
Jangan lupa vote ya
'Terima kasih telah percaya,terima kasih telah menjadi Istriku...
Terima kasih Persitku...'
Fierzo Adnan Al-Habsyie
'Maaf waktu yang sempat tak percaya padamu,hanya 1 dari ribuan wanita yang bisa menjadi istri dari seorang prajurit.
Terima kasih Prajuritku...
Terima kasih telah menjadikanku persitmu...
Menjadi Ny.Fierzo Adnan Al-Habsyie.'
Syafira
"Makasih ya Suh udah jauh jauh datang" ucap Pria yang memakai pakaian adat Jawa itu
"Iya,lagi pula kita kan Saudara" Balasnya pria yang seumuran dengan Erzo
Pria dan istrinya tersebut bergantian bersalaman dengan Shasa.
"Selamat ya Bang" suaranya sangat lembut dan menggenggam lama tangan Erzo
"IYA" jawab Erzo sambil menarik tangan dari wanita yang pernah hampir ia nikahi
Tanpa di sangka sangka Mausy memeluk Erzo. Shasa terkejut melihat suaminya di peluk dengan ex sahabatnya.
"Maaf hanya buat kenangan terakhir aja"
Banyak para tamu yang mengira ada hubungan cinta segitiga diantara mereka bertiga.
"Jangan berbuat yang tidak senonoh! Nanti mereka mengira isu aku menghamilimu itu benar!" geram Erzo pada Mausy
"Aku akan menghancurkanmu,karena aku tidak mendapatkan mu!" Ucap nya sambil tersenyum dan tentu dengan nada yang pelan
Mausy berganti menyalami Shasa,tapi dengan sengaja ia mendorong Shasa .
"Maaf,keseimbangan tubuhku,tidak baik" ucap Mausy pura pura menyesal
Shasa bangun dan merapikan pakaiannya
"Oh tidak apa Mausy, seseorang yang pernah menjadi pecandu narkoba sepertimu aku maklumi jika keseimbangan tubuhmu tidak baik" ucap Shasa sambil menunjukan gigi gigi putihnya
Erzo tersenyum melihat Shasa yang tidak gampang ditindas,mereka dapat melihat raut kesal dari Mausy.
Para tamu Ekslusif yang duduk di kursi paling depan ada yang mendengarnya.
"Bukan kah itu anaknya Adnan?"
"Iya,beberapa tahun yang lalu Ayahnya sendiri yang membawanya ke kantor polisi"
"Tidak disangka orang tuanya baik,berbeda dengan anaknya"
Dengan cepat Mausy pergi dari pelaminan karena kepalang malu.
"Izin selamat Bang,Semoga menjadi pasangan yang Samawa" ucap wanita itu menyalami Erzo dengan cepat
"Amin terima kasih" balas Erzo
"Selamat ya Shasa, akhirnya jadi pengantin juga. Semoga aku cepat nyusul" ucap wanita itu girang sambil melakukan cipika cipiki
"Eh Ayu! Aku gak nyangka kamu mau datang jauh jauh kesini"
"Apa sih yang enggak buat Lettinganku yang suka menghayal seperti kamu"
"Makasih semuanya yang udah datang kesini" ucap Shasa sambil melihat beberapa orang Lettingan dibelakang Ayu
"Kita kesini pake gamis Couple loh"
Ucap Dara
"Nih buat kamu Sha. Nanti datang ya ke acara pernikahan ku" ucap Ayu sambil memberikan Paperbag hijau tua
"Makasih ya,eh kita foto dulu yuk!" Acak Shasa
"Ayo lah!"
"1,2,3"
'Cekrik'
"Share ke Grub ya Yuk"
"Iya tenang aja"
__ADS_1
💗💗💗
"Bang,kok diam aja sih?" Ucap Shasa malu
Akward
Erzo melirik Shasa yang sudah naked tanpa sehelai benang pun.
Shasa terlalu bersemangat seperti kejadian kejadian hot di novel novelnya.
"Bang kok diem aja sih?" Shasa mulai kesal
"Abang...Abang" gugup Erzo
"Naluri Bang! Buka baju dulu,gak sumuk ya?"
"Abang tau Dek,cuma ini yang pertama bagi Abang"
"Lah Adek juga Bang"
"Ya udah ayo buat Erzo junior" ucap Erzo bersemangat
\*
\*
\*
Erzo dan Shasa duduk bersama di ruang tv rumah baru mereka.
Shasa meremas jari jari tangannya, Erzo masih asik dengan menunduk malunya.
"Sakit gak Dek?" Tanya Erzo memecahkan kecangungan ini
Shasa menoleh menatap Erzo lalu mengangguk.
Tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
"Gimana Qia dengan Redy Dek?" Tanya Erzo malu
"Tahun depan mereka pengajuan Bang" jawab Shasa pelan
"Ouh,Alhamdulillah semoga lancar"
\*
\*
\*
"Gak sabar 2 bulan lagi!" Ucap Qia girang
"Kamu tuh dari dulu gak sabaran,kok bisa ya Redy tahan sama cewek kaya kamu?"
"Kan cinta tidak memandang fisik Kak!"
Mereka berdua saling berargumentasi di rumah Orang tua mereka.
"Udah jangan kelai dulu bantu Mamak masak aja!"
"Iya Mak" ucap Qia yang langsung ke dapur
"Gimana Sha? Sudah hamil belum?" Tanya Ginka pada anak sulungnya
Shasa menggeleng lemah
"Sudah sering ku Cek Mak,tapi Negatif" ujarnya dengan nada sedih
"Wajarlah Sha,pernikahan kalian itu baru jalan sebulan dulu Mamak aja 2 tahun belum punya anak"
"Iya"
"Suami belum pulang kah?" Tanya Ginka Shasa menggeleng
"Belum"
"Yaudah sana sama Fia ke supermarket. Belikan ini,ini Uang nya" titah Ginka sambil memberikan nota dan uang
Shasa mengangguk seperti anak kecil tang disuruh ibunya untuk berbelanja.
"Fia! Ayo ikut Kakak!" Teriak Shasa memanggil adik bungsunya
"Gak mau! Suruh Bang Bayu aja Kak!"
"Bayuuuu! Ikut Kakak yuk!" Teriak Shasa lagi
__ADS_1
"Gak,asik ML nih Kak"
"Yah Mak gak ada nih"
"Assalamualaikum..." ucap suara perempuan dan pria
"Waalaikumsalam" jawab Shasa dan Ginka
Farel mencium tangan Ibu dan kakaknya wanita dibelakang Farel mengikuti hal yang dilakukan Farel.
"Kak,kenalkan ini Fani Mahasiswi kedokteran" kenal Farel
"Ibu Mbak ,Saya Nurfania"
"Pacar nya Farel?" Tanya Shasa menyeleksi
Fani mengangguk malu
"Kamu tau kan gaji Tentara itu kecil?" Sekali lagi Fani mengangguk
"Farel kamu jadi berangkat tugas ke perbatasan?" Tanya Shasa pada Farel
"Jadi Kak"
"Kamu siap di tinggal pergi?" Tanya Shasa lagi
"InsyaAllah saya siap Mbak"
"Jadi perempuan harus jaga kehormatan,jangan mau menyerahkan diri dengan sembarang laki laki kecuali suami kamu"
Fani mengangguk
"Farel temeni Kakak ke Supermarket di suruh Mamak belanja nih,mumpung cuti kakak masih beberapa hari"
"Iya Kak"
Shasa keluar bersama Farel, mereka masuk ke dalam mobil hitam.
Farel menyetir mobil itu dengan lihai.
'Tring' sebuah foto masuk ke Wa Shasa
Dari Mausy? Shasa membuka foto tersebut. Ia terkejut melihatnya
Foto tersebut Erzo sedang menyuapi es krim ke mulut Mausy.
"Ke Taman sekarang Dek!" Perintah Shasa pada Farel
"Iya Kak" ucap Farel tanpa banyak bertanya sudah tau Taman mana yang di tuju.
Setelah sampai, Shasa terkejut melihat Erzo dan Mausy seperti sepasang kekasih yang tengah berpacaran di Taman.
"Bang!?" Teriak Shasa pilu
Erzo terkejut melihat kehadiran Shasa
Dengan cepat ia melepaskan balon yang ia bawa.
"Pa...pa...pa..pa" gumam anak laki laki itu
Erzo berlari ke arah Shasa
"Dek,jangan salah faham!"
Shasa mundur dan bersembunyi di balik tubuh besar tinggi adiknya itu.
"Kakak jangan nangis,Ada Farel disini. Kita bisa ngajar perwira tukang selingkuh itu kok"
"Hiks...jika... pulang aja Rel!" Lirih Shasa
"Bentar Kak!"
Farel menarik kerah baju Erzo,ia melayangkan pukulannya ke wajah Erzo. Erzo hanya diam pasrah menerima pukulan adik iparnya. Mungkin sedari awal ia tidak usah menerima rayuan semua itu.
Tak ada yang berani melerai mereka.
"Jangan sekali sekali buat Kakak saya menangis!"
'Bugh!Bugh!'
"Farel! Udah! Akkhhh" teriak Shasa sambil mencengkeram perut nya yang terasa Sakit.
Bersambung
__ADS_1