Akhir Cinta Yang bersandingkah ?

Akhir Cinta Yang bersandingkah ?
Rindu Tak Tertahankan


__ADS_3

Jangan lupa vote ya


Ginka dan suaminya memeluk Shasa setelah Shasa dipeluk adik adiknya.


Shasa melihat adik adiknya yang menjadi lebih dewasa.


Farel sudah kelas 12,Ariel kelas 11. Bayu dan Fia kelas 2 dan Tk.


"Rindu banget dengan Kakak!"


"Kakak juga rindu"


Panasnya Shasa beralih dengan Erzo. Pria yang makin tampan diusia nya.


Pangkat pun sudah berganti menjadi,Letnan Satu atau Lettu.


Shasa memeluk Erzo...


Perasaanya semakin sayang entah kenapa di perasaan sayang itu lah ada perasaan harus rela kehilangan.


Erzo mengelus pipi Shasa lembut.


"Adek hitam dan jelek ya Bang" Erzo menggeleng


"Kamu masih sama Dek dan semakin cantik dimataku."


Di tengah kebahagian mereka,tanpa mereka ketahui bahwa sudah sedari lama Mausy keluar dari penjara dan sedang kuliah di luar negeri.


Kedatangan Mausy bisa menghancurkan hubungan mereka.


"Mau mesraan nanti aja! Yang di sini udah kepanasan" ucap Farel


"Iya iya" saut Shasa tak terima


"Qia bareng Bang Redy aja Pak. Pakai motor"


"Cie so sweet. Oh iya lupa tadi Ariel kesini pakai motor loh. Aku mau pulang sama Mamak Bapak. Kakak sama Bang Erzo saja ya" ucap anak lelaki itu


Shasa dan Erzo saling bertatapan layaknya sedang bertelepati. Lalu mengangguk yakin.


Ginka dan suaminya terkekeh pelan. Mereka sudah 100% merestui hubungan mereka berdua.


                           🎀🎀🎀


"Hal yang paling Kakak sukai pas Pendidikan?" Tanya Qia sesudah sampai di rumah


"Karena aku suka make up,jadi yang paling kusukai itu pas penyamaran."


"Shasa pasti rindu dengan masakan Mamak ya,ini Mamak sudah masakin makanan kesukaan kamu" ucap Ginka sambil meletakan makanan di meja


"Waahh... makasih ya Mak"


*


Shasa sudah lama tidak menyentuh laptopnya. Sudah beberapa tahun ia tidak membuka Laptopnya.


Aplikasi pertama yang dibukanya adalah Wattpad.


99 notifikasi,ya padahal lebih. Shasa membaca komentar dari para readernya.


Hampir 80% para readernya meminta untuk mengupdate. Shasa mengetik sesuatu di kronologi profil Wattpadnya. Ia meminta maaf karena tidak bisa update.


Tak lama kemudian ratusan balasan muncul di Wattpadnya. Ada yang membalas negatif dan ada yang positif seperti memberikan semangat untuknya.


Ada juga yang berkata bohong, dan tidak percaya jika Shasa sedang menjalani Pendidikan di Magelang.


Shasa diam tak membalasnya.


Dengan cepat Shasa mengetik ide cerita yang mengalir diotaknya dan mengupdatekan dengan segera.

__ADS_1


Sudah 4 chapter ia publikasikan


Shasa melirik jam,sudah hampir jam 12 malam dan lusa sudah akan sholat Ied.


Shasa mematikan Laptopnya dan mengecesnya.


"Siap San,masih belum tidur. Masih menyusun kue lebaran" sahut Qia di telepon


"....."


"Siap San"


Shasa mendatangi Adiknya itu.


"Kenapa?" Tanyanya pelan


"Seniorku nelfonin terus Kak"


"Dia tau kamu pacaran sama Perwira?" Qia membalas dengan gelengan di kepala nya


"Hmm,coba kamu pasang foto kamu dengan Redy di sosmed. Terus pasang Foto kita tadi siang"  perintah Shasa


Qia melakukan perintah Kakaknya itu,tak lama Shasa merebut handphone Qia.


Dibukanya aplikasi Wa, Shasa mengupdate status menggunakan Foto nya dengan tulisan.


'Bajak sebentar ya Qia adikku sayang'


Walaupun tengah malam,sudah ada 32 orang yang melihat statusnya.


"Cantik banget ya" baca Qia melihat komentar Lettingannya


Ia mengetik, 'Iya Pot balik cuti Kakakku 5 hari. Lebaran ke tiga sudah kembali ke Magelang.'


Tring!


"Sersan tadi ada lihat status kamu?" Tanya Shasa


Qia menangguk


"Ampuh kan caranya? Siap siap kamu jadi bulan bulanan. Hahahaha"


Qia tersadar


"Ih Kakak! Kok gitu sih?"


"Bilang sama pacar mu aja! Bisa bantu gak dia?" Teriak Shasa sambil keluar kamar Qia


                            💓💓💓


Malam Takbiran


Takbir begitu indah saling sahut menyahut. Erzo dan Redy datang kerumah Serda Qia dan (Calon) Letda Shasa hihihi


"Wah panggangannya banyak banget!" Kagum Shasa


Qia melempar Shasa dengan bonggol jagung.


"Makanya jangan kebanyakan main laptop! Jadi gak tau Kan!"


Shasa mengambil bonggol itu dan melempar ke Qia.


"Eh eh Sersan kok gak Sopan sama Perwira!"


"Belum Afdol! Orang belum di lantik kok!"


"Udah lah orang Kakak beradik kok dari kecil sampai besar ribut terus sih!" Pekik Ginka


"Abis sih, orang lagi ngurus kontrak dengan penerbit malah dibilang main laptop terus!"

__ADS_1


"Oh iya Kak,uang royalti mu ada kali belasan juta di rekening Mamak." Ucap Ginka


"Gak papa Mak,simpan saja. Buat kebutuhan yang lain. Soalnya ntar selesai pendidikan kan Kakak dapat uang banyak hehehe soalnya jarang di ambil uang nya" ucap Shasa


Erzo,Redy,dan Syafei menjadi terkacangi. Ketika Tentara itu masih setia dengan mengipasi ayam dan daging bakar di tempat pembakaran.


Kembang api saling sahut menyahut. Langit malam diwarnai cahaya bintang dan kembang api.


Ginka dipeluk sang suami,Shasa dipeluk Erzo,dan Qia hanya digenggam oleh Redy.


"Terima kasih masih menjaga cincin dariku"bisik Erzo


Shasa mengangguk.


                             💞💞💞


Di sini


Setelah melaksanakan sholat Ied di halaman Kodam mereka pulang dan melakukan adat seperti biasa yaitu Sungkem.


Dimana dari Ginka yang menyalami suaminya,kemudian Shasa,Qia,Farel ,Ariel,Bayu,dan Fia.


Mereka saling meminta maaf dan memaafkan.


*


Shasa diajak ke rumah orang tua Erzo sampai sana ia di sambut hangat oleh Riko ayah Erzo.


Shasa bersalaman.


"Bagaimana kabarmu Nduk?" Tanya Riko


Shasa malu,semenjak ia masuk pendidikan selalu terbiasa menyebutkan kata siap.


"Siap,Baik Bi"


"Semenjak masuk pendidikan jiwa Militermu keluar ya. Kita ini keluarga jadi jangan sungkan"


"Siap"


"Abi Erzo mau ajak Shasa ke acara kumpul Lettingan Erzo ya"


Riko tertawa melihat anaknya meminta izin.


"Bawa saja Erzo. Kamu ini sudah besar masih seperti Erzonya Abi 15 tahun yang lalu yah. Gak berubah"


Shasa tertawa


"Ketawa Dek?" Tanya Erzo


Shasa memalingkan mukanya


"Nangis Bang" ucapnya lembut namun terdengar kesal.


*


Erzo tertawa bersama teman temannya.


Shasa jadi merindukan Mausy,bagaimana ya kabarnya di Penjara? Maybe...


Erzo melirik Shasa ia harus kembali,karena pesan dari sang abi yang mengatakan keluarga besar Almarhumah ibunya dari Arab datang.


Erzo pamit dan menggenggam tangan Shasa lembut.


"Suh! Jagain pacarmu... jangan nangis kalau ku Ambil" teriak salah satu teman Erzo berkulit hitam legam


Bersambung


Jangan lupa vote dan komen nya ya,

__ADS_1


__ADS_2