak?" Ucap nya geram namun terkesan tegas
Shasa menoleh untuk melihatnya . Ternyata itu adalah Erzo.
"Pot Ambilkan senapan ku di gudang senjata.!"
Joko hanya terdiam sambil memberikan kode pada Kasino.
Kasino menoleh.
"AAAUUUUNG" Aum Erzo menyerupai singa
"MasyaAllah... Ampun singa! Eh Singa eh salah Komandan" kaget Kasino sambil melompat jauh kebelakang
__ADS_1
Shasa tertawa melihat tingkah prajurit di depan nya ini.
*
*
*
*
*
"Pertarung selanjutnya mempersiapkan diri. Jankitria dari Pengkab A di sudut Hitam. Syafira dari Pengkab B di sudut merah." Ucap Mc yag terdengar sangat jelas
Jelas Shasa tak bisa meremehkan lawannya yang satu ini. Karena mereka berdua sama sama Atlet PON tahun 20XX. Bedanya hanya Shasa mendapatkan medali Emas dan Jankitria mendapatkan medali Perunggu .
"Ukhhh kenapa jantungku Deg Deg an ya?" Ucap Erzo
"Ih itu mah aneh Bang! Kan seharusnya Adek yang deg deg an." Ucap Shasa
"Ah biar Bang aja yang Deg Deg an. Kamu fokus aja tarungnya"
Shasa tersenyum.
"Pasangin donk Handbox nya. Bodyproteks udah kepasang"
"Iya iya Adek. Untung Abang sayang. Kalau gak udah--"
"Udah apa?"
Erzo hanya terdiam ,Ginka dan suaminya tertawa melihat tingkah lucu anak mereka berdua.
"Udah apa Bang?"
Erzo menghela nafas. Ia akan jujur.
"Abang jegurin ke Balong Dek"
"Oh gitu ya! Kenapa gak---"
"Pertandingan selanjutnya Jankitria di sudut hitam melawan Syafira di sudut merah. Kedua petarung segera ke matras" suara Mc membuat Shasa memotong Ucapannya.
"Goodluck ya anak Mamak!" Ucap Ginka
Shasa mengangguk.
Erzo berbisik pada Shasa .
"Adek harus menang ya! Demi anak anak kita!" Bisik Erzo membuat Shasa heran
"Maksudnya?"
"Ya kan nanti kita punya anak" ucap Erzo polos
Pipi Shasa berubah menjadi merah.
Wasit sudah memanggilnya.
Di hadapan Shasa ada Jankitria begitupun sebaliknya. Dan di tengahnya ada wasit tampan dari kesatuan Kavaleri.
"Gamsil sudah dipakai?" Tanya Wasit tampan itu
"Box!" Jawab keduanya
"Catok pelindung?"
"Box!"
"Baik, siaga tarung.... Box!"
'Jrengggg' suara gong membuat jantung kedua petarung itu berdetak lebih cepat.
Shasa tak mau diam saja. Ia menendang leher Jankitria.
"Stop!" Ucap wasit
"Petarung sudut merah silahkan ke sudut Netral!" Suara MC.
Keluarga Shasa dan juga Erzo memberikan jempol untuk Shasa.
__ADS_1
"Hebat Dek!" Teriak Erzo bangga
Pria berseragam loreng itu kagum dibuatnya.
Shasa disuruh kembali dari sudur netral.
"Box!" Ucap wasit
Mereka kembali bertarung Shasa menghindari Jankitria yang menendangnya.
Shasa memukulnya Jankitria tak gentar ia juga ikut memperkuat pukulannya.
'Bugh' satu pukulan memukul hidung mancung Shasa.
"Stop!" Teriak wasit
Wasit itu melihat darah di hidung Shasa.
Wasit menghitungnya.
"Box! Sanggup?"
Shasa mengangguk.
Ia mengelap darahnya dengan kaos hitamnya yang panjang.
'Gooooooonggggg' suara gong
Berarti pertandingan ronde pertama telah selesai. Kedua petarung kembali ke sudut masing masing.
Kang Hirwan sebagai official Shasa segera memberi es batu ke atas kepala Shasa.
"Kamu hantam Panitianya. Jangan menang Nilai menang K.O saja!"
"Box kang!"
Erzo memberikan air untuk Shasa. Nafas Shasa yang masih naik turun pun tersedak.
"Uhuk uhuk Uhuk"
"Dek!" Shasa menahan Erzo
"Gak apa Bang!"
"Ayo Kakak! Semangat" ucap Qia dengan bonyok di matanya.
Namun ia sudah bangga dengan bonyoknya. Karena Qia sudah juara 1 dikelasnya.
"Ayo Anak Mamak! Kalau juara nanti kita makan ke Restoran Korea deh!"Ucap Ginka
Shasa mengangguk.
"Ayo dek! Jika juara 1 Abang lamar di tempat" ucap Erzo serius
What the Hell!??
Shasa masih kelas 11.
"Jangan aneh aneh deh Bang,aku pasti berusaha kok Bang" ucapnya malu
"Nah gitu dong Dek"
'Gooongggggggg'
Shasa kembali ke tengah sudut.
"Box!"
Ia tidak mau terkena tinju seperti tadi. Shasa menendang Jankitria lalu memukulnya bertubi tubi tanpa henti.
Pantas saja Shasa mendapat julukan Buldoser . Karena tinjuan dan dorongannya yang begitu kuat.
'BUGH'
'BRUK'
bersama pukulannya tadi Jankitria jatuh.
"HOOOOOOOOOOOOORRRRRRRRRREEEEEEEEEEE" Teriak semua suporter nya.
__ADS_1
Shasa masuk Final...
Bersambung