
Jangan lupa vote ya
"Chat sama siapa Dek?" Tanya Erzo. Pasal sedari tadi ia dicuekin
Shasa menunjukan Handphone nya kepada Erzo.
"Ini chat dengan Mausy Bang. Katanya dia gak bisa datang. Yaudah deh aku bilang gak apa apa" jelas Shasa pada kekasih nya.
"Oh... Kan ada Abang di Sini Dek... oiya Bapak dengan Ibumu mana?"
"Nanti juga datang. Kan masih lama Tarungnya"
"Erzo!" Seseorang menepuk baju Erzo
Erzo menoleh
"Abi..."
"Ini Kasdam kita bukan?" Bisik pria di samping Shasa
"Ia ini kan Pak Riko... itu yang wajahnya Bule anaknya ya?"
"Ya lah. Orang Manggil Abi. Abi kan artinya Ayah"
"Kapan jadwal kamu Shasa?" Tanya Riko
"Jam 3 Pak..eh Abi" Ucap nya tak biasa
"Biasakan panggil saya Abi ya!"
"I...iya Abi"
"Abi kok ada disini sih?" Tanya Erzo
"Emang gak boleh dukung menantu sendiri?" Baliknya tanya
"Boleh sih Bi... tapi Abi tau dari mana?"
"Apa sih yang Abi ngak ketahui?"
"Iya deh..."
*
*
*
*
*
Bibirnya tampak pucat,matanya memejam menahan kesakitan yang amat luar biasa.
Ya dia Mausy. Mausy memegang perutnya sembari duduk di toilet duduk.
"Akhhhhhh ssshhhttt sakittttt" rintihnya
'Brus'
Darah keluar dari area intinya. Efek obat itu memang mujarab batinnya.
Sekarang janin itu sudah gugur bersama air kloset.
Genggaman tangan Mausy semakin kuat saat akan ada yang keluar dari sana.
"Akhhhhhhhhhhhhhhh" teriaknya
__ADS_1
Rumah tersebut hanya ada ia seorang.
Mausy tak pernah berfikir. Ia yang hanya berfikir untuk bersenang senang malah akhir menderita seperti ini.
Mausy sendiri tak menyangka bahwa ia hamil.
Mausy bangkit dan mengambil handuk. Ia menyiram toilet yang berisi air berwarna merah darah.
Ia mengelap pahanya dan seluruh darah. Tubuhnya sangat kering. Ia sudah berusaha makan sebanyak apapun namun ia tetap kurus.
"Snif.. Snif....Snif..." tangisnya
Perutnya masih terasa sakit. Ia bebas meraung seperti apapun di Sini karena Ayahnya sedang tiada di rumah. Begitu juga dengan Ibunya.
Mausy mengambil foto dirinya dan sahabatnya. Ia membanting ke kasur.
'Prank'
Kaya terburai di lantai. Mausy mengambil kertas foto tersebut. Ia mengoyaknya.
'Krek'
Di sobek sobek foto Wanita cantik tersebut. Ya wanita itu adalah Shasa. Shasa yang notabene nya adalah sahabatnya sendiri.
"Puas kamu? Puas kamu? Entah kenapa sekarang aku membencimu! Semua pria yang ku sukai selalu kau rebut!."
Mausy mengambil korek kayu. Ia gesekan batang korek tersebut dengan kotaknya.
Mausy membakar foto Shasa .
"Aku benci kamu! Aku mencintai Erzo! Lihat saja saat wajahmu ku rusak! Apa Erzo masih mau denganmu? Jelas tidak Hahahaha. Segala cara akan ku lakukan, akan ku buat Erzo menikahiku!" Teriaknya bak wanita tak waras.
Sebenarnya Mausy membenci Tentara. Termasuk Ayah dan Kakaknya. Elsa.
Tapi entah mengapa ia malah terlahir di keluarga militer. Seperti sang Ibu yang sudah bercerai dengan Ayahnya.
Ia tak sadar dengan adanya keluarga Broken home membuat hidupnya bertambah berantakan. Ia sangat iri dengan masih sahabatnya. Shasa . Shasa dan adik adiknya mendapat kasih sayang yang adil walau Ibunya pensiunan dan Ayahnya berawal dari balok merah.
Mausy membencinya! Dengan sikap Ayahnya yang menurutnya tak peduli padanya.
"Lihat saja Shasa,akan ku buat wajah mu hancur!" Ucapnya geram dan pelan
'Ceklek'
Wanita berbadan dua itu masuk.
Kok bisa ada mbak Elsa sih? Batinnya kesal
Karena ia tak bisa menikmati sabu sabunya.
Mausy membenci Elsa. Elsa bisa mendapatkan pria yang baik kenapa tidak dengannya? Seharusnya mereka sama sama akan melahirkan. Namun Mausy sudah menggugurkan kandungannya.
Ia benci Elsa yang bisa mendapatkan Raka. Tanpa mereka sadari Raja kembaran Raka yang berprofesi sebagai Dokter telah menodai Mausy. Dan ia lah yang menawarkan Mausy ke dunia narkoba.
Tetapi sayang,saat Mausy ingin balas dendam pada Raja. Raja sudah meninggal duluan. Beberapa bulan yang lalu .
Raja positif terkena HIV. Sejak umurnya 24 tahun Raja sudah dinyatakan positif dan meninggal diusia 28 tahun.
Sungguh takdir kematian tiada yang tau kecuali Allah.
Jadi Mausy menargetkan kakak iparnya sebagai sasaran balas dendam nya.
Mausy tersenyum,namun wajah pucatnya tak bisa di bohongi.
"Kamu sakit Dek?" Khawatir Elsa
Mausy mengangguk
__ADS_1
"Haidku sakit banget Mbak...ssshhttt"
Elsa menyentuh kepala adiknya dengan sayang. Yang ia rasakan panas.
"Ya Allah Dek. Badan kamu panas banget. Mbak ambilkan air kompres sama obat ya"
Mausy mengangguk Kowad cantik berbadan dua itu pergi meninggalkan Adiknya.
Mausy mengangguk.
Saatnya Mausy membuat sang Kakak merasa sakit seperti dirinya.
Ia akan mencurahkan minyak goreng ke lantai berharap sang Kakak dapat kehilangan anaknya ketika terjatuh.
Ia mengikuti Elsa diam diam. Setelah berada di dapur Mausy mencurahkan minyak goreng itu ke lantai.
Ia berbalik di dinding agar tidak ketahuan. Mausy melihat Elsa sedang memasak air panas. Bahkan Elsa tak sadar ada minyak tumpah di lantai.
Musibah itu tak dapat di hindari.
Kowad cantik berbadan dua itu terpeleset karena ulah adiknya.
"Akkkkhhhhhhhhhhh.... Hiks Mas!" Jeritnya
Lantai berubah menjadi genangan darah. Elsa merasa sangat sakit yang luar biasa.
Pria yang berpakaian PDL lengkap itu berlari dengan terburu buru ketika mendengar teriakan istrinya.
"Astafirllah Elsa!" Teriaknya ikut panik
Mausy kesal! Kenapa harus ada Raka segala? Lebih baik Kakaknya itu mati menyusul Arip. Anak pertama yang meninggal di medan perang.
"Kamu tahan sebentar ya Dek!" Ucap nya bergetar
Wanita yang ia sayangi itu masih bisa mengangguk.
*
*
*
*
*
Raka berucap sukur karena Allah masih memberikan Istri dan Anak-anaknya keselamatan.
Kabar gembira ini membuat keluarga mereka bahagia. Elsa melahirkan anak kembar laki laki dan perempuan.
Tetapi ada kabar buruknya. Yaitu Elsa yang akan sulit hamil kedepannya. Kenapa? Karena tulang panggul Elsa retak.
Adnan akan memberikan dukungan untuk anak perempuannya itu. Ia sebagai orang tua turut sedih.
Di sana juga ada Melisa. Ibu Elsa dan Mausy dan juga Tedy Ayah tiri mereka berdua.
"Mami sudah pulang sayang" ucap Melisa lembut berharap Elsa segera sadar
Sudah hampir 7 jam Elsa tidak bangun bangun.
Melisa keluar dari ruangan tersebut .
Raka masuk.ia mencium istrinya itu.
"Bangun Dik! Anak kita membutuhkan asimu..." ucap nya parau hampir menangis
Elsa membuka matanya...
__ADS_1
Bersambung