Akhir Cinta Yang bersandingkah ?

Akhir Cinta Yang bersandingkah ?
Katakan Ya


__ADS_3

'Aku mencintaimu tanpa sengaja dan mencintaimu secara tiba-tiba'


"Gimana Kak,tadi jalan jalan dengan Bang Erzo?" Goda sang Ibu


"Ah biasa aja kok Mak" dalihnya


Padahal selama pergi ia tidak pernah merasa jantungnya merasa normal. Apalagi saat Erzo menembaknya!


Gila,padahal baru beberapa jam yang lalu mereka bertemu tetapi Erzo sudah menembaknya.


Shasa mengulur waktu,ia berkata ingin lebih menyakinkan hatinya pada Erzo dan memberikan beberapa Tes untuk Erzo.


Erzo pun memaklumi dan mengangguk.


'Tring'


'Tring'


'Tring'


'Tring'


Lagi apa dek?


Udah mandi belum?


Udah shalat?


Jangan lupa makan ya!


"Ekhmmm,dari Tadi Mamak dikacangi nih"


Shasa tersenyum


"Engak Mamak,ini WA grup kelas kok."


"Ah... gausah bohong Nak, Mamak orangnya pernah muda kok"


"Iya iya,ini dari Bang Erzo"


"Hah gitu baru ngaku deh!"


Mata Shasa melihat foto yang diletakan di atas meja.


"Foto Kowad ya Mak?" Sang ibu mengangguk


"Kok burek sih fotonya? Kualitasnya jelek"


"Ih kamu ini,maklum lah ini foto ditahun berapa."


"Itu Mamak?"


Sang ibu mengangguk


"Waktu pendidikan itu enak gak?" Tanya nya


"Ya enak gak Enak lah sayang. Nanti kamu merasakan kok"


"Ih Mamak... ceritain dong"


"Cerita Apa?"


"Waktu main tembak tembakan!" Ucapnya senang


"Mana ada main Tembak tembakan! Itu latihannya beneran tau! Nanti ada tempat latihan kalau kamu keluar sedikit saja udah tembus kepala mu. Nanti pelatih yang berondong peluru dari depan"


"Jadi harus tetap fokus ke depan ya? Gak boleh gitu lihat lihat belakang?"


Sang ibu menonyor kepala anaknya


"Gak boleh!" Tegas Ginka


"Hmm,kenapa lah Mamak pake mengundurkan diri? Gak sayang kah?"


Ginka meletakan baju yang selesai ia setrika.


"Ya namanya juga cinta. Mau tidak mau Mamak memilih untuk mengundurkan diri demi bisa menikah dengan Bapakmu"


"Ck Ck,kenapa gak berusaha buat nunggu atau gimana gitu"


"Ya kelamaan bisa bertahun tahun"


"Cinta itu butuh perjuangan Mamak"


"Ya makanya nanti kamu jangan kaya Mamak ya!"


"Iya,untung Bang Erzo pangkatnya Letnan. Hehehe"


*


*


*


*


*


Sudah selama 2 bulan Erzo melakukan PDKT dengan Shasa.


Namun Shasa belum sedikitpun mengatakan Iya.


"Mausy ada apa?" Tanya Shasa sambil memakan rotinya


"Gimana kalau kamu tes aja dulu tuh tentara yang naksir kamu!"


"Di tes apaan?"


"Kamu kemarin ceritakan kalau dia mau datang nanti sore?"


Shasa mengangguk


"Ajak ke Danau aja!"


"Kenapa ke Danau?"


"Kalau dia bener bener sayang kamu, dia pasti akan milih kamu. Nanti aku pura pura tercebur,kamu pura pura di begal orang. Kamu suruh Danang aja,minta tolong kedia"


"Oh ok ok"


Shasa berfikir mungkin emang benar


Setelah sepulang sekolah,mereka pergi ke ruang Mausy sebentar. Mausy izin kepada sang Ayah untuk bermain ke rumah Shasa.


Ayah Mausy adalah seorang Jenderal,sedangkan Shasa? Hanya seorang anak dari Tamtama. Walau begitu mereka tetap berteman Akrab.


Ayah Mausy mengizinkan Mausy untuk bermain asalkan jelas!


Erzo datang kemana tempat yang Shasa pinta untuk datangi.


"Tolong! Tolong saya! Hummmppp akhhh tolong saya! Saya gak bisa berenang"

__ADS_1


Erzo terkejut mendengar teriakan wanita dari Danau.


Mausy?


"Akhh Bang! Tolong Adek! Adek kesakitan!" Jeritnya


Shasa?


Erzo bingung mau menyelamatkan yang mana dulu.


Kemudian Erzo menyakinkan hatinya. Ia berlari kearah Shasa.


"Sha!"


'Bugh'


'Bugh'


'Bugh'


Erzo menghajar Danang habis habisan.


"Udah Bang! Udah!"


"Shasa,kamu kok belain tuh penjahat?!"


"Bukan bang, jadi stop ya!"


"Maksudnya Dek?"


"Selamat Abang lulus tes. Adek mau jadi pacar Abang" ucap Shasa senang


"Benar dek? Jadi.. jadi Abang---"


"Iya Bang"


"Kalian jangan senang dulu! Nih badanku sakit banget! Ngajarnya gak pake perasaan sih!" Rintih Danang


"Aduh,Maaf ya. Saya hanya Reflek saya"


"Obatin!"


"Iya nanti di obat in" ucap Shasa sambil memencet luka memar di bibir Danang


"Aww sakit!"


Tes


Tes


Tes


Mausy sudah naik dari Danau.


Tubuhnya basah karena air dana.


"Selamat ya Erzo,kamu lulus. Dan boleh berpacaran dengan sahabatku"


"Terima kasih ya Dek"


"Danang,ayo kerumahku aku obat in luka mu. Ini ide dari ku"


"Shasa aku pulang dulu ya"


"Makasih ya Mausy"


Mausy dan Danang sudah pergi .


Keadaan Shasa dan Erzo


"Dek, jalan yuk" ucap nya kaku


"Kemana?" Tanya Shasa malu


"Ke alun alun gimana?"


"Iya Bang" pipi Shasa bersemu merah


*


*


*


18.30


"Bang naik bianglala yuk" ajak Shasa


Erzo menggenggam tangan Shasa


Shasa mengajaknya bermain bianglala. Erzo trauma akan ketinggian. Bahkan saat terjun payung saja ia hampir ngompol.


Untung ia tidak mengalami cedera.


Tetapi saat ini ada wanita didepan nya.


"Bang,kenapa kok merem sih?" Tanya Shasa


"Tadi ada debu dek,mata abang kelilipan" bohong nya


"Sini aku tiup!" Dengan cepat Erzo membuka matanya


"Disini dek!" Dengan cepat Erzo membuka matanya dan menunjuk matanya


Shasa maju dan meniup lembut mata Erzo yang tidak kelilipan.


"Udah belum bang?"


"Belum dek pipi abang sakit"


"Di pipi yang mana bang?" Tanya Shasa kawatir


"Di sini!"


"Di tiup bang?"


Erzo mengangguk, Ck ia memanfaatkan gadis polos.


Shasa meniupnya. Erzo mendekatkan pipi nya hingga akhirnya Shasa mencium pipi Erzo.


"Ih abang nakal!"


"Makasih ya dek" ucap nya sambil mengelus elus tempat bekas Shasa menciumnya


Pipi Shasa memerah


Hingga tak terasa sudah selesai.


"Main lempar gelas ya Dek" ajak Erzo


Shasa mengangguk

__ADS_1


Tapi Shasa terkejut sampai sana.


Kenapa ia harus bertemu dengan Rifki? Mantan pacarnya.


Ia masih mengingat kata kata yang Rifki ucapkan dulu.


"Kok malam sih Telponnya Bang?"


"Maaf dek tadi itu Abang habis dipanggil"


"Kok suaranya aneh bang?"


"Iya dek sakit"


"Apanya yang sakit Bang?"


"Uh sakit bah dada aku neng,tadi ditinju. Lettingan abang sampai hidungnya berkecap"


"Ya Allah,yang sabar ya bang"


Rifki tak melepas pandangan nya dari Shasa yang dirangkul Erzo.


Entah mereka sebenarnya sudah putus atau belum.


Intinya Shasa sudah menganggap nya putus . Kenapa? Pertama Rifki menghilang tanpa kabar.


Yang kedua,semua sosmed Shasa Rifki blokir.


Yang ketika saat Shasa men-stalker sosmed . Rifki memasang foto nya dengan wanita lain.


"Kenapa diam dek?"


Shasa masih diam saja,sedangkan Serda Rifki masih memandang nya tajam.


"Sayang kenapa diam aja?" Kesalnya


Posisi Erzo sudah berubah menjadi tepat didepan muka Shasa.


"A..apa? Sa...sayang? "


Erzo mengangguk


"Ayo main dek!"


"Yaudah ayo"


Shasa berjalan bersama Erzo tanpa melihat kembali tanpa melihat ke belakang .


"Kamu mau boneka yang Mana dek?" Tanya Erzo


Shasa menunjuk


"Boneka lumba lumba bang,adek suka lumba lumba" ucap nya


"Pak sekali main berapa?"


"Sekali main nya 15.000 den"


"Oh iya ini pak"


Erzo menerima 3 buah kaleng.


'Brak'


Kaleng pertama meruntuhkan seluruh kaleng yang berjejer rapi tersebut.


"Pak itu lumba lumba yang gede ya"


Bapak itu pun mengambilkan boneka.


"Yeee makasih ya Bang"


'Brak'


'Brak'


Sama seperti tadi.


Berhasil runtuh semua!


"Pak lumba lumba yang warna pink sama yang hijau ya"


Penjaga stan itu tentu takut akan kehabisan bonekanya. Dengan cepat ia segera menutup stannya setelah memberikan boneka nya pada Erzo.


Shasa memekik dan memeluk girang boneka boneka berukuran jumbo tesebut.


Tentu saja jika mereka beli dengan harga normal tak lari dari 3.00.000 an perboneka nya.


"Makasih ya bang!"


Erzo tersenyum


"Abang gak kehilangan kah?"


"Abang rela kehilangan apapun demi kebahagiaan kamu Dek" ucap nya pelan


Shasa tersipu malu


Mereka melanjutkan perjalanan,tangan Shasa dicekal.


Ia melepaskan cekalan kuat tersebut.


"Dek Fira!" Panggilnya


Rifki?


Ya Rifki kerap.memanggil nya dengan Nama Fira.


Erzo dan Shasa mencium aroma alkohol yang menguar dari mulut Rifki.


"Ck,anak baru daftar aja songong lu!" Maki Rifki.


Rifki terbiasa dengan logat Lo-Gue karena ia berasal dari Jakarta.


"Bang! Jangan kaya gitu!"


"Kamu pacarku dek!" Ucapnya setengah sadar


"Kita udah putus bang!"


"Tapi aku tidak tau!"


"Setelah kamu selingkuh!? Kita sudah putus setahun yang lalu!"


Rifki mendidih ia menarik baju Erzo.


"Siapa loe! Dek Fira pacar gue!"


"Anak baru daftar kan lu?" Cerocosnya


Erzo menahan emosinya

__ADS_1


"Ngomong lu! Jangan bisu!"


__ADS_2