
Jangan lupa vote
Berhari hari,berminggu minggu,berbulan bulan,bertahun. Waktu yang mereka lewati berdua ada duka,dan ada suka mereka lalui bersama.
Akhirnya Shasa tamat sekolah juga.
Shasa tamat dan mendapatkan Beasiswa untuk masuk ke jenjang yang lebih tinggi. Jujur saja ia tak berniat untuk melanjutkan Kuliah,karena untuk sekolah saja ia malas sukur sukur sudah lulus.
Shasa tepat meraih urutan pertama. Ginka dibuat bangga saat menghadiri rapat.
Shasa menggenggam erat tangan sahabatnya. Shasa turut sedih,mengapa nilai Mausy melonjak turun drastis?. Padahal Shasa sudah berusaha untuk mengajarinya lebih kepada Mausy.
Adnan melemparkan tatapan tidak senangnya untuk putri bungsunya itu.
Kenapa tidak marah? Dari 300 murid kenapa anaknya lulusan nomor 289? Berbeda balik dengan sahabat anaknya Shasa?. Padahal Shasa hanya anak seorang Tamtama.
Jika tau seperti ini Adnan tidak akan datang ke rapat ini. Seharusnya tadi ia menyuruh Elsa saja,oh tidak Elsa pasti menolak. Jadi Seharusnya Adnan menyuruh Ajudannya saja.
*
*
*
*
*
Shasa menghela nafas di depan sahabatnya ini.
Mereka berada di sebuah Cafe sepi. Jam sudah menunjuk pukul 17.20.
Sebenarnya Shasa sudah ingin mengajak pulang tetapi Mausy menolak.
"Kenapa Nilai kamu anjlok begitu? Syukur sukur kamu lulus!" Marah Shasa pada sahabatnya itu.
Mausy memasang wajah sedihnya.
"Waktu ujian aku ketiduran Sha... abis itu di marah pengawas katanya ujian tinggal 5 menit lagi. Ya udah ku jawab saja asal asal di komputer." Bohong nya padahal waktu itu ia sama sekali tidak tidur didepan komputer hanya saja Mausy tidak bisa berfikir dengan jelas.
"Ya Allah Mausy! Malamnya kamu ngapain aja?" Tanya nya sambil melempar tatapan tak percaya
"Aku ngurus kedua keponakan ku. Soalnya Kakak ku lagi ada kerjaan. Malam baru tidur nunggu anak anak tidur duluan" bohong nya
"Ya Ampun kasihannya... pantas an mata cantik sahabatku berubah jadi mata panda"
"Hahaha...udah mau Magrib pulang yuk" ajak Mausy sambil menaruh Handphone nya di kocek celananya
"Eh? Lepasin Magrib aja dulu" cegah Shasa
"Aku gak bisa Sha... motornya mau dipake sepupuku"
"Oh Ya udah Ayo!" Shasa terpaksa mengikuti kemauan Mausy
__ADS_1
Mausy yang membawa motornya. Entah mengapa motor Mausy tiba tiba mogok,pas di tempat yang sepi.
"Eh? Kenapa Sy? Kok mogok?" Tanya Shasa
Mausy berusaha menghidupkan motornya namun nihil.
"Gak tau Sha tiba tiba mogok. Bensinnya masih banyak kok"
"Yaudah sini ku starter aja"
Tiba tiba datang 3 bertubuh kekar seolah hendak memperkosa mereka berdua. Mausy bersembunyi dibalik tubuh Shasa.
Felling Shasa sudah tak enak. Pasti ada yang tidak beres dengan ini semua.
Mereka maju dengan membawa pisau,ada yang membawa parang dan arit tajam.
Mereka bertiga sementara Shasa dan Mausy hanya berdua saja.
"Sha aku panggil cari orang ya!" Suara Mausy terdengar bergetar
Shasa mengangguk, ia menyakini dalam hatinya. Ia seorang Kurata 5. Seorang Sorangan. Ia sudah pernah diajarkan bertahan menyerang.
Jadi mengikuti bela diri ada gunanya juga. Walau ia melawan dengan tangan kosong.
"Main main sama Abang yuk Neng" ucap si Botak sambil menjulurkan lidah bertindiknya.
Shasa sudah berposisi siap menyerang dan menghindari . Shasa mencari bagian terlemah dari mereka.
"Saya tidak punya masalah dengan kalian! Jangan ganggu saya!" Bentak Shasa
"Tapi kamu Nyinggung Boss kita bertiga" ucap si Botak
Shasa mengingat kembali,ia tidak pernah mencari masalah dengan siapapun. Dan dalam tutur berbicara ia selalu sopan kepada siapa pun.
"Siapa Bos kalian?" Bentak Shasa
"Udah Neng... ikut kita bertiga aja. Dijamin puas. Punya kita besar besar kok"
Kurang ajaar! Shasa bukan wanita murahan seperti itu. Ia hanya akan bersetubuh dengan suaminya saja.
Si botak menarik Shasa. Shasa menarik tangan kekar si botak. Ia menyikut hidung si botak hingga berdarah.
Shasa mengambil alih parang yang dibawa si botak.
"Wih hebat juga lu Neng... ih takut"
"Jangan salahkan saya jika berbuat kasar hingga membunuh kalian!"
"Wihhhh takutttt... kayanya ke balik deh Neng. Elu yang kite bunuh... tapi sebelum itu kita main main Bentar" ucap si Botak sambil menahan darah di hidung nya.
Ketiga preman itu menyerang Shasa secara bersamaan. Pukulannya sangat brutal.
Untuk Shasa dapat menangkis dan membalasnya.
__ADS_1
Kenapa Mausy lama sekali? Batin Shasa panik. Apa ada sesuatu dengan Mausy di jalan? Cepatlah kembali Mausy....
Shasa juga lelah melawan ketiga preman ini. Ia perempuan. Tetapi Shasa harus mengalahkan mereka bertiga untuk bisa pergi dengan selamat.
Shasa melihat pengendara motor lewat. 2 orang ,pria dan wanita.
"TOLLLONGGGGGGGGGGG!" Teriak Shasa keras sehingga membuat pengendara motor itu berhenti
Pengendara motor itu pergi menuju ke arah Shasa
"TOLLLLOOOONNGGGGGG SAAAYYYYYAAAAAAAAA!" Teriak Shasa keras
'JLEB' pisau menembus ke perut nya
"Akhh" Shasa mencabutnya
Shasa berbalik mengayunkan parangnya.
"Jangan salahkan saya jika saya membunuh kalian. Saya hanya menghindari serangan kalian!" Tak gentarnya
"Ihh Taaaakuuuutt"
'Crasss' Shasa memotong tangan si Gondrong yang menusuknya pisau
Si gondrong terjatuh memegang tangan nya yang kesakitan. Si botak dan si kurus maju dengan memainkan aritnya.
Shasa berbekal parang,menghajar mereka semua dengan parang ditangan nya.
Perutnya terasa sangat menyakitkan. Ia harus kuat. Tanpa Shasa lihat parang tersebut mengenai leher si kurus. Sedangkan arit si kurus mengenai pipi Shasa. Dan si botak melarikan diri. Shasa mengejar dan melempar parangnya.
'Bruk'
Shasa terjatuh ke tanah... rasanya ia sudah tak sanggup untuk berdiri lagi.
Banyak darah yang keluar dari bekas tusukannya.
"Dek! Dek! Tahan sebentar Dek! Sebentar lagi polisi dan ambulan datang" ucap wanita itu sambil mengguncang guncang tubuh Shasa.
Shasa tak dapat melihat dengan jelas orang yang sudah menolong mereka.
Yang ia dengar suara sirine entah itu Ambulan atau Mobil Polisi.
Polisi menangkap kedua preman tersebut sedangkan yang satu sudah tergeletak tak berdaya di tempat. Shasa merasa tubuh nya diangkat oleh banyak orang.
"Kita jadi Saksi nih Mas" ucap wanita cantik itu pada suaminya
"Gak apa Dek... selagi itu buat kebaikan. Siapa tau nanti kebaikan kita akan dibalas" balas sang suami
Mereka tau kata kata apa yang akan polisi katakan selanjutnya.
Jadi saat para Polisi meminta bukti,sang wanita memberikan bukti sebuah Video.
Bersambung
__ADS_1