
Jangan lupa vote ya.
Hening...
Hanya ada Shasa dan Erzo di dalam ruangan tersebut. Shasa melipat lengannya di dada.
"Sini dulu dek!" Ucap Erzo memelan
"Jelasin Bang!"
"Iya,iya akan Abang jelasin semua"
"Oh lalu?"
"Jadi gini,yang tadi itu namanya Valentyna. Kami berteman di Fb. Kawan Abang tadi yang namanya Erik meng-post foto Abang. Dia nge-Tag Abang. Lalu si Valentyna komen dam jawab sama Erik"
"Masuk akal!,soal ganti nomor? Gak pengen jelasin?" Ucap nya dingin
Erzo berusaha untuk bangun,tetapi ia kesusahan dan kelihatan menahan sakit. Shasa peka dengan keadaan itu.
"Jangan Bang,nanti lebih parah!"
"Halah Dek,ini masih jauh dari nyawa kok"
"Gak boleh ngomong gitu!"
"Iya sayang"
"Jelasin Bang!"
Shasa menatap sangar pria di depannya ini. Pria itu malah senyum senyum sok ketampanan. Emang Erzo tampan sih.
"6 hari yang lalu,pas Abang pulang dari jenguk teman. Eh malah Abang yang kecelakaan di dekat jembatan kembar Dek. Hp Abang mungkin terlempar ke Sungai. Lalu sama orang orang Abang di bawa ke rumah sakit."
Shasa diam mendengarkan penuturan kekasihnya itu. Jahat sekali ia sudah ber negatif thinking dengannya.
"Ya Allah. Terima kasih masih menyelamatkan orang yang kucintai" ucap Shasa bersyukur
Erzo mendekat ke tubuh Shasa. Ia mencium pucuk rambutnya.
"Bapak udah bebasin kita lagi Bang"
"Alhamdulillah... berhari hari Abang mikirin itu Dek"
"Besok Adek mau Tarung. Mohon doanya ya Bang supaya lancar syukur syukur juara satu"
"Amin... Abang akan doain yang terbaik untuk Adek"
'Ceklek'
"Assalamualaikum..." suaranya
"Abi?" Ucap Erzo
Ia menyalami Abinya. Begitu juga dengan Shasa ynag ikut menyalami Riko.
"Kelihatannya anak Abi udah sembuh"
"Alhamdulillah Bi... Erzo pengen cepat pulang"
"Nunggu sembuh dulu Bang!"
"Abang udah sembuh Dek" jawab Erzo sambil mengacak acak rambut Shasa.
"Ih berantakan"
"Erzo Shasa. Abi mau bertanya dengan kalian berdua" suara itu membuat Shasa sedikit takut
"Ta...tanya apa Abi?"
__ADS_1
"Erzo... kamu siap dan sabar menunggu Shasa selama 4 tahun? Belum lagi Ikatan Dinas nya. Bisa bisa kamu menikah di usia 30 an!" Ucap laki laki itu
"Saya Siap Bi" Ucap nya tegas
"Shasa! Jika kamu sudah rampung dengan cita cita kamu,apa kamu tetap akan memilih anak saya? Walaupun ia sudah tua? Kamu tau jika Pria yang tua bisa jadi dia Impoten! Apa kamu menerima jika itu terjadi?"
Apa apaan? Impoten? Jelas saja Erzo tidak terima,orang belum di buktikan.
Shasa memandang Erzo sebentar. Lalu ia mengangguk yakin.
"Saya siap"ucapnya tegas
"Bagus,Abi salut dengan kalian berdua. Shasa mulai sekarang kamu harus panggil saya Abi"
"I..iya Abi"
"Masa depan kamu sudah pasti mulus Sha. Kamu Atlet PON sudah pasti kamu masuk tanpa Tes."
Shasa diam dan mengangguk. Ia sangat bersyukur. Impiannya dapat ia raih berkat usaha kerja kerasnya selama ini.
*
*
*
*
*
Shasa memandang tempat ramai ini. Sekitar jam 3 sore nanti jadwalnya bertanding. Skema lawannya pun sudah ditentukan. Shasa masuk kelas 50,1-55,0 kg. Untung saja berat badan nya hanya 54 kg. Dengan tinggi 172 cm.
Sebenarnya normalnya beratnya harus sekitar 62 kg. Karena tinggi badan di kurang 110 cm untuk perempuan. Itu standar pas nya. Jika laki laki di kurang 100 cm.
"Seharusnya senang,tapi kenapa perasaanku sedih ya?" Monolog nya sendiri
Lewatlah senior Shasa bernama Kang Vico tentara dengan kesatuannya Kavaleri. Vico berasal dari Makassar.
"Box Kang"
"Box,Mana nih pacarnya?" Goda Vico
Mereka sesama Anggota memang akrab seperti keluarga.
"Hehehe Akang nih. Mana pacar 1,pacar 2,pacar 3 nya Kang?" Balas goda Shasa
"Pacar 2 ada di dalam" jujur Vico
"Hati hati ketemu Pacar 1 Kang. Baku hantam nanti"
"Eh... gak pa lah... di dalam ada Matras,biarkan Tarung"
"Ck"
"Main Jam berapa Teh?"
"Nanti jam 3 an"
"Kena lawan siapa?"
"Jankitria... anak mana ya Kang? Gak tau saya"
"Oh Tria... kan pindahan Satlat Bali... yang PON juara 3 di kelas mu loh"
"Oh yang itu..."
"Iya"
_
__ADS_1
_
_
_
_
Shasa melirik teman latihan nya. Mereka berada di antara sudut sudut ruangan. Di sebelah mereka sendiri ada Pacar nya .
Shasa cukup iri. Saat momen penting nya. Kenapa sang kekasih tidak hadir?
Shasa tau Erzo sedang sakit. Namun rasa ingin bersama itu ada.
"Ih ih Cungkring jelek yah kalau lagi sedih" goda Kang Hirwan pelatih utama.
Dan ia pelatih paling garang Di Satlat. Kang Hirwan adalah adik Letting pas satu klik dari Bapak Shasa.
Tamtama ditahun yang sama hanya beda klik. Bapak Shasa klik pertama Kang Hirwan klik kedua. (Contoh 2045'1. Dan 2045'2).
"Ih Akang Nih!"
"Ngapa sedih? Gara gara si bisul kan? Kesatuan mana? Biar Akang makan nanti tuh bisul"
"Eh... bisul apaan Kang? Masa iya Akang mau makan bisul?"
"Udah jangan sedih... kalau Akang lihat kamu sedih. 7 ronde kamu tarung gak usah berhenti." Ancam Hirwan
"Ih jangan lah Kang"
"Assalamualaikum Dek, Abang cari kemana mana. Ramai ramai jadi susah... maaf ya Abang terlambat" Ucap nya sopan
Shasa melihat Erzo jalan dengan pincang pincang.
"Oh ini yang bikin kamu sedih?" Ucap Hirwan
"Mana saya sedih Kang"
"Kamu dari kesatuan mana Dek? Tamtama yah?"
Erzo tersenyum.apakah ia berwajah Tamtama? Tak apa lah...
"Kang dia nih Danton loh!" Ucap Shasa kesal
Wajah Hirwan awalnya kaget. Namun akhirnya tertawa.
"Tampang Bisul gini Danton? Yon mana?" Tanya Hirwan tak percaya
"Siap Yonif 6xx" jawabnya
"Beneran Danton kah?" Tanya Hirwan pada keduanya
"Siap!"
"Ha ha ha... habis lah Akang! Hah Hah" ejek Shasa tertawa penuh kemenangan
"Saya Hirwan pelatih nya Shasa Dek. Maaf ya"
"Iya Pak tidak apa apa."
"Kok jadi lembut Kang?"
"Emang biasa Akang teriak teriak"
"Iya Akang teriak kalau kamu gak mau lari. Kan kamu langganannya selang Ajang. "
"Shuuttt Akang nih!"
Shasa malu jika Erzo tau,bahwa Shasa langganan di Sabet menggunakan selang karena sering jalan daripada berlari.
__ADS_1
Bersambung