Akhir Cinta Yang bersandingkah ?

Akhir Cinta Yang bersandingkah ?
Mantan Jadi Lawan?


__ADS_3

Jangan lupa vote ya


Baru saja Shasa selesai bertanding untuk ke 2 kalinya, esok ia akan merebut final juara 1,2.


Lawan nya adalah Munaroh dari daerah Jakarta.


Shasa dan Munaroh sama sama lawan yang Imbang,dan juga sama sama dari Militer.


"Gitu dong mainnya,Akang suka lihat nya" ucap Hirwan dan Dedi selaku Official Shasa


Shasa hanya diam saja tak menjawab keduanya.


"Saya izin pulang ke hotel saja ya Kang"


"Iya hati hati ya"


*


*


*


Sesampai di hotel Shasa segera masuk ke kamarnya. Ia sekamar dengan Tasha si Polwan cantik kakak kelasnya dulu. Sedangkan Qia sekamar dengan Bella.


Shasa tertawa ketika masuk ke kamar. Tawanya membuat ia melupakan segalanya.


Ia tertawa bak orang kerasukan karena melihat mata Tasha bengkak seperti bakso klenger.


"Uluh uluh kasihan nya Temanku ini" goda Shasa pada Tasha


"Sakit ini Sha!" Kesal Tasha


"Siapa suruh di terima,orang tuh ngindar"


"Kaki ku udah sakit."


"Bersyukur Tash udah dapat juara 2."


"Iya Alhamdulilah,tapi apa kata Lettinganku nanti? Ya kali nanti dapat julukan Briptu bermata bakso "


"BUAHAHAHAHAHA JANGAN NGELAWAK BUAHAHAHA"


"Sini bantu kompres dulu!"


Shasa langsung mengambil alih kantung es dan meletakan di mata Tasha.


"Nanti kalau bengkaknya gak sembuh sembuh bawa ke Rumah sakit. Dari pada ada apa apa." Saran Shasa mendapatkan anggukan Tasha


"Uang tarung mu buat apa Sha? Kan udah pasti juara 2 sukur sukur kamu juara 1" Shasa sejenak berfikir


"Kasih pelatih,kasih orang tua,belikan si bungsu HP. Sisanya tabung buat modal nikah"


Tasha mengangguk kemudian berkata.


"Modal nikah kenapa gak suami saja?"


"Ya kita Fifty fifty lah. Biar lebih mudah"


"Iya lah"


                             💞💞💞


"Mempersiapkan diri, Syafira di sudut hitam, Munaroh di sudut merah" ucap Mc


"Sini pakai Bodyproteks nya!" Ucap Kang Hirwan


Shasa hanya diam dan mengikuti suruhan pelatih nya.


*


Matras 2


Shasa sudah siap dengan perlengkapannya dan berada di sudut Hitam.

__ADS_1


"Jangan Grogi! Mainnya kaya kemarin aja ya! Akang suka!"


"Box Kang!" Jawab Shasa


"Kedua petarung silahkan ke tengah matras!" Ucap Mc lagi


'Gooonggggggggg' suara Gong di pukul


Shasa dan Munaroh sudah bersiap siap akan saling berbaku hantam. Shasa menghindari Munaroh ketika ia melayangkan pukulannya.


Shasa membayangkan Munaroh adalah Erzo.


Ia menghajar Munaroh kejam layaknya Munaroh adalah seorang Erzo.


'BUG!'


"Babak pertama selesai,kedua petarung kembali ke sudut masing masing" Shasa dapat melihat tim Medis memberikan obat untuk hidung Munaroh yang berdarah.


'Goooooongggggg' Shasa dan Munaroh maju untuk melakukan Babak ke dua.


Dengan lincah Shasa menghindari dan memukul Munaroh.


'Bug!' Shasa terjatuh kepalanya terasa pusing


Shasa terkejut ada Erzo di pojok official yang memberikannya semangat.


"6,7,8 9,10! Box masih kuat?" Tanya Wasit pada Shasa


"Box!" Shasa bangkit ini adalah saatnya yang tepat untuk menunjukan ke semua orang terutama Erzo .


Shasa tak pernah mempercayai nilai nilai dari ketiga juri walaupun semua juri sudah melakukan sumpah menjadi Juri. Setiap ada event Shasa selalu menang K.O.


"Bugh!" Munaroh jatuh terkapar di matras, pelatih segara melempar handuk putih.


Tak lama Mc mengumumkan bahawa Shasa menang K.O. Shasa membalas senyum sinis untuk Erzo.


Buat apa ia ke Sini? Kenapa tidak memilih untuk tinggal di rumah bersama anak dan istrinya.


Ketika Shasa sudah keluar dari matras ia menyalami Munaroh yang terbaring di medis.


"Gak apa Teh,fisik saya memang kurang"


"Btw umurnya berapa? Dinas dimana?" Tanya Shasa


"24 tahun Teh dinas di NTT. Teteh pk berapa?"


"Saya angkatan tahun 20XX Teh"


"Oh maaf saya tidak tau" ucap Munaroh langsung bangkit


"Santai saja Teh, saya gak suka Bully Teh"


*


*


*


Shasa mendengar dari Lettingan nya yang memiliki kakak seangkatan Erzo. Lettingan nya mengatakan jika Mausy sudah hamil.


Info demi info ia dapatkan bahwa Mausy berkuliah di luar negeri. Mana mungkin sang ayah tega bila anaknya menangis meraung.


Sang ayah mengeluarkan Mausy dan mengirimnya ke luar negeri.


                        💥💥💥💥💥


Hari demi hari berlalu, Shasa sudah menyiapkan berkas berkasnya untuk kenaikan pangkat.


Shasa juga mengajukan pindah ke daerah asalnya.


"Kamu beneran ngajuin pindah kah Sha?" Ucap Ayu tak rela


Shasa mengangguk sambil menyeruput tehnya.

__ADS_1


"Iya, jangan nangis ya" goda Shasa


Ayu memukul lengan Shasa dengan buku menu.


"Gaji ku udah min karena potongan bank" ucap Ayu sedih


"Lah urusannya apa?" Bingung Shasa


"Kalau kamu pergi,gak ada yang bisa minjamin uang" ada air mata yang menetes di ujung mata Ayu


Shasa memukul Ayu pelan hingga terkekeh.


"Gak usah bohong,bilang aja kamu sedih kah? Lagi pula Sprint ku belum turun"


Akhirnya air mata Ayu lolos begitu saja,tetapi tidak banyak.


"Eh eh,malu dilihat rekan rekan yang lain!"


"Gak peduli!"


"Ya udah nangis aja sana!"


*


*


*


*


*


Umur Shasa juga tidak bisa terbilang muda karena sudah hampir menginjak usia 25 tahun. Tetapi ia belum juga menikah nikah.


"Selamat Siang,Pak!" Ucapnya tegas


"Siang juga"


*


Sekarang Shasa bisa dekat dengan keluarga, ia bersyukur di dalam hatinya. 


Shasa pergi ke supermarket untuk membeli roti atau yang lain. Shasa sedang sakit dan mulut nya terasa pahit.


'Bruk' Shasa tak sengaja menambrak anak kecil berwajah seperti bule.


Mungkin anak ini lagi senang senangnya belajar jalan.


Tapi jangan di tempat umum dong!


"Eh...maaf ya Mbak anak saya lagi senang senang nya belajar jalan" ucap nya Shasa seperti mengerti suara siapakah ini?


"Mausy?" Tanya Shasa


"Shasa?"


"Maaf ya,apa benar ini anak kamu?" Mausy membenarkan anak rambutnya yang berwarna cola


"Benar ini anak saya"


Deg!


Batin Shasa terasa ngilu melihat anak laki laki tersebut. Berwajah seperti bule.


"Kok kamu disini? Mana suami kamu?" Tanya Mausy


"Saya pindah,... belum menikah" ucap nya lirih seulas senyuman keluar dari bibir Mausy


"Kapan kapan mampir ke rumah saya ya" ajak Mausy


Shasa mengangguk, hatinya terasa sangat perih sekali. Apa kah ini yang di namakan dengan pengorbanan?


Shasa harus berkorban melihat Erzo dengan Mausy?.

__ADS_1


Sudah bertahun tahun Shasa masih tidak bisa melupakan Erzo! Erzo begitu indah untuk di lupakan.


Bersambung


__ADS_2