
Jangan lupa vote
Revisi
'Pada dasarnya yang jahat dan baik itu ada namun, garam saja bisa terlihat seperti gula'
Mausy berkacak pinggang pada pria paruh baya di depan nya ini.
"Mausy bilang,Mausy gak mau jadi Tentara Papi! Cukup Mbak Elsa dengan Mas Arip aja!. Apa Papi paham?" Bentaknya pada sang ayah
"Mausy! Papi ini Tentara! Dihormati banyak orang! Apa kata bawahan Papi? Papi gagal mendidik Kamu menjadi Prajurit! Papi malu,anak tukang cuci saja bisa jadi Perwira. Lah kamu anak Papi jadi apa?" Jawabnya
"Papi,Mausy mau jadi Dokter! Kaya Mami!"
"Baik Papi turuti kemauan kamu!" Ucap Pria tegas itu marah
Pria itu keluar.
Mausy terjatuh di lantai kamarnya. Ia menangis.
Ia tidak ingin seperti Kakaknya Elsa. Ia juga tidak ingin gugur seperti Abang pertamanya Arip.
Gugur saat pertama kalinya ia bertugas.
Ia hanya ingin menjadi Dokter saja. Ia tidak mau menjadi Prajurit seperti saudara saudaranya yang lain.
Mausy mengambil bubuk putih dari bawah bukunya. Ia mengambil Spuit(jarum suntik) Mausy membakar bubuk putih tersebut,lalu cairan itu ia masukan ke Spuit.
Mausy menyuntikkan cairan laknat itu ke lengannya.
Ia memejamkan matanya.
Ia merasa sedikit lebih lega.
"Akhhh dasar Papi bodoh! Mausy tidak akan mau jadi Tentara. Mausy benci Tentara termasuk Papi!" Monolognya sendiri
Mausy berceloteh celoteh tak jelas. Lalu di akhiri dengan kikikan kikikan tak jelas.
Ia terkejut saat wanita berkerut buncit dan berambut pendek masuk ke kamarnya.
Dengan cepat ia menyembunyikannya benda benda haram tersebut.
"Adek,dipanggil Papi itu. Papi ada tamu" Ucap nya lembut
"Mbak Elsa keluar sana! Papi itu orang tua egois!"
"Ih lihat dulu toh Dek,nanti kepincut dianya udah pergi terus nyesel!"
Ucap Elsa kesal
"Iya iya Mausy siap siap nih" jawabnya
Mausy menggerai rambutnya yang berwarna 4 itu. Merah,hijau,pirang,dan hitam.
Elsa keluar dari kamar Mausy,ia berdoa semoga kelak anaknya tidak seperti Mausy.
Mausy menyimpan bubuk narkoba itu ke buku sekolahnya. Karena menurut Mausy sendiri tempat itulah tempat yang paling aman.
Sejak kapan Mausy mengenal barang laknat itu?
Baru,ia mengenalnya sejak masuk ke bangku SMA. Karena pergaulannya terlalu bebas.
"Semoga janin ini bisa gugur dengan minum pil ini" ucap Mausy pelan sambil memukul perut nya
Mausy keluar,ia menggunakan celana jeans sepaha dan kaos corp nya.
Adnan ayah Mausy menggeleng kepala nya.
Deg...
__ADS_1
Jantung Mausy berdetak lebih cepat. Kenapa ia bisa melihat wajah kekasih sahabatnya sangat tampan diwajahnya?.
"Ko. Kenali ini anakku namanya Mausy, Erzo kenali anak saya,Mausy. Bagaimana?" Tanya Adnan
Riko dan Adnan ada sahabat satu pendidikan,Lettingan dan Saudara asuh dari orang yang sama.
"Cantik anakmu,cuma apa pergaulan jaman sekarang udah berubah ya gak kaya jaman kita. Jaman dimana perempuan lebih menutup aurat seperti Uminya Erzo" ucap nya sambil bercanda.
Adnan tertawa.
"Makanya itu Ko,aku menyuruhmu datang kesini. Kau kan punya anak laki laki bagaimana kita jodohkan supaya anakmu yang Sholeh itu bisa merubah anakku yang Bad ini" ucap Adnan
Penuturan Adnan yang mengatakan bahwa Mausy bad itu membuat Mausy melototkan matanya ke arah Adnan.
"Aku sih terserah dengan anakku Adnan. Kecuali kau bertanya padaku jelas aku mau Hahahaha"
"Hahahaha mana mungkin aku memberikan anak gadis perawanku pada kakek kakek sepertimu"
Gadis? Ck... Author tidak yakin jika Mausy masih perawan.
"Erzo apa kamu sudah punya kekasih?" Tanya Adnan
"Siap,sudah" jawab Erzo
Adnan terkejut,ia tidak heran jika Erzo yang berwajah bule ini belum memiliki kekasih.
"Jangan formal formal Erzo. Dulu saja kamu Om gendong terus."
"I...iya Om."
"Perempuan seperti apa yang membuat kamu tertarik Erzo?" Tanya Adnan
"Om harap kamu menjawab dengan jujur! Siapa tau anak Om bisa berubah seperti keinginan kamu"
Erzo seperti kikuk.
"Baik,menutup auratnya,berambut hitam,berhati baik, rajin,lalu peduli dengan sekitarnya"
Ia senang mendengar jawaban dari anaknya. Riko jadi ingin bertemu seperti apa calon mantunya.
"Syafira kan!" Ketus Mausy tak senang
Adnan menoleh,ia marah dengan anak perempuan nya yang tak bisa diatur itu.
"Syafira yang biasa kesini kah?" Tanya Adnan
Mausy mengangguk
"Sahabat kamu itu kan? Anak nya Sersan?"
Saat Papinya berkata sahabatnya,raut wajah Mausy berubah.
"Iya Papi,yang Bapak nya Sersan itu."
"Oh jadi Syafira,anaknya Sersan. Pasti dari Tamtama. Biasanya keluarga Tamtama gak neko neko. Aku suka aku suka hihihi. Lanjutkan nak,Abi dukung kamu dengan Syafira" Batin Riko
"Nak kamu suka dengan nak Erzo?" Tanya Adnan pada Putri bungsunya itu
Dengan cepat Mausy mengangguk lalu tersenyum. Mausy tidak memperdulikan perasaan sahabatnya.
"Erzo,Om tanya sekali lagi. Kamu mau saya jodohkan dengan anak saya?" Ucap Adnan seperti meminta
"Maaf,Om. Bukan apa,tapi saya hanya akan mencintai satu hati." Ucap Erzo pelan
Ia berharap hati pria didepannya ini mengerti.
Adnan mengangguk paham.
"Tidak apa apa Erzo. Om paham. Om juga akan memilih wanita yang menutup auratnya." Ucap Adnan.
__ADS_1
Anaknya ini bikin malu saja. Kenapa Adnan bisa memiliki anak seperi Mausy? Tidak seperti Elsa yang pintar dan penurut.
"Assalamualaikum Pak,Siang.Izin" ucap pria berpangkat Lettu itu masuk sambil memberikan hormat untuk kedua pria berpangkat tinggi yang ada di depannya ini.
"Masuk aja Raka!" Ucap Adnan.
Elsa keluar,ia melihat suaminya datang.
Elsa mengajak suaminya,Raka. Untuk masuk kedalam.
"Andai saja aku punya anak perempuan sepertimu. Aku ingin menjadikan nya seperti anakmu,jadi Prajurit Indonesia." Ucap Riko
Adnan mengangguk
"Aku punya dua anak perempuan tetapi yang satunya benar benar mengecewakanku" ucap Adnan sambil menunjuk Mausy
"Tapi tak apa Adnan. Yang penting menantuku Kowad nantinya Hahahay" Ucap nya penuh harapan
*
*
*
*
*
Riko menjadi lebih banyak bertanya pada anaknya ini.
"Seperti apa rupa gadis yang kau sukai Erzo?" tanya Riko disela makannya.
"Ah,Abi benar benar kepo. Yang pasti ia gadis yang sederhana" jawab Erzo sambil mengingat wajah Shasa yang tak bisa di lupakan nya
"Tunjukan Abi Fotonya Erzo!"
"Abi ini seperti Tidak pernah muda saja!" Kesal Erzo
"Kamu mau jadi anak durhaka Erzo?" Ancam Riko.
Ia terkikik melihat Erzo mengeluarkan ponselnya dari saku PDL nya.
Erzo memberikan ponselnya dengan wajah kesal.
"Wih mantap sekali,ini baru anaknya Abi"
Riko melihat foto perempuan berkerudung merah sambil menggigit medali Emas.
"Iyalah Bi. Kalau seperti anak temannya Abi. Erzo gak bakalan mau!"
"Abi restui hubungan kalian,Asalkan antarkan Abi menemui keluarganya."
"Hah?" Erzo terkejut
Becanda Abi? Emangnya ini lamaran?
"Jangan lupa bawa barang barang ya. Bawa gelang keluarga kita juga Ya"
"Hah? Emang kita mau lamaran Bi? Dia hanya anak sekolahan"
"Tidak apa,toh nanti si Syafira bakal lulus juga dari sekolahnya"
"Iya Bi"
"Anak Ke berapa dia?"
"Anak sulung Bi dari enam bersaudara" jawab Erzo
"Wih! Jago bidik juga Bapak nya" kejut Riko
__ADS_1
Bersambung
Jangan lupa vote nya guys!