Akhir Cinta Yang bersandingkah ?

Akhir Cinta Yang bersandingkah ?
Sebuah Pernikahan?


__ADS_3

Jangan lupa vote


Sebulan kemudian


Shasa menunggu di Restoran Solaria yang ada di Bandara,sambil menyeruput teh yang ada di gelasnya.


Ia menunggu Ia untuk menjemputnya.


Kenapa Qia tak membalas pesannya? Kenapa? Apa ia sedang sibuk?.


Ya Qia memilih Korps atau kesatuan KES (Kesehatan). Qia melakukan Dinas di Rumah Sakit Militer, adik keduanya itu memilih untuk berkuliah lagi.


"Apa dia gak boleh izin ya? Atau ada yang darurat?" Batin Shasa menebak nebak.


Ya sudah ia pulang menggunakan Ojek Online saja. Shasa berjalan lagi dengan menenteng ransel di punggung nya.


Ia sedikit bangga dengan pangkat Letnan Dua yang tersemat di pundaknya.


Sambil melihat Notifikasi Handphone nya Shasa membenarkan anak rambutnya yang sedikit berantakan.


"Ini sudah jam sembilan gak mungkin Qia belum bangun" gumam Shasa pelan


Tak lama saat ia akan memesan ojek online sebuah motor berhenti dengan cepat di depan nya. Seorang perempuan masih menggunakan jaket kulit hitam dan Helm.


"Kakak cepat naik!" Teriaknya


Walaupun pangkat Shasa lebih tinggi dari Qia,Qia tetap menganggap Shasa  sebagai kakaknya. Begitu juga Shasa,ia tidak gila hormat. Apa lagi Qia adalah adiknya,mana mungkin ia tega menghukum Qia karena tidak memberikannya hormat.


Shasa masih memandang Qia bingung.


"Ayo cepet Kak!" Qia turun dari motor dan menarik tangan kakaknya, ia tidak peduli kotoran burung mengotori sepatu PDL nya.


"Kok buru buru si Dek?" Tanya Shasa bingung


"Kakak tau gak Kak Erzo sama Mausy mau Ijab Khobul!" Ucapan Qia membuat Shasa kecewa


"Gak! Gak mungkin itu! Bang Erzo janji mau Nikahin Kakak! Dan hanya Kakak yang di ajuin dengan Bang Erzo!" Ucap nya tak terima ada air matanya yang dengan kurang akarnya lolos begitu saja


"Udah jangan nangis dulu! Mending Kakak cegah dulu! Jujur aku gak berani,aku Hanya seorang Serdadu cantik penawan Lettu Redy" ucap Qia di saat yang tidak pas,percayalah kata katanya itu bertujuan untuk menghibur Kakaknya


Shasa naik ke atas motor Bebek milik Qia,dan tak lama Qia melajukan motornya.


"Sial! Ngapa harus ada Razia Gabungan sih?!" Omelnya kesal


Seketika Qia mengingat ia meninggalkan Dompet nya di Mess karena terburu buru menjemput kakaknya ini.


"Kok berhenti sih?"


"Aku gak bawa SIM sama yang lain. STNK ada di Jok motor."


Shasa merubah posisinya yang tadi dibelakang jadi di depan.


Motor mereka di Stop oleh petugas Razia berpangkat Sertu dan Serda.


"Izin, boleh lihat SIM dan STNK nya mbak?" Tanya Sertu ganteng itu

__ADS_1


Shasa turun,ia merogoh kocek celana PDL nya dan mengambil di Dompet. Qia membuka Jok untuk mengambil STNK motornya.


Shasa menepuk jidatnya, SIM C nya sudah mati lama dan ia belum membuatnya. SIM tersebut ia tinggal di Mess nya.


Shasa menyerahkan STNK nya.


"Maaf, Pak SIM saya ketinggalan. Tapi saya dan Adik saya sedang buru buru. Bagaimana jika saya tinggal KTA dan KTP saya?" Ucap Shasa sambil memberikan KTA dan KTP nya pada Sertu di depan nya. Sertu itu menerimanya.


"Siap, Izin di bawa saja Ndan."


"Beneran nih Pak? Makasih ya"


"Siap"


*


                            🖤🖤🖤


Ransel berukuran sedang itu terjatuh begitu saja dibuang oleh pemiliknya.


Kerasnya sepatu PDL melangkah gontai memasuki halaman rumah besar yang di hiasi dekorasi ala pernikahan.


Terlihat wanita cantik menggunakan baju putih panjang sedang duduk di depan penghulu.


Sepatu PDL itu terdengar lagi, sang pemilik menoleh,melihat ,dan membaca nama yang ada di kertas undangan hijau tersebut.


Bertuliskan nama orang yang sempat menghilang,sempat singgah di hatinya dan tak pernah tergantikan.


Lettu Erzo dan Dr.Mausy


Tak lama selesai ia membaca,ia melepaskan undangan itu begitu saja, terbang tak tentu arah seperti hatinya. Mausy? Kenapa harus Mausy ? Mausy adalah sahabatnya sejak SD hingga sekarang kah?


"Siap,Izin! Selamat atas pernikahannya Letnan" suara Shasa terdengar gemetar


Tak sopan? Biar lah Shasa juga sudah tak peduli.


Pengantin pria itu terlihat terkejut,hampir saja ada air matanya yang keluar. Segera ia menahannya .


Shasa berganti memandang ke arah Mausy .


"Izin, selamat ya Mausy" suaranya tambah gemetaran


Wanita itu tersenyum dengan manisnya.


"Terima kasih ya Shasa." Jawab Mausy ringan


"Siap,Maaf menggangu saya izin undur diri." Ucap Shasa dengan nada dingin


Di balik nada dingin nya ada sesuatu yang harus ia tahan agar tak keluar.


Qia dapat melihat kakaknya keluar dari tempat tersebut. Qia melihat Kakaknya tersenyum


"Udah kita pulang yuk!" Ucap Shasa sambil tersenyum


Qia menggeleng

__ADS_1


"Ngak Kak! Ini harus di jelaskan! Kakak kenapa nerima begitu aja?" Ucap Qia tak terima


Biar banyak anggota yang berkata Qia tak sopan pada Perwira seperti Shasa.


"Gak ada yang perlu dijelaskan,toh malah nantinya Kakak yang jadi Pelakor"


"Bukan Kakak jelas jelas dia yang jadi PHO di hubungan Kakak!."


"Ssshhut udah pulang aja ya, saya ini Letnan loh. Kamu Sersan kok berani sama saya?" Goda Shasa


Qia terlihat tidak senang.


"Tapi motorku gak bisa nyala Kak. Udah ku starter dari tadi" Ucap nya tak berdosa


"Plis jangan di saat seperti ini lah!"


"Aku lupa ganti oli Kak, motor Matic emang agak rewel."


"Udah ayo,cepet bawa!"


"Yang tua siapa?"


"Eh! Pangkat saya lebih tinggi loh" ancam Shasa tersenyum


"Iya aku dari dulu selalu jadi kalah kalahan."


"Kata siapa? Toh kakak selalu ngalah dengan kamu!" Ucap Shasa kesal


Mereka sudah jauh dari halaman rumah Erzo.


"Kakak jadi Staf apa?" Tanya Qia pasalnya ia tak pernah tau


"Staf Min kenapa?"


"Hari hari ketemu orang pengajuan terus ya"


"Iya"


"Kenapa gak Staf TER, Staf OP?"


"Ku tanya kenapa kamu gak masuk Intel aja atau Pom? Dari tadi nanya mulu"


"Ih kesel ya? Gak boleh marah marah nanti cepat tua."


'Grap'


"Dek dengar kan penjelasan Abang!" Ucap nya dengan suara ngos ngosan


Shasa terkejut,Qia hampir menjatuhkan motor Matic nya.


Shasa terdiam,hatinya bingung seketika pikiran nya menjadi kacau lagi. Ia tidak tau harus apa, Kata kata pelatih segala macam kebun binatang,bangkai atau pun segar masih bisa ia terima. Tapi jika Erzo? Ia sendiri tidak tau harus bagaimana.


Shasa melepas tangan Erzo,bukan Erzo namanya jika tidak memeluk Shasa.


"Lepasin Bang! Nanti Istri kamu lihat aku gak mau!"

__ADS_1


"Adek beri Abang waktu untuk menjelaskan ke Kamu."


Bersambung


__ADS_2