
Jangan lupa vote ya...
Setelah melewati lika liku kehidupan ini,Shasa berdiri di depan cermin besar.
Tanpa sadar air matanya lagi lagi menetes. Ia tak menyangka akan terjadi hal seperti ini dengan begitu cepat nya.
Besok ia harus berpisah dengan keluarga,kekasihnya selama berbulan bulan lamanya. Diambilnya sisir hitam di atas meja hias.
Ia menyisir rambut nya yang sudah terpotong seperti potongan laki laki. Jika kalian menjadi Shasa pasti akan tau seberapa sedihnya berpisah dengan keluarganya.
🎀🎀🎀
Tepat berada di depan mereka akan berpisah sementara.
Shasa memeluk Bapak dan Ibunya serta ke lima adik adiknya.
Mereka saking terharunya sampai menangis.
"Baik baik disana ya Sha! Jangan ngelawan pelatih! Bapak dengan Mamak masih bisa memaklumi karena kamu anak kami." Nasehatnya Shasa mengangguk
"Kakak,jangan macem macem ya. Fokus ya jaga kesehatanmu nak" ucap Ginka sambil mengelus rambut Shasa
Ginka tentu bangga pada anaknya. Shasa dapat menjadi contoh untuk adik adiknya.
Shasa menyeka air matanya.
"Kakak bakal rindu dengan kalian" ucap Shasa sayang
Erzo menatap keluarga lengkap didepannya. Tanpa sadar senyuman terukir di bibirnya.
Shasa tepat berdiri dihadapan Erzo.
"Nanti kalau Abang udah jadi Seniorku. Gak bisa semena mena lagi Shasa ke Abang"
Erzo menarik Shasa kepelukannya.
"Iya... tapi Abang bangga sama kamu! Jangan canggung denganku ketika sudah dilantik! Aku kekasihmu... mohon jangan ada jarak diantara kita... aku mencintaimu Shasa" ucap Erzo lirih
Dalam diam air mata Shasa merembes ke pipinya.
"Gak udah nangis! Lebay! Mana ada Kowad cengeng! Perpisahan kita hanya sementara saja" sergah Erzo meninggikan volume suaranya
Shasa mengelap air matanya.
Serasa dunia milik mereka berdua.
"Aku hanya tidak rela berpisah Bang!"
"Tenang Dek! Kamu bisa bertemu kita ketika sudah pesiar"
Shasa mengangguk.
💓💓💓
Minggu minggu awal Shasa di pendidikan .
Shasa memiliki teman yang ramah ramah.
__ADS_1
Dari sabang hingga merauke.
Sambil melipat pakaiannya Shasa mendengar cerita dari teman baru nya yang nanti akan menjadi Lettingannya.
"Ah belum...,aku belum pernah mendengar cerita itu" ucap Shasa
"Kamu jangan lipat pakaian dulu Sha. Nanti saja dengerin cerita Ayu dulu!" Ucap gadis berperawakan besar dan tinggi
"Ah iya...,aku takut baju ku tidak terlipat rapi dan dibuang seperti kemarin. Sayang sekali" jawab Shasa sambil mengingat ke jadian kemarin
"Yah kamu nya sih"
"Sebentar lagi selesai kok."
Mereka menunggu Shasa menyelesaikan pekerjaannya. Setelah selesai Ayu kembali bercerita.
"Yang katanya konon dulu ada siswa Taruna. Beruntung kita perempuan"
"Emang nye ngape?" Tanya Dina berlogat melayu karena Dina berasal dari pulau Kalimantan
"Dia dijuluki dengan Tentara Merah" lanjut Ayu
"Biasanya tentara itu pakai seraya hijau? Jika Angkatan darat kok ini merah?"
"Konon katanya, dulu ada seorang siswa yang katanya memiliki kemampuan ya kita menyebutnya Indigo. Dia itu siswa yang pintar,nah aku lupa ceritanya ini"
"Ya gak seru!" Seru yang lain karena tanggung mendengarkannya
"Eh tunggu kayanya aku pernah denger ini deh. Bener yang kamu katakan Yu, dia katanya bisa melihat mahluk halus"
"Eh Bentar dong, dia katanya meninggal karena melihat ular raksasa. Kan di sisi kanan dan kiri diberondong peluru jadi seharusnya dia tetap jalan maju. Si Tentara Merah ini malah ketakutan yang tiba tiba ada ular didepan nya. Padahal itu gak ada. Jadi naas beliau tertembak dah begitu lah"
"Ih serem... kayanya itu Ular tak kasad mata soalnya kan katanya gak ada lagi pula dia Indigo"
"Iya begitu katanya."
"Beruntung kita perempuan" ucap Ayu
"Kenapa?" Tanya yang lain kompak
"Karena saat para Taruna membawa tandu Mbah Dirman,kita kan berada dibelakang"
"Oh iya aku tau ini. Pacarku pernah bercerita" ucap Shasa semangat
"Kenapa Sha? Yaudah lanjutkan aja" Ucap yang lain
"Hehehe kata pacarku,dia dulu bertugas di barisan paling depan dia gak bawa tandu Mbah Dirman. Pelatih sebelumnya sudah berpesan untuk tidak menoleh kebelakang saat sedang membawa tandu Mbah Dirman. Tapi tanpa sengaja my Honey noleh dia melihat Almarhum sedang tersenyum. Lalu kawannya juga ada yang melihat dan jatuh pingsan" jelas Shasa panjang lebar sambil membayangkan wajah Erzo
"Iya kaya gitu,jadi gak usah noleh kebelakang. Karena barisan kita dibelakang jadi kita gak boleh boleh deh" Seru Ayu
"Eh sudah tidur saja yuk,nanti ketahuan pelatih"
"Iya..."
Tak lama mereka semua mendengar suara seperti seseorang menyeret benda berat.
"Sha,kok perasaanku gak enak ya... aku takut" ucap Ayu yang tempat tidurnya disamping Shasa
__ADS_1
"Udah jangan dipikirin tidur saja!" Jawab Shasa
Shasa mengingat cerita Erzo,pernah dulu ia mendapat giliran jaga malam tanpa sengaja melihat seseorang tidak tidak bukan orang. Ya entah apalah itu seperti tentara tetapi bukan militer Indonesia sedang menarik tubuhnya sendiri karena tidak memiliki kaki. Bukan hanya Erzo saja,tetapi teman yang sedang bersamanya juga melihat.
Shasa berfikir sejenak,inikan asrama putri. Wah jika macam macam benar benar hantu cabul!.
💓💓💓
Awal awal pendidikan memang terasa sangat menyakitkan dan berat sekali. Tetapi ketika sudah berada di tahun ketiga Shasa menjadi lebih ringan.
Idul Fitri semua mendapatkan cuti selama 5 hari. Shasa memanfaatkan cuti ini untuk pulang ke rumahnya .
Menggunakan seragam coklat muda dengan lambang perwira,Shasa dan barisannya keluar rapi dengan menenteng tas di tangannya.
Mereka keluar berhamburan masing masing secara teratur. Ada yang pulang kampung merayakan Idul Fitri bersama keluarga.
"Kakak!" Pekik wanita itu Shasa merindukan suara ini.
"Qia!?" Ucap Shasa tak percaya adik kedua nya itu sudah menggunakan seragam kebanggaannya.
"Ini aku Kak! Qia"
Mereka berpelukan, Ayu menepuk pundak Shasa.
"Adik kamu?" Tanya Ayu Shasa mengangguk
"Kowad juga ya" sekali lagi Shasa menangguk
"Iya Kowad Baru" ucap Shasa sambil tertawa
"Kak aku udah jadi Serda! Aku udah jadi Kowad Kak!" Shasa melepas pelukannya
"Kakak bangga dengan kamu!"
"Kak waktu itu aku yang baca Sumpah Kowad! Seneng banget Kak" girang Qia Shasa dapat memahami hal tersebut
"Sha,aku ke Bandara ya. Dadah" ucap Ayu
"Dadah!"
"Ijin Bang" hormat Shasa pada seniornya Redy
"Udah gak usah sungkan sungkan Kak. Kan nanti kamu jadi Kakak ipar ku" ucap Redy
Tunggu tunggu! Shasa masih bingung
Kenapa Redy memanggil Shasa dengan sebutan Kak? Qia tersenyum.
"Kamu dengan Bang Redy???" Ucap Shasa
Qia dan Redy menangguk
"Udah ayo ke sana Kak. Bapak sama Mamak udah nunggu" ucap Qia sambil menunjuk ke arah Mobil
Dari kejauhan Shasa dapat melihat orang tua,adik adik,dan Erzo sang kekasihnya...
Bersambung
__ADS_1