Akhir Cinta Yang bersandingkah ?

Akhir Cinta Yang bersandingkah ?
PBB


__ADS_3

'Aku akan membahagiakanmu dengan caraku sendiri, cara yang tidak kau dapatkan dengan yang lain'


"Pot,kucariin dari tadi,di sini rupanya" ujar pria berambut cepak itu.


Mereka sama sama menggunakan kaos yang sama.


"Gue mau kasih cowok ini pelajaran dulu!" Ucap Rifki marah sambil memancarkan hawa perangnya


"Pot kayanya dia Perwira deh. Mending gak usah cari masalah"


Bisik Lettingan nya


"Perwira dari mana coba? Dia ini tampang tampang anak gagal daftar Pot!" Solotnya tak terima


"Abang kita pergi aja yuk,gak usah ditanggapi"ucap Shasa pelan


"Iya dek"


"Eh mau kemana lu!"


"Udah pot tenang Pot!" Berulang kali temannya itu memberitahu untuk


Berhenti


"Ayo bang kita lari!" Ajak Shasa sambil menarik tangan Erzo


Erzo mengikuti Shasa yang berlari,ia merengus kesal.


"Coba saja Razia Pom itu gak di hotel dan hiburan malam aja. Ke tempat yang kaya gini pasti banyak yang ketangkap" kesalnya


Shasa berhenti,ia menggenggam tangan sang kekasih.


"Maaf ya Bang, adek gak bohong kok adek udah gak punya hubungan dengan lagi dengan dia bang"


Erzo mengatur emosi nya agar lebih tenang.


"Abang percaya Adek kok. Abang juga gak bakal balas tuh Tentara yang gak tau adab! Tapi lihat aja kalau sekali lagi dia nyentuh kamu,aku pasti in selang besar yang isinya selongsong semua buat kulit mulus dia bersisik kaya buaya!"


Shasa bergidik ngeri mendengar hal tersebut. Erzo menggenggam tangan Shasa. Ia merasa tangan Shasa sedikit bergetar.


"Pulang aja yuk Bang,nanti Bapak marah"


Erzo mengangguk. Mereka berjalan ke arah tempat Parkir.


Erzo mengeluarkan motor Satria F milik nya.


Erzo memasangkan Shasa helm,padahal Shasa bisa sendiri. Biar romantis gitu kali ya...


"Makan dulu ya dek" ajak Erzo pada sang kekasih


'Krucuk Krucuk'


Shasa merengus kesal,mengapa perutnya bunyi disaat yang tak tepat.


"I...iya bang"


Erzo tersenyum. Menjalin hubungan dengan Anak SMA ternyata mengasyikkan. Tetapi Erzo berniat akan serius dengan sang Kekasih.


Erzo tau jelas,sang Ayah menginginkan jika Shasa bisa menjadi Kowad. Maka Erzo akan mendukung Shasa sebisa mungkin sampai titik darah penghabisan.


Toh walau Shasa lulus Akmil mereka tetap akan bisa menikah.


Shasa merasa tak nyaman dengan jok motor milik Erzo. Semakin ia duduk paling belakang dengan mudahnya merosot ke depan.


Mengesalkan bukan?


'Bremmmmm'


Erzo menambahkan kecepatan nya


Karena terkejut Shasa terpaksa memeluk Erzo. Dari pada ia terjatuh nantinya.


Erzo memelankan motor nya. Ia meletakan tangan Shasa agar mempererat tangannya.


"Begini dek,biar gak jatuh" ujarnya membuat Shasa tersipu malu


Ketika sudah sampai di warung lamongan,Erzo turun dan memesan makanan ia bertanya ke Shasa ingin pesan apa? Shasa menjawab ingin disamakan saja.


"Pa'le tambah 7 porsi lagi ya. Dibungkus aja"


"Baik"


*


*


*

__ADS_1


"Assalamualaikum Bapak" salam Shasa


Erzo masih setia membawa bungkusan pecel lele dan boneka Shasa


"Waalaikumsalam,masuk masuk Nak"


"Iya Pak"


"Gimana jalannya tadi?"


"Seru pak"jawab Erzo canggung


"Udah jangan canggung kaya gitu,kan kita Keluarga"


"Iya Pak,oh iya maaf gak bisa bawa apa apa ini saya ada beli Pecel Lele semoga bapak suka"


"Oh repot repot aja Nak Erzo" jawab Sardi sambil menerima pecel lele


"Gak repot kok Pak,mana Adik adik?" Tanya Erzo sopan


"Udah pada tidur Nak"


"Nak silahkan diminum dulu Kopinya" tawar Ginka pada Erzo


"Oh baik bu,jangan repot repot bu"


"Gak kok,gak ngerepotin kok"


"Makasih ya"


"Nak Lusa datang kesini ya,si Shasa ulang tahun ke Delapan belas tahun"


Erzo mengangguk


"InsyAllah saya akan datang pak,semoga tidak ada kegiatan di Kodam."


"Iya Nak sempat sempat kan datang ya"


"Iya Pak"


Shasa sendiri hampir lupa pada tanggal lahirnya.


"Pak saya izin pamit ya udah malam. Takut teman saya gak ada temennya nya"


Shasa melotot tak percaya


"Oh ya coba gitu kek dari tadi. Gak gak Ambigu gitu bang"


Erzo terkekeh pelan,ia berjalan keluar. Shasa mengantarnya hanya sampai luar saja.


"Ini sudah malam, sana masuk!" Ucapnya pelan


Shasa mengangguk.


"Kamu masuk Dek! Baru Abang akan pergi" ujarnya tegas


Sepertinya Shasa ini memang bandel ia tidak mau masuk.


Ia bersikukuh akan masuk jika Erzo sudah pergi.


"Kalau Aku gak mau,Abang mau apa?"


"Yassalam, maaf Pak anakmu tak cium!" Dengan gemas Erzo mencium pipi mulus Shasa


Shasa tercengang kaget


"Ba...ba...barusan Bang ngapain?"


Tanyanya kaku


"Cium Adek"


"Oh ya Udah Shasa masuk sekarang,Abang pergi sana!" Teriaknya Malu


'Bammm"


Pintu di bantingnya dengan kuat sehingga menyebabkan bunyi yang keras. Erzo geleng geleng melihat tingkah kekasihnya seperti itu.


Baru saja Sertu Sardi membaca isi Grup Chat antar Lettingannya sambil meminum kopi dengan gelas ukuran yang jumbo.


'Bammm'


Tak sengaja Sertu Sardi menjatuhkan Handphone nya kedalam gelas kopi yang berukuran sangat jumbo dan tentu saja dengan kopi Arabikanya.


"Shasaaaaaaaaaaaa" teriaknya


Dengan cepat gadis itu berlari memasuki kamarnya dan mengunci dalam. Ia tau apa yang akan terjadi selanjutnya.

__ADS_1


'Tok Tok Tok'


'Tok Tok Tok'


'Tok Tok Tok'


"Shasa nya lagi tidur!" Teriaknya


'Tok Tok Tok'


"Dibilangin lagi tidur kok!"


Setelah itu. Ketukan itu menghilang,Shasa baru bisa bernafas dengan lega nya.


*


*


*


2 hari kemudian


Tepat tanggal 26 Shasa merayakan ulang tahunnya yang ke Delapan belas tahun.


Acara ini hanya sederhana,hanya keluarga aja yang merayakannya. Shasa sudah menunggu selama 2 jam.


"Kak, bang Erzo datang gak sih? Bapak merecung dari tadi tuh!" Ucapnya sambil menunjuk sang Bapak menggunakan dagunya


"Dimulai saja Sayang mungkin Erzo banyak kegiatan. Maklum lah semakin tinggi pangkatnya semakin besar tanggung jawabnya" ucap Ginka


"Iya Ma" ucap mereka kompak


Shasa dan Qia melihat kue ulang tahun yang ukurannya besar itu sudah dikelilingi 4 monster kecil.


Monster monster itu seakan sudah siap untuk menyerang kue yang lezat dan enak.


'Tok Tok Tok'


"Kak mungkin Bang Erzo datang!" Ucap Qia


"Assalamualaikum..."


Deg


Ini bukan Erzo melainkan si Mantan tercela.


"Buka kan pintu gak Mak?"


"Buka lah sayang,dia tamu kita loh"


"Iya tapi!?"


"Cepat!"


Dengan amat sangat terpaksa Shasa membukakan pintu untuk Rifki.


"Selamat ulang tahun Dek" ucapnya


Dengan malas Shasa mengangguk.


"Ini kado nya" Shasa memandang dengan malas tetapi ia tak mau di bilang tidak menghargai pemberian orang maka ia akan menerimanya.


"Makasih ya Bang"


"Sama sama dek"


'Krik krik krik krik'


"Ngak disuruh masuk temannya Shasa?" Triak Ginka


"Orangnya gak mau masuk Mak"


"Eh kata siapa Dek? Orang kamu gak ada suruh"


"O O O O O ORA URUS!"


"Kakak nih Ribut aja sih,kaya PBB tuh Bang Rifki"


"Apa itu PBB dek?" Tanya Rifki penasaran


"PASUKAN BANYAK BACOT!!!"


RIFKI menutup telinganya yang sakit akibat teriakan dari bekantan betina ini


Pasukan dari mana? Padahal ia hanya sendiri.


Bersambung

__ADS_1


Bang Erzo kemana sih? Kok gak datang ya?


__ADS_2