
Jangan lupa vote ya
Revisi
"Assalamualaikum!" Ucap suara bass itu
'Bugh,Bugh,Bugh' bunyi samsak di pukuli
"Bagus Kak,Uppercut mu keluarkan." Ucap Ginka menyemangati anak sulungnya.
'Bugh'
"Kasih Hook Kak!" Ucap Ginka sambil melatih anaknya itu
Erzo melepaskan sepatu PDL nya dan melangkah masuk
"Assalamualaikum..." ucapnya sekali lagi
"Kayanya ada yang ngucapin salam lah Kak" ucap Ginka pada anak sulungnya
"Iya Mak"
"Udah minum dulu"
Shasa mengambil air yang sudah disiapkan di botol. Ia meminum air itu sembari mengelap keringatnya yang seperti habis dikejar maling.
Tanktop hitam yang digunakannya pun basah kuyup seperti sehabis terkena hujan.
Shasa kesal sekali,hampir tiap hari daerah tempat ia tinggal diguyur hujan terus. Membuat latihan nya di liburkan untuk sementara.
Kemana Qia dan yang lainnya?
Qia sedang sibuk belajar untuk persiapan ujiannya. Dan yang lain sedang tidur. mungkin.
"Shasa" ucapnya lembut
Shasa menoleh, Erzo?
Ia sangat rindu dengan pria yang satu ini. Sudah hampir beberapa minggu mereka tidak berjumpa. Tetapi masih berkomunikasi .
Gadis berwajah oriental itu ingin sekali memeluk Erzo. Tetapi ia sadar,ia malu hihihi.
"Abis latihan Dik?" Tanyanya lembut dan dibalas anggukan oleh Shasa
"Iya Bang, lagi banyak kerjaan ya Bang? Emang apa aja sih?" Tanyanya penasaran
Erzo mengelap wajah basah Shasa dengan lap yang ia ambil dari koceknya.
"Nanti kamu tau sendiri Dik" jawab Erzo
"Ia kalau lulus Bang" ucapnya
"Kok pesimis sih Dik? Mau Pre-wedding sama sama pakai PDL gak?"
Jelas Shasa mengangguk
"Tapi Bang! Anak petinggi petinggi lainnya banyak Bang!"
"Emangnya kenapa? Kamu harus tau Dik, Abang masuk Akmil itu Pure tanpa ada embel embel. Jas Abang baik,Pengetahuan Abang lumayan. Lah kamu ini jelas jelas Atlet PON, sudah Abang pasti kan kamu masuk tanpa Tes!" Ucap Erzo serius
Seketika wajah Shasa jadi sumringah.
"Beneran Bang. Tapi Renang ku buruk. Syukur syukur cuma sampai separuh aja"
"Gak apa dek,Nanti Abang Ajarin renang di Kolam belakang Kodam"
Shasa mengangguk.
"Rambutmu dipotong lagi Dek? Udah mirip Kowad beneran tau" goda Erzo
"Ih Bang!"
"Di aminkan gitu Dek" ucap Erzo
"Iya Amin Bang"
"Bapak mana Dek?"
"Biasa ngantar surat ke Bandara"
"Oh gitu ya. Jadi 2 minggu lagi kejuaraan nya?"
"Iya Bang"
"Sparing sama Abang yuk"
"Iya Bang tapi jangan beneran ya!"
Erzo mengangguk
__ADS_1
"Abang ngak akan nyakitin pacar Abang sendiri" gombalnya
"Oke habis ini kita adu bahasa yuk!"
"Oke nanti Abang pake bahasa Arab"
"Eh gak asik gitu,Adek yang nentuin Bang. Adek maunya bahasa Jepang, kan Adek Kanji Hahahay"
Erzo melepas baju loreng nya ia hanya menggunakan kaos loreng dan celana loreng kebanggaannya.
Shasa meneguk ludahnya ketika melihat bentuk six pack kikik Erzo.
"Udah JANGAN di lihatin terus nanti kepingin" ucap Erzo sadar
"Ah siapa yang lihatin. Itu aku lihat kok kaosnya bolong. Kena rokok ya Bang?" Elaknya
"Udah gak Bisa ngelak! Ayo Sparing"
Shasa memberikan pukulan double cepat . Pukulan itu mengenai perut keras Erzo . Erzo hanya terkekeh geli.
"Gak kerasa Dek"
"Apa Bang Erzo hanya ngindar terus. Berasa tarung ma anak kecil"
"Bang gak tega Dek!"
"Gak apa Bang,gak bakal maju nanti Adek di hindarin terus"
Erzo memutar dirinya ia mengangkat kaki kanannya. Dengan cepat Shasa menghindari Erzo.
Gerakan apa itu? Baru tau Shasa. Mungkin itu salah satu tendangan Yongmodo yang diikuti Erzo.
*
*
*
*
*
Erzo selalu kalah perang bahasa dengan wanita didepan nya ini. Shasa begitu fasih menggunakan bahasa Jepang nya. Saking kurang yakin nya Erzo ia sampai menerjemahkan di aplikasi translator.
Dan ternyata bahasa Jepang dan artinya itu benar benar sesuai dengan kenyataan.
Erzo menggeleng lemah. Apa wanita didepan nya ini mengerti semua bahasa?.
"Kamu dikasih makan apa sih Dek?"
Tanya Erzo
"Nasi lah"
"Tapi kok pinter"
"Na'am...Ya belajar Bang. Fix sudah dipastikan Abang kalah. Ada hukumannya ini."
"Apa?"
"Cium Adik!" Shasa berfikir jika pria di suruh mencium perempuan ia akan malu dan menolaknya. Jika seperti itu Shasa akan memberikan hukuman yang lebih berat.
Glek...
Erzo maju? Ia menyanggupinya.
"Lebih baik aku kalah terus!" Batin Erzo tertawa kemenangan
Ia maju dan mencium Pipi Erzo.
"Dek tadi Abang kalah bahasa Jepang kan?" Shasa mengangguk
Erzo maju dan mencium bibir Shasa.
Shasa merasakan benda kenyal menempel di bibirnya.
Ia hanyut terbawa suasana. Ruangan latihan ini hanya ada mereka berdua saja.
Shasa bangun dan menindihi Erzo. Mereka masih berciuman.
Ciuman mereka berdua lama kelamaan semakin panas. Shasa tak peduli dengan keringat Erzo.
'Ceklek' lampu yang lain menyala
"Ekmmm KALIAN!" Marahnya.
Mereka berdua menghentikan ciuman mereka berdua.
Syafei menatap marah pada kedua orang tersebut.
__ADS_1
Apa apaan? Ia melihat anaknya dengan ganas menciumi pacar nya.
"Keluar Kalian!"
Erzo merasakan tubuh Shasa bergetar
"Jangan takut Dek! Ada Abang."
"Bang tapi kita salah"
"Kita terima hukuman kita Dek karena kita yang berbuat"
"Iya"
"Biar Bang yang terima hukuman Adik!"
"Tapi!"
*
*
*
*
*
Mereka berdua duduk menunduk takut dihadapan yang Bapak.
"Shasa! Kamu tau kamu Bapak harapkan untuk jadi Tentara?" Ucap nya garang
Shasa terdiam
"Buat saya kecewa saja!"
"Erzo! Kamu bilang mau menjaga anak saya. Apa yang sudah kamu lakukan tadi?"
"Siap,Salah"
"Salah,Salah! Sudah jelas kamu salah! Sudah sampai mana kalian melakukan hal tercela itu!" Marahnya
"Siap,ciuman saja pak"
"Tidur?"
"Siap tidak pernah!"
"Kalau kamu benar benar menyayangi anak saya. Seharusnya kamu menjaga! Bukan merusak! Dan kamu harus mendukung hal baik yang dilakukan anak saya"
"Siap!"
"Siap Siap, kamu salah!"
"Siap,Salah maaf Pak"
"Shasa! Untuk ke belakangan ini jangan kamu temui Erzo!"
Raut wajah Shasa tak terima. Ia tidak menerima hukuman tersebut.
"Tapi Pak!"
"Gak ada tapi tapian!"
Shasa memandang Erzo. Erzo mengangguk menatap wajah kekasihnya itu.
"Setelah ini kamu saya beri tes tantangan Erzo!"
"Siap!"
"Bapak!"
"Apa kamu! Cepat kembali ke kamar mu!" Bentak Serka itu.
Shasa menggeleng,Erzo menyuruh Shasa untuk cepat pergi.
Shasa akhirnya pergi dari ruangan tersebut.
"Mamak!....hiks...hiks" ucap Shasa sambil memeluk Ginka
Ginka mengelus rambut hitam Putri nya. Ibu berwajah Oriental dengan eyelid tipis itu menenangkan anaknya.
"Kamu terima saja Nak. Lagipula kamu juga salah"
"Tapi jangan hukum buat gak bertemu denga Erzo Mak!"
"Kamu terima aja,lagipula jika ia mencintaimu ia tidak akan berpaling pada wanita mana pun"
Bersambung
__ADS_1