
Jangan lupa Vote ya Guysss...
"Kamu yakin Kakakmu gak kenapa kenapa Dek?" Tanya pria tampan di sebelahnya itu
Qia menghela nafasnya, walaupun sebenarnya ia cemas tetapi Qia harus men-sugesti dirinya bahwa Shasa tak apa apa.
Gadis kelas 2 SMA itu mengangguk.
"Dia gak apa apa Bang Redy. Kakak orangnya kuat kok" jawab Qia yakin
Redy mengangguk.
Sejak Redy di lantik mereka berdua semakin dekat.
Saat penempatan Redy kembali ke sini. Karena Redy seorang putra daerah. Jadi ia kembali.
'Ceklek' suara pintu dibuka
Redy langsung memberi hormat untuk seniornya.
Senior itu adalah Erzo.
Erzo mengangguk, tangannya beralih menaikan selimut Shasa.
Hampir dua hari ia tak kunjung kunjung bangun dari tidurnya. Dokter mengatakan tak ada penusukan yang Fatal,hanya saja ia mengeluarkan banyak darah.
Qia menarik tangan Redy untuk keluar, Redy mengangguk.
Shasa sebenarnya berniat untuk mengikuti tes Bintara. Tetapi nasib tidak ada yang mengetahui, mereka berdua saat di jalan malah di jegat orang yang tak diinginkan.
Erzo juga menyalahkan dirinya sendiri.
Hukum tak menyalahkan Shasa. Ia membunuh orang karena untuk melindungi dirinya sendiri.
Dari ketiga preman itu salah satu diantara mereka meninggal akibat tebasan di lehernya. Dan dua lainnya juga sambil melakukan perawatan di Hotel Prodeo. Setimpal bukan?
Mungkin Bintara belum rezekinya Shasa. Ia akan mengikuti Tes Akmil saja nanti.
Erzo meletakan buah dan barang lainnya di atas nakas. Tak ada sedikitpun suara yang keluar dari mulut Tentara tampan itu. Ia masih asik mengelus rambut hitam kekasihnya.
Banyak penyesalan di dalam dirinya.
Shasa merasa terusik tidurnya. Ia merasa nyaman ada yang mengelus elus rambut pendeknya. Mata itu terbuka sempurna.
Di keadaan sakit pun ia masih dapat melihat dengan jelas mahluk ciptaan Tuhannya yang begitu sempurna.
Semenit...
Dua menit...
Tiga menit...
Mereka berdua masih saja diam di tempat. Shasa merasa kepalanya sakit.
Erzo langsung memeluk Shasa dari samping untuk menghindari luka tikaman itu.
Shasa masih setia dengan kebingungan nya. Sejenak ia berfikir lalu meraba perutnya.
Ada luka...
Berarti ia tidak mimpi hari itu ia benar benar di tikam.
__ADS_1
Shasa melepaskan pelukan kekasihnya.
"Mausy kenapa? Dia luka gak? Dia selamat gak?" Tanya nya bertubi tubi
"Ssshttt, dia selamat dan gak terluka sama sekali!" Ucap Erzo tak senang.
Erzo merasa ada keganjilan dengan kasus ini.
"Tapi dimana dia sekarang Bang?"
"Gak tau! Mungkin di rumahnya" ketus Erzo tak senang.
Erzo kesal dengan kekasih yang ia cintai ini. Seharusnya ia mengkhawatirkan dirinya dulu yang terluka.
Saat kejadian itu berlangsung. Raka segera menghubungi juniornya. Letda Erzo yang di hubungi Lettu Raka saat itu langsung datang Ke TKP.
Tak lama Mausy datang membawa warga sekitar untuk menolong. Tapi terlambat Shasa sudah dibawa ke rumah sakit.
Mausy menangis disana sambil mengusap-usap darah yang berceceran.
Erzo geli melihat Mausy saat itu. Aktingnya begitu ketara di mata Erzo.
'Ceklek'
"Assalamualaikum Dek" ucap mereka berdua kompak
"Waalaikumsalam" jawab sepasang kekasih itu kompak
Wanita cantik itu meletakan sebungkus kue dan air mineral di atas nakas.
Ia mengusap tangan Shasa.
"Baik Mbak Elsa walau agak kaget" jawab Shasa tenang
"Waktu kamu teriak itu Mbak sama Mas mu kaget loh... kok kamu dihadang preman." Ucap Elsa
Shasa mengerti,ternyata yang menolongnya saat itu adalah Elsa dan Suaminya.
"Premannya gimana Mbak?"Tanya Shasa
"Satu dari mereka meninggal" jawab Raka
Wajah Shasa berubah menjadi suram.
"Bang, Adek masuk kantor polisi Bang! Gak bisa jadi TNI Adek Bang!" Ucap Shasa takut
Erzo mengelus Punggung Shasa lembut.
"Kamu gak salah Dek! Kita semua punya bukti kuat kok. Dan kamu membunuh itu karena melindungi diri sendiri" jelas Elsa
Walau sudah dijelaskan begitu Shasa masih belum tenang. Bagaimana jika keluarga preman tersebut tidak terima dan balas dendam.
Erzo seakan mengerti apa yang dipikirkan Shasa. Ia berkata
"Gak akan Dek. Kamu tenang aja, mereka semua itu suruhan." Jawab Erzo berusaha menenangkan kekasihnya.
"Oh iya,sampai di interogasi mereka tidak mau bicara siapa yang menyuruhnya" jawab Raka
"Tapi saat mereka menjelaskan, bahwa yang menyuruh mereka itu perempuan. Dengan motif Iri dan benci. Sebenarnya orang itu hanya menyuruh untuk merusak wajahmu saja tapi mereka tertarik lihat kamu cantik" jelas Elsa
Penuturan Elsa membuat Shasa merinding.
__ADS_1
"Kok jahat banget ya Mbak... Tes Bintara bulan berapa Mbak?" Tanya Shasa
"Bulan 7 dek. Kamu ikut jalur atlet tes nya tanggal 20 an."
"Maaf,Shasa gak bisa ikut tes Mbak. Dia masih harus pemulihan lagi pula bekas lukanya harus hilang dulu. Tahun depan saja." Ucap Erzo
Ada perasaan kecewa dibatin Shasa.
"Iya bener, nanti bekas luka itu di ukur loh. Bulan 1 aja ikut Tes Akmil siapa tau lulus." Ucap Elsa
*
*
*
*
*
Dentuman suara musik mengalun begitu jelas dan keras. Mausy masih menikmati bakaran daun ganja di tangan nya.
Ia bergoyang sesuka hatinya. Kepalanya menggeleng ke kanan dan ke kiri. Pria pria hidung belang itu mencolek tubuh nya.
Mausy tertawa menanggapi pria tersebut.
"Udah punya pasangan?" Tanyanya
Di antara banyaknya manusia yang berada di Diskotik tersebut.
Mausy menggeleng sambil menyesap ganja nya.
"Gak kenapa?" Tanya Mausy
"Bagus,nanti jadi temen tidur gue ya"
Mausy mengangguk,dan kembali bergoyang goyang. Ia datang ke diskotik karena kesal. Rencana nya gagal.
Dan anak buahnya ada yang mati karena hanya melawan satu orang perempuan saja.
Begitu saja tidak becus! Awas saja jika ada yang tau. Mausy mengancam akan membunuh keluarganya.
Tiba tiba ia terduduk di kursi depan bartender.
Kepalanya tertunduk lemas di meja Bartender. Lalu Mausy tertawa tidak jelas.
"2 gelas Tequila!" Ucap pria yang tadi mengajaknya ngobrol
Bartender sexy itu mengangguk dan menyiapkan pesanan pria tersebut. Tangannya lihai mengocok botol-botol tersebut.
Setelah selesai ia menyajikan 2 gelas Tequila untuk tamunya.
Pria tersebut diam diam memasukan sesuatu ke dalam minuman haram tersebut.
Lalu memberinya ke Mausy. Mausy menerimanya dengan senang hati lalu meneguknya hingga air tersebut kandas.
Pria tersebut tersenyum .
"Ke kamar aja ya!" Ucap nya Mausy mengangguk dan berdiri.
Bersambung
__ADS_1